
*Keesokan Harinya, saat matahari mulai memancarkan sinarnya. Ibel pun sayup-sayup membuka kedua matanya dengan perlahan, tanpa sengaja ia pun melirik tubuhnya yang ternyata masih telanjang dada namun tertutupi oleh bedcover kasurnya yang tebal. Ia pun sontak membulatkan matanya lebar-lebar.
“Astaga!” Gumamnya seraya menoleh ke sampingnya.
“Ini memang masih jadi kewajibanku sebagai seorang istri, tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri kalo aku benci dengannya. Dengan semua perlakuan kasarnya kepadaku, kenapa bisa dia masih meminta jatah padaku.” Batin ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Thomas yang tidak lagi terlihat diarea kamarnya pun membuat ibel bertanya-tanya dalam hatinya kemanakah suaminya berada.
Wanita itu sontak bangkit dari kasurnya dan berlarian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
*Setelah beberapa menit berlalu, ibel pun keluar dari kamar mandinya dengan menggenakan handuk yang melingkar ditubuhnya, lalu iapun melangkahkan kakinya menuju walk in closet untuk memakai pakaiannya.
“Huhhhh.” Ibel menghela nafasnya secara kasar ketika telah selesai menggenakan pakaiannya.
Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menuju tempat tidur sang anak.
“Anak Mommy rupanya masih lelap tertidur..” gumamnya seraya menyunggingkan senyumannya ketika berada tepat dihadapan sang anak.
Melihat sang anak yang masih lelap tertidur, ia pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamarnya.
“Pagi Mbak Susi, lagi ngapain?” Sapa ibel kepada pembantunya yang sedang menyapu lantai rumah tersebut.
“Eh non ibel, sudah bangun?” Sahut sang pembantu yang langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
“Sudah, Eum-mbak. Ibel boleh tanya gak?” Tanya ibel seraya menggigit bibir bawahnya.
“Boleh non, ada apa? Oiya, itu wajah non ibel kenapa lebam seperti itu? Apakah tuan thomas berbuat jahat la-?” Sahut Susi dengan seriusnya namun langsung dipotong oleh ibel.
“Ahini gak papa mbak Susi, Bay the way Jangan serius-serius gitu atuh mbak, ibel cuma mau tanya. Mbak Susi liat thomas gak? E-maksudnya liat kepergiannya dari rumah ini dari kapan gak?” Tanya ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Oh, tuan thomas. Beliau sudah pergi dari sini sejak subuh tadi non. Waktu mbak Susi mau sholat subuh, mbak Susi liat tuan sudah menyalakan mesin mobilnya dan gak lama mobilnya melaju begitu saja.” Jelas Susi kepada ibel.
“Hmm.” Dehem ibel seraya menghela nafasnya secara pelan.
“Memangnya non ibel tidak dipamiti?” Tanya Susi dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Tidak mbak, ibel baru bangun. Dan tidak tahu thomas pergi dari jam berapa..” Sahut ibel dengan menggelengkan kepalanya sendiri.
“Yang sabar ya non, terus berdoa supaya tuan thomas cepat diberi hidayah dan berubah menjadi kepala rumah tangga yang baik.” Pesan mbak Susi yang tersenyum hangat kepada ibel.
“Iyah, mbak Susi. Terimakasih banyak yah.” Sahut ibel yang juga menyunggingkan senyumannya.
“Adek Alice sudah bangun belum non? Kok ditinggal sendirian?!” Tanya Susi kepada ibel.
__ADS_1
“Belum bangun dia mbak, makanya ibel tinggal kesini.” Jawab ibel.
“Non ibel mencari tuan muda ya? Mau seburuk apa kelakuan tuan thomas, mbak Susi yakin jika nona ibel masih sangat menyayanginya dan mengharapkannya berubah. Benar kan non? Hehe” Pekik Susi hingga membuat ibel pun hanya bisa menyunggingkan senyuman tipisnya saat itu.
TING TONG!
Suara bel rumah pun berbunyi, hingga membuat keduanya saling melemparkan pandangannya.
“Siapa, mbak?” Tanya ibel kepada sang pembantu.
“Mbak Susi ya gak tau non, kan yang punya rumah ini non ibel hehe..” sahut Susi dengan tawa kecilnya.
“Iya juga yah, Yaudah biar aku aja deh mbak yang bukain pintunya. Mbak Susi lanjutin nyapu nya aja yah..” Pekik ibel yang saat itu dianggukkan oleh sang pembantu.
Ibel pun melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumahnya.
CEKLEK*
Mata ibel pun terbelalak ketika melihat seorang pria muda yang sebaya dengannya ada dihadapannya saat itu.
“C-calvinnn.. k-kenapa lo kesini? Tau darimana ini rumah gue?” Tanya ibel dengan gagap.
“Gak usah terkejut gitu kali bel, gue udah tau dari lama kalo lo dan thomas tinggal disini. Dan benar saja, sebenarnya gue gak nyebarin hoax dikampus. Semua dugaan gue itu benar adanya, tapi gue malah dipermalukan sama thomas dan juga teman-temannya, sungguh gak Adil buat gue. Makanya gue kesini mau ambil bukti bahwa apa yang gue sebarin ke anak-anak kampus itu benar adanya, kalo lo dan thomas sudah menikah dan bahkan punya anak disini..” Jelas Calvin dengan raut wajah menyeringainya.
“Jadi mau apa lo datang kesini? Gue udah gak perduli kalo pun lo mau bilang keseluruh orang bahwa gue udah punya anak. Memangnya kenapa? Ada masalah sama lo? Hah?” Gertak ibel kepada Calvin.
“Jelas ada hubungannya sama gue bel, karena lo semua telah membohongi publik dan malah memanipulasi gue! Semua orang malah mengira gue lah penyebar hoax. Dan gue akan mengembalikan nama baik gue sendiri untuk hal ini!” Ketus Calvin yang menaikkan satu alisnya keatas.
“Terus? Maksud lo datang kesini apa? Kenapa harus gue yang jadi sasaran lo? Memangnya gue pernah ganggu hidup lo? Bahkan gue sendiri aja gak pernah tau thomas dan yang lainnya ngelakuin apa sama lo!” Protes ibel dengan menggebu-gebu.
“Lo pengen tau apa yang mereka lakukan sama gue?” Tanya Calvin kepada ibel.
Ibel pun menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu Calvin pun menceritakan apa yang telah thomas dan teman-temannya lakukan padanya hingga membuat Calvin pun merasa dendam.
*Flashback on*
Pada saat bel mata kuliah berbunyi, para mahasiswa pun keluar dari ruang kelasnya satu persatu.
Thomas dan teman-temannya pun sengaja berdiri didepan ruang kelas Calvin untuk menghadangnya.
“Oh jadi ini manusia yang udah nyebarin hoax yang gak jelas!!!” Sindir thomas yang langsung menghadang tubuh Calvin di pintu ruang kelas tersebut.
“Woi apa-apaan ini! Ngapain lo disini? Lo lupa ya kalo lo udah bukan mahasiswa kampus ini lagi!” Protes Calvin saat itu juga.
__ADS_1
“Mulut lo itu emang pantas dibasmi bro! Meskipun gue bukan mahasiswa sini lagi, tapi gue mampu ko membeli kampus ini sekalipun. Jadi jangan pernah lo sombong didepan gue lagi anjing!” Ketus thomas ditelinga calvin.
“Weh lo pada! Mau ngapain calvin lo?!” Tegur Justin kepada thomas dan teman-temannya.
“Ahahah si cupu sok sokan mau jadi jagoan, kita mau ngapain kek terserah kita dong. Memangnya lo mau apa? Hah?” Ledek revano yang langsung merangkul Justin saat itu juga.
“Gue mau, mulut lo itu bertanggung jawab atas hoax yang udah lo sebarin kekampus ini! Kalo enggak, gue bisa aja kirim lo ke kuburan detik ini juga!” Ancam thomas dengan mengepalkan kedua tangannya.
“Emangnya gue takut sama ancaman lo itu? Bukan gue namanya kalo gue se pengecut itu, lagi pula gue gak nyebarin hoax kok. Semua yang gue ucapin itu memang benar adanya kan?!” Ketus Calvin didepan wajah thomas hingga thomas pun langsung menonjok wajah Calvin detik itu juga.
Bughhhhhh!!!
“Gue bisa aja nyuap rektor detik ini juga untuk ngeluarin lo dari kampus ini..” lirih thomas hingga membuat Calvin pun sontak terbelalak mendengarnya.
“Memangnya sekaya apa lo Woi! Lo aja sampe putus kuliah, gaya-gayaan lo mau nyuap rektor segala haha..” ledek Calvin dengan menertawai thomas.
“Jhahaha, lo bacot banget sumpah vin! Lo gak tau ya kalo thomas ini CEO MUDA kaya raya, gue rasa untuk membasmi lo sekarang pun, polisi tidak akan berpihak pada lo Ck” Tawa Alex seketika.
Calvin pun mulai gentar saat mendengar ucapan Alex tersebut, tubuhnya pun sedikit bergetar.
“Jadi lo mau apa? To the point aja lah sekarang..” tanya Calvin didepan thomas
“Lex, buruan lo kumpulin sekarang.” Lirih thomas yang saat itu dianggukkan oleh Alex.
Tak lama kemudian, mahasiswa-mahasiswi kampus tersebut pun berkumpul diarea thomas dan yang lainnya berdiri.
“Gue gak mau membuang suara gue yang mahal, jadi tolong. Sekarang lo yang jelasin kemereka semua bahwa semua yang lo ucapin kemarin itu hoax.” Pinta thomas kepada Calvin.
“Sialan..” Decih Calvin saat itu juga.
“Kenapa lo? Mau nolak?” Tanya Vega dengan menaikkan kedua alisnya.
“Baiklah!” Ucap Calvin yang akhirnya menuruti kemauan thomas dan juga teman-temannya.
“Eum, untuk semuanya. Gue mau minta maaf atas H berita hoax yang sudah gue sebarkan kemarin, sebenarnya gue sendiri pun gak tau berita yang sebenarnya tentang thomas dan juga ibel yang tiba-tiba saja keluar dari kampus ini secara bersamaan. Maka dari itu, jangan percaya dengan ucapan hoax yang gue sebar kemarin.” Ungkap Calvin kepada seluruh mahasiswa yang berkumpul dihadapannya.
“Gak jelas lo dasar vin! Bikin heboh warga kampus aja lo!” Protes salah satu mahasiswa kepada Calvin.
“Tau lo anjir gak jelas banget dah!”
“Laki-laki tapi mulutnya melebihi perempuan anjir, malu kek lo vin!”
“Besok lagi jangan kaya gitu vin, ngurusin hidup orang aja lo kerjaannya. Tau rasa kan lo!”
__ADS_1
Calvin pun hanya menundukkan kepalanya dengan perasaan yang memendam kesal dengan thomas dan juga teman-temannya yang lainnya.
*Flashback off*