
“Baiklah kalo begitu, nanti aku akan bicara kepada ibel yah supaya Alice segera dioperasi..” Pekik thomas kepada ayah Jacky
“Ayah menyayangi Alice karena bagaimanapun dia adalah cucu ayah, tapi ayah belum bisa mengakuinya didepan publik karena ini menyangkut aib mu yang akan merusak nama baik ayah. Jadi untuk sekarang, yang terpenting fokus pada kesembuhan alice dulu ya.” Ungkap ayah Jacky dengan tatapan yang sulit diartikan kepada thomas.
“Iyah, thomas mengerti soal itu. Tidak masalah yah, yang penting kan alice tetap kita urus bersama. Masalah diakui atau enggak itu tidak terlalu penting bagi thomas..” Sahut thomas menyetujui ucapan sang ayah.
TOK TOK TOK
Suara ketukan pintu pun terdengar, hingga membuat thomas pun sontak menoleh kearah pintu ruangan ayahnya tersebut.
“Masukkk..” Seru ayah Jacky saat itu juga.
CEKLEK*
“Permisi pak, e-maaf mengganggu waktunya. Saya hanya mau memberikan berkas-berkas ini..” Ucap Siska yang membawa beberapa berkas ditangannya saat itu juga.
“Loh, bukannya itu tugas dito? Kemana dia? Kenapa tidak menghantarkannya sendiri?!” Tanya ayah Jacky dengan menaikkan satu alisnya keatas.
“Eum, Iyah pak. Tadi dito sedang sakit perut dan terus-terusan bolak balik kekamar mandi, makanya dia meminta tolong kepada saya untuk menghantarkan semua berkas-berkas ini..” Ungkap Siska kepada ayah Jacky.
“Oh, kalo begitu Yasudah tolong kamu letakkan semua berkas itu diatas meja kerja saya sebelah sana..” Sahut ayah Jacky yang saat itu menunjuk ke arah meja kerjanya.
“Baik, pak.” Angguk Siska yang saat itu melangkahkan kakinya untuk meletakkan berkas-berkas ditangannya.
Thomas pun terus memperhatikan wanita bertubuh sexy tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Eum, sudah ya pak. Terimakasih banyak, maaf menganggu waktunya, saya permisi pak..” Pamit Siska kepada ayah Jacky saat itu juga.
“Ya, silahkan.” Singkat ayah Jacky seraya menganggukkan kepalanya.
*Setelah Siska keluar dari ruangan tersebut, thomas pun masih terus meliriknya, hingga ayah Jacky pun sadar atas perlakuan sang anak dan langsung menegurnya saat itu juga.
“Jangan macam-macam lagi thomas, kau sudah ada Alice jangan sampai berbuat yang aneh aneh lagi” tutur pak Jacky dengan menatap thomas sinis.
Thomas pun meneguk saliva nya secara cepat, “Eum,iya yah. Kalo begitu thomas pamit keluar dulu ya yah..” Pamit thomas dengan segera.
“Sebentar, thom!” Sergah ayah Jacky saat itu juga.
Thomas pun membalikkan badannya kembali kearah ayahnya, “Iya, yah? Ada apa lagi?!” Tanya thomas dengan menaikkan kedua alisnya.
“Ayah akan kenalkan kamu dengan seseorang..” Sahut ayah Jacky hingga membuat thomas pun langsung penasaran.
__ADS_1
“Siapa yah?!” Tanya thomas seketika.
Tanpa menjawab sekata-kata pun ayah Jacky sontak menelfon seseorang untuk datang keruangannya saat itu juga.
“Saya tunggu sekarang diruangan saya..” Tegas ayah Jacky dalam sambungan telfonnya.
PIP*
Setelah menutup telfonnya, ayah Jacky pun sontak melipatkan kedua tangannya dibawah dagunya.
Thomas menatap sang ayah dengan tatapan yang sulit diartikan, pria itu merasa penasaran dengan orang yang akan dikenalkan dengannya.
Tak lama kemudian, suara orang membuka gagang pintu pun terdengar dengan jelas.
CEKLEK*
“Permisi, pak..” Sapa seseorang yang bertubuh kekar dan tegap tersebut.
“Ah marco! Akhirnya datang juga kamu, kemarilah saya ingin mengenalkanmu dengan thomas anakku yang sudah saya angkat menjadi CO baru diperusahaan ini.” Pekik ayah Jacky dengan raut wajah penuh arti.
“Hmm, gue kira mau dikenalin ke cewe..” Batin thomas saat itu juga.
“Pagi pak thomas, saya marco. Senang berkenalan dengan anda..” Sapa marco seraya mengulurkan tangannya kepada thomas.
“Thomas, sebelumnya ayah sudah beritahukan Marco terlebih dulu. Bahwa dialah yang akan menjadi tangan kirimu disini, dia akan mengawalmu kemanapun kamu pergi dan dia juga akan selalu membantumu dalam setiap urusanmu, jadi sesulit apa kendala mu kamu bisa meminta tolong padanya.. jadi ayah harap kamu bisa bekerjasama dengan baik bersamanya.” Ungkap ayah Jacky kepada thomas.
“Apakah seorang CO selalu membutuhkan ajudan seperti ini? Arghhhh baiklah aku turuti saja kemauan ayah ini..” Gumam thomas seraya memalingkan wajahnya sekilas.
“Thomas apakah kamu mengerti?!” Tegur ayah Jacky seketika.
“Siappp yah! Thomas mengerti.. mulai hari ini juga, marco adalah tangan kiriku. Begitu kan yang ayah maksud?!” Sahut thomas sedikit nyeleneh.
“Hmm, Yasudah kamu boleh pergi keruangan mu sendiri. Dan kamu marco, mulai hari ini kamu sudah efektif menjalankan tugasmu!” Dehem ayah Jacky yang kemudian beralih menatap marco.
“Siap pak.” Angguk marco dengan tegasnya.
“Mari pak, biar saya antar keruangan bapak..” Ajak marco kepada thomas.
“Hmm, baiklah. Thomas pamit yah..” Dehem thomas dengan raut wajah pasrahnya dan meninggalkan ayah diruangan tersebut.
“Hei, saya boleh tanya tidak?!” Tanya thomas kepada marco yang berjalan dibelakangnya.
__ADS_1
“Siap pak, boleh..” Sahut marco dengan sopannya.
“Usia mu berapa? Sepertinya kita seumuran..” Duga thomas seketika.
“Usia saya 28 tahun pak, ada apa ya pak?!” Sahut marco dengan raut wajah bingungnya.
“Gak papa, benar saja jika umur kita tak jauh berbeda. Kalo begitu jangan panggil saya pak! Panggil saya thomas saja, supaya kita jadi akrab..” Usul thomas kepada marco.
“Memangnya bapak umur berapa?” Tanya marco kepada thomas dengan raut wajah datarnya.
“Saya baru 26 tahun, masih sangat muda bukan Ck. Jangan terlalu formal begitu dengan saya, panggil dengan gue lo aja. Karena Mulai sekarang, lo akan jadi ajudan setia gue..” Ungkap thomas dengan menaikturunkan kedua alisnya.
“T-tapi apakah tidak apa-apa pak? E-maksudnya thom?!” Sahut marco dengan ragu-ragu.
“Gak papa lah! Kan gue yang nyuruh.. lagian kalo memang lo akan jadi ajudan pribadi gue, gak asik kalo harus formal-formal an segala!” Pekik thomas pada argumennya.
“Baiklah, kalo itu mau pak thomas. Saya akan ikuti.” Angguk marco dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Okey! Bagus.. Bay the way lo gak ikut masuk keruangan gue kan? Atau tetep ikut masuk?!” Tanya thomas dengan menaikkan satu alisnya keatas.
“Izin, gue hanya menunggu diluar ruangan saja. Namun jika ada apa-apa lo bisa panggil gue, dan pastinya gue akan segera sigap!” Sahut marco dengan lugas namun tegas.
“Hmm, baiklah. Kalo gitu lo tunggu sini! Gue mau masuk keruangan gue..” Perintah thomas yang saat itu dianggukkan oleh marco.
Didalam ruangannya*
Thomas masih saja memikirkan wanita yang datang keruangan ayahnya tadi, wanita tersebut membuat thomas begitu penasaran dan ingin sekali mendekatinya.
“Cepat atau lambat, semua wanita cantik dikantor ini akan menjadi milik gue haha..” Gumam thomas dengan tersenyum menyeringai.
*Sementara diruangan yang berbeda*
Siska baru saja memuluskan idenya yang pertama untuk mencari perhatian kepada thomas.
“Dit! Thanks yah.. gue rasa ide gue yang pertama ini berhasil deh, bos muda tadi ngelirik gue sampe gak berkedip Ck” Ujar Siska kepada dito.
“Lain kali jangan libatin gue sis! Yang ada gue bisa di cap jadi karyawan pemalas karena keseringan nyuruh lo keruangan pak Jacky..” Protes dito kepada Siska.
“Yaelah tenang aja sih! Lo gak akan dicap karyawan pemalas sama pak Jacky aman!!” Ucap Siska dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Hmm, Yaudah lah terserah lo aja, intinya jangan sampe nama gue jadi jelek. Inget itu!” Sahut dito dengan tatapan menyeringai.
__ADS_1
Siska pun hanya memiringkan senyumannya saat itu juga.
**