
Keesokan harinya, dipagi hari yang cerah..
Thomas tengah membantu sang istri untuk bersiap-siap pergi berlibur bersama teman-temannya.
“Sayang, ini apalagi yang kurang?” Tanya thomas kepada sang istri.
“Eum, sudah cukup sepertinya itu saja. Memangnya mau bawa apalagi?” Sahut ibel dengan raut wajah yang masih terlihat pias.
“Kali aja mau bawa rumahnya sekalian, hehe..” kelakar thomas yang tak berhasil membuat ibel tertawa.
“Hmm, enggak. Itu saja sudah cukup kok, yang terpenting itu kan keperluan Alice..” Jawab ibel lugas.
“Gue udah effort nge lawak, malah gak ketawa sama sekali..” gerutu thomas dengan lirih.
“Huh, Yasudah kalo begitu kita tinggal tunggu para tikus itu datang saja..” Ucap thomas yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
Sambil menunggu teman-temannya datang, thomas pun mencoba bersendau gurau bersama sang putri. Sementara ibel sendiri masih terduduk dikursi depan balkonnya dengan menikmati udara bersih pagi itu.
“Dadadadadiii\~\~” Celoteh Alice kepada thomas.
“Iyah sayang, kenapa? Daddy tampan yah..” Sahut thomas dengan menaikturunkan kedua alisnya.
PIP!!
PIPP!!
Terdengar suara klakson beberapa mobil diarea pekarangan rumahnya, ibel pun sontak menoleh kebawah dan melihat teman-temannya turun dari mobil tersebut.
“Siapa bel?” Tanya thomas seraya menimang sang anak.
“Anak-anak..” Jawab ibel dengan raut wajah datarnya.
“Sudah sampai mereka rupanya..” gumam thomas saat itu juga.
Tak lama kemudian, mereka pun masuk kedalam rumah tersebut secara bersamaan.
“Bi susiii, tolong panggilin thomas dan juga ibel dong. Bilang ya bi, kita semua udah nungguin dibawah.” Pekik Ayya kepada Susi.
“Siap non Ayya, silahkan atuh duduk dulu..” sahut Susi yang begitu ramahnya.
__ADS_1
“Terimakasih bi Susi cantik..” kelakar revano saat itu juga.
“Dasar lo musang! Apaan aja lo kata cantik..” ketus Alex seraya meraup kasar wajah revano.
“Sssttt, berisik lo pada kebiasaan bikin heboh dirumah orang!” Cela Sarah saat itu juga.
Tak lama kemudian, thomas pun menuruni tangga rumah tersebut seraya menggendong Alice dan juga membawakan tas jinjing milik sang anak. Disusul ibel yang berjalan dibelakangnya, hal itu sontak membuat semua teman-temannya pun langsung heboh untuk meledeknya.
“Wuidihhhhhh, gue suka gaya lo yang sekarang thom!!!” Sorak Alex seraya mengacungkan jempolnya.
“Ketika bos shangarrrr menjadi bhapakableee! Vibes nya udah positif banget dah asli, Ck” timpal revano dengan raut wajah menyebalkannya.
“Nah gini kan enak dilihatnya, thom. Aura-aura family goals nya dapet gitu nah haha..” imbuh Vega seketika.
“Semoga gak pencitraan aja sihhh..” Lirih Ayya dengan melengoskan wajahnya.
“Ssst!” Sergah Sarah yang menyenggol tubuh Ayya saat itu juga.
“Berisik lo pada! Bantuin gue nih, karena gue gak bawa bodygoard dan juga babysitter jadi lo pada harus menggantikan tugas mereka untuk bantuin gue sekaligus momong anak gue nanti!” Seru thomas yang langsung melemparkan tas jinjing yang ia bawa ke arah teman-temannya.
“HAP!!”
Revano pun menangkap tas jinjing tersebut.
“Tanpa lo suruh pun gue siap kok thom jagain anak lo hehe..” Ucap Ayya yang saat itu dianggukkan juga oleh Sarah disampingnya.
“Iyehhhh, kita faham kok. Lo sekalian mau buat Adek kan buat Alice!” Ceplos Alex saat itu juga.
“Kalo ada kesempatan, why not?!” Sahut thomas seraya melirik ibel dengan tertawa tipis.
Ibel pun hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang suami saat itu juga.
*Waktu pun terus berjalan, kini mereka pun masuk kedalam mobilnya masing-masing. Dimana thomas dan juga ibel membawa mobil Mercy nya dan dikemudikan sendiri, lalu Vega dan juga Sarah di satu mobil yang lain, dan Alex, revano dan juga Ayya berada di mobil yang berbeda lainnya.
“Hari ini, pertama kalinya kita pergi berlibur bersama Alice. Apa kamu senang, bel?” Tanya thomas seraya fokus menyetir mobilnya.
“Iyah..” Singkat ibel seraya menganggukkan kepalanya secara pelan.
“Ah lemes banget jawabnya! Yang semangat dong.. lupain masalah yang lalu, saatnya kita happy-happy! Jangan menyusahkan diri sendiri dengan beban yang seharusnya sudah hilang..” Pekik thomas dengan sekilas melirik sinis kearah yang istri yang duduk disamping kemudinya.
__ADS_1
“Iyah, aku senang kok. Thomas Imanuella Roberto!” Jelas ibel hingga membuat thomas pun menerbitkan senyumannya kembali.
“Nah gitu dong!!” Lirih thomas seraya mengacak lembut rambut sang istri.
Sementara di sisi lain, dimobil yang berbeda. Nampak suara gaduh ada didalam mobil yang berisikan 3 orang tersebut.
“Anjing nih Ayya, nyetel lagunya yang bikin orang ngantuk nyetir! Arghhh parah banget sih..” Keluh Alex yang menyetir mobil tersebut.
“Kata gua mah apa lex.. lex! Udah paling bener nih manusia satu biar sama Sarah dan Vega aja.” Timpal revano saat itu juga.
“Ihhhh.. lo berdua tega banget sih sama gue!! Masa gue disuruh jadi obat nyamuk mereka, lagian kenapa sih lo berdua ribet banget jadi orang! Tinggal dengerin aja ni lagu, segala protes! Lagu ini tuh lagi populer di tiktok, lo berdua norak sumpah..” Sahut Ayya dengan mulut yang terus berkomat-Kamis tidak berhenti.
“Udah yya, udah! Mulut lo asli kaya radio rusak sumpah.. pusing gue dengernya” Cela Alex dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Katanya lagu yang gue setel bikin ngantuk! Yaudah lah gue bikin lo pada melek, serba salah aja hidup gue dimata kalian berdua..” omel Ayya kembali.
“Ya tapi gak dengan cara gini juga yya, lo cerewet banget gila. Iyaudah dah kita berdua ngalah dah, emang cewe selalu benar kok. Iya kan lex?” Ucap revano yang saat itu dianggukkan oleh Alex dengan cepat.
“Iyah, pokoknya ayya yang menang udah!” Timpal Alex dengan raut wajah frustasinya.
“Aneh lo berdua emang, kalo emang lo ngantuk biar gue aja yang nyetir sini ah!” Pinta ayya hingga membuat kedua temannya pun saling melemparkan pandangannya satu sama lain.
“Engga!” Tolaknya secara bersamaan.
“Dih..” lirih ayya dengan senyuman miringnya.
“Udah lo anteng aja disitu yya, hayatin tuh lagu. Tiktokan sepuas lu. Okey?!” Pinta Alex seketika.
“Iyah bener tuh kata Alex, daripada nyawa gue sama Alex jadi taruhannya kalo lo yang nyetir.” Timpal revano yang kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
“Ih lo berdua!!!!” Teriak ayya yang langsung memukul kedua temannya hingga keadaan dalam mobil tersebut begitu rusuhnya.
Berbeda dengan keadaan kedua mobil tersebut, satu mobil lainnya nampak dalam keadaan tenang dan harmonis. Mereka berdua begitu menikmati perjalanannya dengan saling berpegangan tangan satu sama lain.
“Kalo lihat thomas dan juga ibel, kamu masih pengen nikah cepet gak sih sama aku?” Tanya Vega kepada Sarah.
“Ya tetep pengen lah.. setiap orang kan berbeda sayang, mungkin pernikahan dini thomas dan juga ibel itu sangat berantakan. Tapi gak menutup kemungkinan juga kalo hubungan kita akan sama dengan mereka, iya kan?!” Jawab Sarah dengan bijak.
“Benar, dan menurut pandanganku. Dalam satu hubungan itu tergantung kepala rumah tangganya sih, andaikan thomas lurus pada jalannya. Mungkin kesengsaraan ibel gak akan terjadi, tapi sayang sikap thomas sendiri yang sudah merusak hubungan pernikahannya. Kasian ibel..” Ucap Vega dengan menatap lurus kedepan.
__ADS_1
“Kalo kamu udah punya pandangan seperti itu, brarti kamu gak akan jadi seperti thomas kan ketika nikah sama aku nanti? Ckck” sindir Sarah hingga membuat keduanya pun tertawa secara bersamaan.
**