
Nicholas beberapa kali menghentikan langkah Juli,namun dia dorong terus-terusan oleh Juli.Nicholas begitu kecewa pada dirinya sendiri,dia menyesal mengikuti ucapan Clara.Sekarang mereka ketahuan,bahkan Juli begitu marah terhadapnya.Nicholas melihat Clara yang menyusul ke arahnya,dia juga melihat wajah Clara yang panik.
"Bagaimana?"Tanya Clara,dia menatap Nicholas.
"Mungkin Juli shock melihat kita tidur bersama."Balas Nicholas,dia tidak tau harus berbuat apa sekarang.
"Aku saja kaget,saat tidur tiba-tiba di siram seperti itu oleh istri kamu."Ucap Clara,memperlihatkan pakaiannya yang masih basah.
"Aku mengerti dengan perasaan istriku,apalagi kita tidur bersama di atas ranjang.Bagaimana jika Istriku mengetahuinya di saat kita sedang bercinta,aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti."Balas Nicholas,karena wanita yang marah begitu menakutkan.
"Gimana kalau aku membantu kamu,menjelaskannya terhadap Juli?"Tanya Clara,dia melingkarkan tangannya ke leher Nicholas.
"Biar aku saja yang mengurusnya,aku harap kita jaga jarak mulai dari sekarang."Balas Nicholas,dia langsung melepaskan tangan Clara dari lehernya.
"Aku mengerti Nicholas,aku akan menjaga jarak dengan kamu.Apakah kamu tidak ingin bercinta dengan aku sekali lagi?"Tanya Clara,mencoba menggoda Nicholas.
"Ayolah Cla,masa aku harus bercinta dengan kamu.Sedangkan istriku,dia tidak tau pergi kemana."Balas Nicholas,dia menatap heran ke arah Clara.
"Lagi pula,dia pergi bersama sahabatnya.Biarkan saja,agar dia tenang dulu.Lebih baik,kita melakukan percintaan sekali lagi."Usul Clara,sebelum mereka menjaga jarak.
"Aku tidak ingin sama sekali Cla,aku pergi menyusul istriku.Ingat baik-baik dengan perjanjian kita."Ucap Nicholas,dia langsung pergi meninggalkan Clara begitu saja.
Clara melihat kepergian Nicholas,dia tersenyum dengan mereka yang bertengkar.Apalagi gara-gara dirinya yang tidur dengan Nicholas,membuat dirinya begitu senang.
"Aku harap kalian bercerai,agar aku bisa menjadi nyonya Nicholas."Ucap Clara,dia langsung berjalan ke arah mobilnya.
Clara langsung menjalankan mobilnya dan keluar dari apartemen Nicholas.Dia begitu senang,karena akhirnya Juli tau Nicholas berselingkuh dengan dirinya.
__ADS_1
...****************...
Sedangkan Juli di mobil,dia begitu kesal melihat suaminya yang tidur bersama Clara.Apalagi mereka berpelukan seperti sepasang suami istri,dia tidak habis pikir Nicholas begitu berani mengkhianati dirinya.
"Sial,sial.Aku benci kamu Nicholas."Teriak Juli di dalam mobil.
"Sabar Jul,aku saja tidak habis pikir suami kamu bisa berselingkuh seperti itu."Ucap Sasa,karena dia pikir Nicholas begitu mencintai Sasa.
"Hatiku hancur Sa,sangat hancur.Ayo kita ke rumah ibu Nicholas,aku harus membawa pergi anakku.Kasihan anakku,aku takut dia kelaparan."Ujar Juli,dia mengingat anaknya saat ini.
"Lantas bagaimana selanjutnya?"Tanya Sasa,dia menatap Juli.
"Aku akan membawa anakku pergi,aku tidak ingin bertemu dengan suamiku untuk saat ini.Aku begitu ingin tenang saat ini,aku begitu sakit Sa."Balas Juli,dia mulai terisak.
Sasa merasa tidak tega melihat sahabatnya ini,dia langsung melajukan mobilnya dengan cepat.Setelah itu,mereka sampai di halaman rumah ibu Nicholas.
Juli langsung masuk ke dalam rumah ibu Nicholas,dia langsung mengambil anaknya dari gendongan ibu Nicholas.
"Nicholas sedang tidur bersama Clara dalam satu ranjang,hatiku sakit bu.Aku ingin membawa anakku pergi,aku butuh ketenangan saat ini."Balas Juli,dia menceritakan kepedihan hatinya.
"Ibu mendukung keputusan yang kamu buat,pergilah tenangkan hati kamu.Sebentar,ibu akan berikan kunci vila terhadap kamu.Ibu tidak akan membiarkan Nicholas mencari kamu,tenangkan dulu hati kamu sebaik mungkin.Jika butuh bantuan ibu,kamu hubungi ibu saja."Ucap Ibu Nicholas,dia langsung mengambil kunci vila miliknya.
Juli melihat ibu mertuanya yang mengambil kunci vila miliknya,dia begitu terharu dengan tindakan ibu mertuanya.Dia berkaca-kaca saat ini,karena ibu mertuanya begitu perduli dengan dirinya.
"Nih,cepat kamu tinggalkan rumah ibu.Ibu takut,jika Nicholas mengejar kamu kesini."Perintah sang ibu,dia memberikan kunci vila nya terhadap Juli.
"Terimakasih bu."Ucap Juli,dia memeluk ibu Nicholas sebentar.
__ADS_1
"Alamatnya ibu kirim lewat chat,kamu jaga diri baik-baik."Ujar sang ibu,dia mengkhawatirkan kondisi menantu dan cucunya.
"Selamat tinggal bu,aku akan menjaga diriku dengan baik."Balas Juli,dia langsung pergi meninggalkan ibu mertuanya.
Juli langsung bergegas masuk ke dalam mobil,dia menyuruh Sasa mengantarnya ke vila milik ibunya Nicholas.
Mereka langsung meninggalkan halaman rumah ibu Nicholas,mereka pergi dengan cepat.Karena mereka takut ketahuan oleh Nicholas,apalagi mereka takut Nicholas menghentikan perjalanan mereka.
"Aku akan menemani kamu,aku sudah mendapat izin dari suamiku."Ucap Sasa,sambil fokus menyetir.
"Terimakasih Sa,maaf aku sudah merepotkan kamu."Balas Juli,dia merasa tidak enak dengan Sasa dan suaminya.
"Kamu tidak merepotkan kami sama sekali,lagipula di saat aku begitu susah saat itu.Bahkan,kamu rela menampung diriku Jul."Ucap Sasa,dia merasa harus menolong Juli saat ini.
"Terimakasih untuk semuanya Sa,aku sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi saat ini.Aku benar-benar bingung saat ini."Balas Juli,karena dia tidak bisa berpikir apa-apa lagi.
"Kamu tenangkan saja diri kamu,kasihan anak kamu.Jangan sampai kamu banyak pikiran,nanti asi kamu tidak keluar.Kasihan anak kamu nantinya,karena tidak bisa meminum asi kamu."Ucap Sasa,dia mengingatkan sahabatnya.
"Kamu benar Sa,aku tidak boleh memikirkan hal-hal tidak baik.Aku harus menjaga kewarasan aku saat ini,aku tidak boleh membuat diriku dan anakku menderita.Aku harus bertahan demi anakku,aku akan membalas perbuatan Clara terhadapku."Balas Juli,dia tidak terima kehidupannya hancur saat ini.
"Aku akan mendukung kamu,kalau perlu aku akan membantu kamu.Aku juga tidak terima,jika hidup sahabat aku hancur oleh wanita tidak tau diri seperti Clara."Ucap Sasa,dia akan membantu sahabatnya ini.
"Terimakasih Sa,aku harus menyelesaikannya sendiri.Aku tidak mau merepotkan kamu lagi."Balas Juli,dia harus menyelesaikannya sendiri.
"Terserah kamu saja Jul,aku siap membantu kamu.Jika kamu membutuhkan bantuan aku,kamu tidak merepotkan sama sekali buatku."Ucap Sasa,dia berterus terang di hadapan Juli.
"Sudahlah,nanti kita bahas lagi di vila.Aku begitu mengantuk saat ini,aku ingin tidur saat ini."Keluh Juli,karena matanya begitu mengantuk.
__ADS_1
"Tidurlah,jika sudah sampai nanti.Aku akan bangunkan kamu Jul."Balas Sasa,dia tidak tega melihat sahabatnya.
Juli langsung memejamkan matanya hingga tidur,dia tidur sambil memeluk putranya.Dia berharap,saat tidur rasa sakitnya akan hilang.