Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 67


__ADS_3

"Jadi,mantan pacar kamu Nicholas yang aku cintai."Ucap Berlin,menatap Clara tidak percaya.


"Aku tidak tau,jika Nicholas yang kamu maksud adalah mantan pacarku."Balas Clara,sambil mengerjakan proyek di tangannya.


"Kamu berhenti mengejarnya,setidaknya kamu pernah jadi kekasihnya.Biarkan aku yang menjadi kekasih Nicholas selanjutnya."Ucap Berlin,menatap Clara dengan intens.


"Tidak,kenapa kamu menghentikan aku.Setidaknya,kita bersaing dengan sehat.Lagipula,sekarang Nicholas memiliki istri."Balas Clara,dia tidak ingin menghiraukan ucapan Berlin sama sekali.


"Kita harus menyingkirkan si Juli,agar kita bersaing secara adil."Ucap Berlin,karena dia tidak ingin Juli berada di kehidupan Nicholas.


"Jangan,jika seperti itu tidak asik.Aku saja rela di jadikan istri ke dua,asalkan Nicholas adil."Balasnya,karena tidak suka dengan rencana Berlin.


"Kamu rela di jadikan istri ke dua?"Tanya Berlin,tidak percaya dengan ucapan sahabatnya ini.


"Mengapa tidak,lagi pula menurutku Juli baik.Aku yakin,dia juga akan menerima kita."Balas Clara,begitu yakin dengan ucapannya.


"Aish,lama-lama aku bisa gila mendengarkan ucapan kamu yang tidak masuk akal.Sudahlah,aku akan pergi ke perusahaan Nicholas."Ucap Berlin,dia akan mencoba merayu Nicholas.


"Aku ikut."Ujar Clara,saat mendengar Berlin akan pergi ke perusahaan Nicholas.


"Ngapain? Bukankah kamu masih banyak pekerjaan."Balas Berlin,menatap Clara dengan tatapan tidak mengerti.


"Aku mau menyerahkan proyek ini,ayo kita pergi bersama.Lagian,aku begitu malas menyetir mobil."Ucap Clara,dia merasa lelah dengan proyek yang di tanganinya.


"Baiklah,ayo."Ajak Berlin,tidak berpikir aneh-aneh tentang Clara.


Mereka berdua langsung pergi meninggalkan perusahaan milik Clara,mereka berdua masih berdebat tentang memiliki Nicholas.


...****************...


Sedangkan di perusahaan,Nicholas begitu sibuk dengan berkas-berkas di mejanya.Dia merasa berkas di mejanya begitu membosankan,apalagi dia merasa tidak bersemangat mengerjakan berkas di hadapannya.Dia menatap ke arah pintu,saat mendengar suara ketukan di pintu dan dia menyuruhnya masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


"Pak,hari ini anda akan bertemu dengan Bu Clara."Ucap Rey,memberitahu jadwal Nicholas.


"Baiklah,kamu siapkan saja ruang meeting nya."Balas Nicholas,menatap Rey dengan seksama.


"Baik pak."Ucap Rey,dia langsung pergi dari hadapan Nicholas.


Nicholas merasa heran dengan penampilan Rey,tidak seperti biasanya Rey begitu rapi seperti ini.Dia merasa penampilan Rey hari ini begitu berbeda,dia berpikir Rey sedang jatuh cinta.Apalagi dia melihat wajah Rey yang begitu ceria hari ini,mungkin dia sudah mendapatkan kekasihnya.


Nicholas bergegas membereskan berkas-berkasnya,dia langsung turun ke ruang meeting.Dia harus segera menyelesaikan proyek antara dirinya dan Clara,dia takut dirinya jatuh cinta lagi dengan Clara.Dia akui pesona Clara yang membuat hatinya tergoyahkan lagi,bahkan Clara sendiri yang bilang tidak masalah di jadikan istri ke duanya.


"Aish,kenapa aku malah berpikir seperti itu."Ucap Nicholas,dia benar-benar merasa gila dengan perasaannya sekarang.


Nicholas menatap ke arah pintu,dia melihat Clara yang sudah masuk.Dia begitu terpesona dengan mantan kekasihnya ini,apalagi melihat tubuh Clara yang begitu menggoda saat ini.Dia menelan ludahnya sendiri,dia merasa Clara benar-benar sengaja memperlihatkan lekukan tubuhnya terhadap dirinya.


"Nih,kamu lihat lagi berkasnya."Ucap Clara,dia memberikan berkas di tangannya terhadap Nicholas.


Nicholas melihat berkas yang di berikan Clara,dia merasa Clara begitu pintar dalam menangani masalah proyek ini.Nicholas tersenyum,apalagi Clara bisa memberikan usulan di berkasnya dengan begitu detail.


Clara tersenyum mendengar ucapan Nicholas,dia mendekat ke arah Nicholas.Dia duduk di atas meja dan berhadapan dengan tubuh Nicholas.Clara mengambil berkas di tangan Nicholas dan menyimpannya di meja,dia menarik dasi Nicholas agar tubuh Nicholas mendekat ke arahnya.


"Bagaimana,kamu sudah mempertimbangkannya?"Tanya Clara,dia menatap Nicholas dengan tatapan menggoda.


"Mempertimbangkan apa?"Balas Nicholas,menatap Clara tidak mengerti.


"Aish,aku mau jadi istri kamu yang ke dua."Ucap Clara,begitu heran dengan Nicholas.


"Aku tidak bisa mewujudkannya,aku tidak berniat menikah lagi.Aku sudah memilih Juli yang akan menemaniku sampai tua nanti,bahkan aku tidak berniat sama sekali menjadikan kamu istri ke dua."Balas Nicholas,begitu yakin dengan ucapannya.


Clara begitu susah membujuk Nicholas,padahal dirinya sudah rela di jadikan istri ke duanya.Clara begitu heran,dia harus bertindak ekstrim agar Nicholas mau menjadikannya sebagai istri ke duanya.


Nicholas merasa gugup saat ini,apalagi dirinya begitu dekat dengan tubuh Clara.Dia mencium aroma vanila dalam tubuh Clara,dia merasa jantungnya berdegup kencang.Bahkan merasa dirinya begitu gila,mendengarkan ucapan Clara yang ingin menjadi istri ke duanya saat ini.

__ADS_1


"Tolong lepaskan dasiku,aku merasa tercekik."Pinta Nicholas,agar dia tidak begitu dekat dengan tubuh Clara.


"Baiklah."Balas Clara,dia melepaskan dasi yang di pegangnya.


Clara menatap Nicholas yang merapikan dasinya,dia tersenyum menatap Nicholas yang semakin tampan.Clara menyimpan kakinya di kursi Nicholas,dia mengunci tubuh Nicholas dengan kakinya.


"Apa yang kamu lakukan Cla,aku tidak ingin orang salah paham tentang kita."Ucap Nicholas,semakin frustasi di buat Clara.


"Baiklah."Balas Clara,dia turun dari meja dan berhadapan langsung dengan Nicholas yang sudah berdiri.


"Kita sudahi saja pembahasan proyek ini."Ucap Nicholas,dia tidak ingin melewati batasnya.


"Baiklah,lagi pula proyeknya sudah tidak bermasalah lagi."Balas Clara,menatap wajah Nicholas.


"Ayo kita keluar."Ajak Nicholas,agar keluar dari ruangan.


"Tunggu dulu."Ucap Clara,menatap Nicholas.


"Apalagi?"Tanya Nicholas,dia bingung dengan ucapan Clara.


Clara berjinjit di hadapan Nicholas,dia mencium bibir Nicholas dan mengalungkan tangannya ke leher Nicholas.Clara sengaja melakukannya,agar Berlin menunggu mereka dengan lama.


Nicholas kaget dengan Clara yang menciumnya,dia melepaskan ciuman Clara.Dia mendorong Clara,agar tidak dekat dengan dirinya.


"Kamu sungguh nekat Cla,aku ini milik Juli."Ucap Nicholas,tidak habis pikir dengan Clara.


"Aku tau,bahkan kamu juga masih menyimpan aku di hati kamu."Balas Clara tersenyum.


"Aku tidak menyimpan perasaan untuk kamu,aku sepenuhnya mencintai Juli."Ucap Nicholas,tidak ingin Clara tau tentang perasaanya.


"Kamu bohong,kamu masih menyimpan aku di hati kamu."Balas Clara tersenyum senang,melihat ke gugupan dalam diri Nicholas.

__ADS_1


Nicholas merasa gila dengan ucapan Clara,dia langsung meninggalkan Clara.Dia lebih baik kembali ke ruangannya,dia tidak ingin bertindak jauh dengan Clara.Apalagi,apa yang di katakan Clara benar.Dirinya masih menyimpan perasaan untuk Clara,namun dirinya juga sedang mencoba menghilangkan perasaan itu.


__ADS_2