Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 25


__ADS_3

Nicholas menelepon ibunya,karena dia ingat sang ibu ingin melihat keadaan mereka.Apalagi,ibunya benar-benar mengkhawatirkan dirinya.


"Ibu,jika ingin kesini datang saja ke bandara dan naik pesawat pribadi milikku."Ucap Nicholas,ketika sambungan telepon terhubung.


"Baiklah,nanti ibu ke bandara bersama Zoya."Balas sang Ibu,karena ingin segera melihat putranya.


"Apakah Zoya ikut?"Tanya Nicholas,berharap Zoya juga ikut.


"Zoya tidak ikut,dia harus sekolah."Jawab sang ibu,karena tumben putranya ini menanyakan Zoya adiknya.


"Aku khawatir dengan Berlin,takut dia mendekati Zoya."Ucap Nicholas,karena tidak ingin adiknya kenapa-kenapa.


"Baiklah,ibu akan mengajak ayah dan Zoya.Karena ibu juga mengkhawatirkan mereka."Balas sang ibu,karena mengkhawatirkan suami dan putrinya.


"Yasudah hati-hati,jika sudah sampai bandara hubungi aku."Ucap Nicholas,mengingatkan sang ibu.


"Iya sayang,ibu pasti akan menghubungi kamu."Balas sang ibu,agar putranya tidak khawatir.


"Baiklah,aku tutup teleponnya ya bu."Ucap Nicholas,karena ingin mengakhiri panggilannya.


"Yasudah,matikan saja.Ibu juga mau bergegas bersiap-siap merapikan pakaian."Balas sang ibu.


Nicholas langsung mematikan sambungan telephone,dia langsung masuk ke dalam kamarnya.Nicholas mengecek suhu tubuh Juli dan bersyukur Juli sudah tidak panas lagi.Nicholas berbaring di ranjang sambil menatap langit-langit kamar,dia sedang memikirkan semua kejadian yang dia lewati dalam kehidupannya.Nicholas beralih menatap wajah Juli,karena dia sekarang satu-satunya wanita yang sangat dia cintai.Dia membelai rambut Juli dan merasa beruntung Juli membalas cintanya.


Juli yang tidur lelap,dia terganggu dengan Nicholas yang membelai rambutnya.Dia membuka matanya dan melihat Nicholas yang sedang menatapnya.


"Kenapa?"Tanya Juli,dia langsung duduk menghadap Nicholas.


"Tidak apa-apa sayang,maaf mengganggu tidur kamu."Balas Nicholas,merasa bersalah.


"Kamu yakin tidak apa-apa?"Tanya Juli memastikan,karena dia tidak ingin Nicholas memendam masalahnya sendiri.


"Iya sayang."Balas Nicholas,dia tersenyum ke arah Juli.


"Yasudah,ayo tidur.Kamu juga perlu istirahat."Ajak Juli,dia melihat wajah lelah Nicholas.


"Sayang,keluarga aku mau datang ke sini."Ucap Nicholas,menatap Juli.


"Serius?Zoya ikut tidak?"Tanya Juli yang antusias,saat mendengar keluarga Nicholas akan datang.


"Aku menyuruh ibu mengajaknya,aku tidak ingin Zoya di dekati Berlin."Balas Nicholas,karena takut keluarganya kenapa-kenapa.


"Syukurlah,Jika mereka kesini."Ucap Juli.


"Iya sayang,semoga mereka selamat sampai kesini."Balas Nicholas,berharap keluarganya baik-baik saja.


Nicholas langsung membawa Juli ke pelukannya,dia berharap mereka bersama-sama selamanya.Nicholas ingin secepatnya menjadikan Juli sebagai istrinya,dia benar-benar tidak ingin Juli pergi dari kehidupannya.


Juli merasakan pelukan Nicholas yang membuatnya nyaman,sekarang dia takut berpisah dengan Nicholas.Apalagi hubungan mereka sekarang sedang di uji dengan kehadiran Berlin di hidup mereka,rasanya dia ingin hubungannya baik-baik saja.


"Sayang."Panggil Juli,memeluk erat Nicholas.


"Ada apa sayang?"Tanya Nicholas,dia mengelus punggung Juli.


"Aku takut."Balas Juli,merasa takut dengan apa yang terjadi kemarin.


"Takut kenapa?"Tanya Nicholas.


"Aku takut mengandung anak kamu."Balas Juli,dia khawatir dengan kejadian di mana kesuciannya hilang.


"Tidak usah takut sayang,kita menikah secepatnya."Ucap Nicholas,meyakinkan Juli.


"Baiklah."Balas Juli,merasa tenang dengan ucapan Nicholas.


Nicholas mencium bibir Juli,dia mengungkapkan perasaan yang dia miliki untuk Juli.Apalagi dia bersungguh-sungguh menjalin hubungan dengan Juli,Nicholas tidak akan membiarkan Juli pergi begitu saja dalam hidupnya.


Juli membalas ciuman Nicholas,dia mengungkapkan rasa cintanya terhadap Nicholas.Juli merasakan sentuhan tangan Nicholas yang mengelus punggungnya,dia mengalungkan tangannya pada Nicholas.


Mereka berciuman dengan sangat panas,hingga pada akhirnya mereka tidak melanjutkannya lebih jauh.Mereka memilih tidur,karena merasa tubuh mereka sangat lelah.


...****************...


Sedangkan keluarga Nicholas,mereka sedang sibuk mempersiapkan barang yang akan di bawa oleh mereka.Semua barang langsung di masukkan ke bagasi mobil,mereka melajukan mobil keluar dari halaman rumahnya dan melaju ke arah bandara.Mereka berharap tidak terjadi apa-apa saat di perjalanan dan mereka ingin segera bertemu Nicholas dan Juli.Mereka sampai di bandara dan hanya memakan waktu satu jam perjalanan untuk sampai di bandara,ibu Nicholas langsung menelepon anaknya.


Nicholas yang sudah tidur,dia terbangun mendengar ponselnya berdering.


"Hallo."Jawab Nicholas,karena dirinya begitu mengantuk.


"Kami sudah sampai di bandara."Ujar sang ibu,memberitahu anaknya.


"Baiklah bu,tunggu sebentar.Aku menghubungi pilotnya dulu."Balas Nicholas.


"Baiklah sayang,kalau begitu ibu tunggu kabar dari kamu secepatnya."Perintah sang ibu dan mematikan sambungan telepon.


Nicholas langsung mencari nomer ponsel sang pilot dan dia langsung menghubunginya.Karena dia begitu khawatir dengan keluarganya yang sudah sampai di bandara,karena dia begitu takut Berlin mengetahui keberadaan mereka.


"Hallo,ada apa pak?"Tanya sang pilot di seberang telepon.


"Keluarga saya sudah berada di bandara,tolong kamu bawa mereka ke pulau saya."Jawab Nicholas,memberikan perintah kepada sang pilot.


"Baik pak,suruh keluarga bapak segera menaiki pesawat bapak saja.Saya akan bersiap dulu."Perintah sang pilot.


"Ok,terima kasih."Balas Nicholas dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Nicholas segera bergegas menelepon sang ibu,agar keluarganya menaiki pesawat miliknya.


"Hallo,bagaimana sayang?"Tanya sang ibu,karena mereka menunggu kabar dari Nicholas.


"Ibu segera naik ke pesawat pribadi saja,aku sudah menghubungi pilotnya."Balas Nicholas sambil menguap,karena dirinya sangat mengantuk.

__ADS_1


"Baiklah,sekarang ibu sedang berjalan mencari pesawat kamu."Ucap sang ibu,mereka melihat nama-nama yang tertera di pesawat.


"Ibu cari saja NJ Group,itu nama pesawat milikku."Perintah Nicholas,agar keluarganya segera menemukan pesawat miliknya.


"Ibu sudah menemukannya,sudah dulu ya."Ucap sang ibu,langsung mematikan sambungan teleponnya.


Nicholas menyimpan ponselnya dan melanjutkan tidurnya dengan memeluk Juli,Juli merapatkan tubuhnya ke arah Nicholas merasa tubuhnya sangat dingin.


Sedangkan keluarga Nicholas yang berada di bandara,mereka segera menaiki pesawat pribadi milik Nicholas dengan perasaan senang dan pesawat langsung lepas landas meninggalkan negara mereka.


...****************...


Paginya,Nicholas membuka matanya dan melihat Juli yang semakin rapat dengan tubuhnya.Nicholas memeluk Juli,dia mengelus punggung Juli.


Juli merasakan elusan di punggungnya,dia terbangun dan melihat Nicholas yang sudah bangun.


"Bangun dari kapan?"Tanya Juli,karena melihat Nicholas masih mengelus punggungnya.


"Semenjak kamu bergerak masuk ke dalam pelukanku."Jawab Nicholas,membuat Juli merasa tidak enak.


"Maaf sayang,rasanya sangat dingin sekali."Ucap Juli,begitu merasa malu dengan tindakannya.


"Iya,tidak apa-apa sayang."Balas Nicholas,mengelus rambut Juli.


"Kamu kurang tidur ya sayang?"Tanya Juli,melihat lingkaran hitam di mata milik Nicholas.


"Iya sayang,tidur ku terganggu semalam."Balas Nicholas,karena masih merasa ngantuk.


"Maaf ya sayang,jika tidur kamu terganggu olehku."Ucap Juli,dirinya merasa bersalah.


"Semalam aku menerima telepon dari ibu,mereka sedang perjalanan kesini.Jadi aku harus menelepon pilot untuk membawa mereka kesini dan ini bukan karena aku terganggu oleh kamu sayang."Ujar Nicholas,karena dia tidak menyalahkan Juli sama sekali.


"Yasudah,kamu tidur saja dulu sayang.Aku mau memasak makanan untuk kita."Ucap Juli,agar Nicholas tertidur lagi.


"Baiklah,aku lanjut tidur sayang."Balas Nicholas dan langsung memejamkan matanya melanjutkan tidurnya.


Juli langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah selesai dengan aktifitas membersihkan tubuhnya lalu dia turun ke lantai bawah berjalan menuju dapur.


"Enaknya bikin apa ya?"Gumam Juli,sambil melihat persediaan bahan mentah di dalam kulkas.


Juli akhirnya memilih memasak hal sederhana saja,dia memilih membuat tumis-tumisan,bakwan dan sambal.Juli memasak makanan hingga menghabiskan waktu satu jam,Setelah selesai dengan acara masak-memasaknya.Juli menyimpan makanan yang sudah matang di meja makan,setelah itu Juli naik ke lantai atas untuk membangunkan Nicholas.


Sesampainya di kamar,dia menghampiri Nicholas yang masih tidur di ranjang.Juli mengelus pipi Nicholas perlahan,agar Nicholas yang sedang tidur terusik oleh dirinya.


Nicholas merasakan sentuhan Juli di pipinya dan dia membuka ke dua matanya,dia melihat Juli yang ada di hadapannya dan Nicholas tersenyum saat Juli berada di hadapannya.


"Bangun sayang,ayo kita makan."Ajak Juli,karena dia ingin makan bersama dengan Nicholas.


"Aku masih ngantuk sayang."Balasnya yang langsung membawa Juli ke dalam pelukannya.


"Ayolah,selagi masakannya masih panas sayang."Rengek Juli,karena merasa perutnya lapar.


"Masa sih,kenapa aku tidak menciumnya."Ucap Juli,refleks langsung mencium wangi di tubuhnya.


Nicholas yang melihat tindakan Juli tersenyum,dia gemas dengan Juli dan Nicholas mencubit hidung Juli.


Juli refleks memukul tangan Nicholas yang mencubit hidungnya,apalagi dia masih mencoba mencium aroma wangi di tubuhnya seperti apa yang di katakan Nicholas.


"Sakit ih."Protes Juli,memegang hidungnya.


"Kamu sih,bikin aku gemas."Balas Nicholas dan memeluk erat Juli.


"Ayo ih,kita makan."Ajak Juli,karena benar-benar sudah lapar.


"Yasudah,kamu duluan sana makan."Perintah Nicholas,agar Juli makan duluan.


"Aku mau makan bersama kamu."Ucap Juli yang langsung melepaskan pelukan Nicholas.


"Yasudah,aku mandi dulu."Balas Nicholas lalu beranjak dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi.


Juli langsung menyiapkan pakaian Nicholas dan langsung keluar kamar,Juli menuruni anak tangga dan duduk di anak tangga.


"Aku tunggu saja di sini."Gumam Juli yang langsung bermain ponsel,sambil menunggu kedatangan Nicholas.


Juli melihat foto dirinya yang bersama Nicholas,saat mereka berlibur di Korea kemarin.Juli tersenyum bahagia,karena tidak menyangka bisa menjalin hubungan dengan bosnya sendiri.Impiannya sekarang,kandas begitu saja dan lagi rumah impian yang dia sangat inginkan semuanya hanya mimpi sekarang.Juli merasa di bawa kabur oleh Nicholas,karena satu wanita yang bernama Berlin dan kehidupan Juli sekarang merasa berantakan.


"Hidup kok kaya gini banget ya."Ucap Juli,tidak bisa memprediksi kehidupannya di masa yang akan datang.


Juli jadi berfikir,apakah dia akan bersama Nicholas kedepannya.Sedangkan saat ini,Nicholas merasa tertekan dengan kemunculan Berlin di kehidupan mereka.


Nicholas melihat Juli di anak tangga yang sedang melamun,dia menghampiri Juli yang sedang duduk di anak tangga.Sedangkan Juli yang masih bergelut dengan pikirannya,tidak sadar jika Nicholas sudah duduk berada di samping dirinya.


"Sayang."Panggil Nicholas,menyadarkan Juli dari lamunannya.


"Sejak kapan kamu disini?"Tanya Juli,karena tidak sadar dengan kehadiran Nicholas di sampingnya.


"Apa sedang kamu lamun kan."Balas Nicholas,karena melihat tatapan Juli yang sangat kosong.


"Tidak melamunkan apa-apa."Jawab Juli,dia langsung beranjak dari duduknya.


"Beneran?"Tanya Nicholas memastikan.


"Iya sayang,ayo kita makan."Ajak Juli dan menarik Nicholas yang sedang duduk.


Nicholas mengikuti langkah Juli dari belakang dan berjalan menuju meja makan,Nicholas melihat masakan Juli yang tertata rapi di meja makannya.


"Kamu masak apa?"Tanya Nicholas,karena dia belum pernah makan yang ada di hadapannya.


"Ini tumis brokoli,goreng bakwan sama sambal."Balas Juli tersenyum.

__ADS_1


"Enak tidak?"Tanya Nicholas,sambil melihat wajah Juli dengan penasaran.


"Sangat enak."Balas Juli dan langsung memakan masakannya.


"Beneran."Ucap Nicholas memastikan,karena masih ragu-ragu untuk memakannya.


"Memangnya kamu tidak pernah memakan ini?"Tanya Juli,begitu heran dengan sikap Nicholas yang seperti ini.


"Aku belum pernah memakannya."Balas Nicholas,sambil menggelengkan kepalanya.


Juli yang melihatnya tepuk jidat,karena merasa heran dengan Nicholas.Dunia orang kaya dengan dirinya benar-benar sangat berbeda.


"Cepat makan."Perintah Juli,agar Nicholas merasakan betapa enaknya makanan yang seperti ini.


Nicholas mencoba memakannya dan setelah makanan masuk mulutnya,dia langsung mengunyahnya dan menelan makanan tersebut.


"Gimana rasanya?"Tanya Juli,melihat ekspresi Nicholas.


"Ini sangat enak sayang."Balas Nicholas dan dengan lahap menghabiskan makanannya.


"Yasudah,nambah lagi jika makanannya enak."Ujar Juli,merasa senang melihat Nicholas makan dengan lahap.


"Ini pertama kalinya aku memakan makanan seperti ini dan rasanya sangat enak."Puji Nicholas dengan jujur,hingga dia menambah lagi makanannya.


Juli melihat Nicholas yang bersemangat,memakan masakan yang di buat oleh dirinya.Juli membereskan piring kotor yang di gunakannya dan membawanya ke wastafel untuk di cuci.


"Aku ingin pergi ke area pantai ya."Ucap Juli,karena ingin bermain di pantai.


"Nanti aku menyusul."Balas Nicholas,masih fokus dengan makanannya.


"Baiklah."Ucap Juli dan langsung meninggalkan Nicholas di meja makan


Juli memasuki area pantai dan sangat menikmati angin pantai di wajahnya.Dia melangkahkan kakinya ke dalam air laut,hingga tubuhnya basah dan menikmati saat ombak membawanya ke daratan.


"Sangat menyenangkan."Teriak Juli dengan senang,karena pikirannya merasa menyatu dengan alam.


Juli dengan tertawa menikmati air laut yang menyentuh tubuhnya,dia berlari ke laut lalu kembali lagi ke daratan.


Nicholas yang telah selesai dengan makanannya,dia segera menyusul Juli ke area pantai dan Nicholas melihat Juli yang tertawa bermain di air laut.Nicholas sangat menikmati,kebahagiaan Juli yang seperti ini dan dia juga melihat tubuh Juli yang basah hingga tercetak dengan jelas lekukan di tubuhnya.Nicholas berlari dan menyusul Juli yang sedang bermain dengan air laut,Nicholas langsung memeluk Juli karena merindukan Juli.


Juli merasakan pelukan Nicholas yang begitu erat pada dirinya,Juli langsung menatap Nicholas yang sedang memeluk dirinya.


"Sudah selesai?"Tanya Juli,melihat Nicholas yang berada di depannya.


"Sudah sayang,sekarang aku sedang merindukan kamu."Balas Nicholas,dia langsung mengangkat Juli dan berputar di dalam air laut.


"Aaa."Teriak Juli,karena Nicholas memutarkan tubuhnya hingga mereka terjatuh dan terbawa ombak kembali ke daratan.


"Hahaha."Tawa Nicholas dan Juli bersamaan,karena merasa konyol dengan tindakan Nicholas.


Nicholas melihat Juli yang sedang tertawa lepas akibat dirinya dan Nicholas sangat senang,saat melihat Juli yang begitu bahagia bermain di pantai.


"Ayo kita berenang."Ajak Juli,dia langsung bangkit dan berlari ke area ombak.


"Tunggu aku sayang."Teriak Nicholas,dia menyusul Juli.


Belum sampai mendekati tubuh Juli,Nicholas Langsung terbawa ombak dan kembali ke daratan bersama Juli yang sudah terkena ombak duluan.


"Hahaha,sangat menyenangkan.Ayo kita kembali ke dalam,rasanya tubuhku sangat dingin."Ajak Juli,dia langsung berjalan ingin meninggalkan area pantai.


"Ayo."Balas Nicholas dan menyusul Juli yang meninggalkan area pantai.


Mereka sebelum masuk ke dalam,membersihkan tubuh mereka di halaman.Karena banyak pasir yang menempel di pakaian mereka.Setelah itu mereka masuk ke dalam rumah,Juli langsung masuk ke kamar mandi dan Nicholas mengikutinya.


"Kenapa kamu mengikuti aku?"Tanya Juli yang heran,kenapa Nicholas mengikuti dirinya.


"Aku ingin mandi bersama kamu."Balas Nicholas,karena sangat ingin bersama Juli.


"Ayo lah,bergantian saja."Ucap Juli yang akan menutup pintu kamar mandi.


"Baiklah,terserah kamu saja."Balas Nicholas pasrah.


Juli menutup pintu kamar mandi,dia bergegas mandi dengan cepat memakai sabun di tubuhnya.Karena Juli merasa sangat dingin telah bermain di air laut,dia butuh penghangat di tubuhnya sekarang.


Nicholas melepaskan pakaian basahnya,dia merasa tidak nyaman dengan pakaian basah yang di pakainya dan menunggu Juli di depan pintu kamar mandi.


Juli membuka pintu kamar mandi dan melihat Nicholas di depan pintu,Nicholas yang melihat Juli membuka pintu langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Juli melangkah mundur,karena Nicholas membawa dia masuk ke dalam kamar mandi dan Nicholas menatap dirinya dengan intens,apalagi sekarang dirinya hanya melilitkan handuk di tubuhnya.


"Kamu kenapa?"Tanya Juli yang heran melihat Nicholas menatapnya.


"Aku sangat merindukan kamu."Balas Nicholas dan melangkah maju mendekati Juli.


"Aku selalu ada bersama kamu."Ucap Juli,melangkah mundur.


Nicholas melangkah mendekati Juli sambil menatap Juli dengan intens,Juli terpojok di dinding dan Nicholas menyalakan shower lalu air membasahi tubuh mereka dan Nicholas mencium bibir Juli.Nicholas sangat merindukan Juli dan memperdalam ciumannya.


Juli merasa heran dengan tindakan Nicholas,dirinya terus melangkah mundur dan sekarang tubuhnya menempel di dinding lalu air dari shower jatuh membasahi tubuhnya.Juli menatap Nicholas dan Nicholas malah mencium bibirnya.


Nicholas mendekatkan Juli pada tubuhnya dan memegang kepala Juli dan memperdalam ciumannya,Nicholas mematikan air shower yang membasahi tubuh mereka.


Juli membalas ciuman Nicholas dan matanya sudah tidak perih dengan air yang jatuh dari shower,Juli mengalungkan tangannya ke leher Nicholas.


Mereka menyudahi ciumannya,karena merasa kehabisan nafas.


"Aku dingin."Ucap Juli,karena tubuhnya telah bermain air sangat lama.


"Yasudah,sana kamu segera memakai pakaian."Perintah Nicholas,karena tidak ingin Juli sakit lagi.

__ADS_1


Juli melepaskan handuk basahnya di dalam kamar mandi dan Nicholas melihat semua tindakan Juli di hadapannya.Nicholas langsung mandi,karena dirinya juga merasa dingin.


__ADS_2