TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 24


__ADS_3

“Hahah gue malah berfikir kalo sebenernya lo udah curiga sama gue yya..” Celoteh ibel dengan tawa kecilnya.


“Enggak anjir, gue bener-bener gak curiga sama sekali sama lo! Terus, Bay the way lo udah nikah kan sama thomas bel?” Tanya ayya dengan penasaran.


“Ya udah lah! Gila kali lo, ya kali gue udah tinggal serumah tapi belom nikah..” Sahut ibel dengan menohok.


“Ya kali aja, lo aja bisa hamil tanpa nikah. Berarti kemungkinan bisa tinggal serumah tanpa nikah juga kan Ck” Ledek Ayya seketika.


“Ayya.. please deh.” Lirih ibel dengan memanyunkan bibirnya.


“Haha bercanda ibel, sumpah ya gue sebenernya nyesek banget. Bukan apa bel. Gue ini sahabat lo, tapi bisa-bisanya lo nutupin semua ini rapat rapat sama gue, bahkan dipernikahan lo pun gue gak ada karena gak dikabarin sama sekali..” Ungkap Ayya dengan raut wajah seriusnya.


“Sorry banget yya, saat itu fikiran gue bener-bener buntu, jangankan keinget untuk ngundang lo yya! Bay the way gue juga nikah diem diem dan cuma dihadiri keluarga dekat saja yya. Bener-bener semuanya itu secret tau gak lo” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“I know your feeling bell, yang udah terjadi biarlah berlalu. Ambil aja hikmahnya. Semoga kedepannya lo lebih berhati-hati lagi dalam hal apapun, jangan sampe menjebloskan diri lo sendiri lagi kaya gini.” Pesan Ayya kepada ibel.


Ibelpun menganggukkan kepalanya pelan, “Iyah yya,” singkatnya dengan raut wajah piasnya.


“Eum, tapi lo bahagia kan after merried?!” Tanya Ayya seraya menggigit bibir bawahnya.


Ibelpun sontak mengerjapkan kedua matanya, gadis itu kesusahan menelan salivanya.


“Bel? Cerita..” Imbuh Ayya dengan nada lirihnya.


“Gue bingung harus cerita darimana yya, tapi yang harus lo tau bahwa gue gak sebahagia yang lo fikirkan. Bahkan mungkin gue bisa dibilang sekarang seperti tersungkur kedalam lobang.” Ungkap ibel dengan menghela nafasnya pelan.


“Apa maksud lo bel? Selama lo pacaran sama thomas, semuanya baik baik saja kan? Lalu kenapa setelah menikah, lo bilang seperti tersungkur kedalam lobang?” Tanya Ayya dengan raut wajah bingungnya.


“Selama pacaran emang gue baik baik aja sama thomas, yya. Tapi ternyata setelah menikah, gue baru tau sifat asli thomas yang sesungguhnya..” Sahut ibel dengan raut wajah piasnya.

__ADS_1


“Bentar-bentar! Sifat asli?! Sifat asli yang bagaimana yang lo maksud bel?” Sergah Ayya seketika.


“Iyah,sifat asli.” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya.


“Jadi, thomas yang selama ini kita kenal tidak sebaik itu. Gue baru tau ternyata selama ini dia adalah badboy. Dia suka selingkuh dibelakang gue, dia kasar, dia berani kdrt sama gue, dia suka bohong dalam hal apapun. Intinya gue seperti kenal orang yang baru. Thomas benar benar bertopeng yya!!” Imbuhnya kembali.


“Apa lo bilang?!!! Thomas sebrengsek itu?? Wahhh!!! Minta gue gibeng tuh cowo ya! Berani beraninya nyakitin perasaan sahabat gue ini..” Gerutu Ayya seraya mengepalkan kedua tangannya penuh dendam.


“Sssttt! Jangan kenceng-kenceng ngomongnya yya, gue takut dia denger!” Cela ibel dengan menutup hidungnya dengan satu tangannya.


Ayya pun sontak menganggukkan kepalanya, “lo cerita sama gue bel? Lo udah pernah diapain aja sama thomas?!! Sumpah ya gue kesel banget tau gak dengernya..” Ucap Ayya dengan nada lirihnya.


“Semenjak nikah, gue sering ribut perkara cewe. Gue sering pergokin chatingan nya selingkuh sama cewe-cewe, lalu ketika gue negur dia, yang ada dia malah marah balik ke gue. Seolah gak terima dan malah bilang kalo gue udah nuduh dia. Hmm” Sahut ibel dengan memutarkan bola matanya keatas.


“Apaaa?! Gila kali tuh orang ya.. gue kira dia itu pria yang baik, seperti saat lo berdua pacaran dulu itu. Ternyata selama ini dia bertopeng!!!” Seru Ayya dengan membulatkan matanya lebar.


“Iyah, dan sekarang. Gue terjebak didalam situasi ini yya, gue gak mungkin juga cerai dalam posisi gue hamil besar gini, belum lagi anak dalam kandungan gue ini divonis dokter punya penyakit yya.. gue bener-bener dirundung musibah.” Sahut ibel dengan menganggukkan kepalanya.


“Anak gue divonis punya penyakit hedrocifalus, yya. Dimana cairan otaknya itu berlebih, mau gak mau nanti anak gue bakalan operasi buat pasang selang dan kontrol kontrol, selain butuh biaya yang banyak, gue juga perlu support penuh dari papanya anak ini. Karena meskipun mau bagaimana, dia masih menjadi support sistemnku yang paling kuat..” Ungkap ibel dengan raut wajah piasnya.


“Astaga, belll. Gue gak tau kalo kehidupan lo after merried bakalan seperti ini, gue sedih banget dengernya. Terlebih mendengar calon ponakan gue sakit, nyesek banget bel gue. Tapi sayang gue juga gak bisa bantu apaapa..” Sahut Ayya dengan mengusap wajahnya sendiri.


“Hmm, ya beginilah kira-kira nasib gue sekarang yya. Tapi gue mohon rahasiakan hal ini dari siapapun yaa, gue gak mau banyak orang yang tau hidup gue sekarang hancur kaya gini..” Pesan ibel kepada Ayya.


“Lo tenang aja bel, inshaallah gue bisa kok jaga amanah lo. Lagipula untuk apa juga gue ceritain aib lo ke orang-orang!” Ucap Ayya dengan raut wajah seriusnya.


“Kalo gitu, makasih banyak yaaa yya. Selama ini gue bingung harus ceritain ini kesiapa, karena jujur gue butuh temen sharing.. ya meskipun gue udah sering curhat ke nyokap gue, tapi beda rasanya. Iya kan?!” Sahut ibel dengan senyuman tipisnya.


“Gue ini sahabat lo bel, lo gak perlu kebingungan untuk cari temen curhat. Seharusnya sedari awal lo lakuin ini ke gue. Tapi yasudahlah nasi sudah menjadi bubur. Dan Untuk saat ini, lo bisa kapanpun curhat ke gue. Karena udah pasti gue bakalan dengerin..” Ujar Ayya dengan mengerjapkan kedua matanya.

__ADS_1


“Makasih banyak yya. Lo memang orang yang tepat untuk dengerin keluh kesah gue. Gue percaya sama lo, gue sayang banget sama lo yyaaa!! Arghhh..” Sahut ibel yang saat itu sontak memeluk tubuh sang sahabat.


“Gue lebih sayang sama lo ibel, jangan pernah ngerasa sendirian ya untuk menghadapi ini semua. Masih ada orang orang yang sayang sama lo seperti gue ini.. dan semoga aja thomas bisa berubah dengan berjalannya waktu.” Ucap Ayya kepada ibel.


Ibelpun melepaskan pelukannya tersebut, ia menatap wajah sang sahabat dengan mata yang berkaca-kaca dan penuh arti.


“Lo memang sahabat terbaik gue, yya. Maafin gue yaa baru ceritain semuanya sekarang..” Lirih ibel dengan menyunggingkan senyumannya.


“Udah gak papa, yang penting sekarang gue udah tau semuanya dari lo bel. Jadi gue sedikit legah sekarang.” Ujar Ayya yang juga menyunggingkan senyuman manisnya.


“Eh, ini Bay the way gue bawain jajanan pesenan lo tadi. Sampe lupa kan baru gue keluarin Ck” Imbuh Ayya seraya mengambil bungkusan makanan yang ada didalam totebag yang ia bawa.


“Woahhhhh!! Yeayyyyy akhirnyaaa keturunan juga gue makan jajanan ini! Makasih banyakkkkk Ayya love you so much pokoknya!! Muachhhhh” Sorak ibel dengan raut wajah bahagianya.


“Haha Yaudah dimakan dulu atuh buruan, takutnya ponakan gue didalam sini udah pengen banget makan siomay itu..” Sergah Ayya kepada ibel.


Ibelpun menganggukkan kepalanya dan langsung melahap dengan nikmat makanan tersebut.


“Ibelllll, ngobrolnya udah selesai belommmm? Sini aku mau bicara denganmu sebentar..” Teriak thomas dari lantai dua rumahnya.


“Kenapa tuh?!” Tanya Ayya dengan mendongakkan kepalanya serta melirik kearah ibel.


“Ntahlah, gue datengin aja deh dulu ya yya. Kalo gue gak nurutin kemauannya nanti yang ada dia bisa ngamuk.” Sahut ibel seraya mengangkat kedua bahunya seraya berpamitan.


“Iyah, oke bel. Jangan sampe lo diapa-apain sama dia, lo hati-hati ya bel.” Pesan Ayya dengan nada bisik-bisik


“Aman, bestieee!! Ck” Kelakar ibel yang saat itu juga hingga membuat Ayya pun sontak tertawa ringan mendengarnya.


“Ibeelllll!!!!” Teriak thomas kembali.

__ADS_1


“Iyah, sabar. Ini aku lagi jalan kesitu..” Sahut ibel yang sontak bangun dari tempat duduknya.


**


__ADS_2