
Keesokan Harinya, disaat matahari bersinar dengan sempurnanya. Ibel pergi seorang diri ke sebuah minimarket yang tak jauh dari rumahnya untuk membeli stok bahan pembuatan kue nya.
“Tepung serbaguna udah, gula udah, buttercream udah, Eum- apalagi yaa..” Gumam ibel seraya menatap list belanjaannya dilayar ponselnya.
“Bel!!” Panggil seseorang hingga membuat ibel pun sontak menoleh kearah sumber suara tersebut.
“Kanyaaaaa?!” Ujar ibel seraya menunjuk kearah seseorang yang ia kenali.
“Lo lagi ngapain disini bel? Belanja bulanan ya? Kenapa sendirian?!” Tanya kanya kepada ibel.
“Eum, Iyah nya. Gue sendirian, emangnya mau sama siapa lagi?” Jawab ibel dengan canggung.
“Ck, kenapa gak belanja sama suami dan anak lo bel?!” Tanya kanya dengan pandangan sinisnya.
Ibel pun sontak tercengang mendengarnya, ia langsung mengeryitkan kedua keningnya dan menatap kanya dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Apa maksud lo nya?” Sahut ibel dengan ketus.
“Yaudahlah bel, gak usah nutupin lagi. Semua orang juga udah pada tau kok kalo lo udah nikah dan punya anak sama thomas. Iya kan?!” Pekik kanya hingga membuat ibel membulatkan matanya dengan sempurna.
“Eum-sorry nya, Gue duluan ya! buru-buru soalnya..” Sergah ibel yang langsung melarikan diri dari hadapan teman lamanya tersebut.
“Aneh banget sih tuh orang.” Gerutu Anya yang melihat tingkah laku aneh ibel.
Jantung ibel pun berdetak kencang, tubuhnya pun mulai mengeluarkan keringat dingin. Wanita itu berlarian menuju kasir untuk segera membayar semua barang belanjaan yang ada di troli nya.
“Tenang, ibel. Tenang!!!” Gumam ibel dengan nafas yang tak beraturan.
Brugh!!
“Aduh mbak, gimana sih. Jalan lebar-lebar kenapa nabrak orang sih!” Omel seseorang yang tidak sengaja tertabrak troli yang ibel dorong.
“E-maaf mba, saya gak liat. Saya buru-buru anak saya rewel dirumah. Maaf ya.” Ucap ibel dengan raut wajah piasnya.
“Lain kali hati-hati mba, matanya dipake.”
“Iya-iya maaf ya.” Sahut ibel kembali.
Sesampainya didepan kasir, ibel pun mengeluarkan barang belanjaannya dengan tangan yang sedikit tremor.
“Mbak, gak papa?” Tegur sang kasir yang melihat ibel dengan keadaan tersebut.
“Gak papa mba, lekas dihitung belanjaan saya. Saya sedang terburu-buru.” Sahut ibel yang saat itu dianggukkan oleh sang kasir.
“Baik.”
*Setelah selesai membayar barang belanjaannya, ibel pun bergegas memesan taksi online untuk segera pulang kerumahnya.
“Ihhh mana sih taksi online nya, kenapa gak ada satupun yang nyantol di aplikasi gue!” Gerutu ibel yang berdiri didepan minimarket tersebut.
*Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya salah satu taksi online pun menerima orderannya hingga membuat ibel pun legah dengan menghela nafasnya secara kasar.
“Huhhhh, akhirnyaaa dapet juga nih taksi..” gumam ibel seketika.
*Beberapa menit kemudian, sebuah mobil berhenti tepat didepan ibel berdiri. Tanpa melihat plat mobil yang ia pesan, ibel pun langsung membuka pintu mobil tersebut.
__ADS_1
Brughhh!
“Lama banget sih pak, saya sampe pegel nungguinnya..” Gerutu ibel tanpa melihat siapa orang yang membawa mobil tersebut.
“Benarkah?” Ucap seseorang yang mampu membuat ibel menganga dan mendongakkan wajahnya kearah sumber suara yang tak asing ditelinganya tersebut.
“Hahhh?!”
“Indraaa?! K-kenapa kamu b-eralih profesi sebagai Driver online?” Pekik ibel dengan mulut yang menganga lebar.
Indra pun hanya tersenyum tipis, “bagaimana kabarmu,bel? Sudah sangat lama aku tidak mengetahui kabarmu.” Tanya indra seraya menyalakan mesin mobilnya.
“E-aku.. a-aku baik” jawab ibel dengan gugup.
“Syukurlah, Oiya ini kamu mau pulang kan?!” Tanya indra kepada ibel.
“Aduh mampus gue, kenapa bisa sih taksi online yang gue pesen ternyata mantan pacar gue sendiri. Kalo dia tau rumah gue sekarang, bisa-bisa dia banyak tanya.” Batin ibel dengan raut wajah gugupnya.
“Bel?” Tegur indra kembali.
“E-iya jelas pulang kerumah, mau kemana lagi hehe..” Sahut ibel dengan menggarukkan kepalanya sendiri.
“Barang belanjaanmu banyak sekali, seperti mau berjualan saja kamu bel Ck” Celoteh indra hingga membuat ibel pun hanya bisa tersenyum kaku saat itu juga.
“E hehe, iya ini.” Tawanya pelan.
TRING!!
TRING!!
“Ih siapa sih, gak sabaran banget.” Gerutunya.
“Halo, siapa yah??” Sapa ibel yang mengangkat Telfon dari nomor yang tidak dikenalnya.
“Halo mbak! Mba dimana sih posisinya? Saya sudah nungguin dari tadi depan minimarket, tapi gak ada orang juga. Mba ini ghoib apa bukan sih? Jangan-jangan mba makhluk astral yang lagi ngerjain saya ya. Orderan fiktif!” Omel seorang Driver taksi online yang dipesan oleh ibel.
Ibel pun mengangga seketika,
“Halo mbakkk?” Tegur Driver taksi online ya kembali.
“Ahhh-i-iya pak. Maaf, saya ghoib.”
“Eh maksudnya saya bukan ghoib, e-begini saja pak saya kirim ke saldo g-pay bapak saja ya untuk ganti ruginya. karena saya terlanjur sudah naik angkot ini pak.” Imbuh ibel kembali.
“Yaampun mba.. mba! Yasudah, kalo begitu. Kalo gak jadi tuh cancel mba, jangan didiemin gitu aja.”
“Iyah pak, saya minta maaf ya pak ya.”
PIP*
“Indraaaa? Aku salah naik mobil..” pekik ibel setelah mematikan sambungan telfonnya.
“Ck, ibel.. ibel” Lirih indra dengan tawa kecilny.
“Kenapa kamu tidak bicara dari tadi kalo aku salah naik mobil, aku kira kamu taksi online yang aku pesan. Aduhhh!” Protes ibel dengan menepuk jidatnya sendiri.
__ADS_1
“Aku pasrah saja ketika kamu langsung masuk kedalam mobilku, padahal aku tadi berhenti tepat dihadapan kamu berdiri karena aku melihatmu. Aku ingin menegurmu, tapi rupanya sebelum aku menegurmu kamu sudah lebih dulu masuk kedalam mobilku. Yasudah” ungkap indra hingga membuat ibel merasa sangat malu.
“Yaampun ibel, bisa-bisanya! Bodoh banget sih lo bel.. bel!!” Batinnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Tenang lah bel, lagipula aku tidak akan menculik mu. Aku akan mengantarkan kamu pulang kerumah tanpa perlu kamu bayar.” Ucap indra dengan suara khasnya.
“Eum, i-iya maaf ya Ndra. Jadi merepotkanmu kan sekarang” sahut ibel yang wajahnya sudah berubah warna menjadi merah merona bak kepiting rebus.
“Its Okey, lagipula aku malah senang. Bisa bertemu denganmu lagi, mengantarkan kamu pulang sekaligus bertemu ibu kamu juga dirumah.” Ucap indra hingga membuat mata ibel pun melotot dengan sempurna.
“Mampus gue, jangan-jangan dia mau nganterin gue pulang kerumah mama gue. Aduhhh! Yang ada nanti mama gue ngira kalo gue selingkuh dari thomas..” Batin ibel seketika.
“Rumahmu gak pindah kan bel? Tetep yang dulu kan?” Tanya indra kembali.
“E-iya ndraa, masih sama kok. Cuma maaf banget kayaknya kamu gak bisa ketemu mama aku deh, soalnya mama lagi liburan.. hehe” Jawab ibel yang terpaksa harus berbohong kepada mantan kekasihnya tersebut.
“Oh, begitu yah? Baiklah tidak papa. Mungkin dilain waktu aku akan berkunjung kerumahmu kembali untuk bertemu ibu kamu..” Ucap indra yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Iyah..”
*Setelah beberapa kilometer perjalanan, mereka pun akhirnya tiba didepan gerbang rumah mama rina.
CIT!
“Terimakasih banyak ya ndra, udah nganterin aku pulang.. aku jadi gak enak nih.” Ucap ibel kepada indra.
“Sama-sama bel..” Sahut indra saat itu juga.
Ibel pun bergegas turun dari mobil tersebut, namun langkahnya terhenti ketika indra berdehem.
“Ekhem..”
Ibel pun menoleh kearah indra, “e-iya ndra? Oh bayar ya? Sebentar aku lupa..” Ujar ibel yang langsung disangkal indra.
“Tidak bel, kamu tidak perlu membayar pakai uang.” Sangkal indra seketika.
“Hah? Lalu?” Tanya ibel dengan raut wajah polosnya.
“Aku minta nomor WhatsApp mu saja, boleh?” Pekik indra hingga membuat ibel pun kembali melongo dihadapannya.
“Baiklah, catat 08xxxxxxx10” Jawab ibel yang saat itu dicatat oleh indra diponsel miliknya.
“Makasih ya bel, kamu gak ada niatan ngajak aku mampir kerumahmu gitu?” Ucap indra.
“Jangan ya ndra, dirumah lagi gak ada orang sama sekali. Gak enak sama tetangga jika aku membawamu masuk kerumah.” Sahut ibel yang kembali memberikan alasannya.
“Okey-Okey baiklah, kalo begitu aku langsung pulang saja deh. Bye bel!!” Sergah indra seketika.
Saat mobil indra hilang dari pandangannya, ibel pun menghela nafasnya secara kasar.
“Huhhh!!! Hampir aja jantung gue copot.”
“Gue jahat gak sih, ngasih nomor WhatsApp mama gue ke indra ckck. Gak mungkin kan kalo gue ngasih nomor WhatsApp gue ke indra, yang ada nanti kalo thomas tau indra ngechat gue, melayang nyawa gue.” Gerutu ibel kembali seraya tertawa kecil.
Saat itu ibel pun terpaksa masuk kedalam rumah mama rina, dan meminta mama rina untuk menghantarkan pulang kerumahnya.
__ADS_1
***