
“Kalo saya boleh tau, dimana ruangan wanita itu dirawat?” Tanya ibel kepada sang perawat.
“Sebentar ya bu, saya cek dulu.”
“Eum, pasien atas nama Siska clarintaa ada diruang mawar 10 ya bu.” Ucap sang perawat hingga saat itu ibel pun langsung berlarian menuju ruangan tersebut.
Marco yang melihatnya pun juga ikut melangkahkan kakinya mengikuti ibel dibelakangnya,
“Bu ibel, tunggu..” Teriak marco dibelakang ibel.
Ibel pun tetap berlari menuju ruang dimana Siska berada, tanpa menghiraukan teriakan marco sedikitpun.
Setelah beberapa menit berlarian, ibel pun memberhentikan langkahnya tepat didepan ruang mawar 10. Wanita itu bernafas dengan tergopoh-gopoh seraya menatap pintu ruangan tersebut dengan tatapan tajamnya.
“Bu..” lirih marco yang saat itu mendapatkan hentakan tangan dari ibel.
Marco pun terdiam, lalu ibel pun perlahan membuka gagang pintu ruangan tersebut.
CEKLEK*
Nampak wanita muda dengan banyak luka yang ada pada tubuhnya sedang terbaring diatas ranjang kasur pasien. Ia pun sontak melirik ibel dan juga marco yang baru saja masuk kedalam ruangannya tersebut.
“Eum, pak marco..” Lirih Siska yang hanya mengenali marco saat itu.
“Ini pasti calon bapak ya? Terimakasih ya pak sudah repot-repot menjenguk saya bersama calonnya, padahal kondisi saya sudah agak membaik loh. Oiya apakah keluarga mas eh maksud saya pak thomas sudah ada yang kesini pak?” Tanya Siska yang belum mengetahui perempuan yang bersama dengan marco itu adalah istri dari kekasihnya.
Ibel pun perlahan mendekatkan dirinya dengan Siska, ia melangkah dengan tatapan kosongnya.
“Apa kamu kekasih thomas?” Tanya ibel dengan nada pelannya kepada Siska.
Siska yang belum menyadarinya pun menyahut dengan sigap seraya tersenyum manis kepada ibel.
“Iyah mba hehe, salam kenal yaaa.” Sahut Siska saat itu juga.
“Sudah berapa lama kamu punya hubungan dengannya?” Tanya ibel kembali dengan raut wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1
Siska pun mulai mengerutkan keningnya,
“Eum, hampir satu tahun ini. Ada apa yah?” Jawab Siska yang mulai merasa aneh dengan pertanyaan yang ibel ucapkan.
“Apakah kamu tidak tahu jika thomas sudah mempunyai anak dan istri?” Tanya ibel menohok.
Siska pun sontak terdiam dan menatap ibel dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Apa maksudmu bertanya seperti itu kepadaku? Memangnya kamu ini siapa? Pak thomas ini belum menikah loh.” Jawab Siska dengan lantang.
“Pak marco, wanita yang bapak bawa ini sebenarnya siapa? Kenapa dia tak sopan sekali terus bertanya tentang thomas kepadaku, memangnya anda sebagai kekasihnya tidak merasa cemburu?” Pekik Siska kepada marco.
Ibel pun sontak tersenyum dengan tipis saat itu juga,
“Lebih tidak sopan mana dengan perempuan yang mengaku sebagai istrinya untuk menandatangani surat persetujuan tindakan operasi? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa thomas belum menikah? Lantas kenapa kamu lancang sekali mengaku sebagai istrinya?” Sindir ibel menohok.
Sementara marco sendiri hanya bisa terdiam dan memperhatikan keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan.
“K-kenapa kamu bisa tau? Sebenarnya k-kamu ini siapa? A-ku melakukan itu karena ingin menyelamatkan nyawa pak thomas, jika beliau tidak langsung ditindak maka nyawa nya lah taruhannya.” Ucap Siska dengan gagap.
“Kenalin, aku istri sah dari kekasihmu.” Lirih ibel hingga membuat Siska pun sontak terkejut saat mendengarnya.
“Pak marco, apa maksudnya ini? Jelaskan kepadaku. Aku sungguh tidak percaya wanita ini adalah istri pak thomas! Sedangkan pak thomas sendiri tidak pernah bercerita bahwa dia sudah memiliki istri dan juga anak.” Sangkal Siska yang langsung menatap marco dengan tajam.
“Saya rasa, kamu keliru. Kenapa kamu tidak pernah mencari tahu status seseorang sebelum mempunyai hubungan khusus dengannya? Saya pun kaget ketika melihatmu bermesraan dengan pak thomas, karena saya tau beliau sudah memiliki istri dan juga anak.” Ungkap marco hingga membuat Siska pun semakin merasa terperangkap saat itu juga.
Bak tersambar petir disiang bolong, Tubuh Siska pun sontak bergetar hebat saat itu.
“Apa saja zina yang sudah kalian lakukan selama ini? Aku tidak menyangka, adanya kamu saat ini membuat rumah tangga saya sangat berantakan. Saya pun sebenarnya tau kemana suami saya berteduh selama dirinya tidak pulang kerumah. Sungguh hal yang sangat memalukan.” Pekik ibel kepada Siska.
“Kenapa kamu malah menyalahkan saya? Saya bahkan tidak tahu jika thomas sudah berkeluarga.” Jawab Siska dengan ketus.
“Lalu setelah mengetahui kebenaran ini, apakah ada sedikit rasa penyesalanmu? Aku lihat, Kamu bahkan bertingkah seperti tidak ada rasa salah sedikitpun. atau memang kamu sudah terbiasa menjadi simpanan istri orang ya?” Tanya ibel menohok.
“Jaga mulut anda ya mba! Kita bahkan tidak kenal satu sama lain, jadi jangan sok tau tentang hidup saya! Lagi pula harusnya anda menyalahkan suami anda sendiri yang sudah memilih untuk berselingkuh dengan saya, Jangan malah menyalahkan saya! Saya mah gak tau apa-apa.”Protes Siska yang saat itu wajahnya berubah menjadi sangat menyebalkan.
__ADS_1
“Siska, tolong sopan kepada ibu ibel. Kamu yang bersalah, harusnya kamu meminta maaf kepadanya..” Cela marco kepada Siska.
“Saya tidak merasa bersalah, pak. Karena memang saya tidak mengetahui kalo pak thomas sudah berkeluarga, kenapa malah jadi menghakimi saya seperti ini.” Sahut Siska kepada marco.
“Apakah kamu mencintai suami saya?” Tanya ibel dengan raut wajah datarnya.
“Jika ia, kenapa memangnya? Kami berdua saling cinta kok, meskipun anda istri sah nya sekalipun jika suami anda lebih memilih saya, bisa apa anda?” Jawab Siska dengan menaikkan satu alisnya keatas.
Dengan santainya ibel pun tersenyum tipis saat itu juga, wanita itu sangat pandai menutupi kelemahannya. Meski sebenarnya hatinya sangat hancur, namun ia mencoba untuk tetap terlihat biasa saja dihadapan orang ketiga didalam hubungan pernikahannya tersebut.
“Aku kira wanita pelakor hanya ada didalam cerita fiksi saja, ternyata sekarang aku malah menemukannya secara langsung didepan mataku sendiri. Jadi seperti ini ya rasanya bertemu dengan wanita yang tahtanya paling rendah dibumi.” Sindir ibel dengan memutarkan kedua bola matanya keatas.
Siska yang tangannya penuh luka itu pun malah mencoba untuk menampar ibel saat itu juga, namun marco dengan sigap menahan tangan Siska.
“Apa yang akan kau lakukan kepadanya! Apa kau sudah gila berani dengan istri bosmu sendiri? Jika kau berani melakukan ini lagi, kau akan berurusan denganku!” Gertak marco dengan tatapan tajamnya dan langsung menghentakkan tangan Siska secara kasar.
“Awww!!” Ringis Siska.
“Sudahlah marco, lebih baik kita pergi saja dari sini. Aku sudah sangat muak berbicara dengan wanita yang tak punya harga diri sepertinya, ayo!” Ajak ibel yang mencoba menahan semua amarahnya.
“Enak saja anda berani menghina saya seperti itu, saya bahkan tidak takut samasekali dengan anda! Lihat saja, thomas pasti akan meninggalkanmu dan menikah denganku!” Teriak Siska kepada ibel yang sudah melangkahkan kakinya meninggalkannya sendirian diruangan tersebut.
Perasaan ibel pun seketika hancur berkeping-keping, tenaga nya pun seketika hilang begitu saja, air matanya pun sontak mencelos ketika dirinya telah melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Siska tersebut.
Marco yang berjalan disampingnya pun langsung iba kepada istri dari bosnya tersebut, namun dirinya tak berani untuk berkomentar apapun saat itu.
“Ssshhhh\~\~”
“Bu, sabar yah.” Lirih marco kepada ibel.
“Terimakasih, marco.” Sahut ibel seraya menganggukkan kepalanya pelan.
“Apakah ibu mau menemui pak thomas,sekarang?” Tanya marco kepada ibel.
“Entahlah,marco. Hatiku sedang tidak karuan, aku belum sanggup melihat wajahnya saat ini.” Jawab ibel yang masih menangis terisak-isak.
__ADS_1
**