
Rey membahas pekerjaannya saat ini bersama klien,karena dia harus menggantikan bosnya bertemu klien.Bahkan,dia begitu malas saat ini.Apalagi,secara terang-terangan Clara menggoda dirinya.Rey begitu risih saat ini,namun dia tidak memperdulikannya sama sekali.
"Bagaimana pak Rey?"Tanya klien,mengenai perencanaan kerja sama mereka.
"Menurut saya sih,rencana ini cukup bagus.Namun,saya harus berdiskusi dengan bos saya.Saya tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak."Ucap Rey,dia menjelaskan perihal pikirannya.
"Aku rasa juga begitu,bagaimana jika perencanaan ini pak Rey kirim datanya ke pak Nicholas?"Tanya klien,karena mereka menunggu keputusan Nicholas.
"Baiklah,tolong bapa kirimkan ke email saya.Agar saya,bisa mengirimnya ke bos saya."Balas Rey,menatap klien bosnya.
"Baiklah,aku sudah mengirimnya."Ucap klien tersebut.
Rey langsung mengirim berkasnya ke email bosnya,mereka melanjutkan membahas rencana detailnya.Rey dengan seksama,mengingat dengan jelas apa yang di ucapkan klien tersebut.
"Baiklah,pertemuan kita sampai di sini.Mari besok,kita lanjut ke lokasi pembangunan."Ajak klien,agar mereka bersama-sama melihat lokasi pembangunan.
"Baiklah,sampai ketemu besok."Balas Rey,dia menjabat tangan kliennya.
Rey melihat kepergian kliennya,setelah itu dia menatap Clara yang masih belum pegi.Rey membereskan barangnya,agar dia bisa segera bertemu Zoya.
"Rey,aku ingin mengajak kamu pergi."Ucap Clara,dia berharap Rey mau.
"Aku tidak berminat sama sekali."Balas Rey,menolak ajakan Clara.
Clara langsung berjalan ke arah Rey,dia langsung memeluk Rey dari belakang.Clara begitu merindukan Rey,dia tidak setuju putus dengan Rey saat itu.
"Aku merindukan kamu,aku mohon jadi pacarku lagi."Mohon Clara,agar Rey mau jadi pacarnya lagi.
"Aku tidak menginginkannya,lagi pula aku sudah memiliki pacar."Ucap Rey,dia blak-blakan terhadap Clara.
"Bohong,aku tidak percaya.Kamu masih milikku Rey."Ujar Clara,dia begitu menolak berpisah dengan Rey.
__ADS_1
"Jangan mengganggu aku lagi."Ucap Rey,karena dia tidak ingin di ganggu oleh Clara.
Rey melepaskan pelukan Clara,dia begitu kesal dengan tindakan Clara yang seenaknya.Rey merasa muak,karena harus berhadapan dengan wanita manja seperti Clara.Membuat dirinya,begitu membenci kehadiran Clara saat ini.
"Aku akan terus mengganggu kamu,karena kamu pacar aku.Wanita lain tidak berhak memiliki kamu,karena kamu benar-benar milikku."Ucap Clara,dia kekeuh dengan ucapannya terhadap Rey.
Rey tidak memperdulikan Clara sama sekali,dia langsung meninggalkan ruang pertemuan mereka.Rey bergegas ke arah loby,dia langsung meninggalkan tempat pertemuan mereka dan begitu tidak sabar ingin bertemu kekasihnya.
...****************...
Rey yang pulang bertemu dengan klien,dia masuk ke dalam hotel.Namun,dia tidak melihat keberadaan Zoya sama sekali.Rey mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi,dia langsung berjalan ke arah kamar mandi dan menunggu Zoya keluar dari kamar mandi.
Zoya yang telah selesai mandi,dia membuka pintu kamar mandi dan dia terkejut dengan Rey yang ada di hadapannya.Zoya benar-benar kaget,karena Rey ada di hadapannya saat ini.Bahkan,Rey tiba-tiba menggendong tubuhnya saat ini.Zoya duduk di atas meja tv,dia menatap Rey dengan heran.
"Kakak tumben jam segini udah pulang?"Tanya Zoya,menatap Rey yang ada di hadapannya.
"Kakak sudah selesai membahas kerja samanya."Balas Rey,menatap intens terhadap Zoya.
"Kamu begitu wangi."Balas Rey,dia mendekat ke arah Zoya.
"Wajar sih,aku kan baru selesai mandi."Ucap Zoya,menatap wajah Rey saat ini.
Rey mendekatkan wajahnya,dia mencium bibir Zoya dengan lembut.Rey merasakan tangan Zoya yang melingkar di lehernya,Rey melingkarkan tangannya pada belakang punggung Zoya.
Zoya menikmati ciuman yang di berikan Rey terhadapnya,dia meremas rambut Rey dengan lembut.Zoya melingkarkan kakinya pada tubuh Rey,dia merasa terbawa suasana dengan tindakan Rey.Zoya sadar tubuhnya tiba-tiba di angkat Rey,dia merasakan punggungnya menabrak dinding.Zoya menatap Rey yang menyudahi ciumannya,Rey mengangkat tubuhnya sedikit ke atas.
"Kamu begitu menggoda sayang."Ucap Rey,karena melihat tubuh mulus Zoya yang di lilit handuk.
"Aku takut terjatuh kak."Ujar Zoya,dia sudah melingkarkan kakinya di tubuh Rey dan bahkan dirinya menyandar pada dinding.
"Tidak akan sayang."Ucap Rey,dia mencium leher Zoya.
__ADS_1
Zoya merasa geli dengan tindakan Rey,dia meremas rambut Rey.Zoya merasa tindakan Rey,membuat jantungnya berdegup kencang.Bahkan,membuat tubuhnya merasakan panas sekarang.
"Kak."Panggil Zoya dengan suara yang serak.
"Hmm."Jawab Rey,dia menggigit handuk Zoya agar terlepas.
Zoya merasakan mulut Rey yang menghisap gundukan kenyal miliknya,membuat dia mengerang seketika.Zoya merasa tubuhnya semakin panas,apalagi mereka begitu intim saat ini.
"Ah,kak.Jangan di gigit,sakit."Rintih Zoya,karena gundukan kenyalnya di gigit Rey.
Zoya merasakan lidah Rey yang pelan di ujung gundukan kenyal miliknya,membuat dia semakin mengerang menikmati tindakan Rey.Zoya tidak bisa menghentikan Rey saat ini,karena Rey begitu bersemangat bermain di gundukan kenyal miliknya.
"Kak,hentikan."Ucap Zoya,agar Rey berhenti.
"Kenapa sayang?"Tanya Rey,menatap Zoya dengan intens.
"Punggung aku sakit."Ucap Zoya,karena menahan tubuhnya di dinding.
"Baiklah,kita lakukan di atas meja."Ujar Rey,dia mendudukan Zoya di atas meja tv.
Zoya merasa malu saat ini,dia langsung melilitkan handuknya kembali.Zoya menatap Rey yang sedang menatapnya,dia merasa jantungnya berdebar dengan kencang.Zoya melihat Rey yang mendekat ke arahnya,dia langsung berbisik di telinganya.
"Aku menginginkan kamu sayang."Kata Rey,dia mencium telinga Zoya dengan lembut.
Zoya tertegun,dia merasa panas dingin sekarang.Zoya tidak tau,jika Rey begitu menginginkan dirinya saat ini.Zoya menatap Rey yang sedang menatapnya,namun dia malah di cium Rey kembali.Zoya mendorong Rey dengan pelan,dia tidak ingin melewati batasnya.
"Kak,ingat kita belum menikah.Dari pada kakak menginginkan aku,lebih baik kita pergi bermain."Ucap Zoya,dia tersenyum ke arah Rey.
"Baiklah,kamu pakai baju dulu."Perintah Rey,dia menyetujui permintaan Zoya.
Zoya tersenyum senang,akhirnya Rey mengikuti kemauannya.Zoya takut,dirinya melewati batas dengan Rey.Dia bergegas turun dari atas meja,dia langsung berlari mengambil pakaiannya di koper.Setelah itu,dia berlari ke arah kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
__ADS_1
Setelah mereka bersiap,mereka langsung pergi meninggalkan kamar hotel.Mereka begitu senang saat ini,karena mereka akan pergi berwisata berduaan.