
Juli mendengar ponselnya berdering,dia mengambil ponselnya dan melihat ke layar ponselnya.Ibu mertuanya menghubungi dirinya,bahkan banyak sekali panggilan tidak terjawab dari nomor asing.Dia tidak memperdulikannya sama sekali,dia pikir mungkin itu suaminya yang mencoba menghubunginya saat ini.
"Hallo,ada apa bu?"Tanya Juli,dia menjawab telepon mertuanya.
"Benar dugaan ibu,Nicholas semalam menginap di sini.Saat sedang sarapan,dia meminta maaf terhadap ibu.Dia menyesali perbuatannya,bahkan minta tolong terhadap ibu untuk mencari keberadaan kamu."Balas Ibu Nicholas,menceritakan kejadian saat sarapan.
"Tapi ibu tidak memberitahukan keberadaan aku kan?"Tanya Juli,dia memastikan agar ibu mertuanya tidak memberitahu keberadaan dia dan anaknya.
"Kamu tenang saja,ibu tidak menggubrisnya sama sekali.Ibu begitu kesal terhadapnya saat ini,suruh siapa dia menyakiti kamu.Biarkan saja dia susah payah mencari kamu,memangnya enak jika di selingkuhi."Balas ibu Nicholas,dia begitu kesal dengan anaknya yang mempermainkan hati wanita.
"Syukurlah,aku bernafas lega sekarang.Aku belum siap bertemu dengan Nicholas,perasaan aku masih belum tenang bu."Ucap Juli,dia menceritakan kondisi perasaannya.
"Ibu mengerti sayang,ibu hanya ingin kamu tenang dulu.Biarkan saja,Nicholas mencari keberadaan kamu.Dia harus di beri pelajaran,agar tidak mengulangi perbuatannya lagi."Balas Ibu Nicholas,dia ingin Nicholas di beri pelajaran oleh istrinya.
"Terimakasih bu,karena ibu sudah membantu aku."Ucap Juli,dia merasa berterimakasih terhadap ibu mertuanya.Dia beruntung memiliki ibu mertua yang perduli dan bahkan membela dirinya.
"Yasudah,ibu takut Nicholas mendengarnya.Nanti ibu hubungi lagi,sepertinya ibu tidak bisa mengunjungi kamu dan cucu ibu."Balas sang ibu mertua,dia merasa kecewa tidak bisa melihat cucunya.
"Tidak apa-apa bu,lagipula ibu bebas bisa melihat cucu ibu.Nanti aku kirim Video cucu ibu,agar rasa rindu ibu terobati dengan melihat video baby Ken."Ucap Juli,agar kerinduan ibu mertuanya terobati.
"Baiklah,ibu tunggu videonya.Yasudah,ibu tutup dulu sambungan teleponnya."Balas ibu Nicholas,dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
Juli langsung membuat video baby Ken,dia tau ibu mertuanya merindukan anaknya saat ini.Setelah membuat beberapa video baby Ken,Juli langsung mengirim video baby Ken terhadap ibu mertuanya.
"Andai aku tidak memiliki masalah seperti ini,mungkin ibu bisa bebas menggendong baby Ken di rumahnya.Namun saat ini,aku masih belum siap dengan diriku yang bertemu Nicholas.Maafkan mamah ya sayang,bukan mamah egois ingin menjauhkan kamu dari ayah kamu sendiri.Tapi ayah kamu sendiri yang membuat mamah harus menjauh,maafkan mamah ya sayang belum bisa melupakan apa yang di perbuat ayah kamu sendiri."Ucap Juli,dia langsung mencium kening anaknya.
__ADS_1
...****************...
Suami Sasa datang ke vila dimana Sasa dan Juli tinggal,saat ini mereka berada di ruang tamu.Niko tidak berani bertanya mengenai masalah antara Juli dan suaminya,dia tidak ingin ikut campur dengan urusan rumah tangga orang lain.
"Maaf,aku merepotkan kamu.Karena harus meminjam Sasa untuk menemani aku."Ucap Juli,dia merasa tidak enak dengan suaminya Sasa.
"Tidak apa-apa,aku tidak merasa seperti itu.Lagipula kamu sahabatnya Sasa,aku tau kamu orang baik dan tidak mungkin kamu menyakiti istriku."Balas Niko,dia menatap istrinya saat ini.
"Aku merasa sungkan terhadap kamu,aku yang punya masalah.Tapi aku harus merepotkan kalian."Ucap Juli,menatap sepasang suami istri di hadapannya.
"Jangan bicara seperti itu Jul,lagipula kita keluarga.Jangan menganggap kita orang asing,kita sudah lama saling kenal satu sama lain."Ujar Sasa,agar Juli tidak berfikir aneh-aneh.
"Iya terimakasih Sa,ajak suami kamu makan dulu.Takutnya,dia lapar Sa."Perintah Juli,dia menatap Sasa.
"Kamu mau makan sayang?"Tanya Sasa,dia menatap ke arah Niko.
"Yasudah,ayo aku antarkan kamu ke kamar."Ucap Sasa,dia beranjak dari duduknya.
Sasa berjalan ke arah kamarnya di ikuti Niko dari belakang,Sasa membiarkan Niko masuk ke dalam kamar.Dia tidak ingin mengganggu suaminya beristirahat,dia memilih kembali ke ruang tamu menemani Juli.
"Kamu tidak ikut beristirahat juga Sa?"Tanya Juli,dia menatap Sasa yang duduk di sampingnya.
"Aku tidak mengantuk sama sekali Jul,lebih baik aku bermain dengan baby Ken."Balas Sasa,dia mengambil baby Ken dari gendongan Juli.
"Yasudah,aku titip dulu baby Ken.Rasanya aku begitu haus,aku ambil minuman dulu."Ucap Juli,menatap Sasa yang bermain dengan baby Ken.
__ADS_1
"Yasudah sana,sekalian bawain cemilan buatku."Perintah Sasa,dia melihat ke arah Juli.
"Iya."Ucap Juli,dia langsung pergi ke arah dapur.
Sasa begitu senang bermain dengan baby Ken,dia berharap secepatnya bisa hamil.Apalagi,dia tidak akan menolak kehadiran seorang bayi dalam hidupnya.
"Kamu begitu gemas sih baby Ken,aunty begitu menyukai kamu.Kamu kecil-kecil sudah tampan,kamu jadi kesayangan aunty saja ya."Ucap Sasa,dia mencium baby Ken dengan begitu gemas.
"Hey,anak aku jangan di cium seperti itu.Yah,dia sudah di nodai oleh kamu."Ujar Juli,sambil duduk di samping Sasa.
"Tidak apa-apa ya Ken,kamu kan kesayangan aunty."Ucap Sasa,sambil mengayun-ayun baby Ken di tangannya.
"Kamu yakin,tidak menemani suami kamu Sa.Siapa tau,suami kamu ingin bersama kamu."Ujar Juli,dia menatap Sasa.
"Yasudah,nih baby Ken nya.Aku bawa cemilan ke dalam kamar,sekalian aku menemani suamiku."Ucap Sasa,menyerahkan baby Ken.
"Jangan lupa bawa minuman juga,nanti kamu keselek lagi."Perintah Juli,sambil mengambil anaknya di tangan Sasa.
"Sialan,kamu berharap aku keselek gitu."Umpat Sasa,dia mengambil cemilan di atas meja.
"Ya,tidak juga sih.Aku cuma mengingatkan kamu saja,kamu kalau makan cemilan sering keselek sih."Balas Juli,dia cekikikan di samping Sasa.
"Yasudah,aku ke dapur dulu mengambil minuman.Sorry ya,aku tinggal kamu berdua dengan baby Ken."Ucap Sasa,dia berdiri dari duduknya.
"Iya tidak apa-apa,lagian aku tidak tega dengan pengantin baru."Balas Juli,dia tersenyum penuh arti terhadap Sasa.
__ADS_1
"Pengantin buluk iya,masa pengantin baru mulu."Protes Sasa,dia langsung meninggalkan Juli ke dapur.
Setelah melihat Sasa ke dapur,Juli memilih menidurkan baby Ken.Rasanya,dia begitu mengantuk saat ini.Apalagi,cuaca di vila begitu dingin.Dia memutuskan beristirahat di kamarnya,mengikuti Sasa yang ikut menemani suaminya beristirahat.