
*Malam pun tiba*
“Bel, apakah kalian berdua sudah siap?!” Tanya thomas kepada istri dan anaknya.
“Sebentar lagi,thom. Aku masih mempersiapkan diapers Alice untuk dibawa.” Sahut ibel seraya menata baju dan juga diapers sang anak di satu tas kecil yang akan ia bawa.
“Baiklah, kalo begitu aku tunggu dimobil saja yah.” Ucap thomas yang saat itu dianggukkan oleh sang istri.
Sepulangnya bekerja, thomas langsung membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya untuk pergi mengantar sang istri untuk membawa Alice kontrol kerumah sakit pada malam hari itu.
Tadinya, ibel berniat untuk menggunakan taksi online. namun tak disangka-sangka thomas tiba-tiba saja menawarkan dirinya untuk menghantarkan keduanya. Tentu saja hal tersebut tak akan ibel tolak karena hal itu menjadi hal langka ketika sang suami sedang waras.
Jadwal kontrol Alice yang seharusnya pagi hari itu harus dirubah menjadi malam harinya karena thomas lah yang memintanya.
Hal tersebut menjadikan thomas merasa punya tanggung jawab tersendiri untuk menghantarkan keduanya pergi kerumah sakit.
“Hmm, bukannya bantuin bawa apa kek biar gue gak kesusahan. Ini malah main ninggalin gitu aja ke mobil! Tapi ya mau gimana lagi, kalo gue protes juga tetep aja gue yang salah dimatanya.” Gerutu ibel seraya menggendong Alice sekaligus membawa tas jinjing berisikan diapers Alice.
Ibel pun melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya menuju keluar rumah untuk segera menaiki mobilnya.
Brughhhh!!
“Huhhhh, akhirnyaaa..” dengus ibel yang baru saja mendudukkan dirinya dibangku mobilnya seraya menghela nafasnya secara kasar.
“Sudahhh? Gak ada yang tertinggal??” Tanya thomas yang sudah duduk dibangku kemudinya terlebih dulu dan dengan melirik kearah sang istri disampingnya.
“Aman, sepertinya tidak ada yang tertinggal.” Angguk ibel dengan nada yang tergopoh-gopoh.
“Yasudah kita berangkat sekarang ya.” Pekik thomas kepada ibel disampingnya.
“Iyah.” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya.
Thomas pun bergegas menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan perkarangan rumahnya tersebut.
“Gimana hari pertamamu bekerja? Its all good?” Tanya ibel kepada sang suami didalam perjalanan tersebut.
“Eum, biasa saja.” Singkat thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1
“Hmm, gitu yah. Baiklah kalo begitu.” Dehem ibel seraya menganggukkan kepalanya dengan pelan.
“Apakah Alice rewel hari ini?!” Tanya thomas kepada ibel.
Ibel pun sontak terdiam sejenak seraya menatap thomas dengan tatapan yang tak biasa.
“Tumben banget ni orang nanyain soal anaknya..” Batin ibel seketika.
“Kenapa malah menatapku seperti itu? Alice baik-baik saja kan hari ini?!” Tegur thomas kepada ibel hingga ibel pun langsung mengerjapkan matanya saat itu juga.
“Eum, enggak kok. Aman. Alice tidak rewel hari ini, Alice anak yang baik dan tidak pernah merepotkan aku sedikitpun, iya kan sayang?! Cup!!” Sahut ibel yang beralih menatap sang anak lalu kemudian mengecup pipinya saat itu juga.
“Hmm, baiklah kalo seperti itu. Aku jadi lega mendengarnya.. mulai besok aku akan memper kerjakan seorang asisten rumah tangga sekaligus Baby sitter untuk membantu dan menemanimu setiap harinya. Jadi kamu tidak akan kesusahan lagi mengurus Alice sendirian.” Pekik thomas hingga membuat ibel pun sontak menganga mendengarnya.
“A-aku tidak meminta itu, mengapa kamu tiba-tiba merencanakan ini semua..” Sahut ibel dengan nada yang tergopoh-gopoh.
“Kamu memang tidak memintanya, namun aku sendiri yang mempunyai inisiatif ini. Kamu tidak boleh menolaknya! Karena ini sudah keputusan bulat ku..” Ucap thomas dengan lugas namun tegas.
“Hmm, baiklah. Aku menurut saja denganmu.” Dengus ibel dengan raut wajah pasrahnya.
*Setibanya dirumah sakit, mereka pun bergegas turun dari mobilnya. Lalu melangkahkan kakinya bersamaan masuk kedalam rumah sakit tersebut.
“Sebentar ya mom, biar saya cek dulu datanya.” Sahut petugas rumah sakit tersebut.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya nama Alice pun dipanggil oleh satu satu perawat yang saat itu menyuruh alice untuk segera masuk kedalam poli untuk menemui sang dokter spesialis yang biasa menanganinya.
“Pasien bayi alice, silahkan masuk keruangan periksa..” Seru sang perawat.
“Oh iya-iya sus!” Sergah ibel yang sontak bergegas untuk memasuki ruangan periksa bersama anak dan suaminya.
“Ayo-ayo buruan..” Titah thomas pada keduanya.
*CEKLEK*
“Permisi, dok. Hehe” Sapa thomas yang baru saja masuk kedalam ruangan periksa tersebut dan bertemu dengan sang dokter.
“Iyah, silahkan masuk tuan thomas beserta keluarga.” Sahut dokter rey kepada thomas dan juga anak istrinya.
__ADS_1
“Hari ini kontrol tiga bulan pasca melahirkan yah, gimana? Apa ada keluhan dengan Dede Alice nya?” Imbuh dokter rey kepada thomas dan juga ibel.
“Eum, keluhan yang seperti apa ya dok?!” Tanya ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Keluhan seperti susah tidur, rewel, kejang kejang atau muntah-muntah ya bu..” Sahut dokter rey kepada ibel.
Thomas pun hanya mencermati keduanya, karena memang ia tidak tahu sama sekali atas perkembangan anaknya selama ini.
“Eum, sepertinya tidak ada keluhan sama sekali dok. Cuma kadang Alice memang suka susah tidur tapi itu pun gak setiap hari kok.” Ungkap ibel kepada dokter rey.
“Okey, kalo begitu. Saya boleh cek dulu kondisinya saat ini? Silahkan Dede Alice nya ditaruh dulu disini ya bu..” Pinta dokter Ray yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Oke baik dok.” Singkat ibel yang sontak merebahkan Alice diatas kasur khusus untuk periksa.
Dokter pun mulai mengecek semua kondisi Alice pada saat itu, sementara thomas dan juga ibel hanya melihatnya dengan keseriusannya masing-masing.
“Gimana dok?!” Tanya ibel kepada dokter rey.
“Oke, silahkan boleh digendong lagi dedenyaa. Biar saya jelaskan ya kondisinya sekarang.” Perintah dokter rey hingga ibel pun sontak menggendong Alice kembali.
“Jadi begini ya pak/buk. Hasil mri kemarin kan memang menunjukkan bahwa Alice ini punya penyakit hedrocifalus atau cairan yang keluar berlebihan dikepala hingga membuat jaringan otaknya tidak bisa berkembang, jadi saya sarankan sebelum terlambat sebaiknya Alice harus secepatnya memasang vp shunt atau selang ditubuhnya. Selang itu fungsinya seperti kran ya bu, supaya cairan yang keluar itu bisa dialihkan ke perutnya.”
“Ya paling tidak,cara itu bisa menjadi solusi agar otak Alice bisa berkembang meski tidak bisa sesempurna seperti anak normal lainnya pak/buk.” Imbuh dokter rey dengan segala penjelasannya.
“Operasi pasang selang??? Apa itu tidak bahaya dok? Apa resikonya, jika Alice harus pasang selang ditubuhnya..” Tanya ibel dengan mulut yang menganga saat itu juga.
“Dok, ini serius? Gak ada cara lain untuk mengeluarkan cairan itu?!” Timpal thomas dengan mata yang terbelalak lebar.
“Pak, cairan ini bukan hanya Alice saja yang punya. Setiap manusia pasti punya cairan di kepalanya, nah yang jadi kendalanya adalah cairan yang ada dikepala Alice ini keluar secara berlebihan sehingga cairan tersebut menekan jaringan otak Alice yang harusnya bisa berkembang. Jadi fungsi dari pemasangan selang ini ya untuk menyumbat cairan itu, kita alihkan cairan itu supaya tidak bertumpuk dikepalanya.” Jelas sang dokter kepada keduanya.
“Dan untuk bahaya dan resikonya jelas ada, karena selang ini kan benda asing yang masuk kedalam tubuh. Bisa saja mengakibatkan infeksi dan sebagainya, namun resiko tersebut hanya 5% nya saja dari benefitnya.” Imbuh dokter rey kembali.
“Eum, jadi begitu ya dok..” Lirih ibel dengan menganggukkan kepalanya.
“Gak papa, pak thomas dan ibu ibel bisa diskusi lagi nanti dirumah sekalian mencari tahu secara rinci penyakit hedrocifalus dan cara penanganannya. Semoga secepatnya bapak dan ibu memberikan kepastian tindakan apa yang harus dilakukan kepada Alice, karena jika semakin lama tidak dipasang selang otak Alice akan semakin terhimpit.” Ungkap sang dokter dengan menyunggingkan senyumannya.
“Baiklah dok, nanti saya akan diskusi terlebih dulu dengan keluarga saya. Sebelumnya terimakasih banyak atas saran dan penjelasannya ya dok.” Sahut thomas dengan sopannya.
__ADS_1
Dokter pun menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu setelah selesai mendengar penjelasan tersebut mereka pun langsung pulang kerumahnya dengan raut wajah yang berbeda-beda.
🍁🍁🍁