
Setibanya dirumah, mereka pun berkumpul dirumah thomas dan juga ibel.
“Sudah yah, kalian berdua jangan bertengkar lagi. Ingat ada nyawa didalam perut ibel.” Ucap ayah Jacky kepada anak dan menantunya.
“Kamu thomas gak usah lagi main perempuan, kamu sudah berbuat fatal dengan ibel. Kalo kamu sampe macem macem lagi ayah sudah tidak mau perduli lagi denganmu!” Pesan ayah Jacky kepada thomas.
“Dan kamu ibel, saat ini tidak usah kamu hiraukan thomas mau berbuat seperti apa. Biarkanlah! Kamu fokus saja pada calon anakmu itu..” imbuhnya kembali kepada ibel.
“Kenapa ayah berbicara seperti itu padaku, bagaimana aku bisa fokus hanya kepada anakku?! Bukankah itu sama saja dengan membiarkan ayah dari anak ini berkelana bersama perempuan perempuan lain diluaran sana” Batinnya saat itu.
Mulut ibel seolah terkunci dan tak bisa menjawab apapun saat itu, ia hanya bisa diam dan pasrah ketika ayah mertuanya berbicara.
“Ayah harap kalian berdua tidak lagi bertengkar dan berbuat hal diluar nalar yang bisa membahayakan kalian sendiri! Faham?!” Gertak ayah Jacky kepada keduanya.
“Iyah, yah.” Sahut keduanya dengan raut wajah yang acuh satu sama lain.
“Yasudah kalo begitu, ayah dan mama akan pulang sekarang. kalian baik baik disini, Ingat pesan ayah! Fikirkan calon anak kalian berdua! Jangan saling egois.” Pamit ayah Jacky.
“Kalo gitu, mama juga pamit pulang ya sayang.. kamu jaga dirimu baik-baik.” Cela mama rina kepada ibel.
“Dan ingat pesan mama tadi! Kamu harus sabar dulu Okey..” bisik mama rina saat berpelukan dengan sang anak.
Ibelpun memasang raut wajah piasnya, meskipun ia menganggukkan kepalanya dan menyetujui mama rina akan pulang. Namun, didalam hatinya ia sangat ingin ditemani oleh sang mama saat itu..
“Hati-hati mah.” Lirih ibel kepada mama rina yang saat itu dianggukkan olehnya.
*Setelah para orang tua sudah pulang kerumahnya masing masing, kini tinggalah mereka berdua didalam rumah tersebut.
“Udah gak usah pasang muka cemberut gitu! Denger kan tadi ayah bilang apa, baikan!” Tegur thomas dengan wajah menyeringai.
“Enak banget lo bilang, selamanya gue bakalan inget ya kalo lo udah selingkuhin gue disaat gue lagi hamil kaya gini!” Batin ibel saat itu juga.
Ibelpun tidak menjawab ucapan thomas sama sekali, ia memilih untuk melangkahkan kakinya pergi meninggalkan thomas yang masih terduduk disofa ruang tamu tersebut.
Brakkkk!!
Ibelpun menutup pintu kamarnya dengan keras, membuat thomas yang mendengarnya pun sontak terkejut.
“Dasar cewek aneh! Apasi maunya.. masih aja!” Gerutu thomas saat itu juga.
Bukannya kapok atas kejadian itu, thomas malah asik bermain aplikasi tinder diponselnya.
“Jhaha, cakep juga ni cewek.” Gumamnya seraya menatap layar ponselnya.
*Berjalannya waktu, Thomaspun ingin mengistirahatkan dirinya karena hari sudah larut malam.
Pria itu melangkahkan kakinya perlahan masuk kedalam kamarnya,
“Udah tidur dia, ah Bodo ah gue mau tidur disini!” Gumamnya ketika melihat istrinya sudah terlelap.
Saat thomas menjatuhkan tubuhnya tepat disamping ibel, iapun menatap wajah ibel dengan sangat dekat.
__ADS_1
Nafsu birahinya pun tiba-tiba muncul,
“Kenapa rasanya pengen sekali ya..” Batinnya saat melihat tubuh istrinya.
Tak perduli dengan situasi yang telah terjadi, thomaspun memulai menyetubuhi istrinya tanpa aba-aba sedikitpun, membuat ibel sontak merangsang dan terkejut.
Ibelpun mencoba mendorong tubuh thomas sekuat mungkin saat ia tersadar thomas ingin menyetubuhinya, namun tenaga thomas lebih besar daripada ibel.
Thomas semakin panas dalam permainannya hingga membuat Ibelpun semakin tak berdaya saat itu..
“Thom— arghhhh” Desah ibel saat itu juga.
Meskipun tengah berbadan dua, namun tak membuat keduanya kehilangan hasrat ingin bercinta.
Dengan sekuat tenaga, thomaspun memberikan pelayanan terbaiknya untuk sang istri malam itu hingga keduanya pun hanyut dalam permainan ranjang panas tersebut.
*Setelah melakukan hal tersebut, keduanya pun tertidur bersamaan dengan posisi telanjang satu sama lain.
Hingga pagi pun tiba,
“Sialllll!!!! Kenapa gue bodoh banget malah ngasih jatah dia malam ini!” Batin ibel dengan raut wajah kesalnya ketika melihat dirinya tidak menggunakan sehelai baju pun.
Ketika dirinya ingin bangkit dari tidurnya, tangannya pun tiba-tiba ditarik oleh thomas.
“Sini sayang, aku gak mau ditinggalin kamu..” Gerutunya dengan mata yang ia sipitkan.
Ucapan itupun mampu membuat ibel kembali mencair, rasanya ia seperti wanita yang telah dicintai oleh pasangannya.
“Sayang..” Panggil thomas kembali pada ibel.
“Hmm..” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Sini, jangan kemana mana. Aku pengen peluk kamu.” Ucap thomas dengan nada manjanya.
Ibelpun menuruti permintaan suaminya tersebut, ia kembali mendekatkan tubuhnya kesamping suaminya.
Thomaspun seketika mengelus-elus lembut perut sang istri, “Dede lagi ngapain disana, ini daddy” Lirihnya di perut ibel.
Ibelpun menerbitkan senyuman hangatnya saat itu juga,
“I love you sayang..” Bisik thomas kepada ibel seraya menyunggingkan senyumannya.
“I love you too..” Lirih ibel dengan malu-malu.
“Sebentar lagi kita berdua akan jadi orang tua, Im so happy For that” Ucap thomas pada ibel.
“Im happy too..” Sahut ibel dengan menganggukkan kepalanya.
Meskipun tak ada satu kata maaf pun yang terucap dari bibir thomas untuk ibel, namun ibel mampu ditaklukkan kembali oleh thomas saat itu..
“Kamu lapar kah sayang? Tunggu disini saja ya, aku akan masakin kamu makanan spesial supaya kamu dan calon anak aku sehat..” Ucap thomas kepada ibel.
__ADS_1
Ibelpun hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis, “iyah.” Singkatnya.
Thomaspun bangkit dari tempat tidurnya, ia kembali memakai boxer celananya dan melangkahkan kakinya keluar kamar untuk memasakkan sesuatu untuk sang istri.
Cara itulah yang thomas akan lakukan jika telah melakukan kesalahan, ia tak bisa mengucapkan kata maaf kepada siapapun. Namun menurutnya permintaan maafnya itu sudah terwakilkan oleh perbuatannya yang baik.
*Beberapa saat kemudian, thomaspun sudah kembali kekamarnya seraya membawakan makanan dan juga minuman yang ia buat sendiri khusus untuk istrinya tersebut.
“Taraaa! This is For you my beautiful wife!” Seru thomas dengan menyodorkan nampan berisikan makanan dan minuman yang ada ditangannya.
“Woahhh, apa ini?! Thank you so much.” Sahut ibel dengan menyunggingkan senyumannya.
“Ayok dimakan sekarang! Pasti kamu bakalan suka..” Perintah thomas dengan mengedipkan satu matanya.
“Okey, aku cobain sekarang yah..” angguk ibel yang saat itu mulai mencoba makanan tersebut.
“Yummm!!! Enak bangettt thomas! You are best! Belajar masak dari kapan kamu?!” Puji ibel saat mengunyah makanan tersebut.
“Rahasiaaaa! Syukurlah kalo kamu suka, aku pasti akan buatkan untukmu setiap hari jika kamu mau..” Sahut thomas dengan menaikkan kedua alisnya.
“Makasihhh… muachhh!” Singkat ibel seraya mencium pipi sang suami.
“Kok cuma pipi sayang?!” Tanya thomas dengan manjanya.
“Jadi?” Singkat ibel dengan menaikkan satu alisnya.
“Bibirnya juga mau dicium kamu..” Sahut thomas dengan sengaja memajukan bibirnya.
“Cupp!”
Ibelpun dengan cepat mencium bibir sang suami.
“Nah gitu dong, hehe.” Ringis thomas dengan mengacak lembut rambut sang istri.
“Hari ini, jalan jalan yuk. You wanna?!” Ajak thomas pada ibel.
“Kemana?!” Tanya ibel dengan raut wajah polosnya.
“Kemanapun kamu mau, yang penting kamu happy.” Sahut thomas dengan menyentil hidung sang istri.
“Setuju?!” Tanya thomas kembali.
“Hmm, Okedeh boleh.” Angguk ibel dengan memutarkan bola matanya.
“Okey! Kalo gitu, habis kamu makan kita akan mandi bersama lalu setelah itu kita pergi jalan jalan!” Sergah thomas dengan menaikturunkan kedua alisnya.
“Kenapa harus mandi bersama?!” Tanya ibel dengan mengerutkan keningnya.
“Supaya tidak memakan waktu lama sayang.” Sahut thomas dengan menyunggingkan senyumannya .
“Hmm.” Dengus ibel seketika.
__ADS_1