TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 63


__ADS_3

Sore harinya\~


Dimana para pekerja kantor sudah waktunya untuk berpulang kerumahnya masing-masing.


Tetapi Tidak dengan thomas dan juga Siska yang malah langsung pergi kehotel.


“Eum, thom. Mari biar aku antarkan pulang..” Pekik marco kepada thomas.


“Tidak perlu, marco! Karena aku bawa mobil sendiri hari ini, dan aku juga masih ada urusan diluar jadi kau pulang saja tidak usah khawatirkan aku.” Tolak thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Tapi thom—“ ucap marco yang langsung dicela oleh thomas.


“Turuti saja perintahku marco! Hari ini aku ingin pulang sendiri tanpa diantar olehmu..” Cela thomas dengan tatapan tajamnya.


“Baiklah, thom. Kalo begitu, aku pulang dulu.” Angguk marco meski dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya.


“Hmm.” Dehem thomas dengan menghela nafasnya secara pelan.


Setelah marco hilang dari pandangannya, thomas pun sontak mengambil ponselnya. Pria itu langsung mengirimkan pesan kepada Siska bahwa dirinya akan segera menuju ke hotel, meski Siska meminta untuk pergi bersama saat itu namun thomas menolaknya agar tidak ketahuan oleh siapapun yang melihatnya.


“Pergilah dulu kehotel, aku akan segera menyusulmu. Jangan tunggu aku dikantor ini, karena aku ingin kita pergi sendiri-sendiri agar tidak ada orang yang mengetahuinya.” Pesan yang thomas kirimkan kepada Siska.


Setelah mengirim pesan kepada Siska, thomas juga langsung menghubungi sang istri.


TUT\~


Tak menunggu waktu yang lama, sang istri pun sontak mengangkatnya.


“Halo..” Sapa ibel diseberang sana.


“Halo, sayang.. Eum sepertinya aku tidak bisa pulang lebih awal, soalnya ada hal yang harus aku kerjakan setelah ini bersama dengan klienku. Kamu gak papa kan dirumah sakit tanpa aku? Apa Alice hari ini ada masalah? Bagaimana keadaannya? Aman bukan?!” Sahut thomas yang sengaja berbasa-basi kepada sang istri.


Tanpa rasa curiga sedikitpun ibel justru terlena dengan ucapan manis sang suami yang tiba-tiba saja memperlakukannya dengan lembut, ibel berfikir bahwa thomas perlahan berubah setelah melihat sang anak yang terbaring lemah saat operasi.


“Gak papa kok, keadaan Alice hari ini baik-baik saja tidak ada masalah apapun setelah operasi kemarin. Jika kamu tidak bisa pulang cepat karena urusan pekerjaan aku tidak akan marah, makasih karena udah ngabarin aku. Kamu tenang saja yah, dirumah sakit ini aku gak sendirian kok, ada Ayya Sarah dan juga Vega yang menemaniku sejak siang hari tadi..” pekik ibel dengan mengembangkan senyuman tipis di wajahnya.


“Oh, syukurlah kalo begitu sayang. Aku legah jadinya. Yasudah aku tutup dulu ya sayang telfonnya. Kabari aku saja bila ada apa-apa dengan Alice. Okey?!” Pamit thomas dengan berpura-pura manis didalam sambungan telfonnya tersebut.


“Iyah, sayang. Apapun urusanmu semoga dilancarkan yah.” Sahut ibel kepada sang suami.


“Iyah.” Singkat thomas yang langsung memutuskan sambungan telfonnya tersebut.


PIP!!

__ADS_1


“Ck, gampang banget sih manipulasi keadaan. Dasar istri bodoh! Hanya dengan sekali ucapan manis saja dia langsung luluh, dia fikir aku serius dalam berkata.” Gumam thomas dengan memiringkan senyumannya.


Thomas pun sontak mengemasi barang-barangnya, lalu ia pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang kerjanya tersebut,


TING\~


Saat didalam lift satu notifikasi pun muncul dilayar ponselnya.


“Aku sudah dijalan ya sayang, see you!!” Pesan dari Siska yang masuk pada layar ponselnya.


Thomas pun hanya menyunggingkan senyuman tipisnya saat membaca pesan tersebut tanpa membalasnya.


*Waktu pun terus berputar, thomas pun sudah mengendarai mobilnya menuju lokasi tujuannya.


“Gue gak mungkin masih pake baju kerja gini, kayaknya gue perlu mampir dulu untuk beli baju ganti.” Gumamnya seraya fokus pada setirnya.


Tak lama kemudian, satu toko baju mengalihkan pandangannya. Hingga thomas pun tak berfikir panjang lagi untuk memberhentikan kendaraannya tepat didepan toko baju tersebut.


“Sore pak, mau cari baju seperti apa biar saya bantu?!” Sapa salah satu karyawan toko baju tersebut dengan ramahnya.


“Saya perlu kaos dan juga celana casual untuk saya, ada?!” Sahut thomas kepada karyawan tersebut.


“Ada pak, mari ikut dengan saya..” Ucap karyawan tersebut yang saat itu mengarahkan thomas untuk ikut bersamanya.


“Baik.” Angguk thomas yang langsung mengikuti karyawan tersebut.


“Yasudah, boleh. Bisa langsung dipakai sekarang?” Angguk thomas tanpa basa-basi.


“Boleh pak, namun harus dibayar dulu yah pak.” Ucap sang karyawan.


“Kamu itu ketakutan gak saya bayar ya mbak? Bahkan satu toko ini pun saya bisa membelinya. Ayo lekas antar barang ini ke meja kasir! Saya gak punya waktu lagi.” Ketus thomas hingga membuat karyawan tersebut pun sontak menundukkan pandangannya.


*Waktu pun terus berlalu, setelah membayar pakaiannya tersebut. Thomas pun langsung mengganti pakaiannya saat itu juga didalam ruang ganti yang ada ditoko tersebut.


“Huhh, Done!!” Gumam thomas dengan menghela nafasnya secara pelan.


Setelah merasa nyaman dengan pakaian gantinya tersebut, thomas pun langsung kembali kedalam mobilnya yang ia parkirkan didepan toko tersebut.


“Terimakasih banyak pak, jangan kapok untuk kembali berbelanja ditoko kami ya.” Seru salah satu pelayan ketika thomas melangkahkan kakinya keluar dari toko tersebut.


“Hm, sama-sama..” singkat thomas dengan raut wajah datarnya.


Brughhh!

__ADS_1


Thomas pun kembali masuk kedalam mobilnya dan menggenakan seat beltnya. Kemudian ia pun sontak menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju lokasi yang ia tuju..


Bvroommmm\~\~


“Duh! Macet parah lagi..” gerutu thomas dengan menghentakkan satu tangannya diatas setirnya.


*Hingga setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan yang cukup melelahkan karena kemacetan yang begitu merayap dijalanan ibukota tersebut, akhirnya kini thomas pun tiba tepat diarea lobi hotel.


CIT!


Thomas pun bergegas turun dari mobilnya, dan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam hotel tersebut.


“Apa Siska sudah didalam kamar sana?!” Batinnya yang saat itu tengah melangkahkan kakinya menuju kamar yang telah ia pesan sebelumnya.


CEKLEK*


“Hei!!!” Sapa thomas kepada Siska yang tengah berdandan dihadapan kaca yang ada didalam kamar hotel tersebut.


“Oh my god sayang! Kenapa berpenampilan seperti ini? Aku fikir ini bukan kamu..” sahut Siska yang menatap penampilan thomas kali itu.


“Supaya tidak ada yang mengenaliku. Hehe” pekik thomas yang meringis lebar.


Saat itu bukan hanya baju dan celana barunya saja yang ia kenakan, namun ia juga mengenakan topi,masker dan juga kaca mata hitamnya.


“Kapan kamu mengganti pakaianmu sayang?” Tanya Siska kepada thomas.


“Tidak penting, yang terpenting sekarang. Aku mau kamu!” Sahut thomas yang langsung menerkam tubuh Siska dengan ganasnya.


“Yaampun sayangg, sabar dong. Baru juga datang..” Celoteh Siska dengan tawa kecilnya.


Tanpa menjawab perkataan Siska tersebut thomas pun langsung mengangkat tubuh Siska dan meletakkannya diatas kasur yang berwarna putih tersebut.


Tanpa perlawanan sedikitpun, Siska justru memasang raut wajah seksinya untuk memancing thomas.


Tak butuh waktu yang lama lagi, thomas pun langsung melepaskan pakaiannya sendiri dan juga melepas paksa seluruh pakaian Siska saat itu.


Buah dada Siska yang sangat besar itu membuat thomas langsung meremasnya dengan gemulai dan sesekali menjilatnyaa, Siska pun meraung penuh dengan *******.


“Arghhhhhh\~\~ sayanggg!!!” ******* Siska yang memenuhi seisi ruangan tersebut.


“Enak?!” Tanya thomas didekat telinga Siska tersebut.


Siska pun menganggukkan kepalanya, “lagi, please.. arghhhh\~\~” desah Siska kembali.

__ADS_1


Setelah pemasannya sampai diujung hasratnya, thomas pun langsung menancapkan miliknya kedalam rongga Siska yang sudah basah tersebut hingga kejadian itu pun berlangsung begitu lama dan dinikmati oleh kedua pasang tersebut.


***


__ADS_2