
"Apa yang sedang kamu lakukan sayang?"Tanya Nicholas,karena melihat Juli yang sedang berjinjit di dekat rak buku.
"Aku ingin mengambil buku yang berwarna ungu itu."Balas Juli,dia mencoba mengambil buku yang di inginkannya.
Juli merasakan keberadaan Nicholas di belakang tubuhnya,dia merasa jantungnya berdegup kencang.Dia berbalik dan menatap tubuh Nicholas di hadapannya,dia melihat wajah Nicholas yang begitu tampan.
Nicholas tersenyum melihat Juli yang sedang menatap wajahnya,dia mencium bibir Juli sekilas dan memberikan buku yang di inginkan Juli.
"Terima kasih sayang."Ucap Juli,dia begitu senang mendapatkan buku yang di inginkannya.
"Sama-sama sayang."Balas Nicholas,membelai rambut Juli dengan penuh kasih sayang.
"Tumben kamu sudah pulang jam segini?"Tanya Juli,menatap suaminya yang sudah pulang dengan cepat.
"Ceritanya panjang sayang."Balas Nicholas,mencium pipi istrinya yang begitu chubby.
"Aku siap mendengarkan cerita kamu."Ucap Juli,begitu ingin mendengar cerita Nicholas.
"Baiklah,aku akan ceritakan semua yang ingin kamu dengar."Balas Nicholas,dia langsung membawa istrinya untuk duduk.
Nicholas membawa Juli ke dalam pangkuannya,dia menceritakan semuanya dan menutupi soal tindakan mereka yang berani menggodanya secara terang-terangan.Nicholas bercerita sambil mengelus perut istrinya,dia merasakan pergerakan anaknya yang aktif di dalam perut istrinya.
"Berlin benar-benar gila,apa dia benar akan menjauhi kita?"Tanya Juli,karena dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Berlin terhadap suaminya.
"Entahlah sayang,aku berharap dia menjauh dari kita."Balas Nicholas,memeluk istrinya dengan penuh cinta.
"Lantas bagaimana dengan Clara? Dia begitu menginginkan kamu,bahkan dia rela ingin jadi istri ke dua kamu."Ucap Juli,merasa heran dengan pikiran Clara.
"Kamu tidak usah mengkhawatirkannya sayang,aku tidak berniat menikah lagi.Cukup kamu saja yang menemani aku hingga tua nanti."Jawab Nicholas,begitu menyayangi istrinya ini.
"Baiklah,aku mengerti."Balas Juli,menerima kehangatan yang di berikan suaminya.
__ADS_1
Nicholas merasa bersalah dengan Juli,apalagi dia merasa di nodai sekarang oleh Berlin dan Clara.Nicholas tidak menceritakan perihal dirinya yang di cium oleh mereka,dia tidak ingin menyakiti istrinya yang sedang mengandung anaknya.
"Sayang,kamu tidak pergi kontrol untuk mengetahui anak kita?"Tanya Nicholas yang begitu nyaman dalam memeluk istrinya.
"Besok,aku akan pergi kontrol dengan ibu sayang."Balas Juli,dia fokus membaca buku di tangannya.
Juli tidak begitu terlalu perduli dengan cerita Nicholas,dia yakin dengan suaminya sendiri.Juli tahu dengan jelas,Nicholas tidak mungkin mengkhianati dirinya.Dia begitu merasakan cinta yang di berikan Nicholas terhadapnya,jadi dia selalu percaya dengan Nicholas.
"Sayang,kita berenang yuk?"Tanya Nicholas,meras ingin berenang.
"Tidak sayang,kamu saja yang berenang.Aku sungguh malas untuk berenang,sana kamu pergi berenang sendri.Nanti aku siapkan cemilan dan jus untuk kamu."Balas Juli,menatap suaminya dengan lembut.
"Baiklah,aku berenang sendirian."Ucap Nicholas,dia langsung mencium pipi istrinya.
Juli langsung menghentikan bacaannya,dia turun dari pangkuan Nicholas.Juli menaruh bukunya di meja,dia langsung pergi turun ke dapur untuk menyiapkan cemilan dan jus untuk suaminya.
Juli begitu telaten menyiapkan cemilan dan jus untuk suaminya,dia menyiapkannya sambil bersenandung kecil.Karena dia begitu senang,suaminya pulang dengan cepat dan bisa menemani dirinya.Setelah selesai,Juli kembali ke lantai atas membawa cemilan dan jus di tangannya.
"Simpan saja di situ,kamu yakin tidak ingin berenang sayang?"Tanya Nicholas,menatap istrinya yang begitu cantik saat ini.
"Tidak sayang,aku malas basah-basahan."Balas Juli,sambil mengelus perutnya yang semakin besar.
"Baiklah."Ucap Nicholas,dia langsung melanjutkan acara berenangnya.
...****************...
Sedangkan di rumah ibu Nicholas,mereka terkejut dengan kedatangan Berlin.Mereka takut Berlin mengganggu Nicholas lagi,dia membiarkan Berlin masuk.
"Ada apa kamu kemari?"Tanya ibu Nicholas,menatap Berlin tidak suka.
"Aku mau minta maaf tante,aku mengakui kesalahan aku saat itu.Aku kesini hanya ingin pamit dan meminta maaf yang sebesar-besar atas perbuatanku yang dulu."Balas Berlin,menatap ibu Nicholas sambil tersenyum.
__ADS_1
"Pamit? Memangnya kamu mau pergi kemana?"Tanya ibu Nicholas,menatap Berlin dengan ragu-ragu.
"Aku mau pergi ke Amerika tante,aku akan melanjutkan perusahaan ayah di sana.Aku tidak akan mengganggu Nicholas lagi,aku akan menetap di sana."Balas Berlin,menjelaskan maksud kepergiannya.
"Baiklah,tante memaafkan kamu.Tante berharap,kamu mendapatkan lelaki yang tulus mencintai kamu.Kamu hati-hati di sana dan tante mohon jangan mengganggu Nicholas lagi."Ucap ibu Nicholas,begitu terus terang meminta Berlin menjauhi anaknya.
"Tante tidak usah khawatir,aku tidak akan mengganggu Nicholas lagi.Aku sudah berbicara dengan Nicholas,aku tidak akan mengganggu kehidupannya lagi."Ujar Berlin,meyakinkan ibu Nicholas.Karena dia sudah yakin akan melupakan Nicholas dan hidup menjadi lebih baik lagi.
"Semoga hidup kamu,menjadi lebih baik lagi."Ucap ibu Nicholas,menatap Berlin dengan intens.
"Kalau begitu,aku pamit tante.Karena harus segera pergi ke bandara,tante jaga kesehatan tante baik-baik.Walau bagaimanapun,aku sudah menganggap tante sebagai ibu aku sendiri."Balas Berlin,dia beranjak dari duduknya.
"Yasudah,kamu hati-hati di jalannya."Ucap ibu Nicholas,merasa tenang dengan kepergian Berlin dari hidup anaknya.
"Baik tante."Balas Berlin,dia keluar dari rumah Nicholas dan masuk ke dalam mobilnya.
Ibu Nicholas begitu senang saat ini,karena Berlin akan menjauh dari anaknya.Dia menatap Berlin yang sudah masuk ke dalam mobilnya,dia melihat Berlin yang menurunkan kaca mobilnya.
"Bye tante."Ucap Berlin,dia melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan rumah Nicholas.
Berlin sudah bertekad pada dirinya sendiri,dia akan melupakan Nicholas.Dia berharap hidupnya lebih baik lagi,dia yakin di luar sana banyak lelaki yang menyukai dirinya.Dia sudah tidak sabar dengan kehidupannya yang baru,Berlin langsung pergi mengebut agar sampai ke bandara.Apalagi,ayahnya sudah menunggunya di bandara.
"Syukurlah,dia akan pergi meninggalkan Nicholas."Ucap ibu Berlin,merasa tenang.
"Aku kira dia mau ngapain datang ke sini,aku begitu tegang dengan kedatangannya."Balas Zoya,dia hanya mendengar percakapan antara Berlin dan Ibunya.
"Yasudah,sana kamu masuk ke kamar kamu.Ibu mau beristirahat,ibu merasa begitu cemas dengan kedatangan Berlin kesini."Ucap sang ibu,karena merasa begitu was-was dengan kedatangan Berlin ke rumahnya.
"Ibu beristirahat di kamar saja,ngapain ibu istirahat di ruang tamu."Celoteh Zoya,begitu heran dengan ibunya.
"Ibu sedang menunggu ayah kamu pulang,sana kamu ke kamar."Balasnya,begitu heran dengan anaknya.
__ADS_1
Zoya mendengarkan ucapan sang ibu,dia membiarkan ibunya menunggu kedatangan ayahnya.Zoya lebih memilih pergi ke kamarnya dan berteleponnan dengan pacarnya sendiri.