
Setelah selesai diperiksa oleh seorang dokter, thomas pun diberi obat pereda sakit kepala hingga tak lama dari itu pun thomas malah tertidur. Sementara ibel yang saat itu menemaninya pun hanya diam saja disamping ranjang tempat thomas tertidur.
“Bu, sambil menunggu pak thomas bangun, kami akan pindahkan pak thomas ke ruangan rawat inap ya.” Pekik salah satu perawat yang menghampiri ibel.
“Iyah, sus.” Singkat ibel yang menganggukkan kepalanya saat itu juga.
*Waktu pun terus berputar, thomas pun telah dipindahkan keruangan rawat inap oleh dua orang perawat rumah sakit tersebut.
Ibel yang melihat suaminya belum juga terbangun itu pun memilih untuk menghubungi marco saat itu.
TUT\~
Tak menunggu waktu yang lama, panggilannya pun langsung terhubung.
“Halo?” Sapa ibel dalam sambungan telfonnya.
“Halo bu, bagaimana? Apa operasi pak thomas berjalan dengan lancar?” Tanya marco diseberang sana.
“Semuanya berjalan dengan lancar, dan saat ini kami sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Kamu bisa kesini sekarang,marco.” Pekik ibel kepada marco.
“Alhamdulilah, baiklah. Saya akan kesana bersama pak Jacky dan juga ibu dina sekarang.” Sahut marco saat itu juga.
“Loh, apakah ayah dan ibu mertuaku saat ini bersamamu?” Tanya ibel seketika.
“Iyah bu, mereka sudah ada disini sekitar beberapa menit yang lalu.” Jawab marco dengan lugas.
“Baiklah kalo begitu, ajak mereka kesini marco. Saya ada diruangan vvip raflesia 1” ucap ibel yang saat itu pun langsung memutuskan sambungan telfonnya.
PIP*
Setelah menghubungi marco, ibel pun kembali teringat kepada anaknya yang ia titipkan kepada pembantunya.
“Yaampun, aku hampir saja lupa. Sedang apa Alice dirumah ya? Kira-kira dia rewel atau tidak ya? Apa sebaiknya aku hubungi mbak Susi saja sekarang ya.” Gumam ibel yang masih memegang erat ponselnya.
Wanita itu pun langsung menghubungi sang pembantu untuk menanyakan kabar anaknya.
TUT
TUT
Beberapa kali mencoba menghubungi sang pembantu, sayangnya panggilannya pun tidak terjawab satu pun.
Ibel pun menghela nafasnya secara kasar “Huhhh”
__ADS_1
“Mbak Susi kemana sih? Kenapa telfonku tidak diangkat, bikin khawatir saja.” Gumam ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
CEKLEK*
Suara gagang pintu terbuka pun terdengar, hingga membuat ibel pun sontak mendongakkan wajahnya. Nampak kedua mertuanya dan juga marco pun masuk kedalam ruangan tersebut.
“Ayah/mama..” ucap ibel seraya mencium tangan kedua mertuanya tersebut.
“Bagaimana keadaan thomas,bel? Kenapa bisa dia kecelakaan seperti ini?!” Tanya mama dina kepada menantunya.
“Keadaannya ya seperti ini mah, ibel sendiri belum diberi penjelasan secara langsung dari dokternya dimana saja luka yang ada ditubuhnya. Hanya saja kepalanya memang terkena benturan yang cukup hebat sampai ia harus menjalani operasi kecil pada kepalanya itu.” Jelas ibel saat itu juga.
“Lalu apakah kamu tau apa penyebab kecelakaan ini? Siapa tau kamu tau thomas akan pergi kemana tadi sebelum terjadinya kecelakaan ini?” Tanya mama dina kembali.
“Kalo soal itu ibel gak tau sama sekali mah, thomas keluar rumah sejak subuh hari tadi. Dan Ibel samasekali tidak diberi tahu kemana kah dia ingin pergi.” Jawab ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Yasudah lebih baik nanti mama tanyakan langsung kepada thomasnya sendiri, tunggu sampai ia bangun dulu.” Cela ayah Jacky yang saat itu dianggukkan oleh mama dina.
“Oiya, Alice kenapa tidak kamu bawa kesini bel?” Tanya ayah Jacky kepada ibel.
“Ayah.. Sudah pasti anak dibawa umur itu tidak diperbolehkan dibawa masuk kerumah sakit, banyak virus dan penyakit disini. Takutnya nanti nular, iya kan bel?!” Jawab mama dina seketika.
“Iyah mah.” Singkat ibel seraya menganggukkan kepalanya.
“Alice dirumah bersama mbak Susi, mah.” Jawab ibel saat itu juga.
“Hati-hati lo kamu! Bisa saja pembantumu itu jahat sama Alice..” ucap mama dina dengan raut wajah mencurigainya.
“Enggak kok mah, mbak Susi itu orang baik. Dia bahkan sudah seperti orang tuaku sendiri, gak mungkin dia akan jahat sama Alice.” Sahut ibel dengan menyunggingkan senyuman tipisnya.
“Hmm.” Dengus mama dina dengan melengoskan wajahnya.
Tak lama dari itu pun marco melihat mata thomas perlahan terbuka, hingga marco pun langsung berdehem saat itu juga.
“Ekhem! Bu ibel, e-itu pak thomas.” Dehem marco hingga ibel pun sontak menoleh kearah thomas.
Ibel dan juga kedua mertuanya pun langsung mendekatkan dirinya masing-masing kesamping ranjang thomas.
“Thom, bagaimana keadaanmu?” Tegur ayah Jacky kepada thomas.
Thomas yang baru saja terbangun itu pun masih merasa ketakutan jika perselingkuhannya akan diketahui oleh keluarganya.
“Kepalaku masih agak sakit yah.” Jawab thomas dengan lirih.
__ADS_1
“Coba jelaskan kepada mama dan ayah, bagaimana bisa kamu sampai kecelakaan seperti ini?” Tanya mama dina seketika.
“Mama itu bisa gak tanya nya gak usah seperti itu dulu, thomas sakit kepala. Jangan ditanya yang aneh-aneh. Thomas masih merasa trauma kalo membahas soal kecelakaan itu.” Dalih thomas hingga membuat ibel pun sontak memiringkan senyumannya.
“Sudah mah! Jangan bertanya-tanya dulu, lagi pula thomas kan baru saja sadar.” Bela ayah Jacky hingga membuat thomas pun merasa lega saat itu juga.
“Eum, karena disini sudah ada mama dan ayah. Bagaimana jika ibel izin pulang terlebih dulu, ibel ingin melihat keadaan Alice dirumah, ibel takut jika anak itu akan rewel karena terlalu lama ditinggalkan ibel disini.” Pamit ibel.
“Tega sekali kamu itu bel, aku masih membutuhkan perhatianmu saat ini. Kenapa malah ingin pulang seperti itu.” Protes thomas seketika.
“Kamu tidak tahu ya jika aku sudah berada dirumah sakit ini sejak pagi buta dan kamu baru saja akan ditindak operasi?” Ucap ibel menohok.
“Benar pak thomas, bu ibel sudah sejak pagi berada dirumah sakit ini. Bahkan sepertinya ia belum ada makan sama sekali karena menunggu bapak.” Timpal marco saat itu juga.
Thomas pun malah mengerutkan kedua alisnya, pria itu sangat tidak menyukai jika ada pria lain yang terang-terangan membela ibel dihadapannya. Ia akan cemburu kepada siapapun yang ada didekat sang istri.
“Ya baguslah kalo begitu, itu namanya istri yang baik. Artinya kan ibel begitu mencintai aku, suaminya. Iya kan bel?!” Sahut thomas hingga membuat ibel pun langsung menaikkan kedua alisnya.
“Yasudah bel, lebih baik kamu pulang saja sekarang. Biar thomas bersama ayah dan juga mama dulu disini.” Cela ayah Jacky saat itu juga.
“Iyah yah, baiklah kalo begitu. Ibel pamit pulang dulu ya sekarang.” Pamit ibel kembali.
“Tunggu sebentar, kamu mau pulang dengan siapa?” Tanya thomas kepada ibel.
“Sendiri.” Jawab ibel dengan raut wajah polosnya.
“Marco, tolong kamu antarkan ibel untuk pulang kerumah.” Cela ayah Jacky hingga membuat thomas pun langsung terbelalak mendengarnya.
“Tidak!“ seru thomas seketika.
Seluruh mata pun tertuju pada thomas saat itu,
“Ada apa thom?!” Tanya ayah Jacky kepada thomas.
“Eum, apakah tidak bisa jika ibel pulang menggunakan taksi saja. Aku tidak menyetujui jika istriku harus pulang bersama dengan pria lain meskipun itu ajudan pribadiku sendiri. Aku hanya takut jika ia akan berselingkuh dibelakangku.” Pekik thomas hingga membuat ibel pun sontak tercengang mendengarnya.
“Ck, kamu itu memang lucu sekali thomas.” Decih ibel seketika.
“Yasudah yah/mah, tidak usah meributkan soal hal itu lagi. Ibel akan pulang sendiri tidak perlu diantar oleh siapapun.” Imbuh ibel dengan tegas
“Marco, terimakasih ya kamu sudah ada disaat seperti ini.” Ucap ibel kepada marco hingga thomas pun kembali membulatkan matanya dengan lebar.
Tak mau berlama-lama, ibel pun mencium tangan sang suami dan juga mertuanya. Lalu ia pun langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
***