
"Rey ke ruanganku."Panggil Nicholas,berbicara melalui interkom.
Nicholas melirik Rey yang membuka pintu ruangannya,dia masih fokus pada berkas di tangannya.Nicholas langsung memberikan berkas di tangannya kepada Rey.
"Ini sudah sesuai semua,kamu panggil saja setiap ketua divisi untuk mengambil berkas ini."Perintah Nicholas,karena merasa tumpukan berkas di mejanya sudah berkurang.
"Baik pak."Balas Rey,dia mengambil berkas yang di serahkan Nicholas.
"Kita tiga hari akan pergi ke luar kota,nanti malam kita harus berangkat.Setelah kamu selesai memberikan berkas itu,kamu langsung pulang saja membereskan barang yang akan kamu bawa."Ucap Nicholas,karena mereka harus melihat proyek di lapangan secara langsung.
"Baik pak."Jawab Rey,dia langsung bergegas ke luar ruangan Nicholas.
Nicholas membereskan barang di mejanya,Nicholas mendengar telepon kantor berbunyi dan dia bergegas mengangkat telepon kantornya.
"Selamat siang dengan siapa ini?"Tanya Nicholas,sambil fokus membereskan tempat bekal makan yang di siapkan Juli.
"Aku Clara,kita tidak bisa berangkat nanti malam.Kita harus berangkat sore hari,aku mendapat kabar tidak baik dari sana."Jawab Clara,dia cemas mendapat kabar yang tidak baik.
"Yasudah,kita langsung bertemu di lokasi saja."Ucap Nicholas,dia langsung mematikan sambungan telepon.
Nicholas langsung ke luar ruangannya,dia harus segera pulang dan menyiapkan keperluannya untuk pergi ke luar kota.Sebelum dia pulang,dia memberitahu Rey keberangkatan mereka di percepat menjadi sore.
Setelah itu,Nicholas langsung meninggalkan area perusahaan.Dia melajukan mobil dengan cepat,karena dia harus bergegas pergi ke luar kota.
...****************...
Juli yang berada di kamar,dia begitu senang mendengar anaknya seorang laki-laki.Dia terus mengelus perutnya dengan wajah gembira,setelah itu dia melihat ponselnya.Karena terdengar pesan yang masuk ke ponselnya,dia langsung bergegas mengambil koper milik suaminya.
__ADS_1
Juli dengan susah payah mempersiapkan pakaian suaminya,dia menata satu persatu dengan rapi dan memastikan tidak ada yang tertinggal.Dia memilih pakaian yang menurutnya begitu pas dan cocok di pakai suaminya.
"Kita akan di tinggalkan ayah kamu pergi ke luar kota,kita tidak bisa ikut sayang.Kita jangan mengganggu ayah kamu,biarkan ayah kamu bekerja dengan semangat di sana."Ucap Juli,dia mengelus perutnya sambil melihat koper yang akan di bawa suaminya.
Juli memilih tidak ikut pergi dengan suaminya,dia tidak ingin mengganggu suaminya bekerja.Apalagi dia sedang hamil besar,lebih baik dia tinggal bersama keluarga Nicholas.Jika dia tinggal di sana,Nicholas tidak akan mengkhawatirkan kondisi dirinya.
Juli menatap ke arah pintu,dia melihat Nicholas yang masuk.Dia menyambut suaminya dengan senyuman,dia langsung memeluk suaminya dengan erat.
"Bagaimana hasilnya sayang?"Tanya Nicholas,membalas pelukan Juli.
"Anak kita laki-laki sayang,dia aktif banget sayang."Jawab Juli,melepaskan pelukannya.
"Kenapa hanya ada satu koper?"Tanya Nicholas,dia menatap ke arah koper di ranjang.
"Aku tidak ikut sayang,aku lebih baik di rumah ibu saja.Lagi pula,kandunganku sudah besar.Aku takut merepotkan kamu di sana."Balas Juli,dia menatap wajah suaminya dengan tersenyum.
"Aku pergi sendiri saja,kamu lebih baik langsung berangkat ke sana.Aku khawatir proyek di sana sangat mendesak dan membutuhkan bantuan kamu sayang."Balas Juli,begitu pengertian terhadap suaminya.
"Sebelum aku pergi,aku ingin memakan kamu dulu.Lagi pula,aku harus meninggalkan kamu selama tiga hari."Ucap Nicholas,dia langsung mengangkat istrinya dan membawanya ke ranjang.
Juli refleks mengalungkan tangannya ke leher Nicholas,dia begitu bahagia bisa menjadi istri Nicholas satu-satunya.Juli membalas ciuman Nicholas terhadapnya,dia merasakan sentuhan tangan Nicholas di pahanya.Juli meremas rambut Nicholas,dia merasakan jemari Nicholas yang mempermainkan mahkotanya.Juli merasakan tubuhnya menggeliat dan semakin panas di sentuh Nicholas,dia langsung memperdalam ciuman mereka.
Nicholas merasakan jemarinya yang basah,dia melepaskan adiknya yang sudah merasa sesak.Dia membiarkan adiknya masuk ke dalam mahkota Juli,dia bergerak dnegan cepat membiarkan adiknya menerobos masuk ke dalam tubuh Juli.
"Ah."Racau Juli,karena Nicholas bergerak cepat dalam tubuhnya.
"Semenjak kamu hamil,rasa nikmatnya dua kali lipat sayang."Ucap Nicholas,dia bergerak merasakan kenikmatan dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Jangan terlalu cepat,kasihan anak kamu di dalam perut."Perintah Juli,takut anaknya kenapa-kenapa.
"Aku jamin,anak kita senang di lihat ayahnya."Balas Nicholas,dia memberikan senyuman pada Juli.
"Kamu ada-ada saja."Ucap Juli,dia merasa Nicholas begitu semangat dalam percintaan mereka.
"Sayang,aku harus menyudahinya."Balas Nicholas,dia semakin bergerak cepat dan mengeluarkan benih cinta di dalam tubuh Juli.
Nicholas bergegas ke kamar mandi,dia merasa takut kemalaman sampai sana.Karena dia harus menjemput Rey terlebih dahulu,sebelum dirinya pergi ke luar kota.
Juli melihat Nicholas yang buru-buru masuk ke dalam kamar mandi,dia merasa lemas sekarang.Karena Nicholas begitu bersemangat bercinta dengannya,dia merapikan pakaiannya menunggu Nicholas keluar dari kamar mandi.Juli merasa nanti dirinya kesepian,karena tidak ada Nicholas di sampingnya.Namun Juli tidak ingin egois,karena Nicholas juga bekerja untuk dia dan keluarganya juga.
"Sayang,aku berangkat yah."Ucap Nicholas,dia memeluk istrinya dengan erat dan langsung mencium kening istrinya dengan lembut.
"Hati-hati di jalannya sayang,semangat bekerja."Ujar Juli,dia langsung mencium bibir Nicholas dengan singkat.
"Jagoan ayah dan bunda,tolong jaga bunda kamu ya.Ayah kerja dulu,lindungi bunda kamu ya sayang."Ucap Nicholas,dia langsung mencium perut Juli.
"Baik ayah."Balas Juli,menirukan suara anak kecil sambil tersenyum.
"Aku pergi sayang."Ucap Nicholas,dia mencium bibir Juli dan merasa tidak rela meninggalkan istrinya sendiri.
Nicholas langsung melepaskan ciumannya,dia bergegas membawa koper dan keluar dari kamarnya di ikuti Juli dari belakang.Nicholas bergegas memasukkan koper ke mobilnya,dia masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya kepada Juli.Nicholas langsung bergegas pergi,dia meninggalkan halaman rumahnya.
Juli yang melihat Nicholas pergi,dia merasa sedih sekarang.Dia tiba-tiba meneteskan air matanya,melihat kepergian Nicholas.Namun dirinya langsung buru-buru mengusap air matanya,dia berharap suaminya selamat sampai tujuan dan segera berkumpul dengannya lagi.Juli langsung masuk ke dalam rumah,dia merasa ingin mandi sekarang.Apalagi,dia merasa tubuhnya begitu lengket.
Nicholas menjemput Rey di rumahnya dan dia menempuh perjalanan selama satu jam,setelah itu mereka langsung pergi ke lokasi proyeknya.Mereka melajukan mobil dengan cepat,agar cepat sampai ke lokasi proyek.
__ADS_1