
Paginya,Juli sedang termenung melihat ke arah luat.Dia memikirkan anaknya saat ini,meski anaknya baik-baik saja.Namun dia,begitu merindukan anaknya saat ini.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Nicholas,memeluk istrinya saat ini.
"Aku merindukan baby Ken sayang."Balas Juli,berkata jujur terhadap suaminya.
"Aku juga merindukannya sayang,tapi kan semalam kita sudah melihat baby Ken.Bahkan,baby Ken baik-baik saja."Ucap Nicholas,agar istrinya tidak memikirkan anaknya saat ini.
"Kamu benar sayang,aku terlalu mengkhawatirkan putra kita."Balas Juli,sambil fokus melihat ke arah jendela.
"Sayang,sekarang ada acara lelang.Kamu mau ikut?"Tanya Nicholas,berharap istrinya ikut.
"Boleh sayang,agar aku tau lingkungan orang kaya seperti apa menghamburkan uangnya."Balas Juli,menyetujui ajakan Nicholas.
"Yasudah,mari kita bersiap.Aku sudah menyiapkan gaun untuk kamu,kamu merias dirilah dengan cantik."Perintah Nicholas,dia mencium pipi Juli.
"Baiklah sayang."Balas Juli,dia melepaskan pelukan Nicholas.
Juli langsung mengambil gaun yang di sediakan Nicholas,dia membawanya ke kamar mandi.Sebelum memakai gaunnya,dia membersihkan tubuhnya agar tampak segar.
Setelah melihat Juli keluar dari kamar mandi,Nicholas langsung masuk ke dalam kamar mandi.Dia bergegas membersihkan tubuhnya,agar datang ke tempat lelang tidak telat.
...****************...
"Wah,penampilan kakak ipar cantik sekali."Ucap Zoya,memuji kecantikan Juli.
"Kamu juga ikut?"Tanya Juli,menatap adik iparnya ini.
"Iya ikutlah,dari pada aku sendirian di hotel.Lebih baik,aku temani pacarku ikut lelang."Ucap Zoya,keceplosan di hadapan Juli dan Nicholas.
"Maksud kamu? Siapa pacar kamu?"Tanya Nicholas,dia langsung menatap adiknya.
Zoya yang keceplosan,dia menutup mulutnya saat ini.Zoya menunduk,tidak berani menatap kakaknya saat ini.
"Sudah,sudah.Kita jangan membahasnya,nanti kita telat datangnya."Ucap Juli,dia langsung menggandeng tangan Nicholas.
Mereka langsung berjalan ke lantai bawah,setelah itu mereka langsung menaiki mobil yang sudah di sediakan klien.Mereka meninggalkan hotel dan melakukan perjalanan hingga satu jam,sedangkan Rey dia sudah di tempat lelang menunggu kedatangan bosnya.
Sesampainya di tempat lelang,mereka langsung di antarkan ke ruangan dimana Rey berada.Mereka duduk bersebelahan,sambil menunggu acara lelang di mulai.
__ADS_1
"Apa saja yang di lelang?"Tanya Nicholas,melirik ke arah Rey.
"Aku mendengar yang akan di lelang tanah di Guangdong bos."Balas Rey,menatap ke arah bosnya.
"Selain tanah,ada apa lagi?"Tanya Nicholas,begitu penasaran terhadap barang lelangan.
"Aku hanya terfokus pada tanah bos."Balas Rey,karena menurutnya yang lain tidak penting.
"Baiklah,kita lihat saja nanti."Ucap Nicholas,sambil menatap ke arah panggung.
"Kamu sudah menerimanya?"Tanya Juli,dia berbisik terhadap Zoya.
"Sudah kak,dia juga melamar aku."Balas Zoya,memberikan senyuman terhadap Juli.
"Wah,selamat ya sayang."Ucap Juli,memberikan selamat terhadap Zoya.
"Kakak aku bingung harus bicara apa terhadap kak Nicholas,dia seperti marah saat aku bilang akan menemani pacarku."Keluh Zoya,agar kakak iparnya membantu dirinya.
"Jangan pikirkan kakak kamu,biar aku yang bicara dengannya nanti."Ucap Juli,menenangkan adik iparnya.
"Terima kasih kak,kakak yang terbaik."Ujar Zoya,dia merasa senang memiliki kakak ipar seperti Juli.
"Untuk lelang yang ke tiga,kami akan memperlihatkan satu set perhiasan cantik dan di buka dengan harga lima puluh juta."Ucap penerjemah di hadapan mereka.
Nicholas mengangkat papan nomor di tangannya,dia akan membeli satu set perhiasan untuk istrinya.Menurut Nicholas,istrinya pantas memakai set perhiasan tersebut.
"Seratus juta."Ucap Nicholas,dia membuka harga untuk perhiasan itu.
"Kenapa kamu membuka harga."Protes Juli,menatap suaminya.
"Itu cocok dengan kamu."Ucap Nicholas,dia tersenyum ke arah istrinya.
"Jangan membuka lagi harga,aku tidak menyukainya."Ujar Juli,karena dia tidak ingin Nicholas membeli satu set perhiasan yang mahal.
Satu set perhiasan di dapatkan Nicholas,dia begitu senang bisa memberikan satu set perhiasan untuk istrinya.Mereka menunggu lelangan tanah,tidak lama lelangan tanah sudah di mulai dengan membuka harga.
"Aku pusing mendengar angka-angka yang begitu fantastis."Ucap Juli,memijat kepalanya.
__ADS_1
"Aku saja pusing kak,seperti menawar kacang tanah."Balas Zoya,karena dia baru kali ini mengikuti acara lelang.
"Mau aku pijat?"Tanya Rey,dia khawatir terhadap Zoya.
Zoya menatap Rey,dia mengedipkan matanya beberapa kali di hadapan Rey.Supaya Rey menjauh darinya,dia tidak ingin kakaknya yang protektif menatapnya dengan tajam.
"Kamu kenapa? Kelilipan?"Tanya Rey dengan polosnya.
Sedangkan Nicholas,dia sedang mendengarkan percakapan mereka.Nicholas merasa interaksi antara Rey dan adiknya tidak biasa,dia masih terdiam saat ini mengamati mereka.
"Membosankan."Ucap Juli,agar Nicholas tidak mendengar percakapan antara Zoya dan Rey.
"Membosankan kenapa sayang?"Tanya Nicholas,menatap istrinya.
"Begitu membosankan dunia orang kaya,menawar barang dengan jumlah uang yang tidak sedikit.Membuat aku bosan,karena tidak bisa membayangkan seberapa banyak uang yang di miliki oleh mereka."Balas Juli,dia menyender ke kursi.
"Kamu lupa,suami kamu saja orang kaya."Canda Nicholas,menatap heran terhadap istrinya.
"Aku saja,tidak ingin tau berapa jumlah uang yang kamu miliki."Ucap Juli,menjulurkan lidahnya terhadap Nicholas.
"Sudah diam,aku akan membuka harga untuk tanah itu."Ucap Nicholas,dia langsung membuka harga tinggi untuk tanah yang di inginkannya.
Nicholas pasrah,karena uangnya merasa tidak cukup untuk membeli tanah yang dia inginkan.Apalagi,dia belum menukar uang sama sekali.Jadi dia membiarkan orang lain yang mendapatkannya,mereka memilih pulang dan tidak ikut melanjutkan pelelangan.
Saat di loby,mereka tidak sengaja berpapasan dengan Clara yang baru datang.Mereka saling memandang satu sama lain,mereka sama-sama terdiam di hadapan Clara.
"Aku tidak tau,jika kamu datang ke negara ini."Ucap Clara,dia menatap Nicholas yang ada di hadapannya.
"Bukan urusan kamu."Balas Nicholas,dia memalingkan mukanya dari Clara.
Clara tidak perduli dengan sikap Nicholas yang seperti ini,dia berjalan ke arah Juli.Clara langsung berbisik di telinga Juli,agar Juli tau Nicholas masih mencintainya.
"Nicholas masih mencintaiku,bahkan dia begitu puas dengan pelayananku."Ucap Clara,dia berbisik di telinga Juli.
"Aku tidak perduli dengan ucapan kamu,itu hanya masa lalu.Sekarang,kehidupan kami baik-baik saja."Balas Juli,membalas ucapan Clara.
Juli langsung menggandeng Nicholas,dia berjalan meninggalkan Clara yang begitu kesal saat ini.Juli tidak memperdulikan ucapan Clara,lagi pula rumah tangganya saat ini baik-baik saja.
Mereka langsung meninggalkan tempat pelelangan,mereka kembali ke hotel tempat mereka tinggal sementara.
__ADS_1