TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 20


__ADS_3

Satu Hari Kemudian, waktunya ibel pergi kedokter kandungan untuk chek up kehamilannya.


*Disore hari yang cerah itu, seorang gadis tengah menunggu kepulangan sang suami didepan halaman rumahnya seraya menyirami beberapa tanamannya saat itu.


“Non, kenapa nyiramin tanaman?!” Tegur sang Security yang baru saja bekerja dirumah ibel dan juga thomas tersebut.


“Eum, gapapa pak. Biar ada kegiatan hehe..” sahut ibel dengan senyuman ramahnya.


“Jangan non, nanti kalo tuan thomas tiba-tiba pulang saya bisa kena marah..” Ucap sang Security dengan raut wajah was-wasnya.


“Yaampun pak, thomas gak akan marah juga kali soal kaya gini mah.. udah bapak tenang aja, saya pastikan bapak aman deh.” Sahut ibel dengan senyum yang mengembang.


“Tapi non—“ Ucap Security tersebut yang langsung dicela oleh ibel.


“Sssstttt! Udah ah..” potong ibel seraya menutup bibirnya dengan satu jarinya.


Tak lama kemudian, mobil berwarna putih dengan khas suara knalpot racingnya tiba didepan lobi rumah tersebut.


Ibelpun sontak mengembangkan senyumannya saat itu juga,


“Kamu lagi ngapain disini, bel?” Tanya thomas yang sudah turun dari mobilnya dan melangkahkan kaki menghampiri ibel yang sedang menyirami tanaman.


“Lagi nyiramin tanaman, aku bosan dikamar. Jadi aku keluar deh..” Sahut ibel dengan raut wajah manisnya.


“Oh, Yaudah. Aku kedalam dulu ya, capek. Mau mandi dulu..” Pamit thomas kepada sang istri.


“Iyah, sayang..” Sahut ibel seketika.


Beberapa puluh menit kemudian, Ibelpun mematikan saluran selang air yang ia gunakan untuk menyirami tanaman tadi. lalu kemudian ia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya seraya memegangi perutnya yang besar.


“Sayang.. kamu dimana? Belum selesai mandi ya?!” Panggil ibel saat memasuki kamarnya.


Terdengar percikan air dari dalam kamar mandi, namun tak hanya percikan air saja melainkan sebuah musik yang disetel oleh thomas didalam sana..


“Yaampun, mandi aja bawa hp..” gumam ibel seraya menggelengkan kepalanya sendiri.


Sambil menunggu thomas selesai mandi, Ibelpun berganti pakaian dan juga merias dirinya didepan kaca riasnya..


Selama hamil, ibel menjadi jarang merias diri kecuali jika ada kepentingan yang mengharuskan dirinya untuk pergi seperti sekarang ini..


Padahal sebelum dirinya berbadan dua, gadis itu tak pernah sedikitpun jauh dari make up.


Bahkan meskipun hanya dirumah saja ia selalu menomorsatukan kecantikannya dengan merias wajahnya.


“Bener juga kata thomas, badan gue gendut banget sekarang..” gumam ibel yang saat itu melihat serial lekuk tubuhnya sendiri didepan kaca riasnya.


Gadis itupun sontak meraih ponselnya yang berada tepat dihadapannya, jari jemarinya pun mulai lihai dilayar ponselnya tersebut.


“Browsing aja deh, kenapa gue bisa gendut kaya monster gini.” Gumamnya saat memainkan ponselnya tersebut.

__ADS_1


“KENAPA IBU HAMIL BISA GEMUK?” Ketiknya dalam pencarian Google nya.


“Ohhh, jadi ini alasan gue sekarang kaya monster. Jadi ini memang hal yang sangat wajar ya dialami oleh semua ibu hamil..” ucapnya kepada diri sendiri.


“APAKAH SETELAH MELAHIRKAN TUBUH IBU HAMIL AKAN KEMBALI LANGSING SEPERTI SEMULA?” Ketiknya kembali dalam pencarian google nya.


“Hmm, brarti habis lahiran gue harus sering sering olahraga dan jaga pola makan nih supaya badan gue bisa ideal lagi seperti semula.” Gerutu ibel dengan menatap layar ponselnya dengan tatapan seriusnya.


“DORRRR!!!”


“Mama tolong, ayam! E-ayam! Astaga thomas… hampir aja aku jantungannn!” Ucap ibel dengan nada yang terbata bata karena kaget seraya memegang dadanya sendiri.


“Kamu udah disini aja, lagi ngapain sih? Serius amat mainan hpnya, coba sini aku liat! Jangan jangan kamu lagi asyik chatingan sama pria lain ya..” Seru thomas dengan tatapan mencurigai.


“Dihhh, siapa juga yang chatingan sama pria lain.” Sahut ibel dengan memiringkan senyumannya.


“Yaudah, sini kasih hpmu biar aku percaya!” Ucap thomas dengan paksa.


“Ini…” Singkat ibel seraya memberikan ponsel miliknya kepada sang suami.


Thomaspun segera membuka ponsel milik sang istri dengan seriusnya, iapun sontak menaikkan satu alisnya ketika melihat ibel sedang mencari tahu bagaimana cara diet ala ibu hamil.


“Hahaha.. jadi kamu pengen diet bel? Baguslah, setidaknya tubuhmu gak segendut sekarang ini. Karena jujur akupun gak mau punya istri yang badannya gemuk.” Ucap thomas dengan tertawa ringan.


Ibelpun sontak mengerutkan kedua alisnya, hatinya kembali panas saat thomas lagi lagi berbicara yang menurutnya sangat membuatnya sakit hati.


“Kamu ini bicara apa sih bel! Lagi lagi bahas perempuan lain!! Kamu gak usah mancing mancing emosiku! Mau kamu aku pukul?!” Gertak thomas dengan mata yang terbelalak.


“Kenapa jadi kamu yang marah? Seharusnya aku yang marah thom, dulu badanku juga ideal dan perfect. dan seharusnya kamu memahami kenapa badanku sekarang gendut ya karena ini faktor hamil anakmu! Dan dengan entengnya kamu bilang gak suka punya istri yang berbadan gendut.. apa kamu gak mikirin perasaanku? Ucapanmu itu membuat aku sakit hati thom! Sadar gak kamu..” Ungkap ibel dengan menatap sang suami dengan tatapan seriusnya.


“Terserah..” singkat thomas yang saat itu membalikkan badannya dan pergi keruangan walk in closet untuk segera memakai bajunya.


*malampun tiba,


“Ayo! Udah ditungguin mang ujang tuh didepan..” Ajak thomas kepada sang istri dengan nada ketusnya.


“Iyah.” Singkat ibel dengan mengerjapkan kedua matanya dan bangkit dari tempat duduknya.


Merekapun melangkahkan kakinya beriringan menuju kedepan rumahnya dimana sudah ada mobil mewah berwarna hitam yang sudah terparkir.


“Silahkan tuan dan nyonya…” Ucap sang sopir yang telah membukakan pintu untuk kedua majikannya.


“Terimakasih pak ujang..” Sahut ibel dengan ramahnya.


Saat ketiganya sudah memasuki mobil tersebut, sang sopir pun langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan kendaraan tersebut dengan kecepatan sedang.


Bvroommmmmm\~\~


“Alamatnya udah sesuai lokasi kan non?!” Tanya sang sopir didalam perjalanan.

__ADS_1


“Udah sesuai kok pak, tenang aja.” Sahut ibel dengan menganggukkan kepalanya.


“Okeh nyonya..” sahut sang sopir seraya menganggukkan kepalanya.


*Hingga setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, akhirnya kini merekapun tiba dirumah sakit tempat biasa ibel melihat usg nya.


Thomaspun langsung turun dari mobil tersebut tanpa mengajak ibel terlebih dulu, terlihat wajahnya yang sangat dingin karena masih marah dengan kejadian sore tadi bersama ibel.


“Kebiasaan kalo mau usg, kita berdua ribut. Hmmm, nyebelin banget sih!” Gumamnya saat sedang melangkahkan kakinya jauh dibelakang thomas.


Keduanya pun duduk dikursi yang bersebelahan karena semua tempat duduk diarea tunggu tersebut telah penuh,


Meskipun saling cuek dan tidak tegur satu sama lain, namun merekapun tetap sabar dan fokus menunggu gilirannya untuk masuk kedalam Poli meskipun mereka berdua tahu bahwa mereka adalah pasien dengan nomor antrean terakhir saat itu.


*Hingga beberapa puluh menit kemudian, suster pun memanggil nama ibel saat itu juga.


“Pasien atas nama ibu Alisha ibel, silahkan masuk kedalam Poli kandungan pintu nomor 3..” Panggil sang suster dengan ramahnya.


“Iyah saya..” teriak ibel dengan menaikkan satu tangannya keatas.


Ibelpun sontak bangkit dari tempat duduknya meski dengan kesusahan, lalu iapun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan Poli kandungan tersebut disusul thomas yang masih terdiam namun membuntutinya dibelakangnya.


“Malammm dok..” Sapa ibel dengan ramahnya kepada sang dokter.


“Malam bu ibel.. gimana kondisinya? Aman aman saja kan? Hehe” Sahut sang dokter dengan tawa ringannya.


“Aman kok dok, tenang tenang Ck” celoteh ibel seketika.


Hingga berjalannya waktu, Ibelpun sudah membaringkan tubuhnya diatas ranjang periksa diruangan itu.


Dokter pun mulai memeriksa kondisi bayi yang ada didalam perut ibel yang sebentar lagi akan keluar itu.


“Loh loh loh..” Ucap sang dokter dengan mengerutkan kedua alisnya ketika memeriksa kondisi bayi ibel yang terlihat dilayar usg.


“Ada apa dok? Kenapa?!” Tanya ibel seketika dengan raut wajah paniknya.


“Eum, maaf. Ini saya menemukan cairan didalam kepala bayi anda buk..” Ucap sang dokter dengan raut wajah piasnya.


“Hah? Apa dok? Cairan dikepala anak saya? Memang cairan apa? Dan kirakira itu bahaya gak buat anak saya?!” Cela thomas dengan raut wajah terkejutnya.


“Hmm, cairan ini adalah penyakit hedrocifalus pak thomas.. kemungkinan terburuknya dari penyakit ini adalah membuat jaringan otak sikecil terhimpit dan perkembangannya akan terhambat. Begitupula dengan ukuran kepalanya juga akan lebih besar dari anak normal lainnya..” Jelas sang dokter kepada keduanya.


“APA DOK? Jadi anak didalam perutku ini mempunyai penyakit?“ Seru ibel dengan raut wajah syoknya.


“Apa anakku gak normal dok?” Tanya thomas seketika.


“Seandainya cairan ini sudah ada dari pertama kehamilan mungkin saya bisa mengatasinya dengan memberikan obat kepada bu ibel, namun ini cairan terlihat saat usia kehamilan ibu sudah 9 bulan dan tinggal menghitung minggu saja ibu akan melahirkan, maka jika saya beri obat pun kondisinya akan tetap sama..” Jelas sang dokter kembali.


Ibelpun tak bisa menutupi kesedihannya lagi saat itu, bagai disambar petir dimalam hari.. gadis itupun sontak menitihkan airmatanya.

__ADS_1


__ADS_2