
Juli sedang makan di ruang makan,dia sudah menyiapkan bekal untuk suaminya.Dia menunggu suaminya yang turun,dia tidak ikut pergi ke kantor.Karena merasa begitu lelah,setelah liburan kemarin.
"Sayang,cepat turun."Teriak Juli di lantai bawah.
"Ini aku sudah turun sayang."Balas Nicholas,karena Juli berteriak memanggil dirinya.
"Yasudah,cepat kamu sarapan dulu."Perintah Juli,menyuruh suaminya untuk sarapan.
Nicholas mendekat ke arah Juli,dia mencium bibir Juli sekilas.Nicholas langsung duduk di samping Juli,dia makan hidangan yang di persiapkan Juli.
"Kamu yakin tidak ikut bersama diriku?"Tanya Nicholas,menatap sang istri.
"Tidak sayang,aku begitu sangat lelah.Aku percaya dengan kamu,kamu tidak akan mengulangi perbuatan kamu lagi."Balas Juli,sambil menyuapkan makanan pada mulutnya.
Nicholas mengangguk mendengar ucapan Juli,dia merasa bersalah saat ini terhadap istrinya.Nicholas merasa Juli begitu mempercayainya,sedangkan dia malah masih mengkhianati Juli.
"Sayang,agar kamu tidak bosan.Kamu ajak saja ibu atau Zoya untuk berbelanja,habiskan saja uangku."Perintah Nicholas,menyuruh istrinya untuk bersenang-senang.
"Oh,iya sayang.Kemarin Zoya mengajak aku pergi ke Korea,kamu mau mengizinkan aku tidak?"Tanya Juli,menatap suaminya.
"Berdua saja?"Tanya Nicholas,menatap istrinya.
"Iya sayang,kita hanya berdua saja."Balas Juli,berharap suaminya mengizinkan dirinya.
"Tidak usah,aku takut kamu kenapa-kenapa.Lagi pula,baby Ken kasihan."Ucap Nicholas,tidak mengizinkan Juli pergi.
"Yah,tidak asik ah."Cemberut Juli,karena Nicholas tidak mengizinkannya.
"Aku akan mengejar deadline pekerjaanku dulu,nanti kita pergi bersama-sama."Ucap Nicholas,menatap istrinya yang cemberut.
"Beneran sayang?"Tanya Juli,begitu senang saat mendengar ucapan Nicholas.
__ADS_1
"Iya sayang,aku sudah selesai.Aku pergi dulu ke kantor,kamu hati-hati di rumah."Balas Nicholas,dia mencium kening Juli dan langsung meninggalkan Juli.
Juli melihat Nicholas yang sudah pergi,dia begitu senang saat ini.Karena Nicholas akan mengajak dirinya liburan,jadi dia akan bersabar menunggu Nicholas mempunyai waktu luang untuk dirinya.
...****************...
"Iya,Zoya.Kita tidak bisa pergi pergi ke korea,kakak kamu tidak mengizinkannya sama sekali."Ucap Juli,memberi tahu Zoya di telepon.
"Kak Nicholas,tidak asik."Balas Zoya,kesal dengan kakaknya.Karena tidak mengizinkan mereka pergi berdua.
"Dia khawatir dengan baby Ken,tapi dia bilang sih.Dia akan mengajak kita pergi ke Korea,namun kita harus sabar dulu.Agar kakak kamu bisa mengejar deadline pekerjaannya dulu."Ucap Juli,memberitahu Zoya.
"Kakak tidak ikut ke kantor?"Tanya Zoya.
"Tidak,kakak merasa lelah.Apalagi tau sendiri,di sana tidak ada pengasuh baby Ken."Keluh Juli,karena tetap dirinya yang menjaga baby Ken.
"Iya juga sih,biarkan saja kak Nicholas sibuk.Lagi pula,agar kita bisa cepat-cepat berlibur."Ucap Zoya,sudah tidak sabar ingin pergi ke Korea.
"Gimana hubungan kamu dengan pacar kamu?"Tanya Juli,ingin mendengar kisah cinta adik iparnya.
"Kenapa bisa putus?"Tanya Juli berhati-hati.
"Karena aku ingin putus saja kak,lagi pula ya kak.Aku merasa tidak bebas berpacaran dengan dia,terlalu posesif dan mengatur kehidupan aku.Bahkan,aku dekat-dekat dengan teman laki-laki atau teman perempuan saja tidak boleh.Membuat aku benar-benar kesal,nanti yang ada aku tidak punya teman lagi."Cerita Zoya,menceritakan mantan pacarnya.
"Tapi dia menerimanya begitu saja?"Tanya Juli,begitu kepo sekarang.
"Dia marah kak,aku bilang saja.Aku tidak ingin buang-buang waktu dengan pacaran,aku ingin fokus dulu menjalankan bisnis aku.Lagi pula,ayah aku melarang aku berpacaran.Jika kamu berani,kamu bertemu saja dengan ayah aku."Balas Zoya,begitu senang menceritakan kehidupan asmaranya terhadap Juli.
"Terus-terus?"Tanya Juli,ingin mendengar jawaban lelaki itu.
"Dia akhirnya menyetujuinya begitu saja,karena dia tidak ingin bertemu ayah.Mungkin,dia takut sama ayah.Bahkan aku pikir,bisa saja dia hanya memanfaatkan diriku saja."Ujar Zoya,menceritakan apa yang ada di pikirannya.
__ADS_1
"Tapi kamu bagus sih,menantang dia seperti itu.Jika dia laki-laki serius,pasti dia akan datang menemui orang tua kita."Ucap Juli,setuju dengan pikiran Zoya.
"Nah,seperti itu kak yang aku mau.Aku sudah lelah,jika harus berpacaran dengan laki-laki yang hanya memanfaatkan diriku saja."Celoteh Zoya,merasa rugi telah berpacaran.
"Jika ada laki-laki yang serius terhadap kamu,aku yakin dia akan menghampiri orang tua kita dan berniat serius terhadap kamu."Ucap Juli,mengutarakan pendapatnya.
"Kamu benar kak,baby Ken lagi apa sekarang?"Tanya Zoya,menanyakan keponakannya.
"Dia sedang bermain dengan aku,dia begitu gemas saat ini.Aku sudah tidak sabar,ingin melihat baby Ken berjalan."Balas Juli,menceritakan ketidak sabarannya terhadap baby Ken.
"Nanti juga,baby Ken bisa berjalan.Aku juga sudah tidak sabar,ingin mendengar panggilan aunty dari mulut baby Ken."Ucap Zoya,dia begitu ingin mengajak baby Ken berbicara.
"Mau kakak alihkan menjadi video call?"Tanya Juli,mengutarakan pikirannya.
"Boleh kak."Balas Zoya,dia begitu senang.
Juli langsung mengarahkan ponselnya terhadap baby Ken,dia mendengar celotehan Zoya yang mengajak bermain terhadap baby Ken.
"Hai baby ganteng,sini main ke rumah nenek.Aunty begitu ingin menggendong kamu."Ucap Zoya,melihat baby Ken begitu gemas.
"Sabar ya,aunty.Nanti kita ketemu,nunggu papa aku libur."Ucap Juli,menirukan suara anak kecil.
"Oh,iya kak.Teleponnya aku tutup dulu ya,ada panggilan dari bawahanku."Ujar Zoya,berbicara terhadap Juli.
"Ok,matikan saja."Balas Juli dan melihat sambungan telepon langsung terputus,karena di matikan Zoya.
"Anak mamah,bobo siang dulu yuk.Kita tidur,sambil tunggu papah pulang ya."Ucap Juli,berbicara pada anaknya.
Juli langsung memberikan asi terhadap anaknya,dia sambil menyanyikan lagu pengantar tidur.Juli begitu bahagia di temani anaknya saat ini,dia merasa beruntung memiliki anak setampan baby Ken.
Setelah baby Ken tidur,Juli menyimpan baby Ken di ranjang boxnya.Dia langsung berjalan lagi ke arah ranjang,dia membaringkan tubuhnya saat ini.
__ADS_1
"Semoga suamiku,tidak di ganggu lagi oleh Clara dan aku berharap Clara tidak mengganggu kami."Ucap Juli,berharap rumah tangganya baik-baik saja.
Juli menghela nafasnya,dia mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat.Karena dia nanti sore,berencana menyiapkan makan malam untuk suaminya.Sehingga dia harus tidur,agar istirahatnya cukup.