
Nicholas menatap ke arah Clara,dia melihat pakaian Clara yang berantakan.Dia tidak habis pikir dengan dirinya sendiri,padahal dia sudah bersepakat dengan Clara.Bahwa mereka akan saling menjauh dan Clara tidak akan mengganggu hidupnya lagi.
"Kamu melanggar kesepakatan kita Cla."Ucap Nicholas,dia bersandar pada ranjangnya.
"Aku tidak melanggarnya sama sekali,ini semua ulah istri kamu.Karena istri kamu menggangu waktu kesepakatan kita,jadi aku akan terus bertemu dengan kamu."Balas Clara,dia membenarkan pakaiannya agar rapi.
"Itu di luar kendaliku,aku harap kita sudahi sampai sini saja."Ucap Nicholas,dia begitu tidak ingin menyakiti istrinya lagi.
"Kamu yakin? Padahal tubuh kamu tidak berbohong Nicholas,kamu menginginkan aku."Balas Clara,tersenyum penuh arti terhadap Nicholas.
"Silahkan kamu pergi,aku sedang istirahat dan bahkan aku begitu lelah."Usir Nicholas,menatap tajam ke arah Clara.
"Baiklah,aku akan pergi.Aku akan terus menggangu kamu Nicholas,kesepakatan kita batal gara-gara istri kamu."Ucap Clara,dia mengingatkan Nicholas.
"Pergi dari sini."Usir Nicholas dengan tegas,dia benar-benar marah pada dirinya sendiri.
Clara tersenyum penuh arti,setelah pakaiannya rapi.Sebelum pergi meninggalkan Nicholas,Clara mencium bibir Nicholas sekilas dan langsung beranjak pergi meninggalkan Nicholas.
"Aku benar-benar merasa gila di buat Clara,aku harus bagaimana sekarang."Ucap Nicholas,dia saja sampai saat ini belum menemukan keberadaan istrinya.
Nicholas merasa hidupnya sangat berantakan sekarang,dia melirik arloji di tangannya.Dia beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi,dia harus bersiap saat ini untuk bertemu kliennya.
...****************...
"Sayang,bagaimana perasaan kamu saat ini?"Tanya ibu mertuanya.
Karena ibu Nicholas merindukan cucunya,jadi dia memutuskan untuk melihat keadaan cucu dan menantunya.Dia begitu senang saat ini,karena sudah bertemu dengan mereka.
__ADS_1
"Maafkan aku mah,karena perasaan aku saat ini masih kacau.Bahkan,aku belum ingin bertemu Nicholas."Balasnya,dia menatap ibu mertuanya.
"Ibu tidak apa-apa,asal kamu tenang.Ibu akan mendukung kamu sepenuhnya,karena kesalahan ada pada Nicholas.Ibu tidak akan membela Nicholas sama sekali,walau bagaimanapun ibu juga seorang wanita.Ibu tau betul,bagaimana rasanya melihat suami sendiri tidur di ranjang bersama wanita lain."Ucap ibu mertua,menatap intens terhadap menantunya.
"Terimakasih bu,karena ibu tidak memaksa dan menyalahkan diriku."Balas Juli,sambil memberikan asi terhadap anaknya.
"Apa sampai saat ini,suami kamu tidak berusaha menghubungi kamu Jul?"Tanya sang ibu,dia menatap menantunya.
"Aku tidak mengaktifkan ponselku,jadi aku tidak tau sama sekali.Aku ingin menenangkan perasaanku dulu bu."Balas Juli,dia tersenyum ke arah mertuanya.
"Baiklah,ibu mengerti perasaan kamu sekarang."Ucap ibu mertua Juli.
"Tante,mau kita jalan-jalan di taman vila ini? Agar kita tidak bosan diam di dalam vila terus,siapa tau anaknya Juli butuh udara segar saat ini.Hitung-hitung Juli menghirup udara segar dan siapa tau Juli bisa lebih rileks."Ujar Sasa,agar Juli tidak kepikiran dengan masalah rumah tangganya.
"Ide yang bagus,ayo kita jalan-jalan.Mumpung disini tidak ada Nicholas sama sekali,bahkan ibu yakin Nicholas tidak akan tau dan bahkan kepikiran untuk mencari kamu ke vila ini."Ucap Ibu mertua Juli,dia menatap ke arah Juli.
Mereka langsung meninggalkan vila milik ibu Nicholas,mereka berbincang dengan asik.Seakan mereka lupa dengan masalah Juli,mereka duduk di bawah pohon yang rindang dan mereka menikmati anak-anak yang sedang bermain di taman.
"Mau beli makan dan minum?"Tanya ibu Nicholas,menatap ke arah menantu dan Sasa.
"Tidak usah,nanti saja belinya bu.Lagipula,kita baru sampai.Aku tidak tega,jika harus ibu sendiri yang berbelanja makanan dan minuman."Balas Juli,menatap ke arah ibu mertuanya.
"Aku tidak apa-apa,lagipula hitung-hitung berolahraga.Bahkan supermarket dekat,aku hanya tinggal jalan sedikit."Ucap ibu Nicholas,menatap ke arah menantunya.
"Sudah,aku saja yang pergi.Tante temani saja Juli dan cucu tante,aku merasa tidak enak harus membiarkan tante belanja seorang diri."Ujar Sasa,dia tidak enak dengan ibu mertua Juli.
"Maaf loh,kamu jadi di buat repot sama kita."Ucap Juli,merasa dia tidak enak dengan Sasa.
__ADS_1
"Tidak apa-apa,lagipula aku kan bukan orang lain di hidup kamu.Aku sudah menganggap kamu keluarga aku sendiri,jadi tidak repot sama sekali."Balas Sasa,dia tidak mau Juli berbicara seperti itu.
"Hati-hati ya Sa."Ucap Juli,menatap ke arah Sasa.
"Maaf,kami jadi merepotkan kamu yak nak Sasa."Ujar ibu Nicholas,dia merasa tidak enak dengan Sasa.
"Tidak apa-apa bu,kalau gitu kalian tunggu saja disini."Ucap Sasa,dia langsung berdiri dari duduknya.
Sasa langsung pergi meninggalkan Juli dan ibu mertuanya,dia sengaja pergi dari mereka.Agar mereka bisa berbicara serius dan tidak sungkan dengan kehadiran dirinya di sana.
"Jadi bagaimana rencana kamu selanjutnya?"Tanya Ibu Nicholas,dia menatap ke arah Juli.
"Saat ini,aku tidak punya rencana apa-apa bu.Tapi aku,bolehkan tinggal di rumah ibu.Aku merasa tidak ingin sendirian,aku sudah menganggap ibu seperti ibu kandungku sendiri."Balas Juli,dia menatap ibu Nicholas.
"Kapanpun,ibu akan nerima kamu secara terbuka di rumah ibu.Ibu tidak mungkin membiarkan kamu sendirian,lagipula ibu juga sudah menganggap kamu seperti putri ibu sendiri."Ujar ibu Nicholas,dia memeluk Juli dan cucunya.
"Terimakasih bu."Balas Juli,membalas pelukan ibu Nicholas.
"Kamu ingat,kamu masih memiliki ibu,anak kamu dan orang-orang yang tulus menyayangi kamu."Ucap Ibu Nicholas,dia melepaskan pelukannya.
Mereka menunggu kedatangan Sasa selama lima belas menit,mereka dari kejauhan melihat Sasa yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Kita pulang saja ya bu,aku merasa lelah saat ini "Ucap Juli,merasa tubuhnya butuh istirahat.
"Baiklah,ayo kita kembali."Balas ibu Nicholas,dia setuju dengan ucapan Juli yang ingin kembali ke vila.
Mereka langsung berjalan meninggalkan taman,apalagi mengingat kondisi perasaan Juli yang menurut mereka sudah tenang.Setelah sampai di vila,ibu Nicholas pamit untuk pulang.Karena dia takut suami dan anaknya mencari dirinya,bahkan dia sudah merasakan jika Nicholas pasti akan ke rumahnya untuk mengeluh terhadap dirinya.Apalagi dia sudah menduga,Nicholas akan meminta maaf terhadapnya.Karena begitu terus terang membela Clara,daripada introspeksi terhadap kesalahannya sendiri.
__ADS_1