Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 51


__ADS_3

Nicholas yang sampai rumah sakit,dia melihat keluarganya sedang berkumpul di depan kamar ruang inap istrinya.Dia menghampiri keluarganya dengan berjalan cepat untuk menanyakan kondisi istrinya.


"Bagaimana dengan kondisi Juli?"Tanyanya,kepada seluruh keluarga yang disitu.


"Dia sedang istirahat,istri kamu langsung pingsan setelah muntah-muntah.Mungkin dia sudah tidak ada tenaga lagi,karena tidak ada asupan makanan dalam tubuhnya."Balas tantenya,menatap Nicholas.


"Baiklah,aku akan masuk."Ucapnya,dia langsung masuk ke dalam kamar rawat inap.


Nicholas melihat ibunya,dia melihat sang ibu sedang menunggu sang istri di sampingnya.Dia melihat wajah sang ibu yang tampak lelah,Nicholas langsung berjalan menghampiri ibunya.


"Bu,kalian pulang saja ke rumah beristirahat.Biarkan,aku yang menjaga istriku di sini."Ucap Nicholas,karena merasa tidak tega melihat keluarganya begitu lelah mengurus istrinya.


"Ibu di sini saja menemani kamu,biarkan yang lain beristirahat di rumah.Agar kita bisa bergantian besok."Balasnya,dia juga merasa kasihan dengan anaknya.


"Baiklah,bu."Balas Nicholas,dia langsung menatap istrinya yang sudah tidak pucat lagi.


Tinggallah Nicholas sendiri yang berada di dalam kamar menjaga Juli,ibunya keluar kamar untuk menyuruh keluarganya beristirahat di rumah.Nicholas menggenggam tangan Juli,dia mencium punggung tangan Juli.Dia sangat tidak ingin Juli kenapa-kenapa,dia merasa kasihan sekarang melihat istrinya yang terbaring di ranjang.


Juli membuka ke dua matanya,dia melihat suaminya berada di samping sedang menunggunya.Dia begitu terusik dengan ciuman di tangannya,hingga dia terbangun.


"Sayang."Panggil Juli,menatap lekat pada suaminya.


"Kamu butuh apa sayang,biar aku ambilkan."Balas Nicholas,melihat istrinya yang sudah sadar.


"Maafkan aku,karena aku merepotkan seluruh keluarga kamu."Ucap Juli,karena merasa bersalah dengan dirinya yang merepotkan semua keluarga Nicholas.


"Kamu tidak perlu minta maaf sayang,mereka semua juga keluarga kamu sendiri.Jangan menganggap dirimu orang asing di keluargaku."Ucap Nicholas,agar Juli mengerti dirinya juga bagian dari keluarga Nicholas.


"Sayang,kamu tidur saja.Aku juga ingin tidur."Balasnya,karena merasa dirinya sangat mengantuk.

__ADS_1


"Tidurlah sayang,nanti aku juga tidur."Jawab Nicholas,mengelus rambut sang istri penuh kasih sayang.


Juli memejamkan kedua matanya,dia begitu sangat mengantuk.Apalagi,perutnya merasa tidak begitu enak.Dia ingin normal lagi seperti biasanya,tidak ingin merepotkan keluarga Nicholas sama sekali.


Juli akhirnya tertidur,dia di temani Nicholas di sisinya.Sedangkan Nicholas yang merasa tubuhnya butuh istirahat,dia memejamkan matanya untuk tidur.


...****************...


Paginya,Juli terbangun dari tidurnya.Dia melihat suaminya yang masih tidur dengan pulas di sisinya,dia membelai rambut suaminya penuh cinta.Juli merasa bersyukur di kelilingi orang-orang baik,apalagi dirinya sangat bersyukur di pertemukan dengan suaminya ini.Dia sekarang bersyukur,karena Berlin sudah tidak menggangu kehidupannya.Apalagi,setelah Nicholas mengganti nomor baru.


Juli mengambil ponsel suaminya,karena suaminya menyimpan ponsel di dekatnya.Dia melihat sebuah pesan dari bagian HRD ke ponsel suaminya,ternyata suaminya sedang mencari orang untuk menggantikan dirinya.Tapi dia begitu senang,karena suaminya mencari seorang pegawai lelaki bukan perempuan untuk menjadi sekretaris penggantinya.


Dia begitu bersyukur dengan suaminya,Nicholas benar-benar menjaga perasaan dirinya.Dia merasa beruntung,memiliki suami yang begitu pengertian terhadap dirinya.Dia perlahan mencium kening suaminya untuk mengungkapkan rasa sayangnya pada Nicholas.


Nicholas merasakan keningnya di cium,dia membuka kedua matanya.Nicholas melihat sang istri yang sudah bangun,dia segera bangun dan melihat ponsel miliknya di tangan Juli.


"Jam berapa sayang?"Tanya Nicholas,karena hari ini dia harus bertemu dengan klien penting.


"Aku hari ini harus bertemu klien penting,kamu tidak apa-apa kan di tinggal sebentar?"Tanya Nicholas,karena dia harus meninggalkan Juli.


"Tidak apa-apa sayang,temui saja klien kamu.Cepat kamu pulang,takutnya kamu telat sayang."Balas Juli,karena dia tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya.


"Baiklah,aku pulang dulu.Kamu jangan lupa makan."Ucap Nicholas dan langsung mencium kening istrinya.


Juli melihat kepergian Nicholas,dia tidak bisa melarang Nicholas untuk menemaninya.Dia begitu sadar,karena Nicholas orang penting di perusahaannya.Apalagi semua karyawan,bergantung dengan hasil Nicholas.Dia tidak bisa bertindak egois,apalagi selama ini Nicholas selalu memprioritaskan dirinya.Juli memilih menelepon Sasa,agar sahabatnya bisa menemaninya di rumah sakit.


"Hallo,ada apa Jul?"Jawab Sasa,di seberang telepon.


"Bisakah,kamu menemaniku di rumah sakit?"Tanya Juli,berharap sahabatnya bisa datang.

__ADS_1


"Maaf Jul,aku masih sibuk sekarang."Jawab Sasa,karena begitu teliti mempersiapkan acara pernikahannya.


"Baiklah,kalau gitu."Balas Juli pasrah.


"Aku akan mempercepat urusanku hari ini,kamu kirim saja nama rumah sakit dan nomor kamar kamu di rawat.Sudah dulu ya,Jul."Ucap Sasa,mematikan teleponnya.


...****************...


Sedangkan Nicholas,dia sedang menunggu kliennya di ruang meeting perusahaannya.Tidak lama,kliennya datang menghampiri Nicholas di ruang meeting.Dia begitu terkejut,melihat seseorang di hadapannya.


"Sudah lama,kita tidak berjumpa."Ucapnya,tersenyum kepada Nicholas.


"Iya sudah lama sekali,kita tidak berjumpa."Balas Nicholas,menatap mantan kekasihnya.


"Aku tidak menyangka,jika NJ Group adalah perusahaan kamu."Ucapnya,menghampiri Nicholas.


"Aku juga tidak menyangka,jika kamu pemilik CN Group."Balas Nicholas,begitu tidak menyangka dirinya bertemu kekasih lamanya.


"Aku terpaksa meneruskan perusahaan ini,kamu tau sendiri ayahku bagaimana."Ucapnya,karena dia tidak bisa menolak ucapan ayahnya.


"Aku paham dengan sifat ayahmu,lagi pula kamu anak satu-satunya.Menurutku,sangat wajar seorang ayah begitu ingin anaknya mengurus perusahaannya sendiri."Balas Nicholas,menatap mantan kekasihnya dengan intens.


"Mari,kita bahas kerja samanya dulu."Ucapnya,menatap Nicholas begitu intens.


"Baiklah,silahkan siapkan materi kamu."Ujar Nicholas,karena dia sudah siap dengan materi kerja sama di tangannya.


Nicholas melihat aktifitas yang dilakukan perempuan di hadapannya,apalagi mereka sudah tidak bertemu selama dua tahun.Dia masih sama seperti dulu,selalu mengeluh dengan setiap hal yang tidak dia inginkan.


Mereka mulai membahas kerja sama secara rinci,mereka bersikap profesional dengan kerjaan mereka.Mereka membahas kerja sama mereka begitu teliti,hingga menghabiskan waktu hingga tiga jam.Mereka tidak ingin ada kesalahan sedikitpun,apalagi mereka tidak ingin ada kerugian dalam proyek kerja sama mereka.Pengeluaran yang di keluarkan mereka tidak sedikit,bahkan lebih besar dari yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Namun mereka tetap menjalankan kerja sama mereka,karena keuntungannya lebih besar.Meski mengeluarkan harga yang besar,namun keuntungan yang di dapatkan juga merasa tidak sia-sia.


__ADS_2