Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 140


__ADS_3

Gara-gara kelamaan berada di balkon,sampai malam hari.Mereka yang tertidur di sana kelamaan,jadi terkena flu saat ini.Mereka merasakan tubuh yang tidak enak,bahkan mereka berdua sekarang berada di bawah selimut yang sama.


"Hachim."Suara bersin Juli,dia menggosok hidungnya saat ini.


"Aduh,kepalaku pusing."Ucap Nicholas,dia memijat kepalanya saat ini.


"Kamu sih,bisa-bisanya ikut tidur di sana.Jadi kita sakit kan."Ujar Juli,merasa tubuhnya benar-benar tidak enak.


"Maaf sayang,maaf.Namanya juga mengantuk,aku tanpa sadar tertidur menikmati angin yang menerpa wajahku."Balas Nicholas,merasa butuh obat saat ini.


"Suruh saja pelayan hotel memanggil dokter,aku sudah tidak kuat ini."Ucap Juli,benar-benar sudah tidak enak dengan tubuhnya.


Nicholas mengikuti ucapan Juli,dia langsung memanggil pelayan ke kamarnya.Nicholas beranjak dari ranjangnya,dia duduk di sofa sambil pelayan mengetuk pintu.


Selang beberapa menit,pelayan langsung mengetuk pintu.Pelayan di suruh Nicholas untuk memanggilkan dokter ke kamar mereka,pelayan mengangguk mengerti dan dia langsung keluar dari kamar.


Nicholas dan Juli menunggu dokter yang datang,selang satu jam menunggu.Dokter datang ke kamar mereka,mereka langsung di berikan obat oleh dokter.Nicholas dan Juli makan siang dulu dan kemudian memakan obat mereka,mereka berbaring di ranjang dan menyelimuti tubuh mereka saat ini.


"Setelah minum obat,aku begitu mengantuk sayang."Ucap Juli,berbicara terhadap Nicholas.


"Sama sayang,mungkin ini efek dari obat sayang.Yasudah,kita tidur saja sayang.Semoga setelah bangun,kita tidak sakit lagi.Badan aku benar-benar tidak enak dan kepalaku begitu pusing."Ujar Nicholas,menceritakan kondisi tubuhnya.


Juli memejamkan matanya,hingga tidur terlelap.Karena efek obat yang dia minum,sedangkan Nicholas dia juga sama tidur merasakan efek obat yang sudah efektif dalam tubuhnya.


Mereka akhirnya tertidur,karena efek obat yang mereka minum.Bahkan,rencana jalan-jalan mereka gagal total gara-gara kondisi mereka saat ini yang tidak memungkinkan mereka untuk jalan-jalan.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain,Zoya yang membantu Rey mengurus proyek kakaknya merasa lelah.Mereka baru sampai ke hotel,dia merasa tubuhnya butuh istirahat saat ini.Dia merasa menyesal tidak ikut pulang,jika harus panas-panasan seperti ini.Namun,dia juga tidak tega terhadap pacarnya yang menangani ini sendirian.


Apalagi,Zoya begitu kesal dengan tingkah Clara yang mencari perhatian terhadap pacarnya saat ini.Namun Zoya merasa lega,karena pacarnya cuek terhadap Clara dan memilih menemaninya.


"Sayang kamu lelah?"Tanya Rey,menatap pacarnya.


"Sangat lelah sayang,tapi aku kesal tau.Kenapa sih,si Clara caper banget sama kamu.Kalian sudah putus juga,tapi si Clara caper terus sama kamu.Buat aku kesal,rasanya ingin aku jambak tuh rambutnya."Cerita Zoya,menceritakan kekesalannya terhadap Rey.


"Sudahlah sayang,jangan memikirkan hal yang tidak penting.Lagi pula,aku tidak menggubrisnya sama sekali.Kamu lihat saja tadi,aku lebih memilih kamu ketimbang dia yang caper sama aku."Ucap Rey,dia menenangkan pacarnya saat ini.


"Iya,aku juga melihatnya.Yasudah,aku mau membersihkan tubuhku.Rasanya begitu lengket,apalagi setelah seharian panas-panasan."Keluh Zoya,merasa tubuhnya masih merasakan panas matahari.


Rey tersenyum mendengar ucapan pacarnya,Rey memeluk pacarnya ini.Dia tidak ingin pacarnya membersihkan tubuhnya dulu,dia butuh energi dari pacarnya saat ini.


"Lepaskan aku sayang,aku mau mandi dulu ih."Ucap Zoya,merasa tidak nyaman dengan tubuh yang lengket.


Zoya terdiam sesaat,dia merasakan hembusan nafas pacarnya di lehernya.Membuat dia merasa semakin tidak nyaman,apalagi tubuhnya tidak bisa bergerak dengan tubuh Rey yang memeluknya begitu erat.


"Kak,aku ingin mandi."Ucap Zoya,merasa tidak nyaman saat ini.


"Sayang,tidak bisakah kamu diam sejenak.Aku begitu rindu terhadap kamu,aku hanya ingin memeluk kamu."Balas Rey,menyuruh Zoya diam.


Rey benar-benar merindukan pacarnya,apalagi dia kesal saat itu.Karena semua mata lelaki melihat ke arah Zoya,dia akui Zoya begitu sangat cantik.Sekarang,dirinya begitu takut Zoya meninggalkannya.


"Kamu tidak akan meninggalkan kakak kan?"Tanya Rey,sambil memeluk erat Zoya.


"Meninggalkan kakak kemana?"Tanya Zoya,dia begitu bingung dengan ucapan Rey.

__ADS_1


"Kakak tidak ingin berpisah dengan kamu,kakak mencintai kamu sayang.Kakak takut kamu memilih lelaki lain dan meninggalkan kakak begitu saja."Jelas Rey,dia menceritakan ketakutannya saat ini.


"Kakak berfikir terlalu jauh,aku tidak memikirkan apapun saat ini.Selama aku bersama dengan kakak,bahkan aku tidak melirik lelaki lain."Ucap Zoya,dia berkata jujur terhadap Rey.


Rey melepaskan pelukannya,dia senang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Zoya.Rey menatap pacarnya ini dengan senang,dia mengelus pipi pacarnya.


"Terimakasih,karena kamu mau menemani kakak disini."Ucap Rey dengan tulus di hadapan Zoya.


Zoya mengangguk dan tersenyum ke arah Rey,dia menatap manik mata Rey yang tulus terhadapnya.Zoya merasa senang,mendengar Rey yang jujur terhadap dirinya.Zoya membalas ciuman Rey saat ini,karena Rey tiba-tiba mencium bibirnya.


Zoya merasakan ciuman Rey yang begitu lembut terhadapnya,membuat dirinya yakin.Jika Rey begitu mencintainya,dia berada di pelukan Rey saat ini.Menerima ciuman yang Rey berikan terhadap dirinya,apalagi dia melihat sorot mata Rey yang begitu tulus terhadapnya.


"Hah,hah.Kak,aku mau mandi."Ucap Zoya,agar Rey melepaskan dirinya.


"Mau mandi bersama sayang?"Tanya Rey,menatap Zoya saat ini.


"Tidak kak,aku takut kamu berbuat macam-macam terhadapku."Tolak Zoya dengan tegas,dia tersenyum ke arah Rey.


"Kakak tidak akan berbuat macam-macam sayang,kamu percaya sama kakak."Balas Rey,mencoba membujuk Zoya.


Zoya merasakan tangan Rey yang mengelus punggungnya,apalagi tangan Rey masuk ke dalam pakaiannya.Membuatnya,begitu tak karuan saat ini.


"Tidak kak,kak hentikan."Pinta Zoya,karena Rey mengelus punggungnya.


"Baiklah,kakak tidak akan memaksa kamu."Ucap Rey,dia tau rasa khawatir pacarnya ini.


Zoya senang mendengar ucapan Rey,dia langsung beranjak berdiri untuk bergegas mandi.Namun,sebelum dia mandi.Zoya berbalik ke arah Rey,dia mencium bibir Rey sekilas dan berlari ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Rey tersenyum melihat Zoya yang seperti itu,dia begitu tenang sekarang.Karena Zoya menghargainya saat ini,dia begitu ingin melamar Zoya saat ini.Rey akan mengajak Zoya untuk menikah,agar dia bisa bersama Zoya dan menghilangkan rasa khawatirnya terhadap Zoya.


__ADS_2