
Mereka sampai di pulau pribadi milik Nicholas pada pukul empat pagi,Nicholas melihat Juli yang masih tidur dan dia mengangkat tubuh Juli untuk turun dari pesawat.Nicholas membawa Juli masuk ke dalam Vila miliknya,di depan pintu sudah berdiri pelayan yang menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang tuan."Ucap pelayan,menyambut kedatangan majikannya.
"Tolong,kamu bawa barang-barang kami yang ada di pesawat."Perintah Nicholas,menyuruh pelayannya.
"Baik tuan."Balas pelayan.
"Jika barang sudah di bawa masuk,kamu pulang saja dulu.Aku disini hanya ingin tinggal berdua dengan pacarku."Perintah Nicholas,karena dia tidak ingin di ganggu sama sekali.
"Baik tuan."Balas pelayan tersebut,mengikuti permintaan majikannya.
Nicholas langsung membawa Juli ke kamarnya,dia menidurkan Juli di ranjang dengan hati-hati.Setelah itu,dia turun ke dapur untuk mengecek bahan makanan.
"Semuanya,lebih dari cukup."Gumam Nicholas,melihat persediaannya sangat banyak.
"Saya pamit tuan."Ucap pelayan,karena akan pergi meninggalkan Vila.
"Baiklah,hati-hati."Balas Nicholas,perhatian terhadap pelayannya yang pergi.
Pelayan langsung pergi meninggalkan Vila,dia menaiki pesawat pribadi milik Nicholas.Dia tidak akan ikut campur dengan urusan tuannya,apalagi disini dia hanya bekerja untuk tuannya.
Sedangkan Nicholas,dia kembali ke kamarnya untuk menghampiri Juli yang sedang terlelap tidur.Dia melepas pakaian yang di pakai Juli dan menggantinya dengan gaun tidur,setelah selesai,dia lanjut melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendek yang di pakai oleh dirinya.Nicholas ikut berbaring di samping Juli,dia memeluk Juli dan mencoba memejamkan matanya hingga dia tidur.
...****************...
Sedangkan di sisi lain,Sasa berada di kamar hotel dengan Niko.Mereka tidak tau jika Juli sudah pergi dari hotel,bahkan mereka masih sama-sama mendalami perasaan mereka saat ini.
"Sayang."Panggil Sasa,dia duduk di seberang Niko.
"Apa?"Balas Niko,karena menatap Sasa yang berada di depannya.
"Kamu serius ingin menikah denganku?"Tanya Sasa,merasa dirinya tidak pantas menikah dengan Niko.
"Aku serius ingin menikah dengan kamu Sa."Balas Niko dengan tulus,karena dia mencintai Sasa.
"Tapi,aku ingin jujur dengan kamu Nik."Ucap Sasa menunduk,karena dia harus jujur dengan Niko.
"Jujur apa?"Tanya Niko,dia berjalan mendekat ke hadapan Sasa.
Sasa melihat Niko yang menghampirinya,bahkan sekarang Niko berjongkok di depannya sambil menggenggam tangannya.
"Aku sudah tidak perawan Nik,kesucian milikku sudah di ambil oleh pacarku yang kemarin."Ungkap Sasa jujur,dia menceritakan apa yang terjadi dalam kehidupannya.
"Aku tidak mempermasalahkannya Sa,karena aku tulus mencintai kamu."Balas Niko,dia langsung mengelus pipi Sasa.
Sasa tidak percaya,jika Niko menerima kekurangan dirinya dan Sasa tiba-tiba meneteskan air matanya di depan Niko.Niko yang melihatnya bangun dan memeluk Sasa agar tidak menangis.
"Kenapa kamu tidak keberatan sama sekali?"Tanya Sasa,masih menangis dalam pelukan Niko.
"Kamu wanita sepesial dalam hidupku dan aku tidak akan mempermasalahkannya sama sekali."Balas Niko,membuat Sasa langsung memeluk erat Niko.
"Terima kasih,karena kamu tidak mempermasalahkannya sama sekali."Ujar Sasa dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Sudah,jangan menangis Sa.Aku tidak ingin kamu menangis,kita nikmati saja pemandangan lautan dari sini."Ajak Niko,menarik Sasa ke balkon.
Niko menarik Sasa di pangkuannya,sambil menikmati pemandangan laut.Sasa melihat ke bawah balkon dan melihat seorang wanita yang mengamuk di kerumuni satpam.
"Apa yang terjadi."Gumam Sasa,melihat kejadian di depannya.
"Maksud kamu apa sayang?"Tanya Niko,tidak mengerti dengan ucapan Sasa.
"Kamu lihat di bawah,ada seorang perempuan yang mengamuk."Tunjuk Sasa,agar pacarnya tau orang yang di tunjuk Sasa.
"Ayo kita turun,biar tau ada kejadian apa."Ajak Niko,karena penasaran dengan apa yang terjadi.
Mereka langsung turun ke bawah,karena begitu ingin tau ada kejadian apa di sana.Ketika mereka hampir sampai di lokasi,perempuan itu menyebutkan nama Nicholas dari mulutnya.
"Cepat beri tau kamar Nicholas dimana?"Tanya Berlin,mengamuk ingin menemui Nicholas.
Sasa yang mendengarnya terkejut,dia melihat wanita yang di depannya mencari bosnya.Dia sangat takut,jika wanita di depannya adalah istri bosnya.
"Sayang."Panggil Sasa berbisik.
Niko langsung menoleh ke arah Sasa,karena Sasa begitu berbisik memanggil dirinya.Membuat Niko penasaran,karena melihat ekspresi wajah Sasa yang tidak biasanya.
"Ada apa?"Tanya Niko,karena Sasa berbisik pada dirinya.
"Kira-kira siapa ya wanita di depan,aku takut dia istri bos aku.Lantas bagaimana nasib Juli?"Tanya Sasa,dia mengkhawatirkan nasib Juli .
Niko melihat wanita yang mengamuk dan mencari keberadaan cincin yang melingkar di tangannya.Dia seperti itu hanya ingin memastikan,jika perempuan itu istri bos Sasa atau bukan.
"Sepertinya bukan sayang,di jarinya saja tidak ada cincin yang melingkar."Balas Niko,begitu yakin dengan ucapannya.
"Maaf,anda siapa pak Nicholas memang?"Tanya Sasa,memberanikan diri bertanya pada perempuan di depannya.
"Aku masa depannya Nicholas,kalian bisa memanggilku bos Berlin."Balasnya dengan percaya diri.
"Benarkah?"Tanya Sasa,tersenyum kecut tidak percaya dengan ucapan Berlin.
"Tentu saja benar."Jawab Berlin,karena hanya dia yang pantas dengan Nicholas.
"Tapi bos kami berpacaran dengan Juli."Ujar Sasa,membuat Berlin yang mendengarnya geram.
"Dia wanita penggoda yang merebut Nicholas dari hidup aku."Marah Berlin dan kesal,karena Juli merebut Nicholas darinya.
Niko menarik Sasa,agar menjauh dari Berlin.Niko membawa Sasa kembali ke kamarnya,dia harus memastikan kecurigaannya terhadap Sasa.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu terhadap wanita itu?"Tanya Niko,karena merasa heran dengan Sasa yang seperti memancing perkelahian antara Juli dan Berlin.
"Aku hanya Jujur kepada dia."Balas Sasa,karena heran dengan pacarnya ini.
"Apa kamu tidak menyukai Juli,sahabat yang baik dan perduli terhadap kamu?"Tanya Niko,membuat Sasa tersadar dengan ucapan Niko.
Sasa duduk di ranjangnya menyesali perbuatannya,untung ada Niko yang menyadarkan perbuatannya.Dia harusnya bersyukur Juli begitu baik terhadapnya,tapi dia malah bisa-bisanya iri terhadap Juli.Sasa berfikir,kenapa dirinya jadi jahat terhadap Juli.Bahkan dia sempat iri dengan Juli,Sasa berbaring di kasur dan menyesali perbuatannya.
Niko melihat Sasa yang termenung atas tindakannya,Niko menghampiri Sasa dan ikut berbaring di hadapan Sasa.Dia membawa Sasa ke dalam pelukannya,dia tidak ingin Sasa sedih.
__ADS_1
Sasa berada di pelukan Niko,dia langsung menangis di pelukan Niko.Sasa menyesali perbuatannya yang jahat,Sasa merasakan Niko yang mengusap punggung dirinya lalu Sasa tertidur di pelukan Niko.
Niko menyadari jika Sasa tertidur di pelukannya,dia mengambil ponsel Sasa dan mengirim pesan terhadap Juli.
Sasa : Ada perempuan bernama Berlin yang mencari bos Nicholas.
Setelah mengirim pesan,Niko menyimpan ponsel Sasa di meja dan Niko menyadari jika Juli benar-benar perduli dengan Sasa.Niko merasa Juli orang baik dan tidak mungkin Juli perusak hubungan orang.
"Kamu beruntung memiliki sahabat seperti Juli Sa,jangan kamu sia-siakan sahabat yang seperti itu."Gumam Niko,dia mencium kening Sasa dan pindah ke sofa untuk tidur.
Sedangkan di vila,Juli masih tidur.Sekarang dia merasa dingin di tubuhnya dan merapatkan tubuhnya ke pelukan Nicholas.
Nicholas membuka matanya,karena Juli semakin masuk ke dalam pelukannya.Nicholas terganggu dengan gerakan Juli yang semakin masuk ke dalam pelukannya,membuat dirinya tidak nyaman.
Juli tidak bisa diam dengan tidurnya dan itu membuat Nicholas heran dengan tidur Juli yang tidak seperti biasanya.Dia menyentuh dahi Juli dan kaget dengan tubuhnya Juli yang sangat panas.
Nicholas segera beranjak dari kasurnya dan menyelimuti Juli agar tidak kedinginan,Nicholas turun mencari obat untuk Juli.Nicholas langsung mengambil obat dan air minum untuk Juli,Nicholas masuk ke dalam kamar dan mencoba membangunkan Juli.
"Sayang bangun."Panggil Nicholas,mencoba membangunkan Juli.
Juli mendengar seseorang memanggilnya dan membuka matanya,dia melihat wajah Nicholas yang panik terhadap Dirinya.Juli merasakan badannya menggigil dan merasa tidak enak di tubuhnya.
"Ada apa?"Tanya Juli,merasa tidak enak badannya.
"Cepat,kamu minum obatnya sayang."Perintah Nicholas dengan wajah yang khawatir terhadap Juli.
Juli meminum obat yang di berikan Nicholas terhadap dirinya,dia merasa pusing di kepalanya.Dia berbaring dan memejamkan matanya kembali,dia merasa tubuhnya benar-benar tidak kuat menopang dirinya sendiri.
Nicholas yang melihat Juli seperti itu langsung turun untuk membawa kompres buat Juli,Nicholas mengompres dahi Juli hingga panas di tubuh Juli menurun.
"Cepat sembuh sayang."Ucap Nicholas,dia memegang tangan Juli.
Dia mendengar ponselnya berbunyi dan mengangkat teleponnya.
"Kamu dimana sayang?"Tanya sang ibu,karena khawatir terhadap anaknya.
"Aku di pulau pribadi bu."Jawab Nicholas,agar ibunya tidak khawatir.
"Dimana sayang?"Tanya sang ibu,karena akan menyusul anaknya.
"Nanti saja bu,aku ingin tenang dulu bersama Juli."Jawab Nicholas,karena ingin berdua dulu dengan Juli.
"Baiklah sayang,kamu hati-hati di sana."Ujar sang ibu,mengkhawatirkan putranya.
"Iya bu,sekarang Juli sedang sakit."Balas Nicholas,dia menatap Juli yang pucat.
"Juli sakit?"Tanya ibunya kaget,karena mendengar calon menantunya sakit.
"Iya bu,tapi ibu tidak usah khawatir.Aku sudah memberikan obat terhadap Juli."Balas Nicholas,agar ibunya tidak panik.
"Ibu ingin menyusul kesana."Ucap sang ibu,karena ingin melindungi anak dan calon menantunya.
"Tunggu dua hari lagi bu,aku pasti akan menghubungi ibu."Balas Nicholas dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Nicholas menyimpan ponsel di sampingnya,dia langsung ikut berbaring dan tidur di sebelah Juli karena merasa lelah.