TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 73


__ADS_3

Keesokan harinya, suara tangisan seorang bayi terdengar begitu lirih namun suara lirih tersebut mampu membangunkan sang ibu dari tidurnya.


“Ada apa sayang? Kamu sudah bangun yah rupanya?!” Pekik ibel yang mengerjapkan kedua matanya berkali-kali seraya menatap sang anak yang tidur disampingnya.


“Hmm, ternyata kamu pup ya sayang.” Imbuh ibel ketika mencium aroma tidak sedap yang keluar dari ***** sang anak.


Ibu muda itu pun langsung mendudukkan dirinya dan mengangkat tubuh sang anak untuk dibawa kekamar mandi.


“Mandi sekalian ya sayang.” Pekik ibel seraya menggendong sang anak masuk kedalam kamar mandi.


*Waktu pun terus berputar, setelah menghabiskan beberapa puluh menit untuk memandikan dan memakaikan baju sang buah hati, kini ibel pun membawa sang anak untuk berjemur didepan balkon kamarnya.


Ibel menghirup udara sejuk dipagi hari itu bersama sang anak. Ibu muda satu anak itu pun begitu menikmati suasana tersebut.


“Huhhhhh, sedikit membuat fikiran ini fresh kembali.” Gumam ibel seraya menghela nafasnya secara kasar.


TOK TOK TOK\~


Suara ketukan pintu pun terdengar jelas, ibel pun sontak menoleh kearah sumber suara tersebut.


“Sebentar ya sayang, Mommy bukain pintu dulu.” Pamit ibel kepada sang anak yang berada diatas stroller nya.


Ibel pun melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya tersebut.


CEKLEK*


Ibel pun menghela nafasnya secara pelan seraya menyunggingkan senyumannya ketika melihat sang pembantu yang berdiri didepan pintu kamarnya seraya membawakannya sarapan pagi itu.


“Yaampun, mbak Susi.. kirain siapa.” Ucap ibel kepada sang pembantu.


“Hehe maaf non jika mba Susi mengganggu waktu tidurnya, ini mba Susi bawakan non ibel sarapan..” Sahut sang pembantu dengan sopannya.


“Yaampun kenapa sampai dibawakan kesini sih mba?! terimakasih banyak yah. Ibel sudah bangun dari tadi kok, tuh Alice saja sudah berjemur dibalkon.” Pekik ibel dengan kedua tangan yang mengambil nampan yang berisikan sarapan untuknya ditangan sang pembantu.


“Wah, mbak Susi fikir non ibel belum bangun. Mba Susi sengaja bawakan sarapannya kesini, takutnya non ibel sedang malas turun kebawah karena masih kefikiran kejadian yang—“ Sahut sang pembantu yang tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi.

__ADS_1


“Ibel sudah lupakan kejadian itu mba, tenang saja. Ibel bukan orang yang lemah seperti itu kok, yang lalu biarlah berlalu. Iya kan?!” Ucap ibel yang saat itu dianggukkan oleh sang pembantu.


“Syukurlah non, mba Susi senang mendengarnya. Ya sudah kalo begitu, mba Susi pamit turun lagi ya non, jangan lupa sarapannya dimakan.. kalo non butuh apa-apa panggil mba susi saja yah.” Pamit sang pembantu kepada ibel.


“Iyah mbak..” angguk ibel dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


Setelah sang pembantu hilang dari hadapannya, ibel pun menutup kembali pintu kamarnya. Lalu ia pun meletakkan sarapannya dimeja yang ada dibalkon kamarnya seraya mendudukkan diri kembali disamping sang anak.


“Hai sayang, Mommy is back! Pintar nya anak Mommy ditinggal sebentar engga nangis..” Seru ibel kepada sang anak.


TING


TING


TING


Bunyi suara denting hp pun berkali-kali terdengar, hingga membuat ibel pun sontak mengerutkan kedua alisnya hingga menyatu.


“Tumben banget nih hp gue rame, ada apa ya? Siapa yang pada ngechat nih?!” Gumam ibel yang saat itu mengambil ponselnya yang berada tepat dihadapannya.


“Bel, temen-temen kampus banyak yang pesan cookies buatan lo! Lo sanggup kan kalo buat porsi banyak?! Oiya gue juga sempet promosiin ke tetangga rumah gue, jadi kalo hp lo rame nomor baru itu sudah pasti nomor ibu-ibu komplek rumah gue yang mau pada pesen kue sama lo.” Pesan yang dikirim oleh Ayya kepada ibel.


“Puji Tuhan, rejekimu sungguh murah untukku dan anakku. Semoga ini akan menjadi awal yang baik.” Gumam ibel dengan kedua tangan yang menyatu.


Dan benar saja, tak lama dari itu denting ponsel miliknya terus berbunyi. Banyak nya orderan yang masuk membuat ibel pun sangat bersemangat untuk langsung pergi turun ke dapur seraya membawa Alice di gendongannya.


“Non ibel mau ngapain ke dapur? Mau buat apa non? Biar mba susi saja yang buatkan ya..” Tegur sang pembantu saat itu juga.


“Jangan mba, nanti rasanya beda kalo mba Susi yang buat. Ini ibel nitip Alice saja dulu ya mba, ibel mau buat cookies hehe..” Ujar ibel seraya memindahkan Alice kedalam gendongan sang pembantu.


“Tapi non, non ibel jangan sampai kecapean yah. Bahkan luka lebam non ibel saja belum sembuh, mba Susi gak tega lihat nya jika non ibel sudah beraktivitas kembali.” Sahut sang pembantu dengan raut wajah cemasnya.


“Tenang mbak, ibel sudah tidak apa-apa. Hari ini ibel dapat banyak orderan, jadi ibel harus turun tangan sekarang juga..” pekik ibel yang mulai sibuk mempersiapkan bahan-bahan yang sudah ia stok didapurnya.


“Waaahhh, alhamdulilah ya non. Jika perlu bantuan mba Susi siap kok untuk membantu. Hehe..” Sahut sang pembantu seraya menimang Alice.

__ADS_1


“Gak perlu mba, mba susi cukup disitu saja temani alice supaya tidak rewel. Ibel pasti akan cepat menyelesaikannya..” elak ibel seketika.


“Iyah, non ibel. Baik. Mba susi nurut saja.” Angguk sang pembantu dengan pelan.


Ibel pun mulai membuat adonan kue-kue nya. Wanita itu nampak sumringah dengan apa yang ia kerjakan saat itu. Hingga tak terasa bayang-bayang suaminya yang membuatnya frustasi pun perlahan hilang difikirannya.


“Untung saja sekarang apa-apa sudah bisa lewat online, jadi meskipun aku tidak bisa keluar rumah. Aku tetap bisa berbelanja stock bahan pangan seperti ini hanya lewat aplikasi online.” Gumamnya dengan mengaduk olahan kuenya.


*Waktu pun terus berputar, setelah hampir seharian waktunya ia habiskan untuk membuat cookies dalam porsi banyak. Kini ibel bisa menghela nafasnya secara legah seraya menutup toples terakhirnya.


“Huhhhhh, akhirnya selesai jugaaa.” Gumam ibel dengan menghela nafasnya.


“Mbak susiii…” Panggil ibel yang saat itu mencari keberadaan pembantunya.


“Iyah, non. Mbak susi disini sama Alice.” Sahut sang pembantu seraya melambaikan tangannya keatas.


Ibel yang sudah melihat lambaian tangan tersebut pun langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri sang pembantu.


“Haiii anak Mommy!! Ayok sama Mommy sayang, Mommy sudah selesai nih..” Sapa ibel yang menatap kearah sang anak yang berada dipangkuan susi.


“Non ibel sudah selesai masaknya? Wahh mashaallah, alhamdulilah ya non hebat sekali non ibel..” Puji sang pembantu.


“Sudah mbak, nanti tolong bersihkan kembali dapurnya ya. Maaf jika sedikit berantakan hehe..” Pekik ibel saat itu juga.


“Gak papa non, biar nanti mba susi yang rapikan kembali. Non ibel apa tidak sebaiknya mandi dulu baru nanti menggendong Alice lagi?!” Usul sang pembantu dengan sopannya.


“Ahiya juga ya mba, aku kan seharian belum mandi. Hehe Yasudah kalo gitu ibel mandi dulu ya mba, nanti setelah mandi ibel baru ambil Alice..” Ucap ibel dengan menggarukkan kepalanya yang tidak gatal tersebut.


“Iyah, non ibel.” Angguk sang pembantu dengan tersenyum.


Ibel pun melangkahkan kakinya menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya yang berada dilantai dua, ibu muda itu pun langsung masuk menuju kamar mandi yang berada didalam kamar tidurnya tersebut.


“Awwww, kenapa baru kerasa sekarang ya lebam-lebam ditubuh ini..” Ringis ibel didalam kamar mandi yang saat itu baru saja membuka bajunya.


Byurrrrr!!!

__ADS_1


Ia pun seringkali meringis menahan rasa perih pada Setiap guyuran air yang mengenai tubuhnya.


**


__ADS_2