
*Setelah beberapa puluh menit menunggu, akhirnya gagang pintu kamar ibel pun perlahan bergerak dan pintu pun terbuka.
CEKLEKKK!
“Astaga! Lo pada ngapain depan pintu kamar gue kaya gini?” Tegur thomas dengan memegang dadanya sendiri.
“Lo pada ngapain nyeyeyey\~\~” Ulang Ayya dengan mulut yang berkomat-kamit.
“Kita dari tadi nungguin lo berdua keluar anjir! Udah dari jam 4 kita disini, dan sekarang udah hampir jam 5. Sebentar lagi sunsetnya ilang.. cuma karena nungguin lo berdua doang nih! Yah elah..” imbuh Ayya yang menjelaskan kepada thomas.
“Bhuahahaha.. ya lo gak pada bilang kalo sore ini mau pada liat sunset bareng-bareng! Salah siapa coba?” Tawa thomas seketika.
“Sebenernya salah lo thom, karena udah kita panggil-panggilin dari tadi juga lo berdua gak ada yang nyahut. Tapi kita semua tahu diri, jadinya Yaudah ini semua salah kita-kita aja. Hehe.” Gerutu revano yang cengar-cengir saat itu juga.
“Hmm, gak jelas lo pada..” Dehem thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Ayok thom kita nongkrong dicafe sana, emang lo gak bosen didalam kamar terus?” Ajak Vega kepada thomas.
“Enggak, gue gak bosen.” Jawab thomas dengan raut wajah menyebalkannya.
“Si anying emang, Yaiyalah dia betah dikamar! Orang lagi berkembang biakkkk..” Seru Alex saat itu juga.
“Lex!” Singkat revano disampingnya.
Alex pun menaikkan satu alisnya keatas, “apa?”
“Gak papa, suka bener lo kalo ngomong lex. Bhuahaha” kelakar revano dengan tertawa terbahak-bahak.
“Gue jadi pengen..” lirih Alex seketika.
“Gue juga..” timpal Vega dengan lirih.
“Sayang!” Pekik Sarah seraya mencubit tubuh Vega.
“Apaan dah lo pada! Makanya nikah, biar kaya gue bisa berkembang biak kapanpun gue mau haha..” Ucap thomas dengan tawa ledeknya.
“Gak usah nikah, gue juga bisa berkembang biak thom. Yang jadi masalahnya kan kaga ada cewenya ckc” Sahut Alex kepada thomas.
“Lex, nih cewe samping gue nganggur nih. Pake aja” Celoteh revano seraya sekilas melirik kearah Ayya.
PLAKKK!!!
“Enak aja lo! Emang gue cewe apaan mau asal lo pake..” Ketus Ayya seraya memukul mulut revano saat itu juga.
“Lah kan emang Cewe jadi-jadian lo!” Ledek revano saat itu juga.
“Sembarangan mulut lo! Belom pernah gue cabein mulut jahanam lo itu..” ancam Ayya dengan raut wajah sinisnya.
“Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut didepan pintu?” Tegur ibel yang baru saja keluar dari dalam kamarnya bersama sang anak dalam gendongannya.
“Wahhhini dia artis ibukota kita, ayok bel! Kita nongkrong liat sunset..” Seru Alex kepada ibel.
“Tapi gue belum mandi..” lirih ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Gak perlu mandi, lo mau diapain aja tetep aja cantik bel.. bel!” Cela Ayya seraya mentitah tubuh ibel saat itu juga.
“Main dibawa aja lagi bini gue..” gerutu thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Udah ayok! Lo biar gue yang gendeng..” Ajak Alex yang saat itu menggandeng bahu thomas.
__ADS_1
“Lepasin gue anjir! Gue geli, bisa gue jalan sendiri!” Tolak thomas yang melempar tangan Alex saat itu juga.
Mereka pun melangkahkan kakinya bersamaan menuju cafe yang tak jauh dari tempat penginapannya.
“Nahhh, duduk sini.” Ucap Ayya pada ibel.
“Bel, sini Alice biar sama gue aja.” Pinta Sarah seketika.
Ibel pun memberikan Alice kepada Sarah saat itu juga.
“Vann, pesen makanan sama minuman gih!” Pekik Vega pada revano.
“Kenapa harus gue mulu dah?!” Sahut revano dengan raut wajah memelasnya.
“Gak usah protes! Buruan pesen semua menu yang ada dicafe ini, biar gue yang bayar!” Tegas thomas seketika hingga membuat revano pun bergegas untuk memesankan makanan dan juga minuman dicafe tersebut.
“Siapppp deh!!” Singkat revano seraya melarikan diri.
“Arghhhh akhirnya gue bisa menikmati sunset sore ini meskipun sangat telattt! Tapi gak papa, masih ada matahari tenggelemnya ckck” Celoteh Ayya seraya mendudukkan dirinya disamping ibel.
“Indah banget yaa yya, suasananya bikin nyaman. Suara gelombang lautnya bikin hati tentram, udaranya seolah-olah membius gue untuk sejenak melupakan semua kesedihan gue..” Ucap ibel dengan menatap lurus kedepan.
“Baru sadar lo, itulah kenapa kita memilih untuk bawa lo liburan kepantai..” sahut Ayya dengan sekilas melirik kearah ibel.
“Andai gue ada cewe, sempurna liburan gue kali ini.” Celoteh Alex seketika.
“Lagian kenapa lo cuma bawa diri? Kan lo banyak banget cewe.” Seru Vega kepada Alex.
“Gue lupa, gak kepikiran bawa gebetan.” Sahut Alex hingga membuat gelar tawa teman-temannya.
Tak lama kemudian, revano pun kembali datang menemui teman-temannya.
“Hmm..” Dehem thomas seketika.
“Woilehhhh sarr, udah cocok lo nimang anak kaya gitu. Gas lah bikin sama Vega ckck” Ledek revano kepada Sarah.
“Sembarangan lo! Disuruh bikin doang gue ogah, minimal nikahin dulu lah gue haha..” Sahut Sarah seraya melirik kearah Vega.
“Iyahh sayang, aku nikahin kamu awal tahun!” Ucap Vega seketika.
“Kelamaan awal tahun!! Keburu bunting duluan kaya bini gue Hahah” kelakar thomas hingga membuat ibel pun menatapnya dengan tajam.
“Ekhm, mau ketawa tapi takut dosa.” Gerutu Alex saat itu juga.
“Kalo di keramaian suami takut istri, kalo dirumah istri takut suami gak sihh?! Ckck” sindir Ayya dengan memalingkan wajahnya sendiri.
“Apansi lo nyamber aja kaya petir.” Sinis revano pada Ayya.
“Gue gebug lo ya van! Sumpah ngeselin banget. Demen banget mancing emosi gue.” Omel Ayya kepada revano.
“Wlekkkk!!” Ledek revano seraya menjulurkan lidahnya.
Ayya yang semakin kesal pun menggebuk tubuh revano tanpa ampun, namun sayang revano pun berlarian menjauhi Ayya sehingga terjadi lah kejar-kejaran antar keduanya hingga membuat ibel dan yang lainnya pun tertawa terbahak-bahak.
“Sstt, liat..” senggol Sarah pada Vega.
“Apa bee?” Tanya Vega seketika.
“Itu ibel ketawa, akhirnya kita berhasil juga buat dia ketawa bebas kaya gitu lagi..” lirih Sarah kepada Vega.
__ADS_1
“Iyah sayang, aku juga ikut seneng liatnya. Udah banyak banget bebannya selama ini, memang sesekali harus diajak refreshing kaya gini dia tuh..” Sahut Vega yang saat itu dianggukkan oleh Sarah.
“Iyalah ibel ketawa, orang liat sirkus monyet lagi kejar-kejaran..” Gerutu Alex hingga membuat Sarah dan juga Vega pun tertawa secara bersamaan.
“Sar, anak gue nyaman banget kayaknya sama lo ckck” Ucap thomas kepada Sarah.
“Anak kecil tau, orang yang tulus gendong dia yang mana. Iya kan sayang?!” Jawab Sarah seraya menyenggol tubuh Vega.
“Betul itu.” Timpal Vega saat itu juga.
*Waktu pun terus bergulir, mereka pun menikmati moment kebersamaan tersebut dengan bercanda tawa satu sama lain. Ibel pun terlihat bahagia kala itu, raut wajah yang tadinya nampak pias dan murung itu berubah kembali memancarkan senyuman manisnya.
Semua teman-temannya pun merasa legah bisa mengembalikan senyuman ibel yang sempat hilang tersebut. Dan tak terasa, waktu pun berubah menjadi malam hari..
“Uuukkkghhh\~\~” Suara sendawa Alex yang keluar dari dalam mulutnya.
“Sumpah jorok banget lo lex!” Ucap Ayya seraya menutup hidungnya sendiri.
“Keceplosan gue, sorry hehe..” ringis Alex seketika.
“Sering sering aja begini ya bos! Istri lo happy, kita-kita juga happy. Iya kan wehh..” Seru revano seraya mengunyah makanann di mulutnya.
“Hmm, enak lo ya bisa liburan gratis, makan enak gratis!” Dehem thomas kepada revano.
“Nah itu lo tau hehe..” ringis revano kembali.
“Hmm.”
“E-sayang aku ke toilet umum dulu ya, belet kencing banget.” Pamit thomas kepada ibel.
“Iyah.” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya.
Thomas pun berjalan menuju toilet umum yang ada disekitar pantai tersebut.
“Mana sih anjir toiletnya, Arghh!” Gerutu thomas dengan langkah yang terburu-buru.
BRUGHHHH!
Tak sengaja ia pun sampai menabrak seseorang didepannya.
“Sial!” Decih thomas saat itu juga.
“Gimana sih mas! Kalo jalan liat-liat dong.. Arghh!” Protes seseorang yang ditabraknya seraya membersihkan bajunya dari pasir pasir yang menempel dibajunya.
“Lohhh?” Lirih thomas saat menatap wajah seseorang yang ditabraknya tersebut.
“Thomas kan?” Tanya wanita tersebut.
“Iyah, e kamu felisha kan?” Sahut thomas yang menganggukkan kepalanya pelan.
“Tambah cantik aja sih kamu fel, pangkling aku. Eum-Bay the way Maafin aku ya fel, aku beneran gak sengaja nabrak kamu..” puji thomas kepada felisha.
“Its Okey thom.. kamu ngapain ada disini? Lagi liburan juga ya?” Sahut felisha kepada thomas
“E-i..Iyah aku lagi liburan. Hehe” jawab thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Setelah pertemuannya kembali dengan teman lamanya tersebut, mereka pun saling bertukar nomor ponsel saat itu juga.
***
__ADS_1