
Setelah beberapa puluh menit ibel habiskan waktunya di area dapur bersama anak dan juga pembantunya, Tiba-tiba saja sang anak rewel dan terus menangis hingga membuat ibel maupun Susi mencoba untuk terus menenangkannya.
“Sstttt, sayang. Kenapa sih?” Celoteh ibel seraya mengayunkan sang anak dalam gendongannya.
“Mungkin Adek Alice ngantuk dan cape non, kalo boleh beri saran lebih baik non ibel masuk saja kekamar, lalu ajak Adek alice tidur.” Usul sang pembantu seketika.
“Iyah mbak, ibel juga merasa seperti itu. Tapi kan mbak Susi tau sendiri, dikamar ada thomas. Rasanya aku muak sekali jika melihat wajahnya kembali..” Jawab ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Cuek saja non, anggap saja tidak ada orang. Kasihan tuh alice nya non, nampaknya dia sudah bosan berada disini sampai rewel seperti itu.” Saran sang pembantu kepada ibel.
“Baiklah mbak.” Sahut ibel dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.
Ibel pun akhirnya melangkahkan kakinya dengan terpaksa menuju ke dalam kamar tidurnya yang berada di lantai dua rumahnya tersebut.
CEKLEK*
Dengan pelan ibel membuka gagang pintu kamar tidurnya.
Nampak seorang pria sedang duduk bersantai di area balkon kamar nya tersebut seraya sesekali menghisap rokok ditangannya.
Braghhh!
Ibel pun menutup kembali pintu kamarnya dengan pelan namun tetap saja membuat thomas tersadar akan kedatangan sang istri yang saat itu sedang menggendong anaknya.
“Ekhem! Sudah pulang rupanya kau, habis darimana saja? Senang ya sekarang bebas hidup mu tanpa ada aku dirumah. Aku yakin, kamu pasti seringkali keluar rumah untuk bertemu lelaki lain diluaran sana.” Sindir thomas dengan nada yang sengaja ia tinggikan.
Ibel pun nampak kesal dengan tuduhan sang suami, namun dirinya mencoba untuk tetap tenang saat meletakkan buah hatinya diatas kasur dan tidak merespon ucapan thomas sedikitpun.
Melihat sang istri yang hanya diam saja, thomas pun mengepalkan kedua tangannya dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
“Kenapa hanya diam saja? Apa kau tuli? Ohh, atau justru benar ya apa yang aku katakan tadi..” Tegur thomas yang saat itu berdiri tepat dihadapan sang istri.
Ibel pun membalikkan tubuhnya ke arah thomas namun ia hanya sekilas melirik wajah sang suami lalu kembali merebahkan tubuhnya tepat disamping sang anak.
BUGHHHH!!!
Geram dengan sang istri yang terus diam saja, thomas pun sontak memukul tubuh ibel dengan bantal yang ada didekatnya.
Ibel pun menghela nafasnya secara kasar, ia pun akhirnya mulai bersuara saat itu juga.
“Memang laki-laki tidak punya otak kamu itu! Sudah berbulan-bulan lamanya kamu tidak pulang kerumah ini, bahkan disaat ulang tahun pertama anakmu pun kamu tidak hadir disisinya, selama ini aku diam, diam dan diam!! Sekarang, kamu datang kembali kerumah ini lalu tiba-tiba saja menuduhku seolah-olah aku lah yang melakukan kesalahan kepadamu! Aku benar-benar muak dengan situasi ini..” gertak ibel dengan satu tangan yang menuding thomas.
“Apa kamu bilang? Muak? Hah?? Memang tidak tahu diuntung kamu itu sebagai istri! Berani bilang muak tetapi masih mau menikmati fasilitas dan juga uang yang aku dan keluargaku berikan! Cih.” Ketus thomas kepada ibel.
“Karena itu semua masih hak ku dan juga anakku! Aku masih sah menjadi istrimu, Dan setiap uang yang kamu berikan kepadaku itu merupakan nafkah wajib untukku dan juga anakmu.” Jawab ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Semenjak kamu memutuskan untuk pergi dari rumah ini, kamu sama sekali tidak memberiku nafkah sepeserpun. Apa kamu lupa dengan kewajibanmu? Lalu untuk apa kamu datang kesini lagi? Jika kembali hanya untuk memanipulasi ku saja, lebih baik tidak usah pulang saja. Lagi pula aku sudah terbiasa kok hidup sendiri seperti single parent.” Imbuh ibel saat itu juga.
Lagi-lagi tangan thomas pun jatuh mengenai pipi sang istri, ia menampar pipi ibel hingga darah pun bercucuran keluar dari mulutnya. Namun melihat hal itu thomas bukannya merasa bersalah, ia justru semakin menunjukkan sikap naik pitam nya dihadapan sang istri.
“Lancang sekali kau bicara seperti itu! Aku mempunyai hak untuk pulang kerumah ini kapan saja! Memangnya kau fikir ini rumah siapa? Kau yang harusnya pergi dari rumah ini, karena ini rumahku,Ayahku yang membelikan rumah ini untukku. Sudah berkali-kali aku katakan padamu, jangan pernah memancing emosiku. Kau selalu mengajakku ribut hingga aku sengaja memberimu pelajaran untuk tidak memberimu uang, namun bukannya kau meminta dan memohon kepadaku, kau malah diam saja seperti tidak bersalah! Jadi jangan pernah sekali lagi kau salahkan aku, karena ini semua salahmu sendiri!” Pekik thomas yang saat itu mengeraskan rahangnya.
“Terserahmu saja, aku capek bicara denganmu. Kamu tidak pernah mau berintropeksi dengan dirimu sendiri, mana pernah kamu merasa bersalah, yang ada kamu hanya pintar memanipulasi orang saja! sekarang terserah padamu, aku rasa rumah tangga kita sudah sangat hancur. Tidak ada lagi keharmonisan diantara kita berdua, selama ini aku bertahan karena ada Alice. Tapi sepertinya, pertahananku ini salah, Alice tidak membutuhkanmu lagi. Nyatanya sampai detik ini pun kamu tidak pernah sedikit pun menjadi sosok ayah untuknya.” Sahut ibel dengan menahan rasa sakit dipipinya.
“Aku hanya mau kau diam saja! Jangan banyak memancing emosiku, karena aku tidak akan pernah menceraikanmu sampai kapanpun! Ingat itu..” Pekik thomas hingga membuat ibel pun tercengang mendengarnya.
*Waktu pun terus bergulir, setelah saling beradu mulut hingga melakukan kdrt. Thomas pun memilih untuk keluar kamar dan mendudukkan dirinya dikursi taman rumahnya untuk mencari ketenangan. Sementara ibel sendiri masih menangis tersendu-sendu didalam kamarnya seraya membersihkan darah yang bercucuran dari mulutnya.
“Jika terus seperti ini, bisa-bisa aku mati ditangannya. Come on ibel! Berfikir lah.. jangan bodoh, untuk bertahan seumur hidup dengannya itu akan menyiksa dirimu sendiri. Luka ini belum seberapa, dia akan bertindak lebih dari ini jika aku terus bersamanya.” Gumam ibel yang air matanya terus membasahi pipinya.
__ADS_1
“Bentar deh, kenapa gue gak kepikiran buat foto dulu. Kan bisa jadi barang bukti gue nantinya.” Imbuhnya ketika melihat ponselnya yang tergeletak diatas kasur.
Ibel pun langsung mengambil ponselnya, lalu ia sengaja memotret luka bekas pukulan suaminya sebagai barang bukti tindak kekerasan yang telah suaminya lakukan padanya.
“Mulai sekarang, akan aku kumpulkan bukti-bukti semacam ini. Agar suatu saat jika aku menggugat cerai nya, aku sudah punya alasan kuat mengapa aku ingin bercerai.” Batin ibel setelah beberapa kali memotret darah yang masih ada diarea wajahnya.
*Setelah selesai mengambil barang bukti, ibel pun sontak melempar kembali ponselnya ke sembarang arah dikasurnya. Lalu ia pun kembali merebahkan tubuhnya disamping sang anak yang sedari tadi sudah menangis meraung-raung.
“Cup,cup,cup!! Sayang ini Mommy disini nak, kamu pasti sudah mengantuk sekali ya, gara-gara mommy dan daddy berantem, kamu malah gak jadi Bobo. Maaf ya sayang, sekarang ayo Bobo sama mommy nak..” Celoteh ibel kepada Alice.
*Waktu pun terus berputar, ibel pun tidur dengan pulas bersama dengan sang anak. Sementara thomas sendiri masih sibuk memainkan ponselnya di kursi taman rumahnya.
“Arghhh, Syit!! Rupanya dompet dan tasku masih berada didalam kamar, aku tidak mungkin pergi begitu saja tanpa membawa tas dan juga dompetku. Lebih baik aku kembali saja kekamar untuk mengambil barang-barangku, tidak perduli jika nanti ibel berkomentar lagi” gerutu thomas seraya membuang putung rokoknya.
Ia pun bangkit dari tempat duduknya lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya kembali.
Sang pembantu yang saat itu berpapasan dengan thomas pun langsung menundukkan pandangannya, begitu pula dengan thomas yang hanya melirik sinis sang pembantu dan terus berjalan menuju kamarnya.
*CEKLEKKK*
Thomas pun membuka dan menutup kembali pintu kamarnya, lalu melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk mengambil tas beserta dompetnya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat kulit mulus sang istri yang sedang tertidur pulas bersama dengan anaknya.
“Sialan! Kenapa tubuh ibel menggoda sekali, sudah lama aku tidak menyetubuhinya lagi..” batin thomas saat melihat ibel.
Pria itu meneguk salivanya dengan susah, seketika nafsu nya pun muncul. Tak perduli kejadian yang baru saja terjadi, ia pun langsung menyetubuhi ibel dengan paksa hingga ibel pun sontak terkejut dan mendorong tubuh thomas.
“Apa ini!” Protes ibel yang langsung dibungkam oleh thomas.
Meski beberapa kali ibel mencoba menolaknya, namun thomas terus memaksanya untuk berhubungan badan saat itu juga.
__ADS_1
***