Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 44


__ADS_3

Juli membuka matanya,dia melihat tangan Nicholas yang memeluknya.Juli sadar mereka belum memakai pakaian apapun,Juli dengan perlahan melepas pelukan Nicholas.


Setelah berhasil melepas pelukan Nicholas,dia melangkah ke arah kamar mandi.Juli langsung mandi dengan cepat,karena dirinya sangat lapar.


Juli telah berpakaian rapi,dia menuruni anak tangga perlahan.Juli menuju meja makan,di atas meja sudah ada masakan Nicholas.


Juli mengambil piring dan menyimpan nasi di piringnya.Setelah itu,Juli mengambil lauk yang di masak Nicholas.


Juli makan dengan tenang,hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.Dia makan dengan lahap,merasa masakan Nicholas lebih enak daripada masakan dirinya.


"Kalau masakannya seenak ini sih,mending Nicholas saja yang masak."Gumam Juli,menikmati rasa masakan Nicholas di mulutnya.


Setelah selesai,dia mencuci piring kotornya.Juli memutuskan ingin bersantai,di taman belakang rumah barunya.


Juli membawa cemilan dan minuman di tangannya,dia berjalan ke arah taman belakang.Dia merasa gajinya akan awer,karena tidak pernah di pakai sama sekali.


Juli kembali lagi ke kamarnya,dia membawa ponselnya yang ada di kamarnya.Setelah itu,dia kembali lagi ke taman belakang.


Juli melihat nama yang tertera di ponselnya,ada panggilan tidak terjawab dari Yunita.Juli memutuskan untuk menelpon Yunita.


"Hallo,Jul."Ucap Yunita di seberang telepon.


"Ada apa kamu meneleponku?"Tanya Juli,karena tumben Yunita meneleponnya.


"Aku ingin bercerita Jul."Jawab Yunita,merasa sedih.


"Cerita apa?"Tanya Juli penasaran,karena tidak biasanya Yunita ingin bercerita.


"Pagi-pagi,aku lihat ada pesan masuk di ponsel Gery."Balas Yunita,tidak bisa menahan rasa sakitnya.


"Terus,pesan dari siapa?"tanya Juli,mendengar suara Yunita seperti menghilang.


"Pesan dari mantan pacarnya Gery,dia ingin Gery kembali bersamanya.Aku membaca semua pesan di ponsel Gery,hanya wanita itu yang berani menghubungi Gery."Balas Yunita,masih mengingat isi pesannya.


"Apa Gery,sebelumnya membalas pesan wanita itu?"Tanya Juli dengan hati-hati.


"Iya,dia membalasnya."Balas Yunita,merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Terus?"Tanya Juli gregetan.


"Aku membacanya,dia meresponnya dengan baik.Tapi aku tidak tau,apa Gery akan kembali bersamanya atau tidak.Sampai saat ini,Gery belum membahasnya sama sekali denganku."Ucap Yunita,menceritakan semuanya kepada Juli.

__ADS_1


"Sekarang,Gery sedang apa?"Tanya Juli,memastikan Gery tidak pergi ke luar.


"Dia sekarang di kamar mandi Jul."Balas Yunita,merasa tidak tau dia harus berbuat apa.


"Kamu tanya baik-baik kepada Gery,Dia memilih kamu pacarnya atau memilih mantan pacarnya."Ujar Juli,agar Yunita tidak semakin sakit hati.


"Jika dia memilih mantan pacarnya,aku harus bagaimana?"tanya Yunita,merasa takut pacarnya tidak akan memilih dia.


"Ingat Yun,dia sudah merenggut mahkota kamu.Dia harus bertanggung jawab dengan menikahi kamu."Balas Juli,mengingatkan Yunita.


"Jika dia tidak mau bertanggung jawab,bagaimana?"Tanya Yunita,menerawang jika Gery tidak ingin bertanggung jawab.


"Kamu tenang saja,kita temui orang tua Gery.Bagaimanapun,dia harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan."Balas Juli,mendukung Yunita sepenuhnya.


"Baiklah,terima kasih Jul.Sudah dulu ya,Gery sudah keluar dari kamar mandi."Ucap Yunita langsung mematikan sambungan telepon.


Juli menyimpan ponsel di meja,dia tidak bisa membayangkan kesedihan Yunita.Apalagi ini mengenai mantan pacar,setidaknya mereka pernah bersama dan pernah saling mencintai satu sama lain.


"Kenapa aku,jadi memikirkan hubungan Yunita dengan Gery."Gerutu Juli,merasa heran dengan dirinya sendiri.


Juli langsung memakan Cemilan yang ada di hadapannya,dia merasa begitu sangat segar menghirup udara di taman.Juli melihat bunga mawar yang ada di rumahnya,dia beruntung bisa menikmati kenyamanan ini.


Sedangkan di depan rumahnya,keluarga Nicholas sudah sampai.Zoya dan ayahnya menenteng belanjaan,sedangkan ibunya malah masuk ke dalam rumah.


Ibunya naik ke lantai atas dan menuju kamar anaknya,dia melihat kamar anaknya tidak di tutup rapat.Ibunya hanya melihat Nicholas yang tidur,memakai selimut di tubuhnya.


"Nicholas ada sedang tidur,Juli kemana dia ya."Ucap Ibu Nicholas dan menutup pintu kamar anaknya.


Ibu Nicholas berjalan menelusuri lantai atas,dia ingin tau apa saja yang ada di lantai atas.Sedangkan suami dan anaknya dia biarkan begitu saja,Zoya langsung memasukkan barang belanjaan ke dalam kulkas.


"Ini aja bahan makanannya masih banyak."Ucap Zoya,merapikan semua bahan makanan yang ada di kulkas.


"Kamu bereskan saja,biar belanjaan yang tadi kita beli muat di dalam kulkas."Ucap sang ayah,merapikan barang belanjaan di meja.


"Ayah tidak menghampiri ibu?"Tanya Zoya,fokus membereskan isi kulkas.


"Nanti saja,setelah ini beres."Balas ayahnya,merasa ingin membantu putrinya.


Ibu Nicholas masuk ke area kolam renang di lantai atas,dia takjub dengan kolam renang anaknya.Dia langsung melihat-lihat sekitaran kolam renang,ibu Nicholas melihat Juli yang sedang berada di taman.


"Juli."Panggil ibu Nicholas dari atas.

__ADS_1


Juli yang sedang memejamkan matanya,kaget mendengar suara wanita memanggil dirinya.Dia langsung membuka matanya,dia langsung menengok ke belakang.


"Di atas Jul."Teriaknya,melambai di lantai atas.


Juli langsung melihat ke atas,benar saja ibu Nicholas yang memanggilnya.Juli dengan sopan,langsung pergi masuk untuk bertemu ibu Nicholas.


Ibu Nicholas langsung bergegas turun,menemui menantunya itu.Dia sudah tidak sabar,ingin bertemu menantunya.


"Kapan ibu kesini?"Tanya Juli,memeluk ibu mertuanya.


"Tidak lama."Balas ibu Nicholas membalas pelukan Juli.


Juli melepaskan pelukannya,dia tersenyum bahagia mendapatkan pelukan Ibu Nicholas.Dia merasa rindu,akan pelukan seorang ibu.


"Zoya ikut kesini bu?"Tanya Juli,melihat ibu mertuanya.


"Ikut,dia berada di dapur."Balas Ibu Nicholas,merangkul menantunya.


"Ibu mau istirahat?"Tanya Juli,takut ibu mertuanya lelah.


"Tidak usah,ibu hanya sebentar saja."Balas Ibu mertuanya.


"Kenapa hanya sebentar?"Tanya Juli,merasa heran.


"Ibu mau menjenguk anak supir yang lagi sakit."Jawabnya tersenyum.


"Sakit apa memangnya?"Tanya Juli,menatap wajah ibu mertuanya.


"Tidak tau,ayo kita ke dapur."Ajak ibunya,berjalan menuruni anak tangga.


Mereka pergi ke dapur dan melihat Zoya yang sedang duduk,meminum jus di tangannya.Sedangkan ayah Nicholas,dia sedang memainkan ponselnya.


"Ayo,kita pergi."Ajak Ibu Nicholas,kepada suami dan putrinya.


"Ayo,takut nanti kemalaman."Jawab Zoya,karena malas kalau menyetir di malam hari.


Mereka bergegas keluar rumah,sambil berbincang.Merasa tidak enak dengan Juli,karena mereka berkunjung sebentar.


"Hati-hati nyetirnya Zoya."Ucap Juli mengingatkan adik iparnya.


"Siap kak."Balas Zoya,karena dia menyetir dengan pelan.

__ADS_1


"Kami pergi."Ucap Ibu Nicholas,melambaikan tangan.


Zoya langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan halaman rumah kakaknya.


__ADS_2