Terjerat Bos

Terjerat Bos
episode 41


__ADS_3

Mereka sampai di rumah Yunita dan langsung masuk ke rumah yunita.Mereka tidak keberatan sama sekali dengan keadaan rumah Yunita,apalagi Yunita tinggal di sebuah perumahan yang menurut mereka cukup elit.


"Kamu tinggal dengan siapa Yun?"tanya Sasa yang kepo terhadap Yunita.


"Aku sendiri."Jawab Yunita gelagapan,karena dirinya tidak tinggal di sini melainkan di rumah pacarnya.


"Benarkah?"tanya Sasa,curiga melihat tingkah Yunita yang aneh.


"Benar kok."Balas Yunita,memberikan kode dan meminta bantuan Juli.


"Ayo nyalain Yun,takut kemalaman."Ucap Juli,mengerti kode yang di berikan Yunita.


"Ok."Balas Yunita,merasa bersyukur Juli ikut dan memahami kode darinya.


Yunita langsung menyalakan TV dan speaker musik yang ada Mic Nya,mereka langsung memulai mencari play list lagu yang ingin di nyanyikan mereka.


Mereka asik bernyanyi,hingga tidak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam.Juli langsung mengirim pesan kepada Nicholas,Juli takut Nicholas sedang menunggu dirinya.


Juli : Aku sudah selesai sayang,bisa jemput aku sekarang?


Nicholas : Kirim share lok sayang.


Juli : Ok sayang.


Juli mengirim share lok ke Nicholas,teman-temannya masih asik berkaraoke.Dia sudah merasa lelah dan melihat rekan-rekannya yang masih bersemangat berkaraoke.


"Kenapa malah diam,ayo bernyanyi lagi."Ajak Yunita yang melihat Juli duduk mengamati mereka.


"Kamu saja,aku sudah lelah."Balas Juli,karena merasa tenggorokannya serak.


"Sudah menghubungi pak bos?"tanya Yunita yang menatap Juli.


"Sudah,dia menuju kesini."Balas Juli yang menatap Yunita balik.


"Bagaimana pak bos di rumah,ganas kah?"tanya Yunita yang penasaran dengan bosnya.


"Begitulah."Ucap Juli yang membuat Yunita gemas.


"Kamu enak menikah dengan bos,aku minta di nikahin aja,belum siap dianya."Ujar Yunita yang tiba-tiba bercerita.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"tanya Juli yang penasaran dengan cerita Yunita.


"Aku tidak tau,kenapa dia masih belum siap."Balas Yunita yang ingin menikah dengan pacarnya.


"Makannya go public,biar dia gak ada yang naksir.Takutnya sih dia punya cewek yang dia suka,sehingga dia ragu-ragu dengan kamu."Ujar Juli mengingatkan Yunita.


"Baiklah aku akan menuruti perkataan kamu,ucapan kamu ada benarnya juga."Balas Yunita yang memikirkan ucapan Juli.


"Coba suruh dia datang,agar kami semua tau.Jika ada cewek di kantor yang menyukainya,setidaknya kami bisa menegurnya membantu kamu."Ucap Juli yang tersenyum kepada Yunita.


"Baiklah aku kirim dia pesan untuk kesini."Balas Yunita yang langsung pergi mencari Hp nya.


Juli senang,karena Yunita mau menuruti sarannya.Juli merasa lega,apalagi di kantor banyak wanita cantik dan Juli tidak ingin Yunita di sakiti.


Juli merasa meski Yunita baru di kenalnya sebentar,tapi Yunita benar-benar baik.Bahkan,Juli merasa Yunita itu orang yang benar-benar Berani dan tidak takut apapun.Kalau soal cinta,dia gampang terbawa suasana seperti dirinya.


Juli melihat Yunita kembali dengan tersenyum bahagia dan kembali duduk di sebelahnya.Juli memandang Yunita yang masih tersenyum membalas pesan dari pacarnya.


"Bagaimana?"tanya Juli yang penasaran,karena melihat Yunita yang tersenyum sambil memainkan handphone nya.


"Dia mau kesini,menjemput ku."Balas Yunita yang bahagia,karena pacarnya akan di kenalkan ke rekan-rekan kerjanya.


"Baguslah,lebih baik kamu go public.Agar pacar kamu tidak di embat sama orang lain."Ujar Juli yang mendukung Yunita memperkenalkan pacarnya.


"Dia mau memperkenalkan pacarnya terhadap kita."Balas Juli yang menatap Yunita.


"Memangnya kamu punya pacar?"tanya Sasa yang tidak percaya dan melihat Yunita.


"Iya."Jawab Yunita yang malu-malu.


"Hahaha,aku tidak menyangka kamu bisa malu-malu seperti itu."Tawa Sasa yang meledek Yunita.


Yunita menepuk paha Sasa,karena kesal dirinya di ledek.Yunita langsung cemberut,karena Sasa tidak berhenti mentertawakan dirinya.


"Aku pulang duluan ya,Nicholas sudah menunggu di depan."Ucap Juli,karena Nicholas sudah sampai di depan rumah Yunita.


"Hati-hati ya,bye."Ucap Sasa dan Yunita.


"Guys pulang duluan ya."Pamit Juli menegur rekan kerja wanita yang lain.

__ADS_1


"Ok,hati-hati di jalan Jul."Ucap mereka kompak.


Juli langsung keluar dari rumah Yunita,dia sudah melihat mobil suaminya di depan rumah Yunita.Dia segera masuk ke mobil suaminya dan menatap suaminya yang sedang menatap dirinya.


"Sudah selesai sayang?"tanya Nicholas yang menatap istrinya.


"Kalau mereka belum sih,kalau aku udah."Jawab Juli menatap suaminya tersenyum.


"Kenapa kamu udahan?"tanya Nicholas yang membelai rambut sang istri.


"Tidak apa-apa,aku hanya merasa lelah."Balas Juli yang merasa tubuhnya butuh istirahat.


"Baiklah,kamu pasang dulu sabuk pengamannya"Ucap Nicholas yang melihat Juli belum memakai sabuk pengaman.


Juli langsung memakai sabuk pengamannya,dia duduk senyaman mungkin di kursi mobil.Nicholas melihat Juli yang sudah selesai,dia langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan halaman rumah Yunita.


Juli merasa dirinya mengantuk,dia memilih memejamkan matanya.Sedangkan Nicholas dia fokus,melihat jalanan di depannya.


Mereka sampai di parkiran rumahnya,Nicholas melepaskan sabuk pengamannya.Nicholas melihat Juli yang tertidur pulas,dia mencoba membangunkan Juli,agar Juli terbangun.


"Sayang."Panggil Nicholas menyentuh wajah Juli.


Juli mendengar suami yang membangunkannya,dia membuka kedua matanya.Juli langsung melihat Nicholas,berada di sampingnya.


"Sudah sampai sayang?"tanya Juli yang langsung mengucek matanya,agar terlihat lebih jelas penglihatannya.


"Sudah sayang."Balas Nicholas mengelus rambut istrinya.


"Ayo turun,aku sangat ngantuk sekali."Ajak Juli yang merasa dirinya sangat mengantuk.


Juli membuka sabuk pengamannya,dia langsung membuka pintu mobil dan turun.Nicholas mengikuti Juli,mereka masuk ke dalam rumahnya.


"Sayang mandi dulu."Perintah Nicholas,agar badan Juli tidak lengket.


"Iya sayang,aku aja ini mau mandi."Balas Juli yang badannya terasa lengket,apalagi dirinya benar-benar merasa ngantuk sekali.


Juli bergegas langsung ke kamar mandi,dia ingin ritual mandinya cepat selesai.Sedangkan Nicholas,karena dirinya merasa cape dan rasa kantuk yang berat dia langsung tertidur.


Juli yang telah selesai mandi,dia segera memakai pakaian tidurnya.Setelah itu,dia menyusul Nicholas yang sudah tidur di ranjangnya.

__ADS_1


Juli menatap Nicholas penuh cinta,apalagi dia senang Nicholas tidak melarang dirinya bermain bersama rekan kerjanya.Juli mencium kening Nicholas,dia memejamkan ke dua matanya,agar bisa tidur menyusul Nicholas yang sudah tidur.


Juli merasa gelisah dirinya tidak bisa tidur,dia langsung memeluk suaminya.Juli merasa nyaman,setelah memeluk suaminya.Dia mulai merasa matanya berat dan langsung tertidur dengan pulas.


__ADS_2