
*Keesokan harinya..
Tepat pukul lima subuh, thomas membuka pintu rumahnya dengan kunci yang ia bawa.
*CEKLEK*
Ia pun bergegas masuk kedalam rumahnya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya juga.
Thomas pun sontak menelan saliva nya dengan susah payah ketika melihat ibel yang sudah duduk seraya menimang Alice di pangkuannya.
Seperti tidak merasa bersalah, tanpa mengucap sekata-kata pun thomas langsung mengganti semua pakaiannya dan melangkahkan kakinya menuju kasurnya untuk merebahkan tubuhnya.
Ibel yang melihatnya pun menatap sang suami dengan tatapan jengkel sekaligus jiji nya.
“Entah mengapa, lama kelamaan aku merasa jijix melihat kelakuanmu thom!” Batin ibel dengan tatapan tajamnya.
*Waktu pun terus bergulir, Matahari terbit dengan begitu sempurna, cahayanya sampai menembus jendela kamar ibel. Dan saat itu pula ibel tengah memandikan Alice dikamar mandi dengan menggunakan bak mandi khusus bayi.
Dengan telaten ibel mengurus anaknya seorang diri tanpa campur tangan thomas sedikit pun.
“Sayang, tumbuh jadi anak baik ya. Temani Mommy terus ya nak, Mommy sayang sekali sama Alice.” Celotehnya seraya memandikan sang anak dengan senyuman yang mengembang dipipinya.
Setelah beberapa menit memandikan sang anak, ibel pun mengangkat tubuh Alice dari bak mandinya lalu membawa tubuh mungil sang anak ke kasur untuk dipakaikan diapers dan juga pakaiannya.
“Sshhhhh, anak cantik. Sekarang Mommy pakaikan baju yang bagus untukmu ya supaya kamu makin terlihat cantik bak princess.” Celotehnya kembali kepada sang anak yang belum bisa apa-apa selain tersenyum dan menangis itu.
TRING\~
Ponsel ibel pun tiba-tiba berdering, hingga ia pun sontak mengerutkan keningnya untuk sejenak diam lalu bergegas mengambil ponselnya yang berada diatas nakas lemarinya.
“Bentar ya dek, ponsel mama ada yang nelfon tuh.” Pamit ibel kepada sang anak untuk mengambil ponselnya.
Klik.
Ibel pun sontak menerima panggilan masuk tersebut.
“Halo..” Ucap ibel dalam sambungan telfonnya.
“Halo, bel. Thomas dimana? Kenapa Wa ayah gak dibaca-baca! Ingat ya hari ini adalah hari pertama thomas untuk masuk kekantor, jangan sampai telat. Karena ayah akan memperkenalkannya jam 8 pagi ini kepada seluruh rekan dan juga karyawan ayah.” Jelas ayah Jacky tanpa basa-basi.
“Thomasnya sedang tidur yah, aku tidak berani membangunkannya.” Ujar ibel kepada ayah mertuanya tersebut.
“Kenapa tidak berani? Kamu kan istrinya, tinggal bilang saja ini perintah ayah! Kalo mau marah, marah saja kepada ayah kalo berani..” Sahut ayah Jacky saat itu juga.
__ADS_1
“Baiklah yah, ibel akan coba membangunkannya sekarang juga.” Ucap ibel dengan menganggukkan kepalanya seraya menatap sang suami yang masih pulas tertidur.
“Yasudah kalo begitu.” Singkat ayah Jacky yang langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.
PIP*
Ibel pun meletakkan ponselnya di sembarang arah dikasurnya, lalu ia pun kembali melanjutkan aktivitasnya untuk memakaikan diapers dan juga pakaian kepada anaknya.
“Aduhh, Sudah cantik dan wangi anak Mommy satu ini.” Celoteh ibel yang baru saja menyelesaikan aktivitasnya tersebut kepada sang anak.
Setelah tampil cantik dan menggemaskan dengan memakai gaun berwarna merah muda , Alice pun diangkat dari kasurnya untuk dinaikkan keatas stroller nya.
Sebelum mengajak Alice untuk berjemur dihalaman rumahnya, ibel lebih dulu membangunkan sang suami yang masih pulas tertidur.
“Ekhm,Bangun..” Seru ibel seraya menggoyangkan tubuh thomas saat itu juga.
“Thom, bangunnn…” Imbuhnya kembali sampai thomas mau membuka matanya.
Tak lama kemudian thomas pun membuka matanya dengan pelan, ia mengerutkan keningnya ketika melihat sang istri yang berada dihadapannya.
“Ngapain sih?!” Tanya thomas dengan raut wajah kesalnya.
“Hari ini adalah hari pertamamu untuk masuk kekantor ayah, dan ayah tadi sudah menelfonku untuk menyuruhmu bangun karena jam 8 kamu sudah harus berada didalam kantor.” Jelas ibel dengan raut wajah datarnya.
“Hmm.” Dengus ibel seraya berbalik badan dan melangkahkan kakinya meninggalkan thomas dengan mendorong stroller sang anak untuk keluar rumah.
“Mau kemana kalian?” Tanya thomas yang menghentikan langkah ibel saat itu juga.
“Mau bawa Alice berjemur didepan rumah, ada apa?!” Sahut ibel yang saat itu menoleh kearah thomas.
“Tidak apa-apa. Aku lapar! Cepat buatkan aku sarapan karena aku akan berangkat kekantor sebentar lagi..” Pekiknya kepada ibel.
Tanpa menjawab ucapan sang suami, ibel pun langsung meninggalkan suaminya tersebut.
“Woi! Badjingan kau ibel! Suaminya ngomong malah main ninggalin gitu aja, dasar istri gak berguna! Kurang ajar! Gak tau diuntung..” Teriak thomas dari dalam kamarnya.
Thomas pun bangkit dari tempat tidurnya, lalu bergegas untuk mandi dengan raut wajah kesalnya kepada sang istri yang cuek terhadapnya.
“Setiap saat hanya membuat aku emosi saja! Jadi makin tidak betah aku dirumah ini bersamanya..” Gumamnya seraya melangkahkan kakinya menuju kamar mandinya.
Byurrrr!!!
*Setelah beberapa puluh menit berlalu, thomas pun memilih memakai kemejanya yang berwarna biru muda beserta tuxedo hitamnya setelah ia selesai mandi pagi itu.
__ADS_1
Pria itu berdiri dihadapan kaca kamarnya yang besar, ia menyisir rambutnya seraya merapikan kemejanya saat itu juga.
“Hp gue dimana ya?” Gumamnya seraya mencari ponselnya yang ternyata masih berada didalam saku jaket yang semalam ia pakai.
Lalu ia pun membuka ponselnya yang ternyata sudah ada puluhan kali panggilan tak terjawab dari ayahnya.
“Duhh kacau nih, ayah udah nelfonin daritadi ternyata!” Gerutunya dihadapan layar ponselnya.
Thomas pun bergegas keluar dari kamarnya, ia melangkahkan kakinya melewati mini kitchen yang berada didepan kamarnya. Ia melihat satu piring nasi goreng seafood, sandwich, buah-buahan dan juga susu yang sudah tersedia dengan rapihnya dimeja makannya tersebut.
“Apa, semua ini ibel yang menyiapkannya??” Batin thomas dengan tatapan kosongnya.
Karena merasa lapar, ia pun sontak mendudukkan dirinya di kursi makan tersebut lalu kemudian ia pun menghabiskan semua makanan yang ada dimeja tersebut.
“Arghhhhhh, enak sekali. Andaikan saja setiap hari seperti ini..” gumam thomas yang menghela nafasnya secara lega karena telah menghabiskan semua makanan tersebut.
Lalu ia pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya keluar rumahnya.
Thomas bertemu dengan ibel yang masih bersendau gurau dengan Security rumahnya seraya menjemur Alice pagi hari itu.
“Pagi, pak thomas.” Sapa soal Joko kepada thomas.
“Pak Joko ini, biasanya juga panggil saya aden. Kenapa tiba-tiba panggil saya pak seperti itu. Jadi aneh rasanya hehe..” Sahut thomas yang ramah seketika.
“Kan mulai hari ini den thomas sudah menjadi seorang CO, jadi mulai hari ini juga saya harus panggil aden dengan sebutan pak hehe..” Ucap pak Joko yang meringis bak kuda.
“Hm, pak Joko ini. Yasudah terserah bapak saja deh.” Dehem thomas seketika.
“Eum, bel. Aku pamit berangkat dulu ya kekantor.” Pamit thomas kepada sang istri.
Ibel pun menganggukkan kepalanya dengan pelan, “Iyah, hati-hati yah.” Singkat saat itu juga
“Cupp!” Thomas pun mengecup kening sang istri lalu kemudian beralih mengecup sang anak yang masih berada didalam stroller nya.
“Daddy berangkat kekantor dulu ya sayang, jangan rewel dirumah sama Mommy ya nak” Celoteh thomas kepada sang anak.
Brughhh!
Thomas pun masuk kedalam mobilnya, dan langsung melajukan kendaraaannya dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan rumahnya tersebut.
Bvrommmmmm\~
“Hmm.” Dengus ibel seraya melihat kepergian mobil sang suami.
__ADS_1