Terjerat Bos

Terjerat Bos
Episode 47


__ADS_3

Aku duduk di sofa dengan meluruskan kakiku,hingga kakiku berada di ujung sofa.Sesekali mataku,menatap ke arah lelaki yang masih fokus mengerjakan pekerjaannya.Sejak pertama kali mengenalnya,mataku selalu enggan melihatnya.Tampan hanya satu kata yang menggambarkan semuanya,bagaimana diriku tidak terpesona terhadap dirinya.Aku memang sudah gila,kepada lelaki tampan yang aku lihat sekarang.Tapi aku bersyukur,lelaki tampan ini adalah suamiku.


"Kenapa kamu menatapku sayang?"Tanya Nicholas,menatap Juli.


Aku mengerutkan keningku,karena masih tidak sadar dengan apa yang di katakan Nicholas terhadapku.Aku melihat Nicholas,menghampiri diriku.Dia tersenyum, membelai rambutku penuh kasih sayang.


"Apa kamu haus?"Tanyanya,penuh dengan rasa cinta.


"Tidak sayang."Jawabku,karena memang aku tidak haus.


"Mari kita pulang ke rumah ibuku."Ajak Nicholas,karena mamahnya menyuruhnya membawa menantunya ini.


"Baiklah sayang."Balas Juli tersenyum,menatap Nicholas.


Mereka langsung pergi meninggalkan ruangannya dan berjalan ke arah parkiran menuju mobil Nicholas.Setelah mereka masuk mobil,Nicholas menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan.


...****************...


Pertemuan keluarga Nicholas yang mendadak,membuat Juli terdiam di tengah-tengah mereka.Ibu Nicholas,semenjak dirinya datang terus memperhatikan dirinya.


"Kamu kurusan sekarang sayang,lagi diet apa?"Tanya Ibu Nicholas,melihat menantunya yang kurus.


"Enggak kok Bu."Balas Juli,karena dirinya tidak diet sama sekali.


"Atau jangan-jangan kamu tidak nafsu makan? Atau lagi isi?"Tanya ibu Nicholas,merangkul Juli penuh kasih sayang.


Mataku langsung membulat seketika,mendengar ucapan ibu Nicholas.


"Sepertinya,belum bu."Balas Juli tersenyum canggung.


"Apakah kalian menundanya?"Tanya ibu Juli,karena dia sangat ingin menimang cucu.


"Siapa yang menundanya,jelas-jelas aku juga ingin memberikan cucu untuk ibu."Balas Nicholas,karena tidak ingin istrinya di gempur pertanyaan aneh dari ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


Kami sudah sepakat memutuskan,jika kami tidak akan menolak hadirnya seorang anak.Bahkan kami juga,tidak akan menundanya.Kami berharap bisa memberikan cucu untuk ibunya Nicholas,apalagi ibunya sangat menginginkan hadirnya seorang cucu.


"Ibu bahagia,jika kalian tidak menundanya."Ujar ibu Nicholas senang.


"Kakak kapan ke korea lagi?"Tanya Zoya,begitu menginginkan liburan.


"Urusan kakak masih banyak,kamu pergi saja sendiri."Balas Nicholas cuek kepada adiknya.


"Enak aja pergi sendiri,ibu tidak akan mengizinkannya sama sekali."Protes sang ibu,tidak akan membiarkan putrinya pergi sendiri.


Juli senang melihat hangatnya keluarga Nicholas,dia beruntung hadir di tengah-tengah keluarga yang begitu hangat ini.Walau kehidupannya yang sekarang bergelimang harta,tapi dia tetap bekerja untuk masa depan anaknya nanti.Meskipun dia tau,jika keluarga suaminya sangat kaya.Dia berfikir untuk tetap bekerja,karena menurutnya roda kehidupan akan berputar.


"Apa yang sedang kamu pikirkan,Juli?"Tanya tante Nicholas,melihat Juli yang terdiam.


Sontak ucapan tantenya,membuat mereka menatap Juli bersamaan.Karena mereka tidak memperhatikan Juli,malah sibuk dengan pembicaraan mereka masing-masing.


Juli yang di tatap oleh semua orang,jadi gelagapan sendiri.Dia tidak sadar,bergelut dengan pikirannya sendiri.Dia tidak tau,jika tante Nicholas sedang memperhatikan dirinya.


"Aku tidak memikirkan apapun tante."Balas Juli menunduk,merasa tidak enak semua orang menatapnya.


"Kenapa kamu masih membiarkan menantuku bekerja,biarkan dia disini menemaniku."Protes sang ibu,agar Juli tidak bekerja lagi.


"Aku sudah menyuruhnya berhenti bu,tapi Juli masih tetap ingin bekerja.Dia merasa bosan,jika harus diam di rumah."Bela Nicholas,karena dia tidak ingin di salahkan.


"Benar bu,aku masih ingin tetap bekerja.Bagiku,bekerja sangat menyenangkan."Ucap Xinyi,agar ibu Nicholas tidak menyalahkan suaminya.


"Tuh bu,Juli mengakuinya sendiri.Jangan salahkan aku,lagian aku sudah memberikan semua kartuku kepada Juli."Ujar Nicholas,memberi tahu ibunya.


"Ayo,besok kita belanja.Kita habiskan uang suami kamu."Ajak ibu Nicholas,karena ingin membeli pakaian untuk Juli.


"Aku rasa tidak bu,kebutuhan kami masih banyak dan tidak ada yang habis sama sekali."Ucap Juli,begitu polos di hadapan ibu Nicholas.


"Ibu tidak usah mengajaknya,Juli sampai saat ini tidak pernah memakai uang yang aku berikan."Protes Nicholas,karena benar-benar menemukan wanita yang begitu ajaib di hidupnya.

__ADS_1


"Haha,sini biar aku habiskan saja kakak ipar uangnya kak Nicholas."Ucap Zoya tertawa puas,melihat kakaknya yang kesal.


"Enak aja,Kamu aja udah dapat uang bulanan dari ibu."Ucap Nicholas,tidak terima dengan ucapan adiknya.


"Kali-kali pakai uang suami kamu Jul,lagian kenapa kamu tidak memakai uang suami kamu.Jika aku,pasti sudah aku habiskan uangnya."Ucap tante Nicholas,merasa heran dengan istrinya Nicholas.


"Aku memikirkan masa depan anakku nanti tante."Jawab Juli menunduk malu,karena mempersiapkan kebutuhan anaknya jauh-jauh hari.Meskipun dirinya belum hamil sampai saat ini,tapi setidaknya dia memikirkan masa depan anaknya sekarang.


"Jangan memikirkannya Jul,kamu nikmati saja masa ini.Kamu tidak usah khawatir,jika uangnya habis.Karena saat ini,kita masih mampu membelikan apapun yang kamu mau."Ucap sang ayah,begitu bersyukur Nicholas memiliki istri yang memikirkan masa depan untuk cucunya nanti.


"Kamu dengar kan sayang."Ucap Nicholas,merasa senang dengan ucapan ayahnya.


"Iya sayang."Balas Juli,mengerti dengan ucapan keluarganya.


Dia bersyukur,mendapatkan keluarga yang tidak memperdulikan tentang uang.Dia senang,karena keluarga suaminya begitu royal terhadap dirinya.


"Sudahlah,jangan menekan Juli seperti itu.Sana sayang,kamu pergi istirahat."Perintah ibu Nicholas,karena melihat wajah Juli yang sudah lelah.


"Baik bu."Balas Juli,karena dirinya merasa lelah saat ini.


"Ayo."Ajak Nicholas,mengulurkan tangannya kepada istrinya.


Juli menyambut uluran tangan Nicholas,dia melangkah bersama Nicholas menuju kamar Nicholas.Dia baru pertama kali,menginjakan kakinya di kamar Nicholas.


"Nuansa lelaki pekerja keras,begitu membosankan."Ucap Juli,menilai kamar Nicholas.


"Begitulah sayang,aku tidak memikirkannya sama sekali.Bagiku,semuanya sama saja."Balas Nicholas,berbaring di ranjangnya.


Juli mengikuti Nicholas yang berbaring di kamarnya,dia merasa matanya sudah mengantuk.Apalagi tubuhnya sangat lelah sekali,dia mencoba memejamkan matanya.Juli merasa tangan Nicholas berada di tubuhnya,Nicholas sedang memeluk tubuhnya.


"Tidurlah sayang,aku tau kamu begitu sangat lelah."Ucap Nicholas,dia langsung mencium kening istrinya dengan penuh cinta.


Juli merasakan ciuman suaminya di keningnya,dia tau suaminya begitu mencintai dirinya.Dia benar-benar bersyukur memiliki suami yang begitu mencintai dirinya,bahkan suaminya membiarkan dia memegang semua akses keuangannya.

__ADS_1


Nicholas memejamkan matanya,sambil memeluk Juli.Dia benar-benar begitu lelah dengan pekerjaannya,apalagi dia harus menahan lelahnya dan ikut berkumpul bersama keluarganya.


Mereka tidur dengan Nicholas yang memeluk Juli,karena tubuh mereka benar-benar lelah dengan pekerjaan mereka di kantor yang sangat banyak.


__ADS_2