
Nicholas mendapatkan telephone mendesak,dia harus pergi dinas ke luar negeri.Dia menatap sang istri yang masih tidur,apalagi keadaannya benar-benar darurat.Dia terpaksa harus meninggalkan Juli seorang diri,karena dia tidak tau kenapa proyek yang berada di singapore bermasalah.
Nicholas langsung mencium kening Juli,dia langsung bergegas membersihkan tubuhnya.Apalagi,dia harus segera berangkat.Setelah selesai,Nicholas meninggalkan pesan pada secarik kertas untuk Juli.Dia langsung meninggalkan Juli dan pergi menunju bandara.
"Aku tidak habis pikir,bisa-bisanya proyek di Singapore bermasalah."Gumam Nicholas,begitu kesal harus berjauhan dengan istrinya.
Nicholas setelah sampai,dia langsung menuju pesawat pribadi miliknya.Dia bergegas dengan cepat menaiki pesawat,karena tidak ingin membuang waktu terlalu lama di singapore nanti.Nicholas langsung pergi lepas landas meninggalkan negara dan istri tercintanya.
...****************...
Juli membuka kedua matanya,dia tidak melihat Nicholas di sampingnya.Dia mengucek matanya dan mencari keberadaan Nicholas,namun dia tidak menemukan Nicholas dimanapun.Dia beranjak membersihkan tubuhnya dengan perasaan kesal,karena tidak menemukan Nicholas di sampingnya.
Setelah mandi,Juli melihat secarik kertas di meja riasnya dan membacanya.Dia semakin kesal,karena Nicholas pergi tanpa membangunkannya sama sekali.Bahkan Nicholas tidak mengajak dirinya pergi ke Singapore,malah meninggalkan dirinya sendirian disini.
"Punya suami benar-benar ya,istrinya lagi hamil juga malah di tinggal sendirian."Ucap Juli,begitu kesal dengan tindakan suaminya.
Juli memutuskan pergi ke rumah dirinya yang dulu,karena dia begitu merindukan Sasa.Apalagi dirinya hari ini libur,dia bergegas merias dirinya dengan cantik dan pergi ke luar rumahnya.
"Giliran udah rapi,tidak ada mobil yang bisa ku pakai."Ujar Juli,karena tidak ada mobil di garasi rumahnya.
Juli memutuskan untuk memesan taksi ke rumahnya,dia menunggu di depan gerbang rumahnya.Agar tidak membuang waktu yang lama,dia menunggu kedatangan taksi sampai bosan.Dia menunggu,hingga taksi sampai saat ini belum sampai ke rumahnya.
"Hari ini benar-benar membuatku kesal."Kesal Juli,menendang kerikil kecil di kakinya.
Juli merasa kekesalannya memuncak sekarang,apalagi dirinya benar-benar ingin bertemu dengan Nicholas.Tapi dia tidak bisa egois,walau bagaimanapun Nicholas bekerja untuk keluarganya sendiri.Juli menatap taksi yang sudah datang,dia langsung menaiki taksi dan menyebutkan alamat rumah dirinya yang dulu.
Di menempuh perjalanan selama satu jam lebih,apalagi dia terjebak macet.Membuatnya sudah tidak sabar,merindukan rumahnya yang dulu dia tinggali.Dia berharap Sasa juga ada di rumah,apalagi dia malas sekali menghubungi sahabatnya ini.Sesampainya di depan rumah,dia tersenyum senang dan memberikan ongkos taksi ke pengemudi.
Juli masuk dan mengetuk pintu rumahnya,dia menunggu orang di dalam rumah membuka pintunya.Dia tidak membutuhkan waktu yang lama,pintu rumahnya sudah di buka dan dia melihat Sasa yang bangun tidur.
__ADS_1
"Tumben kamu kesini?"Tanya Sasa,melihat sahabatnya yang berdiri.
"Hari libur lah,lagian suamiku juga sedang pergi ke Singapore."Balasnya langsung cemberut.
"Kenapa tidak mengajak kamu?"Tanya Sasa,begitu heran sahabatnya tidak di ajak.
"Ada masalah mendesak,bahkan dia hanya meninggalkan pesan dengan secarik kertas di meja riasku."Kesal Juli,saat mengingat tindakan Nicholas.
"Lebih baik seperti itu,daripada tidak memberitahu kamu sama sekali."Ujar Sasa,menatap Juli.
"Orang tua kamu kemana?"Tanya Juli,karena tidak melihat orang tuanya.
"Orang tuaku pindah,dia memilih ngontrak di dekat tempat ayahku bekerja."Balas Sasa,karena lokasi kerja ayahnya dengan rumah Juli sangat jauh.
"Tumben kamu baru bangun sih?"Tanya Juli,karena melihat Sasa begitu berantakan.
"Aku sangat lelah,menyiapkan acara pernikahan dengan mama mertuaku."Balasnya,karena persiapan pernikahannya sungguh merepotkan.
"Bentar,aku mandi dulu."Balas Sasa dan meninggalkan Juli sendirian.
Setelah Sasa selesai,mereka langsung pergi ke mall menggunakan mobil Juli.Karena Juli begitu ingin berbelanja ke mall,mereka pergi ke setiap gerai membeli barang yang di butuhkan Juli.
"Kamu mau membeli pakaian bayi apa?"Tanya Sasa,karena dia begitu lelah menemani Juli yang berbelanja tidak seperti biasanya.
"Tidak,nanti saja.Lagian masih beberapa bulan lagi,aku hanya ingin memanjakan diriku sendiri."Balas Juli,karena dia merasa heran dengan dirinya sekarang.
"Kamu membeli pakaian sebanyak itu,biasanya kamu benar-benar perhitungan dengan pakaian yang ingin kamu beli.Bahkan seingat ku,kamu tidak boros loh Jul."Ujar Sasa,merasa begitu aneh dengan tindakan Juli.
"Mungkin,kemauan yang ada di perutku."Balas Juli,tersenyum kepada Sasa.
__ADS_1
"Jul,itu Berlin bukan sih?"Tanya Sasa,karena dia tidak sengaja melihat Berlin.
"Kamu benar Sa."Balas Juli,melihat ke arah Berlin.
"Tapi dia pergi dengan siapa?"Tanya Sasa,karena melihat Berlin dengan wanita cantik d sampingnya.
"Tunggu,sepertinya itu Clara Sa."Jawab Juli,karena merasa heran dengan kedekatan Berlin dan Clara.
"Siapa Clara?"Tanya Sasa,karena tidak tahu dengan Clara.
"Dia mantan Nicholas,ayo kita buntuti mereka.Aku penasaran kenapa mereka sedekat itu."Jawab Juli,merasa ingin tau hubungan mereka.
"Kamu pulang saja,biar aku buntuti mereka."Perintah Sasa,karena dia tidak ingin Juli kenapa-kenapa.Apalagi Juli sedang hamil,dia tidak ingin di salahkan oleh suami Juli.
"Tapi ini sangat merepotkan kamu Sa."Jawab Juli,merasa tidak enak dengan Sasa.
"Tidak apa-apa,kamu hati-hati di jalan.Aku buntuti mereka dulu."Ucap Sasa,dia langsung meninggalkan Juli.
Juli di tinggalkan begitu saja oleh Sasa,dia mengambil barang-barangnya dan memutuskan untuk pulang.Apalagi sekarang,dia tidak tau harus berbuat apa.Juli bergegas menghentikan taksi,dia langsung menaiki taksi dan pulang ke rumahnya.
Sedangkan Sasa,dia membuntuti Clara dan Berlin.Dia merekam semua percakapan Clara dan Berlin,ternyata Clara dan Berlin sahabat yang di pisahkan.Bahkan Sasa mendengar,jika Clara terpaksa pulang karena harus mewarisi perusahaan ayahnya.Bahkan Sasa mendengar,jika Clara tidak percaya dirinya bertemu mantannya disini.
"Siapa mantan kamu?"Tanya Berlin,menatap sahabatnya.
"Sama-sama pemilik perusahaan sih,apalagi dia begitu sangat tampan.Percuma sih aku memberitahu kamu,nanti yang ada mantan aku di embat kamu."Jawab Clara,tersenyum penuh arti.
"Tidak akan,karena aku sudah cerita dari awal ke kamu.Jika aku sudah memiliki orang yang aku sukai sejak kecil."Balas Berlin,karena dia tidak mungkin mengambil mantan pacar sahabatnya ini.
"Nanti aku perkenalkan kalian,jika aku sudah mendapatkannya kembali."Ujar Clara,karena bagaimanapun dia harus mendapatkan Nicholas kembali.
__ADS_1
"Ayo,kita pulang saja.Aku masih banyak urusan di perusahaan,apalagi sekarang begitu banyak masalah di perusahaan ku."Ajak Clara,karena dia hanya ingin segera bersantai.
Mereka langsung pergi meninggalkan mall,begitupula dengan Sasa yang telah selesai merekam pembicaraan mereka.Sasa akhirnya memutuskan pulang dan mengirim rekaman percakapan mereka terhadap Juli.