Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 81


__ADS_3

Semalaman Nicholas kurang istirahat,karena harus menggendong anaknya.Anaknya begitu rewel semalaman,dia tidak tega istrinya menggendong anaknya.Apalagi,jahitan istrinya masih belum kering.


"Sayang,kamu tidurlah.Aku tidak tega,melihat kamu yang begitu kelelahan."Perintah Juli,karena melihat lingkaran hitam di mata suaminya.


"Iya sayang,aku akan tidur.Aku benar-benar lelah,ingin tidur sebentar."Ucap Nicholas,dia menyerahkan anaknya ke Juli dan Nicholas langsung tidur di samping Juli.


Juli langsung memberikan asi kepada anaknya,dia mengusap-usap anaknya supaya tidur.Apalagi,dia merasa kasihan anaknya rewel semalaman.Benar saja,anaknya langsung tidur lelap saat ini.Dia menaruh anaknya di tempat tidur bayi,sedangkan dia menghampiri suaminya yang sudah tidur.


"Terimakasih sayang,kamu sudah begitu menyayangi aku dan anak kita."Ucap Juli,dia mencium kening suaminya.


Juli langsung turun dari ranjang,dia memilih membersihkan dirinya sekarang.Dia merasa begitu lengket sekarang,setelah selesai dia memilih pergi ke dapur dan memasak beberapa makanan untuk sarapan.


"Nyonya,biar saya saja yang memasak."Ucap pelayan,karena tidak tega melihat majikannya yang sakit harus masak.


"Tidak apa-apa bi,aku merasa tidak enak harus merepotkan bibi."Balas Juli,karena bagaimanapun rumahnya sudah di bersihkan oleh pelayannya seorang diri.


"Tidak apa-apa,ini tugas saya.Nyonya lebih baik istirahat saja,jahitan nyonya belum kering dan nanti takut terbuka lagi."Ucap pelayan,karena tidak tega.


"Maaf,aku merepotkan bibi."Ujar Juli,dia begitu tidak enak hati dengan Pelayannya.


"Tidak apa nyonya,ini juga termasuk tugas saya.Justru saya yang tidak enak,karena saya seharusnya yang memasak bukan nyonya."Balas pelayan,dia langsung mengambil alih pekerjaan Juli.


"Tidak apa-apa bi,lagian aku suka memasak."Ucap Juli,dia melihat pelayan yang mengambil alih pekerjaannya.


Juli memilih kembali ke kamarnya,dia begitu bosan sekarang.Juli langsung menghubungi Sasa,dia ingin memberitahu Sasa soal kelahiran anaknya yang begitu cepat.


"Hallo Jul,ada apa?"Tanya Sasa,dia melihat Juli begitu pucat saat ini di layar ponselnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Sa,memangnya tidak boleh aku video call kamu."Balas Juli,sambil tersenyum.


"Kamu sakit apa Jul? Wajah kamu begitu pucat?"Tanya Sasa,merasa tidak biasanya wajah Juli seperti ini.


Juli langsung mengarahkan ponselnya kepada anaknya,Sasa di sana langsung begitu heboh melihat anaknya.


"Hey baby gemes,siapa namanya.Aunty ingin gendong kamu."Ucap Sasa,dia begitu gemas melihat anak Juli di layar ponselnya.


"Aku belum di kasih nama aunty."Balas Juli,karena anaknya memang belum di berikan nama sama sekali.


"Kamu laki-laki atau perempuan sayang?"Tanya Sasa,dia begitu gemas dengan anaknya Juli.


"Aku laki-laki aunty,aunty cepat kesini."Balas Juli,menirukan suara anak kecil.


"Gemas sekali sih kamu,aunty begitu ingin menggendong kamu."Ucap Sasa,dia benar-benar ingin menggendong anaknya Juli.


"Sini aunty,gendong aku."Balas Juli,dia langsung mengarahkan layar ponselnya terhadap dirinya.


"Ada masalah dalam kandunganku,sehingga kemarin aku melakukan operasi.Tapi aku beruntung Sa,kami berdua tidak kenapa-kenapa."Balas Juli,dia bercerita dengan senang.


"Aku sudah tidak sabar,ingin secepatnya menikah dan punya anak."Ucap Sasa,dia begitu ingin punya anak sekarang.


"Maaf ya Sa,sepertinya aku tidak bisa hadir di pernikahan kamu."Ujar Juli,karena dia tidak mungkin menghadiri pernikahan Sasa.


"Tidak apa-apa Jul,aku mengerti.Lagi pula,kamu baru saja melahirkan.Do'a kan saja,agar acaraku nanti berjalan lancar."Balas Sasa,dia juga mengerti dengan kondisi Juli yang sulit untuk datang ke acara pernikahannya.


"Iya,aku berharap semuanya berjalan lancar dan tanpa ada hambatan sama sekali."Ucap Juli,semoga acara sahabatnya ini berjalan lancar.

__ADS_1


"Baiklah,terima kasih.Aku berharap semoga kamu secepatnya pulih,maaf aku tidak bisa menengok anak kamu saat ini."Balas Sasa,karena dia juga sibuk mengurus acaranya sendiri.


"Tidak apa-apa Sa,lagian aku juga mengerti dengan kondisi kamu saat ini."Ucap Juli,dia memberikan senyuman terhadap Sasa.


"Baiklah,sudah dulu ya Jul."Balas Sasa,karena dia masih sibuk dengan urusannya.


"Ok Sa."Ucap Juli,dia langsung mematikan sambungan teleponnya.


Juli mendengar ponsel Nicholas bergetar,dia langsung mengambil ponsel Nicholas.Dia melihat pesan masuk yang di kirim Clara,dia terkejut dengan pesan yang di kirim Clara.


"Dia benar-benar tidak tahu malu,bisa-bisanya mengirim pesan seperti ini.Padahal Clara tau,jika Nicholas sudah memiliki istri."Gumamnya tidak habis pikir,karena Clara begitu berani mengatakan kata cinta pada suaminya.


Juli melihat semua pesan Clara yang di kirim ke suaminya,dia menggelengkan kepalanya tanpa sadar.Juli merasa lega,karena Nicholas tidak membalas pesan yang di kirim oleh Clara.Menurutnya,Clara benar-benar seorang penggoda.Karena bisa-bisanya,mengirim pesan yang membuat harga dirinya turun.


Juli langsung meletakan ponsel Nicholas,dia langsung melihat wajah suaminya.Dia begitu beruntung memiliki suami seperti Nicholas,karena dia tidak meladeni wanita lain dan memilih menjaga perasaannya sendiri.


"Aku mencintai kamu sayang."Ucap Juli,dia mencium bibir Nicholas sekilas.


Juli memilih membaringkan tubuhnya saat ini,sambil menunggu makanan sudah siap.Dia melihat sosial media miliknya sendiri,tanpa sadar dia melihat postingan Zoya adik iparnya.


"Zoya berkencan dengan siapa?"Tanya Juli pada dirinya sendiri,dia melihat Zoya yang berpegangan tangan bersama seorang laki-laki.


Juli memberikan komentar di foto Zoya,dia begitu penasaran dengan pacar adik iparnya.Juli merasa seperti tidak asing melihat punggung pasangan adik iparnya,dia langsung melanjutkan melihat-lihat hal lain.Tanpa sadar Juli mengantuk,dia secara perlahan memejamkan matanya dan tidur.


Sedangkan pelayan Juli,dia sudah selesai menyiapkan makanan untuk majikannya.Dia menata rapi semua makanan yang di masaknya di meja makan,dia langsung pergi ke atas memberi tahu majikannya.


"Nyonya,makanan sudah siap."Ucap pelayan,sambil mengetuk pintu kamar majikannya.

__ADS_1


Dia menunggu,namun tidak ada reaksi sama sekali dari dalam kamar.Dia langsung turun ke bawah,dia berpikir mungkin majikannya sedang istirahat.Dia tidak berani mengganggunya,karena takut mereka kurang istirahat.Pelayan tersebut,memilih melanjutkan tugasnya kembali dan tidak mengganggu majikannya yang sedang istirahat.


Sedangkan Juli di dalam kamar,dia mendengar ketukan pintu.Namun dia memilih tidur,karena dirinya benar-benar mengantuk.Dia tidak perduli dengan perutnya yang lapar,dia sangat butuh istirahat sekarang dan melanjutkan tidurnya.


__ADS_2