
*Keesokan Harinya*
Waktu menunjukkan pukul 6:15 pagi hari, cahaya matahari bersinar dengan sangat sempurna hingga cahayanya mampu menembus kaca jendela kamar sepasang suami istri yang masih tertidur dengan posisi saling berdekapan.
Akibat dari ulah keduanya pada malam hari itu, Kamarnya jadi sangat berantakan,bantal dan juga baju-baju berserakan dimana-mana.
“Thom, bangun..” Pekik ibel yang baru saja membuka kedua matanya dan sontak membangunkan sang suami yang nampak pulas dalam tidurnya.
“Arghhh, nanti saja bel, burungku juga masih lelah gara-gara duel semalam. Memangnya kamu belum puas dan mau nambah sekali ronde lagi?!” Celoteh thomas yang masih menutup matanya.
“Dih! Apan sih, lihat tuh sudah hampir jam setengah tujuh! Apakah kamu masih ingin tidur seperti ini!!” Gertak ibel hingga membuat thomas pun sontak membuka matanya saat itu juga.
“Apa?!” Jam setengah tujuh?! Ibel!!! Kamu sengaja ya mau buat aku telat masuk kerja!!” Omel thomas yang langsung membuka kedua matanya secara lebar.
“Kamu ini bicara apa? Untung saja aku mau bangunkan kamu! Lagipula aku ini juga baru bangun tau gak! Semua ini gara-gara semalaman begadang bersamamu!” Protes ibel dengan raut wajah kesalnya.
“Arghhh, Yasudahlah!! Percuma juga aku bicara denganmu,Awas! aku mau mandi sekarang..” Pekik thomas yang saat itu bangkit dari tempat tidurnya dan langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi.
“Dasar saiko! Kadang baik, kadang kaya monster! Entahlah, bingung harus gimana aku menghadapinya. Kadang muak namun kadang juga terlena dan terbawa oleh sikap manisnya yang hanya seujung jari kuku itu saja, Hmm.” Batin ibel seraya melihat suaminya yang begitu tergesa-gesa masuk kedalam kamar mandinya.
Ibel pun beralih menatap keranjang sang anak yang berada tak jauh dari tempat tidurnya.
“Anak Mommy sudah bangun belum itu yah?!” Gumam ibel yang matanya terfokus pada keranjang sang anak.
Ibel pun sontak bangkit dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menghampiri ranjang sang anak.
“Loh, kok kamu sudah bangun? Kok gak bersuara sedikitpun sih sayang?! Mommy kan jadi gak tau kalo kamu bangun..” Celoteh ibel dihadapan sang anak yang berada diranjang tempat tidurnya.
Ibel pun bergegas menggendong Alice dan membawanya turun kebawah,
“Ayo sayang ikut Mommy dulu sambil nunggu daddy mu selesai mandi..” Ajak ibel kepada sang anak.
Setelah menuruni tangga rumahnya, ia pun melangkahkan kakinya menghampiri sang pembantu yang tengah menyibukkan dirinya didapur.
“Mbak Susi lagi ngapain, sibuk banget deh kayaknya..” Tegur ibel kepada sang pembantu.
“E-nona sudah bangun, ini mbak Susi lagi masak sarapan non. Adek Alice juga ikutan bangun yah ternyata..” Sahut sang pembantu tersebut dengan sopannya.
“Eum, wangi banget sih masakannya mbak! Ibel jadi laper deh nyium aroma masakannya mba Susi..” Puji ibel saat itu juga.
__ADS_1
“Monggo non, kan memang ini makanannya untuk non ibel dan juga tuan thomas. Kalo mau sarapan sekarang gak papa, biar Adek sama mbak Susi..” Ucap Susi kepada majikannya.
“Engga deh mbak, ibel sarapannya nanti aja bareng daddy nya Alice. Mbak Susi bangun dari jam berapa ya?!” Tolak ibel seketika.
“Saya non? Saya mah bangun dari sebelum subuh non, sehabis sholat subuh langsung bebenah rumah dan masak didapur..” Ungkap Susi yang tersenyum ramah kepada ibel.
“Mbak Susi gak papa kan?!“ tanya ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Gak papa gimana non?!” Sahut Susi yang merasa bingung.
“Gak papa kerja disini? kan kita beda keyakinan. Takutnya ada rasa risih atau gimana..” Pekik ibel dengan menggigit bibir bawahnya.
“Yaampun non ibel ini, Soal itu mah gak masalah bagi saya non, Semuanya sama kok. Lagipula saya kan juga gak diusik untuk melakukan ibadah dirumah ini. Kenapa mesti risih non.. hehe” Sahut Susi dengan tawa kecilnya.
“Hmm, syukurlah kalo begitu mbak. Saya juga gak akan melarang mbak Susi untuk melakukan ibadah menurut ajaran mbak kok.” Ucap ibel dengan menghembuskan nafasnya secara pelan.
“Nah, ini makanannya sudah matang semua. Biar mbak Susi tata di meja makan dulu ya non..” Seru Susi yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Iyah, mbak.” Singkat ibel yang tersenyum hangat.
Setelah menyusun semua makanan diatas meja, sang pembantu pun bergegas menawarkan dirinya untuk mengurus Alice saat itu juga.
“Memangnya mbak Susi bisa mandiin bayi?!” Tanya ibel dengan pasti.
“Yaampun non kalo hanya mandiin bayi saja sudah diluar batas kemampuan mbak Susi atuh hehe, gini-gini saya juga sudah punya cucu non..” Sahut Susi yang melebarkan senyumannya.
“Sudah punya cucu? Berarti mbak Susi sudah menjadi nenek dong?! Tapi wajah mbak Susi masih kelihatan muda sekali loh..” Tanya ibel dengan mengerutkan keningnya.
“Seharusnya memang belum saatnya mbak Susi punya cucu non, tapi anak mba Susi malah hamil diluar nikah. Ya jadi mbak Susi sekarang jadi nenek muda deh hehe.” Sahut sang pembantu hingga membuat ibel pun sontak menelan salivanya dengan cepat.
“Maaf, kalo boleh tau. Memangnya anak mbak Susi umur berapa ya?!” Tanya ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Anak saya baru umur 19 tahun non, sepertinya kalo sama non ibel ini gak jauh berbeda lah..” Sahut sang pembantu hingga membuat hati ibel pun mencelos dan seketika membuatnya diam terpatung.
“IBELLLL!!!!” Teriak thomas dari atas.
Ibel pun sontak tersadar dari lamunannya saat itu juga.
“Eum, Yasudah mbak. Ngobrolnya nanti lagi ya, ibel keatas dulu..” Sergah ibel dengan langkah tergesa-gesa.
__ADS_1
“Loh, Adek alice gak jadi sama mbak Susi dulu kah non?!” Tanya sang pembantu dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Nanti saja mbak, biar alice mandi diatas saja sama ibel..” Teriak ibel yang sudah berjalan menaiki tangga rumahnya.
“Hmm..” Dehem pembantunya saat melihat tingkah laku majikan mudanya tersebut.
CEKLEK*
“Ada apa,thom?!” Tanya ibel yang baru saja masuk kedalam kamarnya.
“Kamu ini habis darimana saja sih! Suaminya lagi siap-siap mau kekantor kok malah gak nemenin!!” Omel thomas dengan raut wajah kesalnya.
“Aku habis dari bawah sama alice seraya nungguin kamu selesai mandi..” Jawab ibel dengan wajah datarnya.
“Ngapain kebawah?!” Tanya thomas dengan menaikkan satu alisnya keatas.
“Cuma nyamperin mbak Susi aja, ngobrol tipis-tipis sama dia, kenapa memangnya?!” Sahut ibel dengan menaikkan bahunya keatas.
“Aku gak suka kamu terlalu dekat dengan pembantu! Jangan jadikan kastamu rendah! Harus ada batasan antara majikan dan juga pembantu, faham!!” Gertak thomas seketika.
“Kita sama-sama manusia bukan? Untuk apa membedakan orang hanya karna statusnya saja, lagi pula mbak Susi itu baik kok. Bisa jadi teman ngobrol aku dirumah ini..” Tutur ibel dengan lugas.
“Kamu kan belum mengenal lebih dalam tentangnya, jangan sampai kebaikan dan juga keakraban mu itu membuatnya menjadi semena-menaa kepada kita! Intinya aku minta kamu tidak terlalu dekat dengannya! Buat batasan antara kamu dan dia!” Omel thomas mendongakkan kepalanya saat itu juga.
“Baiklah..” Singkat ibel dengan pasrahnya.
“Eum, thom. Boleh kah jika hari ini aku keluar bersama alice? Aku terlalu jenuh dirumah terus, aku ingin pergi ke mall..” Pekik ibel kepada thomas.
“TIDAK BOLEH!” Tegas thomas dengan mata yang terbelalak.
“T-tapi aku butuh refreshing thom, please izinkan aku keluar rumah kali ini saja..” Rengek ibel saat itu juga.
“PLAKKKK!!!”
“Sudah berapa kali kukatakan kepadamu bahwa aku tidak mengizinkanmu keluar dari rumah ini meski hanya sekedar ke supermarket sekalipun! Dasar bodoh!!! Selalu saja membantah ucapanku!!” Seru thomas seraya menuding ibel.
“Ssshhhh\~\~” Ibel pun menangis seraya memegangi pipinya yang terkena tamparan suaminya sendiri.
“Sudahlah! Aku mau berangkat kerja sekarang saja! Muak aku melihat drama tangisanmu itu!” Ujar thomas yang saat itu juga pergi meninggalkan ibel yang sedang menangis dibuatnya.
__ADS_1
**