TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 93


__ADS_3

Setibanya didepan kantor milik sang suami, ibel pun masih berdiam diri seraya melamun kearah gedung bertingkat yang berada didepannya.


“Buuu!” Tegur marco hingga ibel pun sontak tersadar dari lamunannya tersebut.


“Ibu naik apa kesini? Kenapa tadi tak meminta saya saja untuk menjemput ibu ibel?” Tanya marco kepada ibel.


“Enggak papa marco, saya tadi naik taksi online.” Jawab ibel dengan tersenyum tipis.


“Yasudah, kalo begitu mari bu. Biar saya antar langsung ke ruangan pak thomas.” Ajak marco yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


Ibel pun masuk kearea perkantoran itu seraya mendorong stroller sang anak, penampilannya yang memukau langsung menjadi pusat perhatian setiap mata yang memandangnya.


“Pak.” Sapa marco yang begitu ramahnya kepada security kantor tersebut.


“Ehiya pak marco, silahkan silahkan..” Sahut sang Security seraya melirik kearah ibel dengan tatapan yang sulit diartikan.


Suara celotehan beberapa karyawan pun terdengar hingga telinga ibel dan juga marco.


“Eh pak marco bawa siapa tuh? Cantik banget gila.”


“Cantik banget njir, tapi sayang dia kayaknya bawa anak deh itu didalam stroller.”


“Brarti dia mama muda sosialita Anjai..”


Marco yang mendengarnya pun sontak melirik beberapa karyawan tersebut hingga membuat mereka pun sontak bungkam dan menundukkan kepalanya saat itu juga.


“Tak apa marco, ayo. Aku hanya ingin cepat sampai diruangan thomas!” Ucap ibel yang saat itu dianggukkan oleh marco yang berjalan disampingnya.


Ibel pun melangkahkan kakinya dengan mantab menuju ruangan sang suami, ia sudah mengetahui bahwa didalam ruangan tersebut thomas sedang bersama dengan perempuan yang diduga selingkuhannya.


Setelah beberapa menit kemudian, marco pun menghentikan langkahnya tepat didepan pintu ruang kerja thomas.


“Disini?” Lirih ibel dengan nada berbisik-bisik.


“Iyah.” Sahut marco dengan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Ibel pun memberi kode kepada marco agar segera menjauh darinya, tak lama dari itu ibel pun sontak mendobrak pintu tersebut dengan sekencang-kencangnya.


BRAKKKK!!!


Kedua pasang mata yang berada didalam ruangan tersebut pun sontak terkejut melihat kedatangan ibel yang secara tiba-tiba.


“BADJINGANNNN!!!” Teriak ibel hingga membuat seluruh orang yang berada dikantor tersebut pun sontak berlarian untuk menyaksikan kejadian tersebut.


Ibel yang amarahnya sudah memuncak melihat sang suami yang tengah bercumbu dengan selingkuhannya itu pun langsung menyeret tubuh wanita itu hingga terjatuh sampai kelantai.


PLAKKKK!!!!”


Ibel pun tak tanggung tanggung menampar wanita itu dengan penuh kekesalan.


“WANITA BIADAB KAU MEMANG!! ***** KAU!! BUKANKAH AKU SUDAH MEMPERINGATIMU SAAT KAU TENGAH TERBARING DIRUMAH SAKIT DULU? KENAPA KAU MASIH LANCANG BERHUBUNGAN KEMBALI DENGAN SUAMIKU!!! MURAHAN KAU!!” Pekik ibel dengan mendonggakkan kepalanya seraya menjambak rambut Siska dengan sekencang-kencangnya.


“Bel, apa-apaan kamu ini! A-aku dan Siska tidak ada hubungan apa-apa! Kenapa kamu membuatku malu seperti ini, lihatlah! Banyak karyawan yang melihat kelakuanmu seperti ini! Lebih baik kamu pulang sekarang, kasian Alice yang melihat tindakan yang memalukan yang dilakukan oleh ibunya sendiri.” Cela thomas yang saat itu mencoba memberhentikan sang istri yang tengah mengamuk bak singa.


“Woahhh! Apa kamu bilang? Tindakanku ini memalukan ya? Memalukan mana sama suami yang sudah memiliki keluarga eh malah berselingkuh dengan wanita yang sangat tidak berkelas seperti ini. Ahaha lucu sekali kamu ini thom! Kukira kamu sudah berubah, ternyata kamu sengaja menutupi kesalahanmu dengan cara barumu yah! Daebak..” Seru ibel yang beralih menatap thomas dengan tatapan mautnya.


Saat itu ibel benar-benar seperti kesurupan, wanita itu sedang diujung puncak emosinya. Ia tak memperdulikan lingkungan sekitarnya dimana banyak karyawan yang menyaksikan kejadian tersebut.


Sang anak yang sedari tadi tertidur didalam stroller itu pun langsung ditarik oleh marco untuk ikut menjauh bersamanya. Ia khawatir jika Alice harus terkena amukan sang ibu.


“SUDAH CUKUP IBEL! Tindakanmu ini sungguh memalukan!! Lebih baik pulang sana!!!!!” Teriak thomas seraya menghentakkan tangannya keatas meja kerjanya.


Ibel pun tercengang mendengar apa yang telah suaminya ucapkan tersebut. Wanita itu tak habis fikir dengan sang suami yang malah mengusir keberadaannya saat itu. Namun, siapa sangka. Ibel justru melangkahkan kakinya secara pelan dengan tatapan tajamnya menghampiri sang suami yang berdiri tak jauh darinya.


BUGHHHHH!!!


Sebuah bogeman kencang pun mendarat tepat di wajah thomas hingga membuat thomas hampir saja tersungkur saat itu.


“Badjingan!!” Lirih thomas seraya memegang wajahnya sendiri.


BUGH!!!

__ADS_1


Marco pun ikut tercengang dan berlarian menghampiri ibel ketika melihat thomas memberikan bogeman balik kepada sang istri. Disaat yang bersamaan pula banyak karyawan yang mengabadikan moment tersebut dengan merekamnya didalam ponselnya masing-masing.


“Gak tau malu banget anjir temen lo fel! Gue bener-bener malu anjir punya temen kaya Siska..” Ucap hito kepada felicya.


“Gue kan udah pernah ngomong ke dia, cari identitas pak thomas dulu sebelum punya hubungan spesial dengannya. Batu sih jadi orang Arghh! Gini kan jadinya..” Sahut felicya dengan menghela nafasnya secara kasar.


Sementara ibel yang tubuhnya hampir tumbang saat terkena bogeman sang suami pun langsung ditolong oleh marco.


“Bu sudah bu.” Lirih marco kepada ibel.


“Lepaskan aku marco, jika aku harus mati ditangan suamiku sendiri pun aku akan dengan senang hati menerimanya. Biarkan aku meluapkan semua amarahku selama ini kepadanya..” Seru ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Kau yang sudah memancing emosiku terlebih dulu! Jangan salahkan aku jika aku berlaku kasar padamu!” Ketus thomas saat itu juga.


“Pak maaf bukannya saya ikut campur, tapi tidak pantas rasanya jika bapak balas main tangan kepada istri bapak sendiri.” Ucap marco kepada thomas.


“Kenapa kau membela istriku? Apa jangan-jangan kau yang sudah memiliki hubungan terlarang dengan wanita gila ini?” Tuduh thomas kepada marco.


“Aku tidak semurahan itu brengsekkk!!! Aku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun..” Cela ibel kepada thomas.


“Mari bu, sudah. Tidak usah meladeni nya lagi. Lebih baik kita pergi dari sini..” Ajak marco yang saat itu menuntun tubuh ibel yang sudah bergetar dengan hebat.


Ibel pun akhirnya melangkahkan kakinya untuk pergi meski dengan langkah pincangnya ia meninggalkan area perkantoran tersebut bersama dengan marco dan juga sang putri yang masih berada didalam strollernya.


“Ibu ayo, biar saya antarkan kerumah sakit dulu untuk mengobati Luka pada wajah ibu.” Ajak marco kepada ibel.


“Tidak perlu, marco. Tolong antarkan saya dan anak saya pulang kerumah saja.” Elak ibel yang saat itu dianggukkan oleh marco dengan wajah piasnya.


“Baiklah bu, kalo begitu mau ibu.”


Sementara thomas sendiri malah mengamuk di dalam ruangannya tersebut.


“Ngapain lo semua masih ngeliatin! Bubar anjing!! Kerjaaaa sana!!” Teriak thomas kepada para karyawannya yang masih bergerombol untuk menyaksikannya.


Sementara Siska yang masih terduduk diatas lantai itu pun masih menangis meraung-raung saat itu juga.

__ADS_1


“Sudahlah tak usah menangis seperti itu! Kurasa aku yang akan hancur setelah ini.” Ucap thomas seraya mengusap kasar wajahnya sendiri.


***


__ADS_2