
Keluarga Nicholas yang mendengar suara mobil di parkiran,mereka langsung bernafas lega.Karena dokter sudah tiba,mereka sudah tidak khawatir dengan ke datangan dokter yang sudah datang ke vila.
Ibu Nicholas bergegas ke luar Vila,dia menyambut sahabatnya.Dia begitu senang saat sahabatnya datang,dia langsung memeluk sahabatnya yang datang.
"Siapa yang sakit?"Tanya dokter,kepada ibu Nicholas.
"Menantuku,dia tiba-tiba pingsan di kamar mandi."Jawabnya,sambil membawa masuk sahabatnya ke dalam vila.
"Malam semuanya."Ucap dokter tersebut,karena melihat keluarga sahabatnya berkumpul.
"Malam dok."Jawab mereka,membalas ucapan dokter.
Ibu Nicholas membawa sahabatnya ke dalam kamar,dia masih melihat anaknya yang menggenggam tangan sang istri.
"Sayang,jangan di situ.Biarkan Juli di periksa dulu."Ucap sang ibu,agar Nicholas berpindah.
Nicholas melihat dokter di samping ibunya,dia bergegas berpindah posisi.Dia melihat dokter yang memeriksa istrinya,dia masih khawatir dengan kondisi sang istri.
Dokter memeriksa kondisi Juli,dia mengecek sekali lagi untuk memastikan kondisi Juli.Karena takut salah mendiagnosis Juli,dia tersenyum setelah mendapatkan hasilnya.
Ibu Nicholas melihat sahabatnya tersenyum,saat memeriksa menantunya.Dia bingung,sebenarnya apa yang terjadi dengan menantunya.
"Bagaimana?"Tanya ibu Nicholas,karena dia mengkhawatirkan Juli.
"Tidak apa-apa."Balas dokter tersenyum.
"Syukurlah,jika tidak apa-apa."Ucap ibu Nicholas,merasa tenang mendengarnya.
"Apa menantu kamu sudah mendapatkan siklus menstruasinya?"Tanyanya tersenyum.
"Sepertinya belum dok."Jawab Nicholas.
"Besok,kamu suruh istrimu cek dengan test pack."Ucapnya,memberikan test pack kepada Nicholas.
Nicholas menerima test pack yang di berikan dokter,dia merasa jantungnya berdegup kencang.Dia bingung sekarang,jika Juli hamil berarti dirinya akan menjadi seorang ayah.
__ADS_1
"Memangnya,dokter tidak bisa memberitahukan hasilnya?"Tanya Nicholas,menatap sang dokter.
"Aku bukan dokter kandungan,tapi sepertinya istrimu hamil.Setelah,aku memeriksanya dua kali."Balas dokter,karena dia takut salah mendiagnosa pasiennya.
"Lantas,kenapa istriku masih belum sadar sampai saat ini?"Tanya Nicholas,masih mengkhawatirkan istrinya.
"Mungkin,dia kelelahan.Nanti juga,istrimu pasti sadar."Balas dokter tersenyum.
"Terima kasih,kamu sudah mau kesini."Ucap ibu Nicholas,karena sahabatnya sudah mau ke vila miliknya meski jauh.
"Tidak apa-apa,aku sudah selesai dengan tugasku di sini.Aku pamit pulang,karena takut kemalaman."Balasnya.
"Kenapa tidak menginap saja di sini?"Tanya ibu Nicholas,karena dia mengkhawatirkan sahabatnya.
"Besok,aku ada jadwal praktek."Balasnya,jika dia tidak ada jadwal praktek pasti akan menerima tawaran sahabatnya ini.
"Yasudah,mari ku antar ke depan."Ucap ibu Nicholas,karena merasa tidak enak dengan sahabatnya.
Ibu Nicholas mengantarkan sahabatnya,ke tempat sahabatnya memarkirkan mobil.Padahal,dirinya sangat ingin mengobrol dengan sahabatnya ini.Namun,dia tidak bisa mencegah sahabatnya untuk menginap.Karena dia mengerti,tugas seorang dokter menolong pasien yang terluka dan sakit.Dia langsung menatap kepergian sahabatnya dan kembali masuk ke dalam Vila.
Keesokan paginya,Juli membuka kedua matanya.Dia melihat Nicholas yang menggenggam tangannya,dia merasa begitu pusing sekarang.Dia sekarang merasa mual di perutnya,dia langsung melepaskan genggaman tangan Nicholas dan masuk ke dalam kamar mandi.
Nicholas kaget,saat Juli melepaskan genggaman tangannya.Dia melihat Juli lari ke kamar mandi,dia mendengar suara Juli yang muntah-muntah di dalam kamar mandi.Nicholas langsung mengambil test pack yang di berikan dokter semalam,dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menyerahkannya kepada Juli.
Juli yang mengeluarkan isi perutnya kaget,karena Nicholas tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi.Dia bahkan lebih kaget,saat Nicholas memberikan test pack kepada dirinya.Dia menerimanya begitu saja,dia sadar bahwa dia belum menstruasi.
"Kamu keluar dulu."Ucap Juli,agar Nicholas keluar dari kamar mandi.
"Baiklah sayang,kamu hati-hati di dalam kamar mandi.Kamu jangan sampai pingsan lagi."Balas Nicholas,begitu mengkhawatirkan istrinya.
Juli melihat Nicholas yang keluar dari kamar mandi,dia langsung mengunci pintu kamar mandi.Setelah itu,dia langsung mencoba test pack yang di berikan Nicholas.Dia menunggu hasilnya dengan perasaan yang tidak karuan,dia tidak tau saat nanti melihat hasilnya harus berekspresi seperti apa.
Juli menutup matanya,sambil berjongkok.Dia belum berani melihat hasilnya seperti apa,dia membuka pintu kamar mandi.Dia melihat Nicholas yang khawatir,dia menatap Nicholas dengan tersenyum.
"Bagaimana hasilnya?"Tanya Nicholas,begitu penasaran dengan hasilnya.
__ADS_1
"Kamu lihat saja di kamar mandi,aku belum melihatnya sama sekali."Balas Juli,dia langsung berbaring ke ranjang.
Tiba-tiba,ibu Nicholas masuk ke dalam kamar.Dia melihat Juli yang sudah sadar,dia bersyukur melihat Juli yang sudah sadar.
"Bagaimana keadaan kamu sayang? Ada yang sakit?"Tanya ibu Nicholas,begitu bertubi-tubi kepada menantunya.
"Bu,cara melihat hasilnya bagaimana? Aku tidak tau hal yang seperti ini."Ucap Nicholas,karena dia tidak tau cara kerja test pack.
Ibu Nicholas melihat test pack yang di pegang Nicholas,dia melihat test pack begitu senang.Dia langsung naik ke ranjang,dia langsung mencium Juli begitu senang.
"Ibu gimana hasilnya?"Tanya Nicholas,karena dia begitu geregetan kepada ibunya.
"Istri kamu hamil."Balasnya tersenyum senang.
Nicholas yang mendengarnya terkejut,dia tidak bisa mengekspresikan wajahnya.Dia langsung menatap Juli,dia masih shock mendengar ucapan sang ibu.
"Juli beneran hamil bu?"Tanya Nicholas memastikan.
"Iya istrimu hamil."Balas ibu Nicholas,begitu senang.
"Akhirnya,aku jadi seorang ayah."Ucap Nicholas bahagia.
Ibu Nicholas langsung keluar kamar,dia begitu sangat senang dan memberitahukan kabar gembira kepada yang lain.Dia begitu antusias,saat memberitahukan kabar gembira ini.
"Benarkah Juli hamil?"Tanya tante Nicholas,memastikan ucapan ibu Nicholas.
"Benar,jika kamu tidak percaya lihat saja hasil test pack nya."Jawab ibu Nicholas,masih begitu senang.
Tante Nicholas langsung pergi ke kamar dimana Juli dan Nicholas berada,dia memastikannya dengan matanya sendiri.Dia ikut senang saat melihat hasil test pack,dia akhirnya punya cucu.
"Selamat untuk kalian berdua,jaga kandungannya dengan baik-baik.Ingat jangan cape-cape."Ucap tante Nicholas,mengingatkan mereka berdua.
"Iya tante."Balas mereka.
Keluarga Nicholas langsung memutuskan untuk kembali ke rumah,karena mereka tidak ingin terjadi apa-apa dengan Juli.Apalagi sekarang Juli sedang hamil,mereka sangat mengkhawatirkan kondisi Juli.
__ADS_1
Mereka langsung bergegas,membereskan barang-barang mereka yang ada di vila.Setelah itu,mereka langsung menyimpan barang di bagasi mobil.Mereka langsung pergi meninggalkan Vila secara iring-iringan untuk kembali pulang ke rumah ibunya Nicholas dengan rasa bahagia di hati mereka.