
Setelah kepulangan mama rina, waktupun terus berputar hingga menunjukkan waktu pukul 7 malam hari. Ibel yang fikirannya sedang kacau itu sampai tidak menyadari bahwa sang suami belum juga pulang kerumah.
CIT!
Suara mobil berhenti tepat dilobi rumah, sang pembantu yang mendengar suara tersebut pun langsung membukakan pintu rumah itu seraya menggendong Alice.
CEKLEK*
“Tuan..” lirih susi seraya menundukkan pandangannya.
“Sini mba, biar Alice sama saya saja.” Pekik thomas yang meminta sang anak agar bersamanya.
“Tuan tidak apa-apa?! tuan kan capek baru pulang kerja. Tidak apa-apa jika Alice bersama saya. Lebih baik tuan muda datangi nona ibel saja. Soalnya saya khawatir dengan kondisinya karena tidak mau makan sama sekali, tadi siang ibu rina juga sudah datang kerumah, tapi tidak berhasil membujuk nona untuk makan.” Sahut Susi dengan sopannya.
“Hmm, yasudahlah. Saya titip anak saya dulu ya mba, maaf jika merepotkan mba Susi terus.” Dehem thomas dengan menghela nafasnya secara pelan.
“Iyah, tidak apa-apa tuan. Ini kan sudah bagian dari tugas saya juga selama kerja disini.” Angguk Susi saat itu juga.
Thomas pun langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamarnya untuk menemui sang istri yang kondisinya semakin tidak bisa dijelaskan.
CEKLEK!
“Bel..” lirih thomas yang mendekati sang istri.
Thomas pun langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat, ia mencoba memberikan kekuatan kepada sang istri.
“Sini lihat wajahku..” Ucap thomas hingga membuat ibel pun menatap wajahnya dengan perlahan.
“Kamu tidak perlu seperti ini lagi, semua orang yang ada disosial media tidak akan membully mu lagi. Sekarang Tidak usah takut ya? Aku sudah membereskan semuanya. Percaya padaku, tidak akan ada lagi orang yang akan berani memandangmu sebelah mata.” Ungkap thomas hingga membuat ibel pun sontak terbelalak mendengarnya.
__ADS_1
“Apa yang kau maksud?” Tanya ibel dengan suara lemasnya.
Thomas pun menjelaskan apa yang sudah ia lakukan disosial medianya, hingga seluruh orang berhenti berkomentar buruk tentang ibel. Hal itu ia lakukan karena mama rina lah yang sudah memaksanya.
*Flashback on*
Disaat sedang fokus meeting bersama senior seniornya dikantor, thomas mendapati pesan dari mertuanya.
TING!
“Thomas! Apa kau sudah tidak punya hati lagi melihat istrimu hampir saja gila seperti ini. Anakmu sampai tidak diurus, dan istrimu sampai mogok makan berhari-hari seperti ini. Dan kau sebagai suaminya hanya bisa diam saja seperti ini? Sungguh kau bukan laki-laki yang berguna bagi keluargamu sendiri! Kau bahkan tidak bisa melindungi keluarga kecilmu sendiri dari orang-orang yang sudah menggerogoti istrimu..” Pesan yang dikirim oleh mama rina untuk thomas.
“Cih!!! Apalagi ini..” Decih thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
Thomas pun sontak membalas pesan tersebut.
“Maksud mama apa? Apa yang sedang mama bicarakan ini? Thomas tidak mengerti..” Jawab thomas pada pesan yang ia kirimkan kepada mertuanya.
“Lalu thomas harus berbuat apa mah? Sekarang semua orang sudah tau aib kita berdua, Yasudah terima saja! Bukankah hal ini yang ibel mau juga? Alice bisa dipublikasikan tanpa harus disembunyikan lagi. Iya kan?! Lalu masalahnya dimana? Menurut thomas ibel bertingkah terlalu berlebihan..” Thomas pun membalas pesan mertuanya kembali.
“Kau ini memang bodoh atau memang sangat bodoh?! Kuberi tau kau ya thom, ibel itu mentalnya lemah. Dia tidak sekuat yang kamu fikir, ketika ada masalah sudah pasti dia akan drop seketika. Apa yang dia alami saat ini bukan karena dia bertingkah berlebihan tetapi memang mentalnya rapuh. Dan seharusnya kamu lah yang berperan penting untuk memberikan keamanan untuknya, karena kamu sekarang adalah sebagai suami sekaligus orang terdekatnya. Jangan malah kau cuek dan diam saja seperti ini, sudah pasti istrimu akan seperti ini terus bodoh!” Ketus mama rina dalam pesannya.
“Katakanlah mah, thomas harus apa supaya ibel bisa merasa tenang dan aman?” Tanya thomas tanpa basa-basi dalam pesan WhatsApp nya.
“Mama minta kau buatlah statement pembelaan untuk istrimu disosial media, katakan kepada manusia-manusia julid itu untuk stop membully istrimu. Jika perlu kau berikan ancaman kepada siapapun yang berani mencela ibel lagi maka sudah pasti akan kau penjarakan. Itu usul mama! Dan satu lagi, setelah kau pulang kerja nanti peluklah istrimu. Agar dia merasa aman dalam dekapanmu. Karena bagaimanapun saat ini kaulah manusia yang ibel butuhkan untuk jadi sandarannya. Faham thom?!” Usul mama rina saat itu juga.
Thomas pun menghela nafasnya secara kasar, ia pun meletakkan kembali ponsel miliknya didalam saku kemejanya dan kembali melanjutkan aktivitasnya dikantor.
“Hmmm.”
__ADS_1
*Beberapa puluh menit kemudian, saat meetingnya telah selesai. hanya ada thomas dan juga marco diruang meeting tersebut. Thomas pun akhirnya menceritakan hal tersebut kepada marco, akhirnya marco lah yang membantu thomas membuat statement disosial medianya tersebut.
“Selesai pak, semoga masalah ini cepat selesai. Dan Semoga Statement ini bisa diterima semua orang.” Pekik marco kepada thomas.
“Terimakasih banyak,marco.” Sahut thomas yang saat itu dianggukkan oleh marco.
“Saya sendiri pusing, kenapa sih perempuan selemah itu. Paling kena omongan orang aja langsung ngedrop, mentalnya rapuh. Apa coba! Padahal mah tinggal gak usah dipikirin aja udah selesai. Iya kan marco?!” Celoteh thomas kepada marco.
“Kalo itu saya gak bisa komentar banyak pak, takut salah. Karena setiap orang kan pasti punya pemikiran berbeda-beda. Hehe” Sahut marco dengan senyum tipisnya.
“Arghhh gak asik kau marco!” Lirih thomas seraya melengoskan wajahnya.
*Flashback off*
Ibel pun terkekeh mendengarkan apa yang telah suaminya katakan tersebut, ada rasa legah didalam hatinya namun Disisi lain ia juga masih belum bisa tersenyum lepas kala terbayang-bayang semua komentar pedas nitizen yang sudah ia baca beberapa hari yang lalu.
“Jangan sedih lagi, jangan galau lagi. Aku gak mau sampe Alice jadi korbannya. Apa kamu gak sayang sama anakmu sendiri? Sudah berapa hari kamu cuekin dia? Jangan egois jadi ibu, saat ini ragamu ada 2. Jadi tolong faham ya apa maksudku..” Ucap thomas yang membuat ibel pun sedikit terluluhkan hatinya.
Ibel pun menganggukkan kepalanya secara pelan, “Iyah, maaafin aku yah udah egois jadi ibu. Tapi aku sungguh sangat setres memikirkan masalah ini, aku sampai tidak sadar aku telah mengacuhkan anakku sendiri dalam beberapa hari ini.” Sahut ibel dengan mata yang berkaca/kaca.
“Sudah tidak papa. Nih aku bawakan makanan kesukaanmu, makanlah! Mukamu sudah sangat pucat, aku tidak ingin kau mati cuma karena hal bodoh ini. Aku tau kamu sudah tak makan beberapa hari ini kan. Jadi sekarang, makanlah!” Pinta thomas seraya memberikan makanan yang ia bawa untuk sang istri.
“Ini orang kenapa tiba-tiba sweet banget gini? Dia gak sadar ya kalo dia juga udah bikin gue mati perlahan selama ini..” batin ibel dengan menatap thomas.
“Kenapa malah ngeliatin aku? Ohhh i see, mau disuapin ya? Ok.” Sergah thomas yang langsung membuka makanannya dan menyuapi sang istri makan.
“Gak mau thom, hentikan! Aku tidak ingin makan..” elak ibel seketika.
“Sesttt! Jangan melawan, ayo makan!” Sergah thomas kembali seraya melanjutkan aktivitas menyuapi makannya.
__ADS_1
**