TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 60


__ADS_3

“Siapaaa orangnya?!” Tanya Alex dengan menggebu-gebu.


“Calvin or Justin.. i mean, waktu gue lagi ngobrol sama thomas si Justin tiba-tiba nongol dibelakang kita. Gue sih yakin kalo dia denger obrolan kita, dan pastinya dia cepu tuh sama si Calvin. And you know all, kalo Calvin itu benci banget sama thomas.” Ungkap Sarah saat itu juga.


“Masuk juga sih,sar. Karena gak mungkin kalo kita yang ada disini yang udah cepu.” Angguk Alex seketika.


“Sialan! Memang harus diberi pelajaran orang itu! Berapa kali sudah dia berani mengusik gue!!” Seru thomas seraya mengepalkan kedua tangannya.


“Sabar dulu thom, jangan gegabah. Main cantik aja, kita atur strategi nya dulu! Tangan Gue juga sebenernya udah gatel pengen nonjok orang itu..” Sergah Alex kepada thomas.


“Bener tuh kata Alex, thom. Sabar dulu. Kita rencanakan bareng-bareng soal ini.” Timpal Vega yang menyutujui hal tersebut.


“Gue tim bawang aja dah..” imbuh revano seketika.


“Lo tenang aja bel, selagi gak ada bukti apapun yang mereka punya. Ini sama aja kayak pencemaran nama baik, iya gak sih? Yaa meskipun sebenernya ini bener sih ckck” Ucap Ayya kepada ibel.


“Udahlah yya, gue pasrah aja sekarang. Kalo pun mereka semua tau kalo gue seperti ini sekarang, gue ikhlas. Gue rela jika harus mendapatkan Bully an dimana-mana, ini memang sudah menjadi resiko gue. Biarkan itu terjadi, sekarang. Gue hanya ingin fokus mengurus Alice saja..” Sahut ibel dengan raut wajah pasrahnya.


“Jangan biarkan berita ini menyebar luas! Karena resikonya adalah karir gue dan ayah gue! Gue gak setuju dengan ucapan ibel, jadi gue harap kalian semua bantu gue untuk menutup masalah ini secara rapat! Faham..” Gertak thomas seketika.


“Bel, kamu nurut saja dengan ucapan suamimu yah. Gimana pun ini kan juga untuk kamu dan juga Alice, kalo karir suamimu hancur lalu bagaimana kehidupanmu dan juga Alice? Darimana biaya yang akan kalian keluarkan untuk pengobatan Alice?!” Cela mama rina kepada ibel.


“Dengar tuh mama bicara apa!” Omel thomas kepada ibel.


“Iyah, mah. Ibel kan tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi wajar saja kalo ibel bilang ibel pasrah dengan semua yang akan terjadi pada ibel. Kalopun thomas dan yang lainnya ingin menutup hal ini ya pastinya ibel akan mendukungnya..” pekik ibel kepada mama rina.


“Sudah gak usah menyalahkan ibel seperti itu, gue kalo diposisi ibel juga pasti akan menyuarakan hal yang sama.” Bela Sarah saat itu juga.


“Siapa juga yang menyalahkan ibel.” Lirih thomas yang mengalihkan pandangannya.


“Mamah, besok mama kerja kan? Ini sudah hampir malam. Bukankah sebaiknya mama pulang sekarang saja? Supaya bisa istirahat dirumah?!” Usul ibel kepada mama rina.


“Mama masih bingung bel, kalo mama besok kerja. Lalu yang menemanimu disini siapa?! Thomas kan pasti besok juga kerja kan..” Sahut mama rina dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Kalo gak ada yang bisa menemani ibel disini, Ayya bisa kok nemenin ibel besok. Soalnya besok Ayya gak ada matkul.” Cela Ayya seketika.


“Serius yya?!” Tanya ibel dengan menyunggingkan senyumannya kepada sang sahabat.


“Dua riusss malah, bel.” Angguk Ayya yang juga tersenyum manis kepada ibel.


“Gue juga bisa kok besok nemenin kalian berdua disini, besok gue cuma satu matkul dipagi hari, jadi selesai matkul gue bisa main kesini lagi..” Seru Sarah seketika.


“Wahhh, kalian berdua seriusss? Ini gak ada paksaan dari siapapun kan?!” Sahut ibel dengan mata berbinar-binar.


“Hmm, gue tulus kok bel. Tanpa paksaan dari siapapun..” Dehem Ayya dengan menghela nafasnya secara pelan.

__ADS_1


“Sama gue juga tulus pengen nemenin lo bel.” Timpal Sarah dengan lantangnya.


“Makasih yahhh.” Ucap ibel yang saat itu juga dianggukkan oleh kedua temannya tersebut.


“Kalo begitu, berarti mama besok bekerja seperti biasa nih?” Cela mama rina dengan menatap ibel.


“Iyah, mah. Mama berangkat kerja seperti biasa saja, kan Ayya dan Sarah bersedia menemani ibel disini.” Sahut ibel dengan tersenyum manis.


“Baiklah kalo begitu, mama siap-siap pulang sekarang ya sayang..” angguk mama rina seraya berpamitan kepada sang anak.


“Iyah, mah.” Singkat ibel seraya menganggukkan kepalanya dengan pelan.


“Hmm, syukurlah kalo besok pada nemenin ibel disini. Jadi gue bisa pergi kehotel sama Siska dengan tenang.” Batin thomas dengan tersenyum menyeringai.


“Emangnya lo besok tetep kerja,thom? Gak cuti dulu gitu sementara waktu buat nemenin anak lo sampe sembuh?” Tanya Vega kepada thomas.


“Iyah,thom. Bukannya lo sekarang jadi bos?! Kalo lo bos berarti kan sesuka hati lo dong mau masuk kantor atau enggak, yang penting kan lo selalu pantau aja kerjaan mereka lewat online. Ya gak sih?!” Timpal Alex dengan argumennya sendiri.


“Indeed.” Angguk revano saat itu juga.


Thomas pun menelan salivanya dengan cepat,


“Memangnya lo fikir gue ini bos apa? Gue bukan bos yang pemalas seperti yang lo fikirkan! Justru karena gue bos, gue lebih punya tanggung jawab besar atas perusahaan gue, kalo gue gak masuk kantor, yang ada bawahan gue kerjanya gak becus! Gue gak mau seperti itu..” Elak thomas dengan raut wajah kesalnya.


“Ahiya, ada benernya juga sih..” lirih Vega dengan menganggukkan kepalanya.


“Baguslah kalo gitu thom, gue yakin lo bisa berubah seiring berjalannya waktu.” Lirih alex dengan sedikit tersenyum kearah thomas.


“Maksud lo apaan lex? Memangnya gue kenapa sampai harus berubah?!” Tanya thomas dengan mendonggakkan kepalanya.


“Gak-gak papa thom. Mulut gue suka gak sopan emang hehe.” Elak alex seraya tartawa kecil saat itu juga.


“Dasar aneh!” Ketus thomas dengan melengoskan wajahnya.


“Heee! Udah jangan ribut, mama mau pamit pulang dulu yah. Kalian jangan ada yang berantem! Akur-akur dan jangan berisik! Kasian cucu mama lagi istirahat itu..” Tegur mama rina seraya berpamitan kepada anak,mantu dan juga yang lainnya.


“Hehe Iyah,tante. Hati-hati ya tan, semoga selamat sampai tujuan tante rina.” Ringis alex kepada mama rina.


“Hati-hati mah..” timpal thomas seraya mencium tangan sang mertua.


“Kalo udah sampe rumah jangan lupa kabarin ya mah.” Pesan ibel seraya mencium tangan mamanya secara bergantian dengan yang lainnya.


“Iyah, dahhhh!” Singkat mama rina seraya melambaikan tangannya kesemua orang yang ada diruangan tersebut dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan rawat inap tersebut.


“Lo pada mau nginep disini?!” Tanya thomas kepada teman-temannya.

__ADS_1


“Gaklah, gue balik anjir. Emak gue dirumah nyariin nanti.” Tolak alex seketika.


“Sama gue juga, pasti dicariin sama berti nanti.” Timpal revano saat itu juga.


“Siapa berti,van?!” Tanya Sarah dengan menaikkan satu alisnya keatas.


“Kucing gue, bhuahaha..” singkat revano hingga membuat semua temannya pun ikut tertawa saat itu juga.


“Freak banget sih anak itu..” lirih Ayya seraya menggelengkan kepalanya.


“Lo gimana veg? Mau nginap disini sama Sarah?!” Tanya thomas kembali kepada Vega.


“Enggak, gue juga pulang ya thom. Gak bisa nginap disini. Soalnya besok gue ada matkul pagi bareng Sarah..” elak Vega juga kepada thomas.


“Cih, gak ada gunanya lo semua memang!” Decih thomas dengan melengoskan wajahnya sendiri.


“Ayya gimana? Nginap kan?!” Tanya ibel kepada Ayya.


“Gue kan belum izin mama papa gue bel, gue balik dulu. Besok pagi-pagi baru gue kesini lagi nemenin lo sampe larut malam gak papa..” Sahut Ayya dengan menatap ibel penuh arti.


“Si paling anak mama papa..” ledek revano seketika.


“Biarin! Kan gue masih punya mama papa yang lengkap, sirik bilang bos!” Ketus Ayya kepada revano.


“Ekhem, kalo bisa besok menginap disini yya. Soalnya kayaknya besok gue ada meeting panjang dikantor. Entah pulang jamberapa.” Cela thomas kepada Ayya.


“Meeting apa meeting..” Sindir sarah seketika.


“Apaan sih lo!” Ketus thomas kepada sarah.


“Eum, Iyah thom. Besok pagi biar gue izin dulu ke mama papa gue ya biar mereka gak nyariin gue.” Sahut Ayya dengan menganggukkan kepalanya kepada thomas.


“Thanks yya!” Ucap thomas yang tersenyum manis.


“Hm, sama-sama.” Sahut Ayya dengan raut wajah datarnya.


“Eh sebelum pada balik, rencana apa nih yang akan kita buat untuk balas dendam ke Calvin nanti?!” Cela alex dengan semangatnya.


“Bahas di group aja ya! Sekarang gue ngantuk, jadi mending lo pada balik aja sekarang gih..” ketus thomas seraya mengusir teman-temannya.


“Yee dasar! Kita-kita kan mau pada bantuin lo, thom.” Ujar alex dengan senyuman miringnya.


“Ya terus kenapa? Kalo gak ikhlas bantu bilang, gak usah ngedumel kayak gitu. Emang nyatanya gue ngantuk sekarang mau gimana lagi coba! Udah sana pulang ah..” Usir thomas kembali kepada teman-temannya.


“Udah-udah yuk pulang aja sekarang, kasian thomas mau istirahat.” Sergah Vega saat itu juga.

__ADS_1


“Haa? Denger tuh, cuma Vega yang bisa ngertiin gue.” Ketus thomas dengan memutarkan bola matanya keatas.


“Nyeyenye\~\~\~” ledek revano dibelakang thomas.


__ADS_2