TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 22


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari terbit dengan sempurna hingga cahayanya pun masuk menembus jendela kamar perempuan yang saat itu tubuhnya sedang bergeliat.


“Hoamssss!”


Iapun meregangkan otot-ototnya seraya menyipitkan kedua matanya saat itu juga..


Gadis dengan raut wajah yang masih pucat itupun sontak melirik kesamping nya, dimana suaminya masih tertidur dengan pulas..


“Kasian, pasti dia capek akhir akhir ini sering sekali lembur dicafe..” Gumam ibel dengan senyum yang mengembang pagi itu.


Lalu kemudian, Ibelpun bangkit dari tempat tidurnya seraya memegang perutnya yang besar.


Matanya seketika menatap kearah nakas meja yang ada disamping tempat tidurnya, dimana ada ponsel thomas yang tergeletak disana.


Ia kembali beralih menatap sang suami yang masih sangat pulas tertidur, tiba-tiba saja keinginan untuk membuka ponsel sang suami pun ada.


Dengan perlahan, tangannya pun tersulur untuk mengambil ponsel milik sang suami.


“Kan ini ponsel suami gue sendiri, jadi gak ada salahnya kan jika gue melihat isi yang ada didalamnya.” Batin ibel yang sudah memegang ponsel milik suaminya tersebut.


Jari lentiknya pun mulai memberanikan diri untuk membuka ponsel suaminya tersebut,


Ia menekan icon pesan yang ada dilayar ponsel sang suami, dan dengan terkejutnya ibel ketika melihat banyaknya chat yang masuk dari wanita wanita yang tak dikenalnya.


“Astagaa, thomas! Kenapa kamu gak berubah sih?! Apa aku saja tidak cukup bagimu?! Sebenarnya apa kurangku, thom?!” Batin ibel yang hatinya bak tertusuk tusuk jarum.


Tiba-tiba satu notifikasi pun muncul dilayar ponsel yang ia pegang itu..


From: saffira cafe.


To: Me


“Pagi, udah bangun belum? Oh iya aku cuma mau ngasih tau aja nih, nanti sore gak usah jemput aku dulu ya.. soalnya aku hari ini mau izin gak masuk kerja.”


Mata Ibelpun sontak terbelalak ketika membacanya, tubuhnya mulai lemas tak berdaya. Hatinya mencelos seketika..


“Oh jadi ini alasan thomas semangat banget kerja, karena perempuan ini dia rela lembur..” batinnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Gadis itupun mempunyai ide untuk segera mengirim bukti screenshot pesan pesan tersebut keponselnya, setelah semua bukti terkirim, lalu iapun menghapus seluruh screenshot an tersebut agar thomas tak mengetahuinya.


“Hmmm, Huhhhhh..” Ibelpun menarik nafasnya dalam dalam lalu membuangnya perlahan.


Ia meletakkan kembali ponsel milik sang suami ditempat semula,


“Ibelll, sayangggg.. siniiiii” lirih thomas yang baru saja membuka matanya hingga membuat Ibelpun sontak terkejut dengan mata yang terbelalak.


Gadis itupun perlahan menoleh kearah thomas, “Eum, Iyah??” Sahut ibel dengan jantung yang berdetak kencang.


“Kamu ngapain duduk disitu ayanggg, sini. Aku menginginkanku..” Rengek thomas kepada sang istri.

__ADS_1


“Huhh, sepertinya dia tidak sadar aku telah membuka ponselnya..” batin ibel dengan menghela nafasnya pelan.


“Kok diem..” ucap thomas seraya meraih tangan ibel.


“Aku lagi gak nafsu. Sorry ya.” Tolak ibel yang langsung pergi meninggalkan thomas dikamar tersebut.


Thomaspun berdecih kesal saat itu juga.


“Anjing!” Ucapnya seraya menghentakkan tangannya keatas kasur.


Thomaspun lalu meraih ponselnya diatas nakas meja, ia membaca beberapa pesan yang masuk kedalam ponselnya tersebut.


“Hmmm..” Dengusnya ketika membaca pesan dari saffira yang hari ini tidak masuk kerja.


Bukannya bangun dari tempat tidurnya, ia malah memilih untuk menonton sebuah film diponselnya.


Sementara Disisi lain,


Ibel sedang duduk ditaman belakang rumahnya, dengan tatapan yang kosong ia pun terus memikirkan sang suami yang terus bermain wanita dibelakangnya.


“Apa karena sekarang aku gak cantik lagi? Tubuhku gemuk? Wajahku jelek? Apa karena itu thomas jadi lebih sering berselingkuh..” batinnya dengan melirik tubuhnya sendiri.


“Kenapa aku harus hamil anak dari lelaki brengsek sepertinya! Aku benar benar menyesal telah mengenalnya dan menjadi istrinya! Seumur hidup itu lama, apakah aku sanggup jika harus menelan pil pahit setiap hari seperti ini..” gumamnya dengan raut wajah piasnya


TRING\~


Gadis itu sontak melirik layar ponselnya.


“Ayya?!” Lirihnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Meskipun dengan ragu, Ibelpun memberanikan diri untuk mengangkat panggilan masuk dari sahabatnya itu.


Gadis itu berfikir bahwa tidak ada salahnya jika Ayya harus tau kondisinya saat ini, bagaimanapun ibel dan Ayya adalah sahabat.


Terlebih saat ini, ibel membutuhkan sosok teman curhat. Ia tak bisa menahannya seorang diri..


“Eum, halo..” Lirih ibel dalam sambungan telfonnya.


“Halo, bel? Yaampun lo kemana aja sih baru mau angkat Telfon gue! Gue nyariin lo udah sebulan lebih tau gak!!” Sahut ayya dengan cerewetnya.


“Sorry yaa, bukannya gue pengen menghindar dari lo. Cuma ada hal yang membuat gue jadi seperti ini..” Ucap ibel dengan pelan.


“Lo kenapa bel? Are u okay right?! Cerita bel sama gue, lo anggep gue ini apa sampe lo gak mau cerita apapun sama gue?!” Sahut Ayya diseberang sana.


“Gue mau cerita, tapi gak sekarang. Kalo mau, lo dateng kerumah baru gue ya.” Ucap ibel kepada Ayya.


“Rumah baru?! Jadi lo punya rumah baru sekarang bel? Lo sama nyokap lo pindah rumah gitu?!” Tanya Ayya dengan heran.


“Panjang jelasinnya, kalo lo mau tau dateng aja kesini..” Sahut ibel dengan nada lugasnya.

__ADS_1


“Okeh, demi lo hari ini gue cabut kelas aja! Yaudah sekarang lo share lock rumah baru lo itu, nanti agak siangan gue kesitu..” Ucap Ayya kepada ibel.


“Iyah, habis ini gue sharelock ya.” Angguk ibel dalam sambungan Telfon tersebut.


“Lo mau nitip apa? Gue tau pasti lo selalu pengen nitip jajanan kalo gue dateng kerumah lo..” tanya Ayya saat itu juga.


“Eum, lo bisa aja yaaa bikin gue kangen sama lo! Gue mau nitip siomay ikan yang ada di perempatan komplek lo dong, kangen banget gue makan siomay ikan itu..” Sahut ibel dengan senyuman tipisnya.


“Siappp laksanakannn! Nanti siang gue bawain siomay ikan empat porsi sekaligus buat lo, biar lo puas makan itu sampe muntah muntah Ck” celoteh Ayya diseberang sana hingga membuat Ibelpun sontak tertawa ringan.


“Jangan empat porsi dong yaaa, kalo bisa sepuluh porsi sekaligus ckck” sahut ibel yang masih tertawa ringan.


“Sama gerobaknya aja sekalian, gimana bel?!” Kelakar Ayya kembali.


“Bolehhh, sekalian sama abang yang jualnya ya.”


“Udah ah! Gila gue kalo ngeladenin lo bel, gue mau mandi dulu ya sekalian sarapan. Ngobrol sama lo buat gue jadi laper tau gak, lo jangan lupa sarapan juga ya bel biar kuat menghadapi cobaan hari ini Hahah..” Pamit Ayya kepada ibel.


Ibelpun mengerjapkan kedua matanya saat itu, “Iyah Ayya cantik, Yaudah sana sarapan yang banyak ya biar lo juga kuat menghadapi hari ini hehe..” Ucap ibel saat itu juga.


“See you bel! Jangan lupa segera kirim sharelock nya!” Pesan Ayya kepada ibel.


“Hmm, Iyah.” Singkat ibel yang menganggukkan kepalanya.


PIP*


Ibelpun bangkit dari tempat duduknya, ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya kembali untuk mandi pagi hari itu.


CEKLEKKK*


“Hmmm.” Dengus ibel seraya menghela nafasnya dengan pelan ketika melihat sang suami yang tengah asik menonton film dikasurnya.


“Kamu gak bangun? Biasanya jam segini udah rapih mau berangkat kerja..” Tegur ibel kepada sang suami.


“Malas kerja aku hari ini!” Sahut thomas dengan nada cetusnya.


“Loh, kenapa malas? Biasanya semangat sekali kalo mau kerja..” tanya ibel yang berpura-pura bodoh.


“Pikir aja sendiri! Suami minta jatah ko gak dikasih!” Cetus thomas dengan raut wajah dinginnya.


“Oh karena itu yah jadi malas kerja? Aku fikir karena penyemangatnya gak ada dicafe jadi malas bekerja hari ini..” Lirih ibel dengan sindirannya.


“Maksudmu apa bicara seperti itu? Mancing emosiku kamu Hah?!” Seru thomas yang langsung mengeraskan rahangnya.


“Kenapa marah? Memangnya ucapanku benar?!” Sahut ibel dengan santainya seraya menaikkan kedua alisnya.


Thomaspun sontak terdiam dan memalingkan wajahnya saat itu..


“Hahah dasar buaya!” Batin ibel dengan senyuman menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2