
Beberapa jam kemudian, terdengar suara mobil berhenti tepat didepan rumah ibel.
TOK TOK TOK
Berkali-kali ayah Jacky mengetuk pintu, namun tak kunjung ada seorang pun yang keluar untuk membukakan pintu rumah tersebut.
“Kemana sih dua anak itu, mobil mereka ada dirumah tapi gak ada satu pun yang keluar membukakan pintu!” Gumam Ayah jacky dengan raut wajah herannya.
Ayah jacky pun terpaksa membuka pintu rumah tersebut dengan perasaan yang was-was.
CEKLEKKK*
“Thomas/ibel!!!” Panggil ayah jacky yang baru saja melangkahkan kakinya didalam rumah tersebut.
Ayah jacky pun sontak menggelengkan kepalanya saat melihat thomas sedang tidur disofa ruang tamu rumah tersebut.
“Astaga! Ternyata tidur disini anak ini..” Gerutu ayah jacky dengan menghela nafasnya secara kasar.
“Ayahhh..” Lirih ibel dengan raut wajah sembab nya seraya menggendong Alice.
“Ibel? Kamu kenapa? Apa Ada yang terjadi pada Alice hingga membuat mu nampak frustasi seperti itu?!” Tanya Ayah Jacky yang melihat sang menantu yang nampak pias tersebut.
“Alice baik-baik saja kok yah, hanya saja aku yang sedang kelelahan sampai membuat wajahku terlihat seperti ini.” Elak ibel dengan menyunggingkan senyuman tipisnya.
“Hmm, syukurlah. Kalo kamu kelelahan mengurus rumah sendiri, ayah akan carikan asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan rumahmu..” Pekik Ayah Jacky kepada sang menantu.
“Eum, sepertinya tidak perlu yah. Ibel masih sanggup kok bekerja sendirian dirumah ini tanpa adanya asisten rumah tangga.” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Kamu yakin bisa handle semua pekerjaan rumah sendirian?” Tanya Ayah Jacky kepada ibel dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Semoga saja bisa yah.” Angguk ibel dengan raut wajah piasnya.
“Sini, biar ayah gendong Alice. Ayah rindu sekali dengannya..” Pinta ayah jacky seketika.
__ADS_1
Ibel pun langsung memberikan Alice yang berada dalam gendongannya kepada ayah jacky saat itu juga, iya tersenyum dengan tipis ketika melihat sang mertua yang nampak sayang terhadap anaknya.
Meskipun ayah kandung Alice sendiri tidak sayang kepadanya setidaknya masih ada keluarga dari ayahnya yang sayang kepada Alice, membuat ibel pun mendapatkan sedikit energi untuk bertahan didalam pernikahannya tersebut.
“Syukurlah kalo ayah jacky sayang sama Alice..” Batin ibel dengan menatap sang mertua yang nampak bahagia saat menggendong anaknya tersebut.
Tak lama dari itu, thomas pun perlahan membuka matanya. Ia merasa terganggu dengan suara celotehan seseorang sehingga ia pun sontak melontarkan kata kasar saat itu juga.
“Berisik anjinggg! Ganggu orang tidur aja sih!” Teriaknya yang saat itu belum sadar jika ayahnya lah yang sedang berceloteh dengan sang anak.
“Kenapa kamu itu thom?!” Tegur Ayah jacky hingga membuat thomas pun sontak terkejut saat itu juga.
“Loh, ayah? Kapan ayah datang? Kenapa tiba-tiba ayah ada disini?!” Sahut thomas dengan mata yang terbelalak.
“Ayah sudah dari tadi disini melihatmu tidur diluar seperti ini, kalo tidurmu tidak mau diganggu dengan suara berisik ayah dan Alice maka tidurlah dikamar! Untuk apa kamu tidur disofa seperti itu..” pekik ayah jackyy hingga membuat thomas pun kesusahan meneguk saliva nya sendiri.
“Eum, mungkin thomas tadi hanya mengigau saja yah. Soalnya biasanya pun thomas kalo tidur sering ngigau seperti itu..” Bela ibel saat itu juga.
“Hmm, lain kali meskipun mengigau harus pintar pintar cari kalimat, jangan sampai kamu lontarkan kalimat kasar. Tidak baik didengar oleh Alice!” Pesan ayah jacky yang menghela nafasnya secara pelan.
Thomas pun beberapa kali mencuri pandang ke sang istri yang telah membelanya saat itu juga.
“Huhhh, syukurlah! Aman gue.” Batin thomas saat itu juga.
Ibel yang peka jika dirinya terus diperhatikan oleh thomas pun sontak mengalihkan wajahnya kearah mertua dan juga anaknya.
“Oiya, ayah sudah makan belum? Tapi maaf sekali hari ini ibel tidak masak apapun karena kecapean semalam begadang bersama dengan Alice.” Sergah ibel kepada ayah mertuanya.
“Gak perlu bel, ayah tadi sudah makan bersama dengan teman-teman ayah.” Tolak Ayah Jacky seketika.
“Giliran ayah aja ditawarin makan, suami sendiri malah di acuhin. Istri gak berguna dasar! Cih.” Batin thomas dengan raut wajah kesal nya.
“Kapan jadwal kontrol alice kerumah sakit?!” Tanya Ayah Jacky kepada thomas dan juga ibel.
__ADS_1
“Lima belas hari lagi yah, dokternya selalu follow up perkembangan Alice kok.” Sahut ibel kepada Ayah Jacky.
“Syukurlah kalo begitu, kalian berdua sebagai orang tua harus kompak untuk merawatnya. Saling bekerja sama supaya Alice cepat sembuh dari penyakitnya. Faham?!” Pesan Ayah Jacky kepada keduanya dengan raut wajah seriusnya.
“Iyah,yah.” Sahut keduanya secara bersamaan seraya menganggukkan kepalanya masing-masing.
“Oiya, ayah sekalian mau bilang kalo mulai minggu depan thomas akan ayah bimbing untuk menjadi seorang CO di salah satu perusahaan ayah. Seharusnya sejak dulu ayah bimbing thomas, tapi karena sifat thomas yang pemarah dan kekanak-kanakan itu ayah fikir nanti-nanti saja. Namun untuk sekarang meskipun thomas belum berubah tapi dia sudah punya tanggung jawab sendiri atas keluarga kecilnya, maka dari itu ayah putuskan untuk memberikan salah satu perusahaan ayah sekarang.” Ungkap Ayah Jacky yang menatap anak dan mantunya secara bergiliran.
“Loh? Lantas bagaimana dengan kontrak kerja thomas dicafe teman ayah itu? Tanya ibel dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Soal itu gampang saja, teman ayah pasti setuju dengan keputusan ayah ini dan menerima surat resign yang akan diberikan thomas nanti.” Sahut Ayah Jacky dengan santainya.
“Gimana dengan kalian berdua? Apa kalian setuju dengan keputusan ayah ini?!” Imbuhnya.
“Ibel manut saja apapun keputusan ayah, asalkan itu demi kebaikan kita bersama.” Sahut ibel dengan menyunggingkan senyuman tipisnya.
“Kalo thomas sih, ya sama kaya ibel. terserah ayah saja.” Timpal thomas dengan menganggukkan kepalanya.
“Okeh, ayah anggap kalian berdua telah menyetujuinya bersama. Lagi pula ini demi Alice juga, ayah fikir gaji thomas bekerja dicafe tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian bertiga.” Ungkap Ayah Jacky kepada keduanya.
“Iyah, yah. Terimakasih sudah memberikan solusi terbaik untuk thomas.” Sahut thomas dengan senyuman bahagianya.
“Sama-sama.” Singkat ayah Jacky yang saat itu juga menganggukkan kepalanya.
“Oekkkkk\~ Oekkkkkk\~”
“Bel, ini Alice nya sepertinya sudah mulai haus dia.” Pekik ayah Jacky yang saat itu memberikan Alice kepada ibel karena alice yang tiba-tiba saja menangis.
Ibel pun sontak mengambil alice dari gendongan sang ayah mertuanya tersebut.
“Ssshhhh\~ diem ya sayang ya, ini Mommy nak.” Celoteh ibel kepada sang anak.
“Bay the way, kapan mama pulang kesini yah? Kenapa betah sekali dia disana, apa gak ingin bertemu dengan alice disini?!” Cela thomas kepada ayah Jacky.
__ADS_1
“Jangan berburuk sangka seperti itu, kabarnya oma mu disana belum sembuh juga. Makanya mama belum bisa pulang kesini..” Sahut ayah Jacky saat itu juga.
“Hmm.” Dengus thomas dengan menghela nafasnya secara pelan.