TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 44


__ADS_3

Setelah masuk kedalam rumahnya, sang pembantu pun menyapa kedua majikannya dengan sopannya seraya menggendong Alice saat itu juga.


“Rupanya sudah datang pembantunya..” Gumam thomas yang melihat sang pembantu bersama dengan anaknya.


Ibel pun mentitah tubuh thomas dengan senyuman palsunya kepada sang pembantu.


“Hehe, sebentar ya mbak Susi. Nitip Alice dulu, soalnya tuan thomas ini suka minta dimanjakan dulu sepulang kerja seperti ini..” Celoteh ibel hingga membuat thomas pun melirik ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Oh nggeh, nyonya. Gak papa Alice biar sama saya saja disini..” angguk Mba Susi dengan senyuman tipisnya.


“Apa sih bel maksudnya..” Gerutu thomas yang berjalan di titah oleh ibel.


Brughhh!!


Setelah keduanya masuk kedalam kamar, ibel pun sontak menghembuskan nafasnya secara pelan.


“Huffttt..”


“Dasar aneh! Aku ini tanya, tadi itu mobil siapa! Jangan-jangan kamu sekarang berani bawa selingkuhanmu datang kerumah ini ya?! Mentang-mentang suami mu kerja diluar!” Duga thomas dengan tatapan mencurigai.


“Hmm, kamu ini seperti sedang membicarakan dirimu sendiri saja thom..” Ucap ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.


“Apa maksudmu ibel?!” Tanya thomas dengan mata yang terbelalak.


“Semenjak bersamamu, aku ini tidak mempunyai teman pria satupun. Jadi mana mungkin aku punya selingkuhan, apalagi sampe kubawa datang kerumah ini.” Jawab ibel dengan memainkan jari-jarinya.


“Lalu, yang tadi itu siapa?!” Tanya thomas dengan menaikkan alisnya keatas.


“Yang tadi? Yakin kamu gak tau itu mobil siapa?!” Sahut ibel dengan sedikit menyunggingkan senyumannya.


“Kalo aku tau, aku gak akan tanyain ini kekamu bodoh!” Ketus thomas saat itu juga.


“Itu Ayya..” Singkat ibel yang memalingkan pandangannya saat itu juga.


“Ayya? Ngapain dia kesini? Kenapa kamu tidak beritahu aku?!” Tanya thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Dia hanya ingin main kesini, menemaniku dan juga Alice seharian ini, lagipula memangnya aku ini harus selalu lapor ya apapun yang aku lakukan dirumah ini setiap harinya!” Jawab ibel seketika


“Ingat ibel, Aku ini suamimu! Aku juga yang punya rumah ini. Jadi kamu wajib memberitahuku siapapun orangnya yang datang kerumah ini! Faham!!” Gertak thomas dengan Nada tingginya.


“Meskipun itu sahabat atau bahkan ibuku sendiri? Yang terkadang mereka datang secara tiba-tiba dan tidak memberi kabarku lebih dulu.? Aku harus melaporkannya kepadamu juga, seperti itu yang kamu maksud?!” Pekik ibel yang menatap thomas dengan raut wajah seriusnya.


“Ya tidak ada pengecualian! Mau itu sahabatmu,ibumu,pembantumu atau siapa lah yang jelas kamu harus lapor kepadaku!” Sahut thomas dengan raut wajah dinginnya.


“Baiklah, kalo seperti itu maumu. Lain kali jika ada orang datang kerumah ini,siapapun tanpa pengecualian, aku akan melapor kepadamu lebih dulu.” Ungkap ibel seraya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Hmm.” Dengus thomas dengan memalingkan wajah malasnya saat itu.


“Harusnya aku tidak perlu mengajarkan soal ini ke dirimu, karena hal seperti ini memang sudah seharusnya dilakukan seorang istri kepada suaminya yang sedang kerja diluaran rumah! Dasar bocah!” Gerutu thomas yang melangkahkan dirinya menuju kamar mandi yang berada didalam kamarnya.


BRAKK!


Thomas menutup pintu kamar mandi dengan sangat kencang hingga ibel pun hanya bisa mengelus dadanya sendiri saat itu juga.


“Ck, sok paling dewasa padahal sifatnya kayak anak abg baru tenar, alias masih dangkal!” Gerutu ibel dengan memiringkan senyumannya.


Ibel pun melangkahkan kakinya keluar kamar meninggalkan thomas yang sedang membersihkan tubuhnya dikamar mandi, gadis itu berjalan menuruni tangga rumahnya..


“Mbak Susi..” Panggil ibel kepada sang pembantu.


“Mbakkkk..” panggilnya kembali..


“Iyah non, Mba Susi ada disini sama aliceee..” Sahut sang pembantu yang suaranya terdengar diruang khusus bermain Alice.


Ibel pun bergegas melangkahkan kakinya untuk mendatangi keduanya.


“Ealaahhhhh, anak Mommy rupanya ada disini yaa.. ciniii cayangg ciniii sama Mommy yuk..” Celoteh ibel kepada sang anak yang berada di sofa tempat tidur khusus bayi.


“Alice habis dibuatkan susu kah mbak?!” Tanya ibel kepada pembantunya.


“Wahh puji Tuhan! Anak Mommy pintarrr.. kalo gitu berarti sekarang saatnya bobooo, yuk Bobo sama Mommy yuk dikamar..” Puji ibel seraya menimang anaknya dengan raut wajah bahagianya.


“Non, kalo boleh mbak Susi kasih saran. Adek alice jangan diajak Bobo jam segini yah, soalnya mau magrib. Dikampung mba Susi, pamali kalo anak kecil tidur magrib-magrib.” Usul sang pembantu kepada ibel.


“Benarkah seperti itu mbak? Wahh kalo begitu aku akan selalu mengingat untuk tidak mengajak Alice tidur jam segini..” Sergah ibel dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.


Sang pembantu pun menerbitkan senyumannya kepada ibel saat itu juga.


“Aku seneng deh ada mbak Susi disini, aku jadi punya teman dirumah ini, gak kesepian lagi, dan aku seperti punya seorang Kaka sekaligus ibu disini..” Ungkap ibel kepada Susi.


“Jangan berlebihan seperti itu ah non, kan saya juga baru sehari ikut sama non ibel. Bukan apa, Namanya manusia kan pasti banyak kekurangannya, takutnya saya ini tidak sesuai ekspektasi nya nona ibel..” Elak sang pembantu dengan menundukkan kepalanya.


“Hmm, saya gak berekspektasi apapun padamu mbak. Karena setiap manusia pasti punya sisi baik dan buruknya masing-masing. Tapi semoga saja mbak Susi ini bisa bekerja dengan ikhlas dan tulus kepada saya.” Ungkap ibel seraya memegang pundak pembantunya.


“Aamiin, inshaallah sepenuhnya saya akan setia dan melakukan yang terbaik untuk nona ibel dan juga Adek Alice. Eum, kalo boleh tau, mamanya non ibel tinggal dimana?!” Sahut pembantunya yang semakin akrab dengan majikannya tersebut.


“Mama saya tinggal di daerah perumahan kelapa gading mbak, sangat jauh bukan dari sini..” Pekik ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Hmm, lumayan juga ya non. Kalo Jakarta sedang macet-macetnya mungkin jarak dari kelapa gading kesini bisa 2jam an lebih..” Sahut Susi yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


*Setelah banyak bertukar cerita antara majikan dan pembantunya, tiba-tiba suara thomas memanggil nama ibel pun terdengar sangat kencang dari lantai atas.

__ADS_1


“IBELL!!!!” Teriak thomas dari atas.


“Seperti suara tuan thomas, nona..” Pekik sang pembantu kepada ibel.


“Bukan sepertinya lagi mbak, tapi memang itu suara thomas! Hmm, Yasudah aku dan Alice keatas dulu ya mbak..” Sahut ibel dengan menghela nafasnya secara pelan.


“Iyah non, hati-hati ya naik tangganya non..” Pesan sang pembantu yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


Ibel pun bergegas melangkahkan kakinya seraya menggendong Alice dalam dekapannya menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya yang berada tepat dilantai dua rumahnya tersebut.


CEKLEK*


“Yaampunnnnn! Thomassss.. kamu ini sedang apa sih?! Kenapa tidak memakai celana seperti itu!!” Seru ibel yang terkejut ketika melihat suaminya yang nampak tak mengenakan pakaian apapun.


Ibel pun melangkahkan kakinya dengan perlahan seraya menutup kedua matanya saat itu.


“Aku ingin kau ambilkan celana serta bajuku, cepat!” Perintah thomas yang sengaja mendudukkan dirinya diatas kasur dengan telanjang dada.


“Memangnya kakimu kemana? Sampai harus aku yang mengambilkannya..” ketus ibel dengan raut wajah kesalnya.


“Ibel, kamu ini istriku! Kenapa sih selalu saja membantah perintahku! Kamu gak takut dosa ya?!” Gertak thomas saat itu juga.


“Hmm, baiklah. Tunggu sebentar, akan ku ambilkan celana dan juga bajumu..” Dehem ibel yang kemudian melangkahkan kakinya untuk mengambilkan pakaian untuk suaminya tersebut.


*Hingga berjalannya waktu, setelah ibel memberikan pakaian yang sudah ia bawa untuk suaminya itu, thomas menatapnya dengan tatapan menyeringai hingga membuat ibel pun nampak bergidik ngeri melihatnya.


“Kenapa ngeliatin aku kaya gitu!” Ketus ibel kepada suaminya sendiri.


“Letakkan Alice di ranjangnya, biarkan dia tidur dengan sendirinya, sepertinya dia sudah mengantuk.” Usul thomas kepada sang istri.


“Eum, Iyah.” Angguk ibel yang saat itu melangkahkan kakinya untuk meletakkan Alice di ranjang tidurnya sendiri.


Ketika ibel sudah berhasil meletakkan sang anak, ia pun membalikkan tubuhnya.


“Astaga!!!” Ceplos ibel ketika melihat sang suami yang sudah berdiri tepat dibelakangnya.


“Ibel, seperti yang kamu katakan kepada mba Susi tadi sore. Aku ingin dimanjakan mu saat ini juga..” Bisik thomas hingga membuat tubuh ibel pun bergetar dengan hebat.


Perlahan namun pasti, thomas sontak membawa tubuh ibel dan meletakkannya dikasur.


Pria itu sangat mahir membuat sang istri pasrah diatas ranjang, ia mencium aroma tubuh ibel dari atas tekuk leher hingga sampai dipusarnya. Hingga membuat ibel pun menjadi terangsang saat itu juga.


Permainan ranjang thomas dan ibel pun dimulai, keduanya sangat menikmati aktivitas gelut ranjang tersebut.


“Arghhhh!!” Raungan ibel saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2