
Masih ditempat yang sama, dan Waktupun terus berputar. Saat itu jam dinding menunjukkan pukul 2 siang hari. Dimana ibel tengah menggendong sang anak dalam pangkuannya, ditemani oleh Ayya yang saat itu sedang bersender disofa yang ada diruangan rawat inap tersebut.
CEKLEK*
Suara gagang pintu terbuka pun terdengar, hingga keduanya pun sontak melirik kearah pintu ruangan tersebut.
“Siapa tuh yya?!” Tanya ibel kepada sang sahabat.
“Mana gue tau,bel.” Sahut Ayya seraya menaikkan kedua bahunya.
“Assalamualaikummm..” Sapa Sarah yang datang bersama dengan Vega.
“Waalaikumsalam..” jawab keduanya dengan tersenyum penuh arti.
“Gue kira siapa yang datang, ternyata lo sar!” Ucap Ayya seketika.
“Lah, bukannya semalam gue udah bilang kalo gue mau kesini nemenin lo berdua..” Sahut Sarah dengan menaikkan kedua alisnya.
“Ahiya gue sih inget, cuma kan gue gak tau tepat jam berapa lo bakal dateng kesini pea!” Ujar Ayya dengan menaikkan kedua matanya keatas.
“Hmm.” Dehem Sarah seketika.
“Haii cantik! Lagi ***** ya kamu, padahal aunty mau gendong kamu tau..” Celoteh Sarah yang mendekatkan dirinya ke hadapan ibel dan juga Alice yang berada diranjang inapnya.
“Heee! Lo kan dari luar! Banyak virus, cuci tangan dulu baru gendong ponakan gue!” Tegur Ayya dengan mata yang sengaja di lebar-lebarkan.
“Ayya gue lagi ngajak ngomong incess ya, bukan ngajak ngomong lo kecoa! Jadi diem, sssttt!!” Lirih Sarah dengan satu tangan yang ia tempelkan di mulutnya.
“Duduk dulu sar/veg.. kalian baru pada pulang ngampus kah?!” Cela ibel dengan senyuman manisnya.
“Iyah,bel. Makasih..” Sahut Vega yang juga tersenyum kepada ibel.
“Gue balik dari tadi sih, tapi gue mampir makan dulu sama Vega hehe.. Bay the way kalian berdua udah pada makan belum?!” Timpal Sarah yang meringis lebar.
“Yah jahat banget lo sar, makan gak ajak-ajak kita. Kita disini belom ada makan loh, cuma dapat jatah makan untuk Alice doang. Parah sih nih rumah sakit, masa iya gue sama ibel gak dapat jatah makan, harusnya mah yang jagain pasien juga dapat makan. Iya kan bel?!” Sahut Ayya yang kemudian mendongakkan kepalanya kepada ibel.
“Hmm.” Dehem ibel dengan senyuman tipisnya.
“Ck, ada-ada aja lo yya!” Decih Vega dengan menggelengkan kepalanya.
“Emang rada-rada bocah ini mah sayang, sejak kapan rumah sakit menyediakan makanan untuk yang jagain pasien juga! Gebleg lo dasar, lulusan mana sih lo, bego amat!” Timpal Sarah yang menatap Vega lalu beralih menatap Ayya saat itu juga.
“Sar, bukannya kita lulusan sekolah yang sama ya?” Pekik Ayya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1
“Hahahah senjata makan tuan sar!!” Tawa ibel seketika dengan menggelengkan kepalanya.
“Udah ah! Ngeladenin Ayya mah bisa kurus gue. Bay the way serius kalian belom ada makan? Yaudah biar gue gofood in aja yah?! Kalian pengen makan apa?!” Cela Sarah kepada teman-temannya.
“Gak usah sar, Ayya cuma bercanda kok. Kita berdua udah makan. Lagi pula kita disini gak kehabisan makanan, coba sana liat kulkas disitu sar. Isinya penuh karena ulah Ayya yang mengisinya Hmm.” Tolak ibel kepada Sarah.
Vega yang duduk disamping kulkas mini itu pun sontak membuka kulkas tersebut,
“Astagaaa! Udah kaya dirumah sendiri aja deh.” Ucap Sarah dengan menggelengkan kepalanya saat melihat isi kulkasnya tersebut.
“Emang lo mau berapa hari disini yya? Segala beli cemilan sebanyak itu..” Timpal Vega seketika.
“Hmm, gue disini seharian tau. Kalo gue gak bawa cemilan-cemilan itu bisa-bisa garing gue diruangan ini.” Ucap Ayya dengan sedikit melengos.
“Si paling gak bisa jauh dari ngunyah dan bacot emang nih bocah!“ timpal Sarah dengan ketus.
“Oiya veg, Alex dan revano dimana? Gak ikut kesini mereka?!” Tanya ibel kepada Vega.
“Mereka katanya nanti nyusul, bel. Si Alex mau nganter mamanya belanja bulanan dulu katanya. Kalo si revano mah masih dikampus dikerumunin banyak cewe. Heuh.” Sahut Vega kepada ibel.
“Si revano emang bener-bener deh! Kapan insaf nya coba tuh anak!” Timpal Ayya seketika.
“Cocok revano kalo sama lo yya!” Pekik Sarah menohok hingga Ayya pun sontak terbatuk-batuk.
UHUK!!!
“Ciyeee bahasnya sampe udah kearah situ aja, jangan-jangan emang lo beneran demen ya sama revano!” Ledek Sarah dengan menuding kearah ibel.
“Apaan sih lo sar ah! Malah jadi bahas gue..” protes Ayya kepada Sarah.
“Bay the way thomas pulang jam berapa nanti bel?!” Tanya Vega kepada ibel.
“Kurang tahu juga sih veg, tapi biasanya sih jam 5 sudah pulang kalo gak ada meeting apa-apa.” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Oh, begitu yah.” Singkat Vega dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.
Sementara Disisi lain\~\~
Thomas tengah menghadapi pekerjaannnya diwaktu siang itu bersama dengan ajudan dan ketiga karyawan kepercayaannya.
“Saya tidak menyangka, kita telah memenangkan tander ini dengan secepat kilat. Kalian semua luar biasa! Terimakasih atas kerjasamanya, dan sesuai janji saya bulan ini gaji kalian akan saya naikkan dan juga akan saya beri bonus tambahan juga.” Pekik thomas kepada ketiga karyawan andalannya diruangan meetingnya.
“Wahhh, terimakasih pak thomas!!! Senang sekali bekerja dibawah naungan bapak.” Seru felly dengan raut wajah bahagianya.
__ADS_1
“Terimakasih pak thomas!!” Timpal dito dengan menundukkan kepalanya secara sopan.
Sementara Siska sendiri hanya melirik kedua temannya dengan senyuman tipisnya.
“Sama-sama, saya juga berterimakasih kepada kalian bertiga. Kalo begitu, saya permisi dulu yah. Sampai berjumpa di lain projek! Jangan lupa setelah ini kalian harus lebih semangat bekerja!” Pekik thomas seraya berpamitan kepada ketiganya.
“Pasti, pak. Pasti!!” Sahut felly dengan menggebu-gebu.
“Sekali lagi, terimakasih ya pak thomas.” Timpal dito yang saat itu dianggukkan oleh thomas.
Thomas pun bangkit dari kursinya dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan meeting tersebut menuju keruangan pribadinya dikantor tersebut.
“Ayo marco!” Ajak thomas yang saat itu dianggukkan oleh marco dibelakangnya.
Saat melangkahkan kakinya dihadapan Siska, thomas pun sengaja mengedipkan satu matanya kepada Siska hingga membuat Siska pun sontak menerbitkan senyuman manisnya.
Siska pun sontak mengirimkan pesan kepada thomas.
“Jangan lupa malam ini, aku tunggu dihotel!” Pesan Siska yang masuk pada layar ponsel thomas.
Thomas yang sedang berjalan menuju ruangannya itu pun sontak melirik pesan masuk pada layar ponselnya itu.
“Ck!” Decih thomas dengan tersenyum menyeringai.
Setelah sampai diruangan pribadinya, marco pun langsung membukakan pintu tersebut.
Ceklek*
“Silahkan masuk, pak thom!” Seru marco dengan menundukkan kepalanya secara sopan.
“Makasih marco!” Sahut thomas dengan lirih.
“Bagaimana kondisi anak kau saat ini, thom?!” Tanya marco kepada thomas yang sudah mendudukkan dirinya dikursi kerjanya.
“Kondisinya baik, tapi masih harus menginap dirumah sakit untuk pemulihan pasca operasinya.” Sahut thomas dengan raut wajah datarnya.
“Syukurlah, sejujurnya aku pun ikut khawatir. Bayi sekecil itu harus merasakan sakitnya dioperasi. Kasihan..” Lirih marco dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Its Okey marco! Anak saya itu kuat seperti saya. Jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi.” Pekik thomas yang kembali fokus pada beberapa buku kerjanya.
“Apakah boleh sepulang bekerja nanti, saya berkunjung kerumah sakit?!” Tanya marco hingga membuat thomas pun sontak terbelalak mendengarnya.
“J-jangan hari ini! Eum, ibel memberitahuku bahwa dia tidak ingin dijumpai oleh siapapun. Jadi kamu bisa menjenguk anakku dilain harinya lagi.” Tolak thomas dengan menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
“Baiklah kalo seperti itu, saya akan menjenguknya dilain hari saja..” angguk marco yang menyetujui ucapan atasannya tersebut.
“Huhhh, hampir saja!” Batin thomas dengan menghela nafasnya secara kasar.