Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 27


__ADS_3

Juli terbangun dari tidurnya dan melihat Nicholas yang membelakangi dirinya,Juli melihat tubuh Nicholas yang menurutnya gagah.Juli bangun dari tidurnya dan membuat posisi Nicholas jadi telentang,Juli melihat wajah Nicholas yang menurutnya sangat tampan dan bahkan dia saja tidak ingin melepaskan Nicholas dari hidupnya.


Juli terhipnotis dengan ketampanan Nicholas dan dia terpesona memilih Nicholas jadi pacarnya,sekarang dia merasa hidupnya bergantung pada Nicholas.Juli tersenyum melihat Nicholas yang tertidur nyenyak seperti itu dan tanpa sadar dia mengelus wajah Nicholas dengan perasaan senang di hatinya.


Nicholas merasakan sentuhan lembut di wajahnya,namun dia sangat mengantuk tidak ingin membuka matanya dan dia memilih tidur,karena rasa kantuk benar-benar menyerang dirinya.


Juli tersenyum Nicholas tidak bangun dan jari telunjuknya berhenti di bibir Nicholas,Juli mengingat setiap ciuman bersama Nicholas.Jari telunjuk Juli turun ke leher dan melihat tubuh Nicholas yang benar-benar di kagumi kaum hawa seperti dirinya,dia merasa beruntung jatuh ke dalam cinta Nicholas meski kehidupannya sekarang berantakan.


"Aku sangat beruntung bertemu kamu sayang."Ucap Juli yang melihat wajah Nicholas yang tampan.


Juli melihat bibir Nicholas yang seperti menggoda dirinya dan Juli mencium bibir Nicholas sekilas takut Nicholas bangun.


Nicholas masih terlelap merasa kurang tidur,apalagi dia merasa lelah telah bermain bersama Juli.


Juli merasakan tubuhnya panas,meski hanya mencium Nicholas sekilas lalu Juli mendambakan sentuhan Nicholas pada dirinya.Juli melihat ke arah adik Nicholas yang bangun,dia jadi membayangkan hubungan yang sangat dalam dengan Nicholas.


"Sadar Jul."Ucap Juli memukul kepalanya,agar tidak membayangkan yang aneh-aneh.


Juli memilih beranjak dari ranjangnya dan takut keluarga Nicholas datang lalu Juli memilih ke dapur untuk memasak makanan.


Juli memilih hidangan sederhana saja untuk makan malam bersama keluarga Nicholas,meski tidak tau mereka akan datang jam berapa.Juli bergelut dengan peralatan dapur dengan begitu lincah saat memasak,Juli merasa memasak adalah hobinya dan dirinya sangat senang memasak makanan.


Setelah bergelut di dapur,Juli langsung menghidangkan makanan di atas meja dan menutup makanannya agar tidak ada hewan yang memakan masakan dirinya.


Juli mencuci pakaian yang dia pakai kemarin,karena mereka hanya sedikit membawa pakaiannya.Juli dengan sabar menunggu pakaian mereka di cuci,setelah itu dia keringkan.Setelah mencuci selesai,dia berfikir besok saja menjemur pakaiannya dan merasa dirinya sangat ingin mandi.


Juli masuk ke dalam kamar dan langsung bergegas ke kamar mandi lalu mengisi bak mandi dan langsung berendam di bak mandi,dia merasa sangat segar saat berendam di bak mandi seperti ini.Juli merasakan ketenangan dengan aroma terapi yang di nyalakan nya dan tanpa sadar merasa rileks dengan tubuhnya lalu tertidur di bak mandi.


Nicholas membuka matanya,tangannya langsung meraba Juli yang di sampingnya dan tidak melihat Juli di sampingnya.Nicholas turun dari ranjangnya dan keluar kamar untuk mencari Juli,Nicholas melihat masakan yang di buat Juli di atas meja.


Nicholas tidak menemukan Juli di lantai bawah dan naik ke lantai atas lalu menuju kolam renang,tapi Juli tidak ada di sana dan dia mencoba mencari Juli di kamar mandi.Nicholas membuka kamar mandi lalu melihat Juli yang sedang berendam,Nicholas menggelengkan kepalanya melihat Juli yang tidur di bak mandi.


"Aku lelah mencari kemana-mana,dia malah tidur di sini."Gumam Nicholas yang melihat Juli merasa segar.


Nicholas mendekat ke arah Juli dan melihat dada Juli yang menyembul di dalam air,dia membangunkan Juli untuk tidak tidur di bak mandi.


"Sayang bangun."Panggil Nicholas yang membangunkan Juli.


Juli yang tertidur nyenyak langsung membuka matanya,karena Nicholas membangunkan dirinya.


"Bisa-bisanya kamu tidur di sini si sayang."Ucap Nicholas yang melihat Juli sudah terbangun.


"Kapan kamu kesini?"tanya Juli yang langsung menutup tubuhnya.


"Aku baru saja datang."Balas Nicholas yang menatap Juli dengan intens.


Juli menegang saat Nicholas melihat dirinya yang begitu intens,dia semakin menutup tubuhnya.


Nicholas sadar tubuh Juli menegang,karena tatapannya yang begitu intens terhadap Juli.Nicholas sengaja,agar membuat Juli panik dengan tindakannya.


"Sayang."Panggil Juli yang merasa tidak enak di tatap seperti itu oleh Nicholas.


"Hmm."Balas Nicholas yang masih menatap Juli.


"Sayang,jangan menatap aku seperti itu."Protes Juli yang nyalinya menjadi ciut.


"Cepat bangun,aku tidak habis pikir dengan kamu."Ujar Nicholas yang heran dengan Juli.


"Tidak habis pikir kenapa?"Tanya Juli yang bingung dengan ucapan Nicholas.


"Kamu bisa-bisanya tidur di bak mandi."Balas Nicholas langsung menyentil jidat Juli.


"Aku ketiduran."Ucap Juli menjelaskan.


"Yasudah cepat mandi."Perintah Nicholas yang melihat Juli masih nyaman di bak mandi.

__ADS_1


"Iya,kamu pergi dulu sana."Usir Juli,karena tidak bisa beranjak dari bak mandi.


"Baiklah,jangan lama-lama."Perintah Nicholas yang langsung meninggalkan Juli di kamar mandi.


"Akhirnya pergi juga."Ucap Juli mengelus dadanya,melihat Nicholas sudah keluar.


Juli langsung beranjak dari kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi lalu Juli segera membersihkan tubuhnya,menggunakan air shower yang membasahi tubuhnya.


Setelah selesai,Juli keluar dari kamar mandi dan di ranjang Nicholas sedang menatap dirinya.Juli bingung dengan tatapan Nicholas terhadap dirinya.


"Kenapa kamu menatap aku seperti itu?"Tanya Juli yang melihat Nicholas menatap dirinya.


"Kamu cantik dan seksi."Balas Nicholas yamg tersenyum dengan Juli.


"Sana cepetan kamu mandi,agar tubuh kamu segar."Perintah Juli yang melihat tatapan Nicholas.


"Iya sayang."Ucap Nicholas beranjak dari kasur lalu menghampiri Juli.


"Kenapa kamu mendekati aku?"tanya Juli yang mundur,karena Nicholas mendekati nya.


"Tubuh kamu wangi."Balas Nicholas yang mencium aroma di sekitar tubuh Juli.


"Ya jelas wangi,orang habis mandi."Ujar Juli yang heran dengan ucapan Nicholas.


"Sayang kamu menggodaku?"tanya Nicholas yang melihat tubuh Juli yang putih mulus.


"Siapa yang menggoda kamu."Sewot Juli menatap Nicholas garang.


"Buktinya kamu begitu seksi,meski hanya menggunakan handuk di tubuh kamu."Ucap Nicholas tersenyum penuh arti.


Juli langsung menyentil jidat Nicholas,seperti Nicholas menyentil jidatnya.Karena dia benar-benar kesal dengan ucapan Nicholas terhadap dirinya.


"Sakit sayang."Rintih Nicholas,karena Juli menyentil jidatnya dengan keras.


"Mau melakukan pertempuran denganku?"tanya Nicholas,karena dia ingin menggoda Juli.


"Tidak,minggir sana.Aku mau siap-siap menyambut kedatangan keluarga kamu."Balas Juli yang merasa gila dengan ucapan Nicholas.


"Aku merasa gila di buat kamu,kenapa tubuhku selalu menginginkan dirimu sayang."Ujar Nicholas yang merasa heran dengan dirinya.


"Nicholas cepetan,aku tidak ingin bermain-main dengan kamu."Kesal Juli,karena Nicholas membuat dirinya kesal.


Nicholas yang melihat Juli kesal terhadap dirinya langsung pergi meninggalkan Juli dan masuk kamar mandi.Setelah kepergian Nicholas Juli langsung memakai pakaian dan merapikan penampilannya.


Setelah dirinya merasa rapi,dia langsung turun ke lantai bawah sambil melihat ponselnya dan menunggu Nicholas yang mandi.


Nicholas yang sudah rapi langsung turun menyusul Juli dan melihat Juli yang memainkan ponselnya.


Juli melihat Nicholas yang sedang melangkah menghampiri dirinya.


"Kenapa keluarga kamu belum sampai?"Tanya Juli khawatir,karena mereka belum sampai.


"Sabar sayang aku telepon dulu."Balas Nicholas yang langsung menelepon ibunya.


"Bukannya di pesawat tidak boleh menyalakan hp ya?"tanya Juli yang bingung dengan tindakan Nicholas.


"Aku lupa,rasanya mereka naik mobil kesini."Balas Nicholas yang menepuk jidatnya.


"Bisa-bisanya."Ujar Juli yang menggelengkan kepalanya.


Tidak lama terdengar suara pesawat yang begitu kencang,Juli yang mendengarnya langsung berlari keluar menghampiri mereka.


"Sayang tunggu."Teriak Nicholas menyusul Juli yang berlari.


Keluarga Nicholas turun dari pesawat dan Juli senang,Zoya langsung menghampiri Juli dan memeluknya.

__ADS_1


"Bagaimana perjalanannya?"Tanya Juli yang melihat Zoya lelah.


"Sangat membosankan,aku ingin segera sampai sini."Keluh Zoya membalas pelukan Zoya.


"Ayo kita masuk,aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian."Ajak Juli yang antusias menyuruh mereka masuk.


Mereka langsung masuk ke dalam Vila lalu mereka di suruh Juli langsung ke meja makan untuk mengisi perut mereka yang kosong,sedangkan koper yang mereka bawa langsung di bawa ke kamar lain oleh Nicholas dan Juli.


Nicholas dan Juli langsung menghampiri keluarga Nicholas ke meja makan,mereka langsung duduk dan ikut bergabung makan.


"Bagaimana dengan Berlin?"tanya Sang ibu kepada putranya.


"Aku tidak mau mengurusinya sama sekali bu."Jawab Nicholas yang tidak ingin membahas Berlin.


"Aku dapat laporan dari hotel,Berlin membuat onar di hotel dan dia sekarang berada di kantor polisi."Ucap Zoya melaporkan kejadian di hotel.


"Benarkah?aku bahagia sekali."Balas Nicholas senang Berlin di kantor polisi.


"Syukurlah,jika Berlin berada di kantor polisi."Ucap sang ibu yang merasa tenang,karena Berlin di kantor polisi.


"Ibu aku ingin menikahi Juli secepatnya,bisakah minggu ini aku menikah dengan Juli?"ucap Nicholas yang merasa senang ingin menikahi Juli.


"Benarkah?"Tanya sang ibu yang bahagia,saat mendengar ucapan sang anak.


"Iya bu,aku ingin secepatnya Juli jadi istriku."Ungkap Nicholas yang senang jika Juli menjadi istrinya.


"Ayo,kita meriahkan acara pernikahan kamu dengan Juli."Ucap sang ayah yang merasa senang anaknya ingin menikah.


"Jangan terlalu meriah ayah,bagaimana kalau untuk sekarang kita adakan acara pernikahan secara tertutup saja.Aku tidak ingin,jika pernikahanku nanti,di hancurkan oleh berlin."Ungkap Nicholas yang berharap pernikahannya lancar.


"Baiklah jika itu maumu, Mari kita adakan acara pernikahan secara tertutup."Balas sang ayah yang mengerti kecemasan anaknya.


"Sudahlah,besok lagi kita bicaranya.Rasanya badanku lelah,aku ingin istirahat."Protes Zoya yang ingin istirahat,karena merasa badannya sangat lelah.


"Yasudah,ayo kita istirahat saja.Besok kita bahas lagi mengenai pernikahannya."Ajak Juli yang melihat wajah Zoya sudah lelah.


Mereka beranjak dari meja makan dan langsung pergi istirahat ke kamar masing-masing.Sedangkan Juli,dia tidur di kamar yang lain dan tidak tidur bersama Nicholas.


Juli merasa tidak enak,jika harus tidur bersama Nicholas.Apalagi sekarang,orang tua Nicholas sedang berkunjung melihat anaknya.


Sedangkan Nicholas yang sudah berada di kamarnya,dia sangat gelisah karena ingin tidur bersama Juli.Nicholas terpaksa harus menunggu semua orang tidur,agar bisa menyelinap ke kamar Juli.


Nicholas pergi menyelinap ke kamar Juli saat jam 12 malam,ketika semua orang sedang tertidur.Saat masuk ke kamar Juli,dia melihat Juli yang sudah tertidur dengan pulas.


Nicholas mendekat secara perlahan,di mana Juli sedang tidur di atas ranjangnya.Nicholas tersenyum,karena Juli sangat cantik saat tertidur.


Nicholas naik ke atas tubuh Juli dan mencium bibir Juli,Dirinya sangat merindukan Juli dan berharap Juli bangun.


Juli merasakan bibirnya yang basah,seperti ada orang yang mencium bibirnya dan dia membuka matanya lalu melihat Nicholas yang sedang mencium bibirnya.


Nicholas senang,karena Juli terbangun dari tidurnya.Nicholas membawa Juli ke atas tubuhnya dan langsung memeluk Juli dengan erat.


Juli membalas ciuman Nicholas dan merasakan tangan Nicholas yang masuk dan mengelus punggungnya,Juli melepaskan ciumannya merasa kehabisan nafas.


"Kenapa malam-malam menyelinap?"Tanya Juli yang tidak habis pikir dengan Nicholas.


"Aku merindukan kamu sayang."Balas Nicholas yang mencium bibir Juli sekilas.


"Sudah malam sayang,cepat kembali ke kamar kamu."Perintah Juli yang tidak ingin di ganggu Nicholas.


"Baiklah."Balas Nicholas pasrah dengan ucapan Juli.


Juli beranjak dari tubuh Nicholas,Nicholas langsung turun dari ranjang Juli dan keluar kamar Juli.Nicholas langsung pergi ke kamarnya dengan tergesa-gesa,takut orang tuanya tau.


Sedangkan Juli saat Nicholas keluar kamarnya,dia langsung melanjutkan tidurnya.Karena menurutnya,tubuhnya benar-benar membutuhkan istirahat yang cukup.

__ADS_1


__ADS_2