Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 29


__ADS_3

Orang tua Nicholas sudah bangun dan mereka sudah rapi lalu turun ke lantai bawah,mereka melihat Nicholas dan Juli yang tidur di sofa dengan posisi kepala Nicholas berada di pangkuan Juli.


Mereka senang melihat Nicholas yang begitu bahagia saat bersama Juli dan mereka lanjut ke meja makan,karena merasa lapar lalu makan dengan pelan agar tidak membangunkan Nicholas dan Juli.


"Mereka cocok."Ucap Ayah Nicholas yang melihat Nicholas bersama Juli.


"Iya sayang,ayo kita nikahkan mereka.Aku tidak sabar ingin memiliki cucu."Ujar ibu Nicholas yang menginginkan seorang cucu.


"Iya kita pulang saja nanti malam,agar mereka bisa di nikahkan secepatnya."Usul ayah Nicholas yang membuat istrinya senang.


"Aku setuju dengan kamu,mumpung si Berlin di kantor polisi."Ucap sang ibu yang merasa senang,jika anaknya menikah.


"Cepat habiskan makanannya."Perintah ayah Nicholas,agar mereka bisa berbicara serius dengan Nicholas.


"Iya sayang."Balas sang istri yang langsung melahap makanannya.


Mereka makan dengan lahap dan ibunya Nicholas mencuci piring kotor yang di gunakan mereka,orang tua Nicholas duduk di sofa dan membangunkan Nicholas.


Nicholas membuka matanya lalu duduk dan Nicholas melihat orang tuanya yang menatap dirinya dengan Juli yang tertidur di sofa.


"Kita pulang malam ini."Ucap sang ayah terhadap Nicholas.


"Kenapa begitu cepat?"tanya Nicholas padahal orang tuanya baru datang.


"Kamu ingin menikah tidak dengan Juli."Ucap sang ibu yang merasa heran dengan anaknya.


"Mau bu."Balas Nicholas yang senang dengan ucapan ibunya.


"Makannya nanti malam kita pulang lalu kamu nikahi Juli."Ujar sang ibu yang memberikan lampu hijau terhadap anaknya.


"Baiklah,tidak usah malam.Bagaimana Jika sekarang kita pulang?"tanya Nicholas yang sangat senang dia akan menikah dengan Juli.


Ayahnya melempar bantal kepada Nicholas dengan keras dan membuat Nicholas melihat ke arah ayahnya.


"Ayah apa-apaan sih."Protes Nicholas,karena sang ayah melemparkan bantal kepada dirinya.


"Memangnya kita tidak cape apa."Kesal sang ayah melihat anaknya yang begitu ingin menikahi Juli.


"Aku kan hanya mengusulkan."Elak Nicholas,agar tidak di salahkan ayahnya.


"Kamu beralasan saja."Balas sang ayah yang tidak mau kalah dengan anaknya.


"Iya baru juga kita bangun,dasar anak durhaka."Ujar sang ibu yang melihat anaknya tersenyum.


"Iya kan aku hanya bercanda bu."Balas sang anak yang tersenyum kepada orang tuanya.


"Kamu pindahkan Juli ke kamar,kasihan nanti lehernya sakit."Ucap sang ibu yang melihat kepala Juli merasa tidak enak di lihat.


"Iya bu,Nicholas pindahkan."Balas Nicholas yang langsung melihat Juli.


Nicholas langsung mengangkat Juli dan memindahkannya ke kamar lalu Nicholas mencium kening Juli,Nicholas menyelimuti Juli lalu keluar dari kamar Juli.


"Mau mengadakan pernikahan dimana bu?"tanya Nicholas yang menanyakan acara pernikahannya akan di laksanakan dimana.


"Karena ingin tertutup,lebih baik di perusahaan saja."Balas sang ibu,karena di perusahaan tidak bisa sembarang orang masuk.


"Apa tidak begitu resmi?"tanya Nicholas yang berfikir ulang tentang pernikahannya.


"Ini semua demi lancarnya pernikahan kamu."Balas sang ibu,karena dirinya masih waspada terhadap Berlin.


"Baiklah,aku mengikuti perkataan ibu saja."Ucap Nicholas yang sudah pasrah.


"Kalau untuk resepsi nanti kita adakan di hotel saja."Balas sang ibu,karena menginginkan pernikahan yang meriah untuk anaknya.


"Terserah ibu saja,biar ibu saja yang mengurusnya."Ujar Nicholas,karena dia hanya ingin Juli secepatnya jadi miliknya.


"Yasudah kamu hubungi pilot,biar nanti malam mereka menjemput kita."Perintah sang ibu terhadap anaknya.


"Tidak usah di telepon,mereka masih di sini.Aku tidak menyuruh mereka kembali."Balas Nicholas yang memberitahu ibunya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu,ibu mau membereskan barang ibu."Ucap sang ibu yang meninggalkan suami dan anaknya.


"Kamu jaga Juli baik-baik."Perintah sang ayah sambil menatap anaknya.


"Ayah tenang saja,tanpa ayah suruh aku akan menjaga Juli kok."Balas Nicholas,karena Juli sudah masuk ke dalam hidupnya.


"Baguslah jika begitu,awas saja kalau kamu menyakiti Juli."Ancam sang ayah,karena sudah menganggap Juli seperti anaknya sendiri.


"Iya ayah,sudah sana ayah susul Ibu."Usir Nicholas,karena dia ingin tidur di kamar Juli.


"Anak durhaka,malah mengusir ayahnya lagi."Protes sang ayah yang langsung melempar Nicholas dengan bantal.


"Kasihan ibu lah yah."Ungkap Nicholas,agar ayahnya menemani ibunya.


"Kamu lihat saja nanti,pembalasan ayah."Ucap ayah Nicholas yang meninggalkan anaknya sendirian.


Nicholas melihat ayahnya yang sudah naik ke atas dan dia segera masuk ke kamar Juli lalu langsung mengunci pintu kamar Juli.


Nicholas menghampiri Juli yang berada di atas kasur dan masuk dari bawah selimut untuk berada di atas Juli,dia tersenyum melihat Juli yang begitu pulas dan Nicholas mencium bibir Juli.


Juli yang sedang tidur merasakan bibirnya basah,Juli membuka ke dua matanya dan melihat Nicholas berada di atas tubuhnya.Juli menyingkirkan tubuh Nicholas di atasnya,hingga Nicholas berada di samping Juli.


"Apa yang kamu lakukan disini sayang?"tanya Juli yang langsung sadar dirinya berada di kamar.


"Aku hanya merindukan kamu sayang."Balas Nicholas yang senang Juli sudah bangun.


Juli merasakan Nicholas semakin bersemangat,saat dirinya sudah terbangun dari tidur.


"Sayang."Panggil Juli yang menatap Nicholas di sampingnya.


"Apa sayang?"tanya Nicholas yang langsung memeluk Juli.


"Aku benar-benar mengantuk."Balasnya merasakan matanya yang benar-benar mengantuk.


"Aku merindukan kamu loh sayang."Ujar Nicholas yang langsung mencium bibir Juli.


Juli membalas ciuman Nicholas dan merasakan kerinduan dalam diri Nicholas terhadap dirinya,begitu dengan dirinya yang sedang merindukan Nicholas.


Juli merasa tubuhnya tidak bisa menolak sentuhan Nicholas,dia memperdalam ciumannya dengan Nicholas.


Nicholas menyudahi ciuman mereka,karena dia sadar pasti Juli akan menolak keinginan dirinya.


"Sayang malam ini kita berangkat,kamu bereskan barang kamu sayang."Ucap Nicholas yang menatap Juli penuh cinta.


"Pulang malam ini?"Tanyanya memastikan,takut Nicholas bercanda.


"Iya sayang."Balas Nicholas yang memainkan tangannya di paha Juli.


"Sayang."Panggil Juli,karena tindakannya membuat dirinya panas.


"Apa sayang?"Tanya Nicholas yang melihat wajah Juli seperti menikmati tindakannya.


"Yasudah,aku mau membereskannya sekarang."Balas Juli yang sudah tidak karuan dengan tindakan Nicholas.


Nicholas melihat Juli yang Tidak berdaya,jantungnya sangat berdebar ketika melihat wajah Juli yang seperti sudah terlena dengan tindakan yang di buat oleh dirinya.


Juli langsung beranjak dari kasur dan langsung membuka kunci kamarnya lalu naik ke lantai atas untuk merapihkan barangnya.


"Jantungku berdebar-debar,karena tindakan Nicholas."Ucap Juli pada dirinya sendirinya.


Juli langsung mengambil pakaian yang dia jemur,setelah itu dia bergegas ke kamar Nicholas.Juli melihat Nicholas yang sedang merapikan barang lalu Juli menghampiri Nicholas dan memeluknya dari belakang,dia merasakan jantungnya yang berdebar saat berdekatan dengan Nicholas.


"Tuhkan benar,kenapa detak jantung aku berdebar-debar."Protes Juli tidak terima,karena merasa ada yang salah dengannya.


Nicholas yang mendengar ucapan Juli heran,bisa-bisanya pacarnya ini mengetes jantungnya terhadap dirinya.


"Kamu kenapa?"tanya Nicholas yang masih sibuk membereskan barangnya.


"Aku gak tau nih,kenapa tiap dekat sama kamu jantung aku kenceng banget debarannya."Balas Juli yang heran dengan detak jantungnya.

__ADS_1


"Aku juga sama,seperti kamu."Ucap Nicholas yang terus terang terhadap Juli.


"Benarkah?"tanya Juli yang melepaskan pelukannya dan berpindah ke depan Nicholas.


"Benar sayang."Balas Nicholas yang meyakinkan Juli.


"Aku tidak percaya,mulut laki-laki suka manis tapi kenyataannya sangat pahit."Ujar Juli yang merasa ahli dalam percintaan.


"Aku serius sayang."Ucap Nicholas sambil menatap Juli dengan lekat.


"Terserah kamu."Balas Juli yang langsung membereskan barangnya ke dalam koper.


Juli langsung turun ka lantai bawah membawa kopernya,agar nanti langsung tinggal di bawa pergi.


Zoya melihat calon kaka iparnya menenteng koper dari atas.


"Kak mau kemana?"tanya Zoya yang heran karena kaka iparnya menenteng koper.


"tidak kemana-mana."Balas Juli yang perlahan menurunkan kopernya karena berat.


"Kenapa tidak meminta kak Nicholas,membantu kakak?"tanya Zoya yang langsung naik membantu calon kaka iparnya.


"Nicholas sedang merapikan barangnya."Balas Juli yang di bantu Zoya.


"Berat banget sih kak."Keluh Zoya yang merasa kopernya isi batu.


"Kamu tidak membereskan barang kamu?"tanya Juli yang melihat Zoya.


"Tidak kak."Balas Zoya yang tidak tau bahwa mereka akan pulang.


"Kita nanti malam mau pulang loh."Ucap Juli yang membuat Zoya melihat ke arahnya.


"Yang bener kak?"Tanya Zoya yang menatap calon kakak iparnya.


"Bener,makannya kakak menurunkan koper milik kakak kesini."Jawab Juli yang menjelaskan kepada Zoya.


"Yasudah aku packing juga."Ucap Zoya yang langsung jalan meninggalkan Juli.


"Lah terus,tidak bantuin kakak sampai akhir ini."Teriak Juli yang melihat Zoya berjalan ke kamarnya.


"Kakak sendiri saja,aku takut ketinggalan."Teriak Zoya yang takut di tinggalkan.


Nicholas melihat Juli yang masih menenteng kopernya,dia langsung merebut kopernya dari Juli.Nicholas membawa turun koper milik mereka berdua.


"Dari tadi ke datangnya,aku tidak bakal cape nurunin koper yang berat ini."Protes Juli yang melihat kopernya di bawa Nicholas.


"Lagian kamu main pergi aja."Balas Nicholas yang menyalahkan Juli.


Juli tidak membalas ucapan Nicholas,dia langsung duduk di sofa.Nicholas langsung berjalan ke arah Juli dan duduk di sofa yang sama dengan Juli.


"Cape ya sayang?"tanya Nicholas sambil memijat tangannya.


"Cape banget dah."Balas Juli yang merasa dirinya penuh keringat.


"Nanti kita pulang ke apartemen aja."Ucap Nicholas yang melihat Juli.


"Ke kantor aja Yuk?"ajak Juli,merasa ingin tidur di kamar kantor.


"Di apartemen aja."Balas Nicholas yang merasa jauh kalau mereka pergi ke kantor.


"Baiklah aku ikut saja,ini mau berangkat jam berapa?"tanya Juli,karena dirinya merasa ngantuk.


"Tinggal 2 jam lagi."Balas Nicholas yang melihat jam di tangannya.


"Aku ngantuk sekali."Ucap Juli sambil menguap.


"Tidur saja,nanti aku bangunkan."Perintah Nicholas yang kasihan melihat Juli.


Juli memejamkan matanya di sofa,karena dirinya merasa lelah.Nicholas menyalakan alarm di ponselnya dan ikut tidur bersama Juli.

__ADS_1


Waktu cepat berlalu hingga malam pun tiba,Juli dan keluarga Nicholas langsung membawa barang mereka ke pesawat lalu mereka langsung meninggalkan pulau pribadi Nicholas.


__ADS_2