Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 48


__ADS_3

Jika bertemu kamu adalah keberuntungan dalam hidupku,maka aku tidak akan melepaskan keberuntungan ini.Meski takdir mencegah keberuntungan ini,aku tidak perduli sama sekali dan aku akan tetap menggenggam keberuntungan ini.


Begitulah,cara Juli tetap mempertahankan suaminya yang tampan ini.Meski masalah datang bergantian,tapi dia tetap akan menggenggam keberuntungannya.Dia menatap suaminya dengan bahagia,dia begitu terpesona dengan ketampanan suaminya.


"Hai,tampan.Apakah kamu akan tetap tidur sampai siang."Gumamnya,sambil menatap wajah suaminya.


Dia begitu gemas dengan lelakinya ini,dia tau hari ini adalah hari kemerdekaan mereka.Juli langsung bergegas pergi ke kamar mandi,dia merasa tidak enak bangun siang di rumah ibunya Nicholas.Meski mereka paham dengan rasa lelahnya,tapi dia tetap merasa tidak begitu enak di depan keluarga Nicholas.


"Sayang,aku turun ke bawah.Aku tidak akan mengganggu tidur kamu."Teriak Juli,dia langsung menutup pintu kamarnya.


Nicholas membuka matanya,dia langsung bergegas ke kamar mandi.Keluarganya akan mengadakan camping di hutan,jadi dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


...****************...


Juli melihat perlengkapan camping mereka yang begitu banyak,dia masih memikirkan cara membawa barang begitu banyak ke atas gunung.Dia benar-benar heran dengan keluarga Nicholas,camping tapi serasa mau pindah rumah.


"Ada yang bisa aku bantu?"Tanya Juli,sambil melihat keluarga Nicholas yang sibuk memasukkan barang ke dalam bagasi mobil.


"Tidak ada,ini sudah hampir selesai."Jawab ayah Nicholas.


"Kakak ipar,kak Nicholas sudah bangun belum?"Tanya Zoya,karena tidak melihat kakaknya yang membuntuti kepada kakak iparnya.


"Tau ah,di bangunkan juga masih tidur."Balas Juli,dia duduk di teras depan.


"Siram aja,pakai air kakak."Usul Zoya cekikikan,agar kakaknya di siram air.


"Ide kamu bagus juga Zoya."Jawab Juli,dia langsung berdiri.


Ketika Juli berbalik,dia melihat Nicholas yang ada dihadapannya.Dia menelan ludahnya sendiri,dia takut pembicaraannya sama Zoya didengar oleh Nicholas.


Nicholas menatap Juli,dia mendengar semua pembicaraan Juli dan Zoya.Dia langsung menarik tangan Juli ke pelukannya,dia memeluk Juli begitu erat.


"Kamu mau siram aku,sayang?"Tanya Nicholas,semakin erat memeluk Juli.


"Zoya,tolongin aku dong."Ucap Juli,karena tidak bisa melepaskan pelukan Nicholas.

__ADS_1


"Maaf kak,aku mundur."Balas Zoya,tidak mau membantu kakak iparnya.


"Ibu,tolongin aku.Nicholas nakal bu."Teriak Juli,mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Nicholas.


Tiba-tiba kuping Nicholas di jewer ibunya,sehingga membuat Nicholas melepaskan pelukannya terhadap Juli


"Aduh sakit,ini siapa sih yang menjewer ku."Protes Damian,memegang kupingnya.


"Haha,makasih bu."Ucap Juli,karena Nicholas di jewer ibunya.


"Hahaha,rasain kamu kak."Ujar Zoya,begitu puas melihat kakaknya di jewer.


"Ampun bu,ampun.Tolong lepasin."Rintih Nicholas,karena kupingnya sakit di jewer ibunya.


"Ayo,kita pergi keburu sore."Ajak ayah Nicholas.


Mereka bergegas masuk ke dalam mobil,mereka pergi menggunakan dua mobil dan meninggalkan rumah ibunya Nicholas.


...****************...


Mereka sampai di tempat tujuan,Juli kira mereka beneran camping naik gunung.Ternyata,malah ke vila yang berada di puncak.


"Tidak sayang,kita camping nya di vila.Kita tetap mendirikan tenda untuk seru-seruan saja sayang."Balas Nicholas tersenyum.


Juli segera bergegas membantu keluarga Nicholas,membawa barang-barang ke dalam vila.Dia merasa udara di vila begitu dingin,dia mengelus tubuhnya karena merasa dingin.Dia heran dengan udara di puncak begitu dingin,padahal hari masih siang.


"Kamu kedinginan sayang?"Tanya ibu Nicholas,menatap menantunya yang mengusap-usap tubuhnya.


"Iya bu,disini begitu dingin."Jawabnya,dia merasa penyakit flu akan menghampirinya.


"Kamu bawa jaket sayang?"Tanya Nicholas,menatap istrinya.


"Sepertinya,bawa sayang di dalam tas."Balas Juli,menatap suaminya.


Nicholas bergegas mencari tas milik mereka,setelah ketemu dia langsung mencari Jaket untuk Juli.Dia segera bergegas menghampiri istrinya,dia melihat wajah istrinya yang pucat.Bahkan sekarang istrinya bersin-bersin,membuat dia jadi panik.

__ADS_1


Juli merasakan jaket pada tubuhnya,dia langsung melihat Nicholas yang menutupi tubuhnya dengan jaket.Dia di bawa Nicholas ke sebuah kamar di vila,Juli langsung berbaring di kasur.


"Baru juga sampai sayang,kamu udah bersin aja."Ucap Nicholas,memberikan kehangatan di telapak tangan Juli.


"Memangnya,aku tau diriku bakal seperti ini."Protes Juli,menatap langit-langit kamar.


"Kamu istirahat saja sayang,aku buatkan teh hangat mau?"Tanya Nicholas,tidak ingin istrinya sakit.


"Baiklah,maaf merepotkan kamu sayang."Ucap Juli,merasa merepotkan suaminya.


Nicholas langsung keluar kamar,dia bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan teh.Dia begitu khawatir terhadap istrinya,apalagi melihat sang istri begitu pucat.


Juli yang berada di kamar,sekarang perutnya begitu mual.Dia sepertinya masuk angin,dia begitu ingin muntah.Juli turun dari ranjang,dia langsung bergegas ke kamar mandi.Juli langsung muntah-muntah di dalam kamar mandi,dia langsung lemas dan terduduk di kamar mandi.Sekarang,dirinya begitu pusing.Dia langsung muntah-muntah lagi,perutnya begitu tidak enak.


Juli mencoba bangun,tapi dia benar-benar lemas.Dia merasakan pandangannya mulai buram,hingga dia terjatuh pingsan di dalam kamar mandi.


Nicholas kembali ke kamarnya,membawakan teh hangat untuk istrinya.Dia tidak menemukan istrinya di atas ranjang,dia mencari ke dalam kamar mandi dan melihat Juli yang tergeletak di kamar mandi.


"Sayang."Ucap Nicholas,berlari menghampiri Juli.


Nicholas membopong Juli,dia membawa Juli ke luar kamar mandi.Dia bergegas membaringkan tubuh Juli di ranjang,setelah itu dia keluar kamar dan mencari ibunya.


"Ibu,ibu tolong Juli pingsan."Teriak Nicholas panik.


Mereka mendengar Nicholas berteriak,bergegas menghampiri Nicholas.Mereka melihat wajah Nicholas yang panik,bahkan wajah Nicholas yang pucat.


"Ada apa?"Tanya mereka,karena melihat Nicholas begitu panik.


"Juli pingsan."Jawab Nicholas.


Mereka bergegas terburu-buru melihat kondisi Juli,benar saja Juli begitu pucat dan tidak sadarkan diri.Ibu Nicholas langsung menghubungi sahabatnya yang seorang dokter,dia menyuruh sahabatnya untuk datang ke vila.


Mereka masih berkumpul di dalam kamar Juli,mereka menunggu kedatangan dokter yang di panggil ibunya Nicholas.Semua merasa tegang,karena melihat wajah pucat Juli yang tidak hilang.


Nicholas menggenggam tangan Juli,dia tidak ingin Juli kenapa-kenapa.Dia berharap Juli baik-baik saja,dia begitu terluka saat melihat Juli yang tidak sadarkan diri di kamar mandi.

__ADS_1


"Sayang bangun."Panggil Nicholas,begitu sedih melihat Juli yang belum sadar.


Mereka merasa iba,melihat Nicholas yang begitu tersiksa.Mereka langsung keluar kamar,sambil menunggu kedatangan dokter sampai vila.


__ADS_2