
Nicholas ke rumah pribadinya,dia tidak menemukan Juli sama sekali.Di seluruh rumahnya,tidak ada keberadaan Juli dan anaknya.Dia memutuskan menghubungi ibunya,berharap Juli ada di rumah ibunya saat ini.
"Hallo bu,apakah Juli ada di rumah ibu?"Tanya Nicholas,dia begitu cemas saat ini.
"Baguslah,jika Juli pergi dari kamu.Ibu merasa kasihan dengan Juli,bisa-bisanya memiliki suami seperti kamu."Balas sang ibu dengan ketus,dia ingin memberikan pelajaran terhadap anaknya.
"Ayolah bu,apa susahnya ibu menjawab.Disana ada Juli atau tidak?"Tanya Nicholas,dia tidak ingin berdebat sama sekali dengan ibunya.
"Juli tidak ada di sini,dia pergi setelah mengambil anak kamu dari sini."Balas sang ibu,dia menjawab pertanyaan anaknya.
"Kenapa ibu membiarkan Juli pergi?"Tanya sang anak,dia memarahi ibunya.
"Juli yang bergegas cepat meninggalkan rumah ibu,apa hak ibu melarang Juli pergi.Sekarang kamu malah menyalahkan ibu,benar-benar dosa apa aku melahirkan anak seperti kamu.Hanya karena kamu membela mantan kamu,sekarang bahkan kamu menyalahkan ibu kamu sendiri.Sungguh keterlaluan."Balas sang ibu,dia terisak di seberang telepon.
Nicholas merasa bersalah pada ibunya,dia tidak berniat memarahi ibunya sama sekali.Namun dia tersulut emosi dan memiliki rasa cemas di hatinya,membuat dirinya tanpa sadar menaikkan suaranya terhadap sang ibu.
"Maafkan aku bu,aku tidak bermaksud seperti ini terhadap ibu."Ucap Nicholas,dia meminta maaf terhadap sang ibu.
Namun sang ibu tidak menjawab sama sekali,dia malah mematikan sambungan teleponnya.Agar Nicholas mengerti,kalau Nicholas sudah bertindak di luar batas.
"Aku menyakiti dua wanita yang aku cintai,bahkan sekarang aku tidak tau harus pergi kemana mencari istri dan anakku saat ini."Gumam Nicholas,dia mengacak rambutnya saat ini.
Nicholas langsung pergi meninggalkan rumahnya,dia akan mencari Juli kemanapun.Dia harus menemukan Juli dan anaknya,mereka satu-satunya yang harus Nicholas pertahankan.
"Kamu dimana sayang."Ucap Nicholas,dia mencemaskan istri dan anaknya.
Nicholas melihat ke arah kiri dan ke arah kanan,dia harus menemukan Juli dan anaknya.Apalagi,dia harus menjelaskan semuanya.Dia tidak ingin berpisah dengan istri dan anaknya saat ini,dia gelisah saat ini mengkhawatirkan orang yang di cintainya.
...****************...
__ADS_1
Mereka sampai di vila dengan selamat,mereka melihat interior vila yang di berikan oleh mertua Juli.Mereka begitu kagum,karena menurut mereka vila nya begitu mewah.
"Keluarga suami kamu begitu kaya,bahkan interior vila juga tidak main-main."Puji Sasa,karena merasa takjub dengan apa yang di lihatnya.
"Begitu mewah."Ucap Juli,dia langsung duduk di sofa.
"Kamu beruntung Jul,memiliki mertua yang begitu baik terhadap kamu."Ujar Sasa,karena mertua Juli begitu baik.
"Memangnya mertua kamu tidak baik?"Tanya Juli,dia melihat ke arah Sasa.
"Dia begitu baik terhadapku,bahkan aku sudah di anggap seperti anaknya sendiri."Balas Sasa,dia menceritakan ibu mertuanya.
"Syukurlah,jika kamu memiliki mertua yang baik juga."Ujar Juli,dia bersyukur dengan sahabatnya yang memiliki mertua yang baik juga.
"Bagaimana perasaan kamu sekarang?"Tanya Sasa menatap Juli.
"Aku yakin,kamu pasti bisa melewati badai masalah kamu saat ini.Aku tau kamu begitu kuat Jul,ingat kamu masih punya kami yang selalu menyayangi kamu.Kamu tidak sendirian,ada kami yang akan mendukung semua keputusan kamu.Kami ingin yang terbaik untuk kamu,jika kamu ingin balas dendam ikut sertakan aku dalam rencana kamu.Aku pasti akan membantu kamu,sebaik mungkin."Ucap Sasa,dia mendukung Juli sepenuhnya.
"Terimakasih Sa,aku juga yakin diriku kuat.Lagipula,aku masih memiliki putra kecilku yang menggemaskan.Aku harus kuat,aku tidak mudah di lukai.Aku akan membalas rasa sakit aku terhadap mereka yang menyakiti aku,aku pasti butuh bantuan kamu Sa."Balas Juli,dia menatap Sasa dengan yakin.
"Tenang saja Jul,aku pasti akan membantu kamu."Ucap Sasa,dia langsung melemparkan senyuman terhadap Juli.
"Yasudah,kamu mau istirahat Sa?"Tanya Juli,dia takut Sasa kelelahan.
"Gampang Jul,lagipula aku ingin bermain dengan anak kamu.Aku begitu ingin punya anak menggemaskan seperti ini."Balas Sasa,dia menatap anak Juli yang menurutnya begitu menggemaskan.
"Sudah,nih gendong saja anakku.Nanti juga,kamu akan sama seperti aku.Sama-sama punya anak yang menggemaskan,aku tidak sabar ingin mendengar kamu segera hamil."Ucap Juli,dia menatap Sasa.
"Aku berharap juga seperti itu,sini aku gendong anak kamu."Pinta Sasa,dia mengambil anak Juli.
__ADS_1
Juli langsung menyerahkan anaknya kepada Sasa secara hati-hati,dia tau sahabatnya begitu menginginkan seorang anak saat ini.Juli membiarkan Sasa menggendong anaknya,agar dia ketularan cepat hamil.,
"Ih ,gemes sekali sih kamu.dih,dia tersenyum Jul."Ucap Sasa,dia begitu senang dengan bayi Juli yang tersenyum kepadanya.
"Kamu lapar tidak? Aku begitu sangat lapar."Ujar Juli,dia merasa butuh asupan makanan.
"Iya,aku juga lapar.Tapi stok makanannya,belum aku keluarkan sama sekalu di mobil."Ucap Sasa,dia menatap Juli.
"Yasudah,biar aku saja yang ambil."Balas Juli,dia langsung mengambil kunci mobilnya.
Juli bergegas keluar,dia langsung mengeluarkan kebutuhan mereka di mobil.Karena mereka memang sudah membeli kebutuhan ke supermarket,mengingat mereka akan tinggal di vila dan mereka berinisiatif membeli kebutuhan mereka sendiri.
Juli sedang memotong sayuran di dapur,dia memilih memasak hal sederhana saja.Lagipula,dirinya sudah terlanjur lapar.Setelah selesai,dia langsung menaruh hidangan di atas meja.
"Sa,ayo cepat makan."Teriak Juli,dia sudah duduk di meja makan.
Sasa yang mendengar teriakan Juli,dia langsung bergegas melangkah ke arah Juli.Dia melihat hidangan yang telah siap untuk dia santap,dia langsung duduk di hadapan Juli.
"Bayi kamu tidur,aku bawa dia ke kamar."Ucap Sasa,memberitahu sahabatnya.
"Yasudah,tidak apa-apa.Ayo kita makan,aku begitu lapar."Balas Juli,dia mengambil nasi dan mengambil lauk yang ada.
"Kamu sudah memberitahu ibu mertua kamu?"Tanya Sasa,dia mengambil nasi dan lauk.
"Sudah."Balas Juli,dia hanya fokus makan saja dan tidak ingin berbicara sedikitpun.
"Syukurlah,takut ibu mertua kamu mengkhawatirkan diri kamu dan cucunya."Ucap Sasa,melihat Juli yang asik makan.
Juli yang mendengarnya hanya mengangguk,dia juga tau pasti ibu mertuanya mengkhawatirkan dirinya dan anaknya.Dia makan dengan khidmat,karena merasa perutnya benar-benar lapar sekarang.
__ADS_1