Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 83


__ADS_3

Nicholas telah selesai bertemu kliennya,dia saat ini begitu dekat dengan apartemen Clara.Dia masih memikirkannya saat ini,memilih mengunjungi Clara atau pulang ke rumah menemui istrinya.Dia hanya butuh istirahat saat ini,apalagi dia juga begitu ingin bercinta.


Nicholas melamun memikirkan apa yang harus di lakukannya,dia akhirnya memutuskan untuk pulang.Bagaimanapun dia harus membantu istrinya,Nicholas langsung meninggalkan restauran dan pulang ke rumahnya.


Sedangkan di rumah,Juli sedang melihat anaknya yang masih tertidur pulas.Dia tersenyum melihat anaknya yang tampan,dia begitu gemas terhadap anaknya.



"Kamu mirip ayah kamu sayang."Ucap Juli,dia tersenyum melihat anaknya yang hidungnya begitu mancung.


Juli memilih membersihkan tubuhnya,selagi anaknya masih tertidur pulas.Juli takut Nicholas pulang dan Nicholas melihat dirinya yang begitu berantakan.


Sedangkan Nicholas dia baru sampai di halaman rumahnya,dia langsung turun dan bergegas ke kamarnya.Dia melihat anaknya yang masih tidur,dia tersenyum melihat anaknya yang begitu pulas.Dia mendengar gemericik air di kamar mandi,dia tersenyum senang saat ini.


Nicholas menunggu Juli keluar dari kamar mandi,dia tidak sabar ingin berduaan dengan Juli.Bahkan dirinya begitu ingin bercinta sekarang,dia melihat ke arah kamar mandi.Dia melihat Juli yang berbalut handuk di tubuhnya,Nicholas segera menghampiri Juli.


"Ada apa sayang?"Tanya Juli,dia melihat Nicholas di hadapannya sekarang.


Nicholas begitu merindukan istrinya saat ini,dia langsung mencium bibir istrinya penuh cinta.Nicholas mengangkat tubuh Juli dan menempelkan tubuh Juli di dinding,dia begitu menginginkan Juli sekarang.


Juli membalas ciuman Nicholas,dia melingkarkan kakinya di tubuh Nicholas.Dia menikmati ciuman yang di berikan suaminya,dia merasakan handuknya yang melorot.Sekarang suaminya berpindah,dia memainkan ujung dadanya dengan lidahnya.


"Sayang."Panggil Juli,dia meremas rambut Nicholas.


Nicholas begitu rindu dengan racauan Juli saat ini,dia menyudahi permainannya.Nicholas membawa Juli ke ranjang,dia melepaskan penghalang adiknya.


Juli melihat adik Nicholas yang sudah siap menerjang tubuhnya,dia merasakan adik Nicholas yang masuk ke dalam tubuhnya.Dia sudah lama tidak bercinta dengan Nicholas,dia merasakan sakit di area mahkotanya.


"Kamu begitu sempit sayang."Ucap Nicholas,dia bergerak dengan cepat.

__ADS_1


Anaknya menangis,membuat Juli yang mendengarnya panik.Dia langsung mendorong suaminya,dia bergegas melilitkan handuknya dan menggendong anaknya.


"Sayang,kamu haus ya."Ucap Juli,dia langsung memberikan anaknya asi.


Nicholas yang di dorong kaget,dia begitu tidak menikmati percintaannya saat ini.Dia melihat Juli yang memberikan asi terhadap anaknya,Nicholas langsung pergi ke kamar mandi dan melampiaskannya di kamar mandi.


Juli merasa bersalah dengan suaminya,pasti suaminya kecewa.Namun anaknya membutuhkannya,dia terpaksa melakukannya.Karena dia tidak mungkin membiarkan anaknya menangis,sedangkan mereka malah bercinta.Dia tidak tega dengan anaknya sendiri,dia harus meminta maaf pada suaminya.


Juli melihat suaminya yang telah selesai dari kamar mandi,dia menghampiri suaminya sambil membawa anaknya yang masih di berikan asi oleh dirinya.


"Sayang,maafkan aku."Ucap Juli,dia merasa bersalah terhadap suaminya.


"Sudahlah,tidak apa-apa.Kamu duduk saja di ranjang,berikan asi yang benar terhadap anak kita.Aku takut,asi kamu menetes pada wajah anak kita."Ujar Nicholas,dia menghilangkan kekesalannya saat ini.


"Iya sayang."Balas Juli,dia langsung duduk di ranjang.


"Aku pergi ya,ada undangan dari klien yang harus aku hadiri.Aku tidak bisa membawa kamu,karena kita tidak mungkin meninggalkan anak kita sendirian."Ucap Nicholas menjelaskan,agar Juli tidak ikut dengannya.


"Kamu pulang larut?"Tanya Juli,dia menatap Nicholas.


"Aku tidak tau sayang,jangan menunggu aku pulang.Jika pesta selesai lebih awal aku pulang,kalau pesta selesai menjelang pagi mungkin aku akan mencari hotel terdekat untuk istirahat."Balas Nicholas,dia menatap Juli dengan rasa bersalah.


"Baiklah,aku tidak akan menunggu kamu.Hati-hati di jalan sayang."Ucap Juli,dia menatap suaminya yang begitu tampan.


"Iya sayang."Balas Nicholas,dia langsung mencium bibir Juli sekilas.


Juli melihat suaminya yang pergi,dia melihat anaknya yang sudah selesai meminum asinya.Dia langsung menyimpan anaknya di ranjang box miliknya,setelah itu dia membersihkan tubuhnya yang begitu tidak enak.


Setelah selesai dan berpakaian rapi,Juli langsung menggendong anaknya.Dia membawa anaknya turun ke lantai bawah,dia merasa perutnya begitu lapar.Dia melihat hidangan di meja yang begitu banyak,dia langsung memanggil pelayan untuk makan bersamanya.

__ADS_1


"Ayo bi,makan di meja bersama ku.Aku merasa tidak nyaman makan sendirian."Ucap Juli,dia menyuruh pelayannya makan bersama dirinya.


"Bibi tidak enak nyonya,bibi temani saja sambil berdiri."Balas pelayan,karena merasa tidak enak harus makan di meja bersama majikannya.


"Ayo temani aku makan di sini,aku tidak enak.Apalagi bibi lebih tua dariku,cepat temani aku."Perintah Juli,dia tidak menerima penolakan.


Pelayan menuruti kemauan Juli,dia duduk di seberang majikannya.Dia langsung mengambil makanannya,dia benar-benar merasa tidak enak sekarang.


"Anggap aku anak kamu,aku tidak suka bibi makan sedikit.Cepat nasi dan lauknya nambah lagi,suamiku tidak akan makan malam ini."Ucap Juli,dia langsung fokus makan dan sambil mengajak bermain anaknya.


"Memangnya tuan kemana nyonya?"Tanya pelayan,dia berbicara dengan hati-hati.


"Dia pergi ke pesta kliennya,aku tidak ikut.Aku tidak tega meninggalkan anakku yang masih kecil dan memilih tinggal saja di sini."Balas Juli,dia makan dengan lahap sekarang.


Pelayan melihat majikannya yang begitu baik,dia berharap majikannya sehat dan rumah tangganya awet.Apalagi majikannya benar-benar baik,dia menganggap dirinya yang seorang pelayan saja sebagai keluarganya.


"Bibi punya anak?"Tanya Juli,dia menatap pelayannya.


"Punya nyonya,mereka sudah berkeluarga sekarang."Balas pelayannya.


"Bi,tolong carikan baby sister dong bi.Aku ingin bekerja lagi,biar dia nanti ikut dengan aku ke perusahaan.Bibi cari saja yang seumuran bibi jangan yang muda,kalau yang muda aku takut dia malah tergoda dengan suamiku."Ucap Juli,menjelaskan ketakutannya.


"Baik nyonya,nanti aku tanyakan ke teman atau ke saudara bibi."Balasnya.


"Baiklah,bibi aku sudah selesai.Tolong nanti bibi bereskan ya."Ucap Juli,karena dia sudah selesai makan.


"Baik nyonya."Balas sang bibi.


Juli langsung membawa anaknya pergi ke kamar,dia melihat anaknya yang tidur lagi.Juli langsung membawa anaknya ke ranjang,dia memberikan pembatas untuk anaknya.Juli ingin tidur dengan anaknya,selagi dia tidak tidur dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2