
Setibanya dirumah sakit, ibel langsung bergegas masuk ke dalam kamar inap sang suami. Namun sesampainya dikamar tersebut, ibel mendapati suaminya yang ternyata masih tertidur dengan pulas.
“Hmm, syukurlah kalo dia belum bangun. Setidaknya ngomelnya bakalan di tunda.” Gumam ibel dengan menghembuskan nafasnya secara kasar.
Wanita itu pun mendudukkan dirinya disofa yang tak jauh dari ranjang tempat thomas tidur.
Matanya seketika tertuju pada ponsel yang tergeletak diatas nakas lemari yang berada dihadapannya.
“Kayaknya gue punya ide..” batin ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Wanita itu perlahan meraih ponsel yang diduga milik suaminya, ia pun sontak mengendap-endap agar aksinya saat itu tidak diketahui oleh sang suami.
Setelah ia berhasil menggenggam ponsel tersebut, ia pun segera memulai aksinya dengan cepat.
“Dengan cara menyadap ponselnya, gue akan tau lebih banyak apa saja yang thomas lakukan dibelakang gue. Selain itu, dengan cara ini gue juga bisa punya bukti jika sewaktu-waktu thomas melakukan tindakan yang sudah melanggar hukum pernikahan. hal ini akan sangat membantu gue dalam segala halnya yang berurusan dengan rumah tangga gue.” Batin ibel yang masih melancarkan aksinya.
Setelah beberapa menit dirinya mengendap-endap, akhirnya ia pun berhasil dengan misinya. Kemudian ibel pun meletakkan kembali ponsel sang suami ketempat semula.
“Huhhh, akhirnya berhasil.” Lirih ibel seraya menghela nafasnya secara pelan.
Tak lama dari itu terdengar suara gagang pintu kamar yang perlahan terbuka.
CEKLEKKK*
“Permisi, sebentar lagi akan ada kunjungan dokter yang datang ya bu. Sebaiknya pasien dibangunkan dulu bu supaya bisa ditanya-tanya sama dokter nya nanti..” Pekik salah satu perawat kepada ibel.
“Ahiyaa sus, baiklah. Akan saya bangunkan dulu suami saya.” Sahut ibel seraya menganggukkan kepalanya.
“Baik kalo begitu saya permisi dulu ya bu.” Pamit sang perawat yang kembali pergi dari kamar tersebut.
Ibel pun sontak bangkit dari tempat duduknya, ia melangkahkan kakinya mendekati suaminya.
“Thom..” Lirih ibel seraya menggoyangkan tangan sang suami secara pelan.
“Thom, bangun.. sebentar lagi akan ada kunjungan dokter.” Imbuhnya kembali.
Thomas pun membuka matanya dengan sedikit terkejutt.
“Yaampun, bel. Aku kaget!” Lirih thomas dengan mengerutkan keningnya.
“Hmm, kenapa harus kaget coba? Kan aku juga banguninnya pakai kelembutan..” Sahut ibel dengan menaikkan kedua bola matanya keatas.
__ADS_1
“Iya tapi kan tetap saja, namanya orang sedang tidur kan dibawah alam sadar. Lagi pula kamu sejak kapan sudah ada disini?!” Tanya thomas kepada sang istri.
“Aku sudah lumayan lama disini, melihatmu tidur seperti itu aku jadi gak tega ingin membangunkan mu sejak tadi.” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Bukankah yang sekarang kamu lakukan ini adalah membangunkan ku juga?!” Cetus thomas kepada sang istri.
“Iyah, memang benar aku membangunkan mu sekarang. Tapi itu karena perintah salah satu perawat yang baru saja datang. Dia bilang akan ada kunjungan doker sebentar lagi, makanya aku disuruh membangunkan mu..” Jelas ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Arghh, ini kan masih pagi. Kenapa bisa ada kunjungan dokter pagi-pagi seperti ini? Memangnya dia gak tau yaa kalo ini waktunya pasien untuk beristirahat setelah semalaman tidak bisa tidur.” Keluh thomas seketika.
“Jangan mengeluh atau protes kepadaku, aku hanya bertugas untuk menyampaikan saja!” Ketus ibel dengan melengoskan wajahnya.
“Bel..” lirih thomas hingga membuat ibel pun sekilas menoleh kearahnya.
“Hmm?” Dehem ibel yang tidak menatap thomas sama sekali.
“Perutku terasa lapar..” Keluh thomas kembali.
“Ditahan dulu ya laparnya thom, gak sopan kan kalo aku menyuapi mu makan lalu dokter tiba-tiba datang kesini.” Pekik ibel kepada sang suami.
“Tega sekali kamu bel menyuruhku agar menahan laparku, aku bahkan tidak perduli jika dokter datang sekalipun. Aku mau makan sekarang juga! Titik..” Seru thomas hingga membuat ibel pun sontak menghela nafasnya kasar.
“Baiklah, biar ku ambilkan dulu jatah makanmu.” Angguk ibel yang langsung mengambilkan makanan untuk suaminya tersebut.
“Aku maunya disuapin kamu,bel..” pinta thomas dengan manja.
“Hmm, baiklah.” Ucap ibel dengan raut wajah pasrahnya.
Tak lama dirinya menyuapinya makan, sang dokter pun masuk ke kamar tersebut.
CEKLEK*
“Permisi… Wahh maaf nih jadi mengganggu kemesraannya. Saya mau periksa keadaannya hari ini boleh yaa?” Seru sang dokter yang begitu ramah.
“Ahaha, dokter bisa saja. Silahkan dok..” Tawa ibel seketika.
“Kami memang selalu mesra seperti ini dok, jadi gak perlu dipuji lagi hehe..” Celoteh thomas hingga membuat ibel yang mendengarnya pun harus berpura-pura tertawa kecil.
“Ahahah iya..” suara tawa ibel dengan terpaksa.
“Iya saya mengerti, namanya juga pasangan muda. Pasti lagi anget-angetnya kan.. saya juga dulu seperti itu sama suami saya hehe.” Pekik sang dokter dengan tawa kecilnya.
__ADS_1
Ibel pun sontak membuang wajahnya seraya tersenyum miring saat itu juga.
“Paling bisa cari muka didepan orang, cih. Thomas-thomas..” Batin ibel seketika.
“Baik kalo begitu saya mulai periksa ya mas..” Ujar sang dokter yang mulai mengeluarkan stetoskopnya.
“Dok, perbannya perlu dicek juga atau tidak?” Tanya sang perawat yang menemani sang dokter saat itu.
“Iyah dong sus, sekalian aja.” Jawab sang dokter yang menganggukkan kepalanya.
“Mas e-maaf pak thomas, saat ini apa yang dirasakan? Masih ada sakit kepala kah? Atau sakit dibagian tubuh yang lain?” Tanya sang dokter kepada thomas.
“Gak ada dok, saya ini sudah sehat. Tidak ada keluhan apapun, saya ingin pulang saja hari ini. Apakah bisa?” Jawab thomas kepada sang dokter.
“Benarkah? Apa luka-luka yang ada ditangan dan juga bagian tubuh yang lain ini tidak ada yang terasa sakit lagi?” Tanya sang dokter kembali.
“Tidak ada dok.” Jawab thomas dengan santai.
“Baik kalo begitu, saya cek dulu bekas operasi yang ada dikepala kemarin ya. Kalo memang ini sudah bagus, saya gantikan perbannya saja. Dan hari ini juga pak thomas bisa pulang kerumah, tapi dengan syarat..”
“Apa dok?” Tanya thomas dengan mulut yang menganga.
“Harus kontrol tepat waktu, karena luka dikepala itu tidak bisa diremehkan begitu saja.” Jelas sang dokter.
“Pastinya dok, saya pasti kontrol kok.” Jawab thomas dengan menyunggingkan senyumannya.
“Baiklah, saya mulai buka perbannya ya..” pekik sang dokter yang dianggukkan thomas.
Sang dokter pun memulai membuka perban thomas perlahan, dibantu oleh perawat disampingnya.
“Wahh, ini juga luka jahitannya sudah lumayan kering. Top deh! Kalo begitu, hari ini juga bisa pulang kerumah pakkk..” Seru sang dokter hingga membuat thomas dan juga ibel pun tersenyum secara bersamaan.
“Puji tuhannn! Rejeki orang baik, memang selalu dimudahkan dalam segala halnya.” Celoteh thomas yang berbangga diri.
“Pret..” Decih ibel seketika hingga membuat gelar tawa.
“Oke kalo begitu, kita gantikan dulu perbannya ya.” Ucap sang dokter.
“Siapppp dok!!” Sahut thomas dengan penuh semangat.
Setelah selesai mengganti perban yang ada dikepalanya, sang dokter pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sementara ibel sendiri harus mengurus surat-surat kepulangan sang suami dirumah sakit tersebut.
__ADS_1
“Ah baiklah, saatnya memberitahu Siska kalo gue udah boleh pulang dari rumah sakit ini.” Lirih thomas yang langsung mengirim pesan lewat ponselnya kepada kekasih simpanannya tersebut.