Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 26


__ADS_3

Nicholas dan Juli berada dalam satu selimut yang sama,mereka merasa kedinginan gara-gara bermain air sangat lama.Nicholas membawa Juli ke dalam pelukannya dan Juli merapatkan tubuhnya ke pelukan Nicholas.


"Dingin sayang."Ucap Juli,masih gemetaran gara-gara bermain air laut yang lama.


"Sini,kamu lebih masuk ke dalam pelukan aku sayang."Perintah Nicholas,karena dia juga sama seperti Juli yang kedinginan.


Juli semakin merapatkan tubuhnya pada Nicholas,dia merasakan pelukan Nicholas.Bahkan sekarang,Nicholas mengelus punggungnya.


"Terima kasih sayang."Ucap Juli,karena atas tindakan Nicholas yang mengelus punggungnya.


"Iya sayang."Balas Nicholas dan mencium puncak rambut Juli.


"Keluarga kamu sudah sampai mana sayang?"Tanya Juli,karen sudah tidak sabar ingin bertemu keluarga Nicholas.


"Mungkin nanti malam,mereka akan sampai."Balas Nicholas tersenyum.Dia juga merasa ketika keluarganya datang nanti,dia sudah tidak bisa tidur bersama Juli.


"Benarkah?"Tanya Juli,mendongak ke atas melihat wajah Nicholas.


"Benar sayang."Jawab Nicholas dan menatap Juli.


"Aku bisa bertemu Zoya."Ucap Juli senang,karena dirinya akan bertemu Zoya.


"Aku tidak bisa tidur bersama kamu,jika ada keluarga aku."Ujar Nicholas,menatap Juli dengan sedih.


"Tapi,aku selalu bersama kamu loh sayang."Ucap Juli,karena heran dengan pikiran Nicholas.


"Aku hanya ingin tidur bersama kamu sayang."Rengek Nicholas,begitu ingin tidur bersama Juli.


"Aku mengerti sayang,tapi kan mereka juga tidak akan lama disini."Balas Juli,agar Nicholas tidak merengek terhadap dirinya.


"Baiklah,rasanya aku sangat mengantuk sayang."Ujar Nicholas dan memejamkan matanya.


"Yasudah,ayo kita tidur."Ajak Juli dan langsung memeluk Nicholas lalu tidur.


Mereka tidur,karena rasa kantuk yang mereka rasakan.Sedangkan keluarga Nicholas,mereka sudah tidak sabar ingin segera sampai.


"Lama sekali sih bu."Protes Zoya yang ingin segera sampai.


"Sabar,tidur lagi saja."Perintah sang ibu,karena anaknya merasa bosan di dalam pesawat.


"Lagian Nicholas,Beli pulau di luar negeri."Kesal sang ayah,dia juga ingin segera sampai.


"Kamu sama saja seperti Zoya,wajar kalau Nicholas beli pulau di luar negeri daripada hidupnya di ganggu si Berlin."Protes sang istri,karena merasa heran dengan suami dan putrinya ini.


"Yasudah,aku tidur lagi."Ucap Zoya yang memejamkan matanya.


"Kamu juga tidur,nanti biar aku bangunkan jika sampai."Ucap sang istri yang kesal dengan ucapan suaminya.


Ayah Nicholas memejamkan mata,agar dirinya tidur.Sedangkan ibunya Nicholas,dia memikirkan nasib putranya.

__ADS_1


"Gara-gara si Berlin,putraku jadi tertekan seperti ini.Aku harus segera menikahkan Juli dan Nicholas,agar perasaanku tenang."Gumam ibu Nicholas,karena merasa cemas dengan kehidupan putranya.


Ibu Nicholas melihat suami dan putrinya yang sudah tidur,dia berharap keluarganya baik-baik saja.Dia tidak ingin keluarganya di lukai oleh Berlin,wanita yang menghancurkan kehidupan Anaknya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain,Berlin masih mencari Nicholas di hotel milik Zoya.Berlin yakin Nicholas belum pergi,karena semua karyawannya masih berlibur di pantai.


"Kalian tidak melihat Nicholas?"Tanya Berlin ke karyawan Nicholas.


"Tidak."Balas karyawan Nicholas,merasa risih dengan Berlin yang mengacau di tempat mereka menginap.


Yunita melihat Berlin yang begitu kacau,karena mencari bosnya.Dia tidak mengerti dengan wanita di depannya,karena menurutnya wanita di depannya sangat terobsesi dengan bosnya.


"Cantik sih,sayangnya kelakuannya tidak baik."Gumam Yunita yang melihat Berlin sangat kacau.


Yunita juga tidak melihat bosnya dan Juli yang berada di hotel,mungkin mereka sudah pergi dari hotel.


"Ada yang tau keberadaan Nicholas tidak?"Teriak Berlin dengan kencang.


"Mbak jangan buat onar di hotel,kami risih melihat mba yang mengacaukan hotel ini."Ucap Yunita,karena geram dengan kelakuan Berlin.


"Kamu siapa? Seenaknya mengatur aku."Balas Berlin,dia tidak terima dengan ucapan Yunita terhadap dirinya.


"Mbak mengganggu liburan kami,mbak gak takut di tuntut oleh pemilik hotel ini."Ucap Yunita yang memperingatkan Berlin.


"Iya benar,kamu mengganggu liburan kami."Ujar karyawan yang lain.


"Satpam gimana sih,membiarkan orang berbuat onar seperti ini."Ujar karyawan yang sudah terganggu dengan hadirnya Berlin.


"Kalian semua diam."Teriak Berlin,tidak terima di perlakukan seperti ini.


"Mbak yang diam dan gak usah teriak-teriak juga,memangnya ini di hutan apa."Ucap Yunita,agar Berlin pergi dari hotel.


"Kamu siapa sih ngelarang-larang aku,jangan ikut campur dengan urusanku."Tunjuk Berlin,menatap Yunita dengan kesal.


"Lah mbak siapa?Tinggal di hotel ini aja tidak,tapi malah buat onar seperti ini."Balas Yunita,tidak mau kalah menatap Berlin.


Satpam melihat pertengkaran mereka,dia menyuruh resepsionis menelepon polisi saja.Satpam juga sudah tidak bisa menegur Berlin,karena dia tidak bisa di hentikan sama sekali.


Resepsionis langsung menelepon polisi,agar datang ke tempat dia bekerja.Melaporkan Berlin yang beberapa hari ini mengacau di hotel milik bosnya.


"Meskipun aku tidak menginap di hotel ini,aku bisa membeli hotel ini langsung."Balas Berlin dengan sombong di hadapan Yunita.


"Mbak,kami tidak percaya dengan penampilan mbak yang seperti ini.Jika mbak mampu,setidaknya jangan mengacau di hotel ini."Ujar Yunita,meremehkan Berlin secara langsung di depan mata Berlin sendiri.


"Sialan kamu,aku ini orang kaya apapun bisa aku beli."Umpat Berlin,dia sudah kesal dengan ucapan Yunita.


"Kami tidak percaya,kamu saja berbuat onar di sini."Ucap karyawan lain yang mendukung ucapan yunita.

__ADS_1


"Kalian membuat aku muak,pergi dari sini jangan ganggu urusanku."Balas Berlin,tidak suka mereka ikut campur dalam urusannya.


"Mbak,harusnya mbak yang pergi bukan kami.Jelas-jelas kami menginap disini sedangkan mbak menginap disini saja tidak."Ucap yunita,membuat Berlin semakin kesal dan marah.


Berlin menghampiri Yunita dan menampar Yunita dengan keras di hadapan semua orang,Yunita tidak tinggal diam dan langsung menjambak Berlin.


"Kamu kira,aku tidak akan melawan hah."Kesal Yunita,semakin keras menjambak Berlin.


"Sakit,lepaskan aku."Ronta Berlin yang rambutnya di jambak Yunita.


"Sudah di bilangin baik-baik,malah tidak pergi.Kaya wanita murahan saja."Kesal Yunita yang langsung mendorong Berlin hingga terjatuh.


"Aw,sakit."Rintih Berlin dan menatap Yunita dengan kesal.


Berlin langsung berdiri dan ingin membalas perbuatan Yunita terhadap dirinya,Yunita melihat Berlin yang akan membalas perbuatannya lalu dengan sigap langsung menarik rambut Berlin lagi.


"Kamu rasakan ini."Ucap Yunita,masih merasakan sakit di pipinya.


"Lepaskan aku."Teriak Berlin,menarik baju Yunita.


"Ini belum seberapa dengan tamparan kamu di wajahku."Ujar Yunita,masih tidak terima di tampar Berlin.


"Ayo Yunita balas,biar dia tau rasa.Memangnya enak apa di tampar sekeras itu."Ucap karyawan lain,mengompori Yunita.


Yunita yang mendengarnya semakin kesal dan menarik rambut Berlin semakin kencang.


"Sialan kau,memangnya rambut aku tidak sakit apa di tarik seperti ini."Umpat Berlin,begitu kesal dengan tindakan Yunita.


"Ini tidak sepadan dengan kau menampar pipiku."Balas Yunita,sambil memegang dagu Berlin dengan kencang.


"Sakit sialan."Umpat Berlin yang benar-benar sakit.


"Jangan kamu pikir,aku wanita lemah yang tidak akan membalas kamu.Aku bukan wanita yang gampang ditindas."Kesal Yunita langsung mendorong Berlin,hingga Berlin terjatuh lagi.


"Aku hanya menampar kamu sekali,tapi kamu menarik rambut ku 2x."Protes Berlin,tidak terima di perlakukan seperti ini oleh Yunita.


"Kamu harus tau diri,kamu saja menampar aku dengan keras."Ucap Yunita,tersenyum kecut ke arah Berlin.


Polisi datang dan menghampiri mereka,polisi memisahkan yunita dan Berlin.Berlin merasa rambutnya sakit,karena tindakan Yunita.


"Tolong pak,bawa pembuat onar ini dari sini.Beberapa hari ini,dia selalu berbuat onar di hotel ini."Ucap Yunita yang kesal dan melaporkan tindakan Berlin terhadap polisi.


"Benar pak,perempuan ini mengganggu aktifitas kami dan dia tidak bisa di omongin baik-baik,malah berbuat onar terus di hotel ini."Protes karyawan lain yang ikut melaporkan tindakan Berlin.


Polisi langsung memborgol Berlin,karena tindakan Berlin yang membuat onar di hotel.Semua saksi berbicara tentang Berlin yang membuat onar di hotel.


"Lepaskan aku."Ronta Berlin,karena tidak terima dirinya di borgol.


"Diam,cepat jalan."Perintah polisi,agar Berlin jalan.

__ADS_1


"Awas kalian,akan ku balas nanti."Ancam Berlin menatap mereka dengan kesal,karena tidak terima dirinya di perlakukan seperti ini.


Polisi langsung memasukan Berlin ke dalam mobil dan mereka langsung pergi meninggalkan hotel.Polisi membawa Berlin ke kantor polisi,agar Berlin tidak mengacau lagi di hotel orang lain.


__ADS_2