
Beberapa hari kemudian,
Thomaspun sudah berada disebuah cafe tempatnya bekerja, namun sebelum cafe itu dibuka. Semua calon pekerja pun di training terlebih dulu..
Saat itu semua calon pekerja dicafe tersebut pun saling berkenalan satu sama lain,
Thomas melirik satu perempuan yang menurutnya cantik saat itu..
“Kenalin, aku thomas..” Ucapnya kepada perempuan yang sudah diincarnya.
“Eum, hai thom. Aku saffira, salam kenal yah.” Sahut sang perempuan tersebut seraya berjabat tangan dengan thomas.
“Bay the way kamu bagian apa disini?!” Tanya thomas kepada saffira.
“Aku waiters thom, kamu sendiri?!” Sahut saffira dengan menyunggingkan senyumannya.
“Oh waiters yah. Kalo aku headkitchen di cafe ini fir hehe..” Ungkap thomas dengan bangganya.
“Wahhh, brarti kamu jago masak yah..” puji saffira kepada thomas.
“Eum, yaa begitulah.. hehe” Lirih thomas dengan menaikkan kedua bahunya seraya tertawa ringan.
“Keren deh, jarang ada cowo masih muda udah jadi headkitchen kaya kamu.. bolehlah ya nanti aku icip-icip masakanmu dulu hehe” Puji saffira kembali seraya mengacungkan jempolnya.
“Boleh, gak perlu icip icip pun nanti aku masakin khusus untukmu fir hehe..” Ucap thomas yang menggoda saffira.
“Arghh jangan begitu dong thom, masa baru kenalan udah dibuatin masakan spesial aja. Akukan jadi gak enak sama yang lain nanti huhu” Sahut saffira dengan malu-malu.
“Ya gak papa, kan kamu teman pertamaku disini. Lagian kalopun yang lain juga mau coba masakanku juga gak masalah, pasti kubuatkan.” Ujar thomas dengan raut wajah penuh arti.
“Wahhh daebakkk deh headkitchen kita ini, Ck” seru saffira dengan menerbitkan senyuman lebarnya.
“Bay the way kamu masih kuliah atau udah lulus? Keliatannya kamu anak orang berada, kenapa mau kerja dicafe ini? Bahkan kayaknya kamu sendiripun bisa deh buka cafe seperti ini tujuh cabang sekaligus.. Ck” Imbuh saffira yang menatap thomas dari bawah hingga atas.
“Ck, kamu kata siapa?! Aku gak kaya tau, tapi aku kerja disini karena ingin mencari pengalaman kerja aja. Daripada kerjaanku cuma nongkrong dicafe, yeah hitung hitung cari udara baru gitu lah yaa hehe..” Ucap thomas dengan memutarkan bola matanya keatas.
“Pasti kamu beban keluarga ya haha..” Ledek saffira saat itu juga.
Membuat Thomaspun kesusahan meneguk salivanya.
“Haha kamu bisa aja deh..” Sahut thomas dengan menggarukkan kepalanya.
“Bercanda aku thom. Jangan diambil hati yah.” Sergah saffira saat itu juga.
“Aku emang mau ambil hati kamu, ups!” Goda thomas hingga membuat saffira pun salah tingkah.
“Garing bercanda mu thom! Mana mungkin pria setampan kamu jomblo,Ck” Ucap saffira dengan wajah yang berubah menjadi merah merona.
“Kalo aku beneran jomblo gimana?! Kamu gak mau emang sama aku?!” Bisik thomas kepada saffira.
“Apaan sih kamu thom, yaudahlah aku mau lanjut traininggg.. Bye thom!!!” Sergah saffira yang sudah salah tingkah dan meninggalkan thomas sendirian.
“Haha yesss!!! Semangat kerja kalo gini ceritanya gue..” Gumam thomas dengan raut wajah bahagianya.
“Baik, semuanya terimakasih sudah hadir hari ini untuk pelatihan kerja sebelum cafe ini dibuka. Apakah kalian sudah berkenalan satu sama lain?! Saya harap kalian semua bisa menjadi partner Kerjasama yang baik dicafe saya ini yaa, sekali lagi saya ucapkan terimakasih karena sudah bergabung menjadi bagian dari cafe lounge and eatery ini” Ucap pak doni, pemilik cafe tersebut yang menjadi teman dekat ayah Jacky juga.
“Kalo begitu, kalian boleh pulang sekarang. Sampai ketemu besok ya..” imbuhnya kembali.
“Baik, pak. Terimakasih banyak..” Sahut beberapa staff karyawan dicafe ya tersebut.
“Sama-sama..”
__ADS_1
“Thomas..” panggil pak doni kepada thomas.
“Iyah, om? Eh maksud aku pak?!” Sahut thomas yang saat itu menghampiri pak doni.
“Kamu mau langsung pulang atau main dulu thom? Ini om doni ada titipan untuk ayahmu..” Ujar pak doni seraya mengulurkan satu bingkisan kepada thomas.
“Eum, maaf om. Tapi thomas gak langsung pulang dulu, soalnya thomas mau mampir kerumah temen thomas yang sedang sakit.” Elak thomas dengan raut wajah piasnya.
“Oh Yasudah gapapa kalo kamu mau mampir dulu kerumah temanmu, asalkan nanti bingkisan ini kamu kasihkan ke ayahmu ya..” ucap pak doni kembali yang saat itu dianggukkan oleh thomas
“Baiklah pak, saya ambil ya bingkisannya. Nanti akan saya berikan kepada ayah sesuai dengan amanah pak doni.” Angguk thomas dengan sopannya seraya meraih bingkisan dari tangan pak doni.
“Makasih ya thom, sampaikan salam om kepada ayahmu. Dan untuk kamu, semoga betah kerja dicafe om ini ya thom..” Pesan pak doni dengan menyunggingkan senyumannya.
“Siap pak doni!!” Sahut thomas dengan memberikan hormatnya kepada pak doni.
Thomaspun membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya keluar dari cafe tersebut dengan membawa bingkisan ditangannya.
“Hari pertama training kerja malah dapet bingkisan dari bos, anjaiii.. hebat bener lo bro!” Tegur farel, teman kerja thomas yang sudah berkenalan satu sama lain.
“Hahah gue gitu loh! Jangan iri lo ya sama gue!” Gertak thomas dengan tawa kecilnya.
“Spill caranya biar deket sama bos dong thom! Yakali lo sendiri yang deket sama bos..” Seru farel dengan menepuk pundak thomas.
“Haha cuma bisa dilakukan oleh orang orang yang sholeh seperti gue ini!” Jawab thomas dengan raut wajah menyebalkannya.
“Emang lo muslim bro?” Tanya farel dengan polosnya.
“Ya bukan sih..” Sahut thomas seraya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
“Brarti yang sholeh gue thom, wlek!” Ledek farel kepada thomas.
“Iya udah terserah lo aja, gue duluan ya rel. Buru-buru banget nih gue..” Sergah thomas seraya menepuk pundak farel dan melangkahkan kakinya masuk kedalam mobilnya.
“Anjir bukan pekerja cafe biasa ini mah! Kendaraannya aja mobil..” Gerutu farel seraya menggelengkan kepalanya saat melihat thomas mengendarai mobil.
Sementara thomas sendiri langsung menyalakan mesin mobilnya dan melaju untuk kembali pulang kerumah..
Bvrooommmmmm\~\~
“Saffira! Kenapa gue lupa gak minta nomer hpnya ya tadi Arghh benar benar bodoh!” Gerutu thomas seraya fokus menyetir mobilnya.
*Beberapa menit kemudian, Thomaspun sampai dirumahnya dan memarkirkan mobilnya tepat digarasi rumahnya.
CIT*
“Huhhh, sampe juga dirumah akhirnya.” Gumam thomas yang baru saja turun dari mobilnya sedaya menghela nafasnya dengan pelan.
CEKLEK*
“Kenapa gak dikunci sih rumahnya sama ibel, sembarangan banget tuh anak! Kalo ada maling masuk gimana coba!” Gerutu thomas dengan raut wajah kesalnya saat memasuki rumahnya yang tak dikunci oleh sang istri.
“Sayang…” Teriak thomas didalam rumahnya.
“Ibel sayanggggg..” panggilnya kembali namun ibel tak kunjung menjawabnya.
Thomaspun melangkahkan kakinya memasuki kamarnya,
“Ibel kamu lagi ngapain sih? Aku panggil panggil gak mau nyaut!” Omel thomas saat sudah masuk kedalam kamarnya.
“Yah ampun, tidurrr! Pantesan aja gak nyaut dipanggil panggilin..” Gumamnya saat mendekati sang istri yang tergeletak dikasur.
__ADS_1
Thomaspun membersihkan dirinya terlebih dulu kekamar mandi..
*Hingga waktupun terus bergulir, kini Thomaspun sudah nampak segar dengan hanya memakai boxer yang ia padupadankan dengan kaos oblong berwarna putih membuat aura ketampanannya pun semakin terpancar.
“Bel, bangun..” Ucap thomas di kuping sang istri
“Bel..” panggilnya kembali seraya menggoyangkan badan sang istri.
Ibelpun sontak menyipitkan kedua matanya,
“Thomas..” Lirihnya ketika melihat sang suami yang ada didepan matanya.
“Sayang, bisa-bisanya kamu tidur dan pintu rumah gak kamu kunci! Bagaimana jika ada orang jahat yang masuk..” Tegur thomas kepada sang istri.
“Benarkah? Maaf ya thom, mungkin aku lupa mengunci pintunya. Lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi..” Sahut ibel dengan raut wajah khas bangun tidurnya.
“Yasudah gapapa, lain kali jangan seperti itu lagi ya. Kamu kan dirumah sendirian, kalo ada apa-apa kan bahaya sayang, apalagi kamu sedang mengandung anakku..” Pesan thomas kepada sang istri.
“Iyah, aku janji gak akan ngutangin hal yang sama lagi.” Ujar ibel dengan menyunggingkan senyumannya.
“Oiya, gimana training kerjamu hari ini sayang?!” Tanya ibel kepada sang suami.
“Eum, lancar. Dan aku janji akan bersemangat bekerja demi kamu dan calon anak kita!” Jawab thomas dengan semangatnya.
“Baguslah kalo gak ada masalah apapun, semoga kamu betah ya ditempat kerja barumu ini.. aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan keluarga kecil kita ini.” Ujar ibel seraya mengelus lembut perutnya sendiri.
“Sini aku elus elus dulu calon anak daddy..” sergah thomas yang saat itu mengelus lembut perut ibel.
“Hai anak daddy, lagi ngapain kamu di perut Mommy?! Kamu Kangen gak sama daddy nih kirakira..” Celotehnya didepan perut ibel.
“Bel, anak kita nendang belll!!!” Seru thomas yang tangannya merasakan tendangan sang calon buah hatinya.
“Iyah, thom. Itu artinya dia seneng diajak komunikasi sama daddy nya!” Sahut ibel dengan tersenyum manis.
“Okeh! Kalo gitu daddy janji ya bakalan sering sering ajak ngobrol Ade! Sehat sehat ya nak di perut Mommy, i love you” Celotehnya kembali seraya mencium perut sang istri.
“Bay the way kamu kok keliatan udah seger aja, emangnya kamu udah mandi yah sayang?!” Tanya ibel kepada thomas.
“Suamimu sudah tampan seperti ini masih kamu nanya udah mandi belum.. huhh apa kah kamu gak bisa melihat perbedaannya sayang!!” Protes thomas dengan memiringkan senyumannya.
“Hehe.. brarti aku tidur sangat pulas ya thom. Sampai kamu mandi pun aku gak tau..” Ringis ibel saat itu juga.
“Emang kamu kan kalo udah tidur kaya kebo!” Ucap thomas seraya menyentil hidung sang istri.
“Oiya kamu udah makan belum?!” Tanya ibel dengan mengerutkan keningnya.
“Belum.” Singkat thomas dengan menggelengkan kepalanya.
“Kasihannya suamiku, Yaudah yuk aku temenin makan. Kebetulan aku udah masakin makanan untuk kamu..” Sergah ibel yang sontak bangkit dari tempat tidurnya.
“Tumben banget kamu masak bel?! Padahal aku gak nyuruh kamu masak loh.. kalo capek mending jangan masak. Kan aku juga bisa beli makan diluar..” Ucap thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Aku gak cape ko sayang, lagian daripada aku gak ada aktivitas apapun.. aku liat didapur banyak bahan makanan sisa kemarin kamu masak, Yaudah deh langsung aku eksekusi..” Sahut ibel seraya menyunggingkan senyuman manisnya.
“Udah yuk, makan sama aku!” Ajak ibel seraya menarik tangan thomas.
“Cium dulu dong sayang..” Goda thomas dengan manjanya.
“CUPP!!”
“Udah ah! Kamu itu.. ayo makan!” Sergah ibel yang sudah mencium bibir sang suami.
__ADS_1
**